Aku Bukan Pemuas Ranjang

Aku Bukan Pemuas Ranjang
Pawang Patung Batu.


__ADS_3

๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ


Arjuna terlihat mengeratkan gigi-giginya. Matanya nyalang melihat ke arah asistennya itu. Seharusnya, ia tak perlu mengantri begini. Jika saja anak buahnya itu, tidak asik tertidur pulas di kamar pasien.


๐˜‹๐˜ข๐˜ฉ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ต๐˜ถ๐˜ข๐˜ฏ, ๐˜ซ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ด๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ธ๐˜ข๐˜ซ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ต๐˜ถ๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ต๐˜ถ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜จ๐˜ช๐˜ต๐˜ถ. ๐˜š๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ถ๐˜ข ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช ๐˜จ๐˜ข๐˜ณ๐˜ข-๐˜จ๐˜ข๐˜ณ๐˜ข ๐˜จ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ช๐˜ด ๐˜ต๐˜ฐ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ฐ๐˜บ ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ด๐˜ฐ๐˜ฌ ๐˜ช๐˜ต๐˜ถ. ๐˜œ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ต๐˜ข๐˜ถ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ด๐˜ช๐˜ณ ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ด๐˜ช๐˜ฉ ๐˜ด๐˜ข๐˜ซ๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฌ.


Arjuna hanya mendengus menahan bosan, berapa lama lagi ia harus menunggu namanya di panggil. Bisa-bisanya seorang CEO mengantri di depan ruang tunggu pemeriksaan.


๐˜•๐˜ฐ๐˜ฏ๐˜ข, ๐˜ต๐˜ฐ๐˜ญ๐˜ฐ๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ญ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ด๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ต๐˜ข๐˜ณ ๐˜ญ๐˜ข๐˜จ๐˜ช ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ถ๐˜ฎ ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช.


Joy melirik sebentar ke arah Susi, berharap istri dari tuannya itu faham kesulitannya.


"Ar, sabar ya. Sebentar lagi juga namamu di panggil," bujuk Susi, yang mana melihat wajah frustasi dari Joy. Kalau saja bukan di area rumah sakit, pasti Joy sudah di telannya bulat-bulat.


"Kendurkan uratmu, cukup jika denganku saja kau boleh menegangkannya," bisik Susi bernada ambigu, di telinga Arjuna. Membuat pria itu seketika menoleh padanya.


๐˜Ž๐˜ช๐˜ญ๐˜ข๐˜ฌ, ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ข ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ด๐˜ถ๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ถ๐˜ฎ, ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฉ๐˜ข๐˜ญ ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ฃ๐˜ช๐˜ด๐˜ช๐˜ฌ๐˜ช ๐˜ด๐˜ข๐˜ซ๐˜ข. ๐˜•๐˜ฐ๐˜ฏ๐˜ข, ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ถ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฉ๐˜ฆ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ต. ๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ฉ๐˜ช๐˜ณ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข, ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ต๐˜ถ๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฆ๐˜ด ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ธ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ซ๐˜ถ๐˜จ๐˜ข.


๐ŸพTinggal dirimu Joy๐Ÿคฃ


Tak lama kemudian, Arjuna masuk kedalam ruang pemeriksaan. Meninggalkan asisten, yang belum mandi seharian.


"Haiiah ... badanku lengket sekali. Semoga aku tidak bertemu penggemarku disini." Gumam Joy, lalu ia merebahkan tubuhnya. Bagaimanapun, ia harus standby sampai Arjuna pulang.


_______


๐˜๐˜ต๐˜ถ ๐˜ด๐˜ช ๐˜ข๐˜ด๐˜ช๐˜ด๐˜ต๐˜ฆ๐˜ฏ ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ณ๐˜ด๐˜ช๐˜ด๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜จ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ต๐˜ถ๐˜ญ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ, ๐˜ด๐˜ฆ๐˜จ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ฆ ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ญ๐˜ช๐˜ฌ ๐˜ญ๐˜ข๐˜จ๐˜ช. ๐˜”๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ข๐˜ต ๐˜ฌ๐˜ข๐˜จ๐˜ฆ๐˜ต ๐˜ด๐˜ข๐˜ซ๐˜ข, ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜ต๐˜ถ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ข ๐˜ต๐˜ช๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฆ๐˜ฉ ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ถ ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ฑ๐˜ถ๐˜ณ๐˜ข-๐˜ฑ๐˜ถ๐˜ณ๐˜ข ๐˜ต๐˜ช๐˜ฅ๐˜ถ๐˜ณ.


Milna menggeser beberapa foto pria yang tengah tenang dalam tidurnya. Sesekali, ia menutup mulut dengan tangannya. Menahan agar kekehannya tidak keluar.


"Kenapa beda banget ya, pas lagi tidur sama meleknya. Kalau begini terus, mungkin saja aku bisa jatuh cinta padamu tuan menyebalkan." Kekeh Milna, berbicara pada foto yang di ambil secara diam-diam tadi.

__ADS_1


Sebenarnya, dirinya tak ada niat. Hanya saja, ia terpesona sedikit ketika melihat ekspresi lelah dari seorang asisten killer itu.


