
๐ฅ๐ฅ๐ฅ๐ฅ๐ฅ๐ฅ
Arjuna terlihat mengeratkan gigi-giginya. Matanya nyalang melihat ke arah asistennya itu. Seharusnya, ia tak perlu mengantri begini. Jika saja anak buahnya itu, tidak asik tertidur pulas di kamar pasien.
๐๐ข๐ฉ๐ญ๐ข๐ฉ ๐ต๐ถ๐ข๐ฏ, ๐ซ๐ข๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ข๐ด๐ข๐ฏ๐จ ๐ธ๐ข๐ซ๐ข๐ฉ ๐ฑ๐ข๐ต๐ถ๐ฏ๐จ ๐ฃ๐ข๐ต๐ถ ๐ฃ๐ฆ๐จ๐ช๐ต๐ถ. ๐๐ฆ๐ฎ๐ถ๐ข ๐ช๐ฏ๐ช ๐จ๐ข๐ณ๐ข-๐จ๐ข๐ณ๐ข ๐จ๐ข๐ฅ๐ช๐ด ๐ต๐ฐ๐ฎ๐ฃ๐ฐ๐บ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ด๐ฐ๐ฌ ๐ช๐ต๐ถ. ๐๐ฅ๐ข๐ฉ ๐ฌ๐ฆ๐ต๐ข๐ถ๐ข๐ฏ ๐ฏ๐ข๐ฌ๐ด๐ช๐ณ ๐ฎ๐ข๐ด๐ช๐ฉ ๐ด๐ข๐ซ๐ข ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ฆ๐ญ๐ข๐ฌ.
Arjuna hanya mendengus menahan bosan, berapa lama lagi ia harus menunggu namanya di panggil. Bisa-bisanya seorang CEO mengantri di depan ruang tunggu pemeriksaan.
๐๐ฐ๐ฏ๐ข, ๐ต๐ฐ๐ญ๐ฐ๐ฏ๐จ ๐ฌ๐ฆ๐ฏ๐ฅ๐ข๐ญ๐ช๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฑ๐ข๐ฌ ๐ด๐ช๐ฏ๐จ๐ข ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ด๐ฆ๐ฃ๐ฆ๐ฏ๐ต๐ข๐ณ ๐ญ๐ข๐จ๐ช ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ถ๐ฎ ๐ช๐ฏ๐ช.
Joy melirik sebentar ke arah Susi, berharap istri dari tuannya itu faham kesulitannya.
"Ar, sabar ya. Sebentar lagi juga namamu di panggil," bujuk Susi, yang mana melihat wajah frustasi dari Joy. Kalau saja bukan di area rumah sakit, pasti Joy sudah di telannya bulat-bulat.
"Kendurkan uratmu, cukup jika denganku saja kau boleh menegangkannya," bisik Susi bernada ambigu, di telinga Arjuna. Membuat pria itu seketika menoleh padanya.
๐๐ช๐ญ๐ข๐ฌ, ๐ฅ๐ช๐ข ๐ญ๐ข๐ฏ๐จ๐ด๐ถ๐ฏ๐จ ๐ด๐ฆ๐ฏ๐บ๐ถ๐ฎ, ๐ฑ๐ข๐ฅ๐ข๐ฉ๐ข๐ญ ๐ฉ๐ข๐ฏ๐บ๐ข ๐ฅ๐ช๐ฃ๐ช๐ด๐ช๐ฌ๐ช ๐ด๐ข๐ซ๐ข. ๐๐ฐ๐ฏ๐ข, ๐ฌ๐ข๐ถ ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฉ๐ฆ๐ฃ๐ข๐ต. ๐๐ฌ๐ฉ๐ช๐ณ๐ฏ๐บ๐ข, ๐ฑ๐ข๐ต๐ถ๐ฏ๐จ ๐ฆ๐ด ๐ช๐ฏ๐ช ๐ข๐ฅ๐ข ๐ฑ๐ข๐ธ๐ข๐ฏ๐จ๐ฏ๐บ๐ข ๐ซ๐ถ๐จ๐ข.
๐พTinggal dirimu Joy๐คฃ
Tak lama kemudian, Arjuna masuk kedalam ruang pemeriksaan. Meninggalkan asisten, yang belum mandi seharian.
"Haiiah ... badanku lengket sekali. Semoga aku tidak bertemu penggemarku disini." Gumam Joy, lalu ia merebahkan tubuhnya. Bagaimanapun, ia harus standby sampai Arjuna pulang.