๐˜’๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ถ ๐˜ช๐˜ฎ๐˜ถ๐˜ต ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜จ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช, ๐˜ต๐˜ช๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ด๐˜ข๐˜ฎ๐˜ข ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ญ๐˜ช. ๐˜‰๐˜ข๐˜ฉ๐˜ธ๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ณ๐˜ช๐˜ฎ๐˜ถ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ณ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ต๐˜ข๐˜ณ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜จ. ๐˜’๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฏ-๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฏ, ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ซ๐˜ข๐˜ซ๐˜ข๐˜ญ ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ฑ๐˜ถ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฎ๐˜ถ.


Milna masih saja bermonolog dengan foto seorang Joy Kinder.


๐ŸพAwas tar cinlok beneran, dipandangin muluk.


______


"Datanglah tiga hari lagi, untuk memeriksakan jahitannya," saran seorang Dokter wanita pada Arjuna dan Susi.


"Kapan, kira-kira luka saya bisa sembuh? " tanya Arjuna ๐˜ต๐˜ฐ ๐˜ต๐˜ฉ๐˜ฆ ๐˜ฑ๐˜ฐ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ต.


"Lukanya akan mengering sekitar dua pekan lagi, saya sudah memberikan obat yang bagus untuk mempercepat terbentuknya jaringan sel yang baru," jelas sang Dokter ๐˜ด๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ด๐˜ช๐˜ข๐˜ญ๐˜ช๐˜ด bedah itu.


"Baiklah, terimakasih." Arjuna hendak berdiri, ketika Dokter tadi berkata lagi.


Arjuna hanya mengangguk, diikuti oleh Susi. Lalu mereka berdua pun pamit.


Bukk!


Arjuna memukul bahu Joy yang tengah tertidur.


"Tuan!" Sontak Joy berdiri dengan wajah bantalnya.


"Bisa-bisanya kau tertidur lagi! Apa yang kau lakukan semalam?" hardik Arjuna tak tahan lagi. Karena, belum pernah ia melihat Joy teramat lelah seperti ini. Membuat pria itu hilang kewaspadaan.


๐˜๐˜ข๐˜ณ๐˜ถ๐˜ด๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฃ๐˜ช๐˜ญ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ, ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ถ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜จ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ช๐˜ฏ ๐˜ด๐˜ช ๐˜”๐˜ช๐˜ญ๐˜ฏ๐˜ข ๐˜ค๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ธ๐˜ฆ๐˜ต ๐˜ช๐˜ต๐˜ถ. ๐˜’๐˜ข๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ด๐˜ค๐˜ข ๐˜ฐ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ข๐˜ด๐˜ช ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ต ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ข๐˜ต๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ฌ๐˜ฐ๐˜ฎ๐˜ฑ๐˜ญ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ข๐˜ด๐˜ช.


"Ternyata, kau masih saja bermain-main dengan wanita mu disaat seperti ini." Arjuna memijat pangkal hidungnya, lelah. Menunggu kapan kelakuan anak buahnya ini berubah.

__ADS_1


๐ŸพTenang bos sebentar lagi nemu pawang die๐Ÿคฃ


๐˜š๐˜ฆ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ด๐˜ข๐˜ซ๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ถ๐˜ฅ๐˜ถ๐˜ฉ! ๐˜œ๐˜ฏ๐˜ต๐˜ถ๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ด๐˜ข๐˜ซ๐˜ข ๐˜ฃ๐˜ฐ๐˜ด ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ด๐˜ข๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ, ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ถ ๐˜ต๐˜ช๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ!


๐˜ˆ๐˜ฉ, ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ต๐˜ถ๐˜ฉ ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ช ...


Joy pasrah saja, percuma jika ia membela diri dan mengatakan yang sebenarnya. Bisa-bisa dirinya diinterogasi selama 48jam.


"Kalau anda sudah selesai, saya mohon pamit untuk pulang." Joy menundukkan kepalanya pada kedua majikannya itu.


"Pulanglah, Joy. Bersihkan dirimu, istirahatlah. Kau sudah cukup berbakti pada tuan mu. Kini, saatnya kau pikirkan tubuhmu sendiri," titah Susi.


"Terimakasih, Nona. Anda sangat pengertian." Joy kembali menundukkan kepalanya.


"Liburlah, selama tiga hari. Aku akan mengirimkan bonus untuk kalian." Setelah mengatakan kalimat singkat, padat, dan jelas-jelas membuat rekening akan membengkak tiba-tiba. Arjuna meninggalkan asistennya itu dengan mulut menganga.


"Yang bener nih, libur? Tiga hari? Selama tiga tahun, aku akhirnya dapet cuti ...." Joy, menyeka ujung matanya yang berair.


๐Ÿพ๐Ÿ˜ŒJadi, selama ini bos mu tuh kejem ya Joy. Otoriter.


๐ŸพTapi tenang Joy, kekuasaan akan berbalik๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ต๐˜ข๐˜ธ๐˜ข ๐˜ซ๐˜ข๐˜ฉ๐˜ข๐˜ต.


Makasi tor! Salam hormat dari junior!


๐ŸพEh, jangan makasi dulu๐Ÿ˜Œ


Perasaanku, tiba-tiba langsung gak enak ...


Baek-baek makanya ma otor๐Ÿ˜


Bersambung>>>

__ADS_1


__ADS_2