_______
๐๐ต๐ถ ๐ด๐ช ๐ข๐ด๐ช๐ด๐ต๐ฆ๐ฏ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฏ๐ข๐ณ๐ด๐ช๐ด๐ฏ๐บ๐ข ๐จ๐ข๐ฌ ๐ฌ๐ฆ๐ต๐ถ๐ญ๐ถ๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ, ๐ด๐ฆ๐จ๐ข๐ญ๐ข ๐ฑ๐ข๐ฌ๐ฆ ๐ฃ๐ข๐ญ๐ช๐ฌ ๐ญ๐ข๐จ๐ช. ๐๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ถ๐ข๐ต ๐ฌ๐ข๐จ๐ฆ๐ต ๐ด๐ข๐ซ๐ข, ๐ถ๐ฏ๐ต๐ถ๐ฏ๐จ๐ฏ๐บ๐ข ๐ฅ๐ช๐ข ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ฏ๐จ๐ฆ๐ฉ ๐ฌ๐ข๐ญ๐ข๐ถ ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ฉ๐ข๐ฏ๐บ๐ข ๐ฑ๐ถ๐ณ๐ข-๐ฑ๐ถ๐ณ๐ข ๐ต๐ช๐ฅ๐ถ๐ณ.
Milna menggeser beberapa foto pria yang tengah tenang dalam tidurnya. Sesekali, ia menutup mulut dengan tangannya. Menahan agar kekehannya tidak keluar.
"Kenapa beda banget ya, pas lagi tidur sama meleknya. Kalau begini terus, mungkin saja aku bisa jatuh cinta padamu tuan menyebalkan." Kekeh Milna, berbicara pada foto yang di ambil secara diam-diam tadi.
__ADS_1
Sebenarnya, dirinya tak ada niat. Hanya saja, ia terpesona sedikit ketika melihat ekspresi lelah dari seorang asisten killer itu.
๐๐ข๐ญ๐ข๐ถ ๐ช๐ฎ๐ถ๐ต ๐ฃ๐ฆ๐จ๐ช๐ฏ๐ช, ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ฏ๐ข๐ฎ๐ฑ๐ข๐ฌ ๐ด๐ข๐ฎ๐ข ๐ด๐ฆ๐ฌ๐ข๐ญ๐ช. ๐๐ข๐ฉ๐ธ๐ข ๐ฅ๐ช๐ณ๐ช๐ฎ๐ถ ๐ด๐ฆ๐ฃ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ณ๐ฏ๐บ๐ข ๐ข๐ฅ๐ข๐ญ๐ข๐ฉ ๐ฑ๐ฆ๐ต๐ข๐ณ๐ถ๐ฏ๐จ. ๐๐ข๐ฑ๐ข๐ฏ-๐ฌ๐ข๐ฑ๐ข๐ฏ, ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ซ๐ข๐ซ๐ข๐ญ ๐ฌ๐ฆ๐ฎ๐ข๐ฎ๐ฑ๐ถ๐ข๐ฏ๐ฎ๐ถ.
Milna masih saja bermonolog dengan foto seorang Joy Kinder.
๐พAwas tar cinlok beneran, dipandangin muluk.
______
"Datanglah tiga hari lagi, untuk memeriksakan jahitannya," saran seorang Dokter wanita pada Arjuna dan Susi.
"Kapan, kira-kira luka saya bisa sembuh? " tanya Arjuna ๐ต๐ฐ ๐ต๐ฉ๐ฆ ๐ฑ๐ฐ๐ช๐ฏ๐ต.
"Lukanya akan mengering sekitar dua pekan lagi, saya sudah memberikan obat yang bagus untuk mempercepat terbentuknya jaringan sel yang baru," jelas sang Dokter ๐ด๐ฑ๐ฆ๐ด๐ช๐ข๐ญ๐ช๐ด bedah itu.
"Baiklah, terimakasih." Arjuna hendak berdiri, ketika Dokter tadi berkata lagi.
Arjuna hanya mengangguk, diikuti oleh Susi. Lalu mereka berdua pun pamit.
Bukk!
Arjuna memukul bahu Joy yang tengah tertidur.
"Tuan!" Sontak Joy berdiri dengan wajah bantalnya.
"Bisa-bisanya kau tertidur lagi! Apa yang kau lakukan semalam?" hardik Arjuna tak tahan lagi. Karena, belum pernah ia melihat Joy teramat lelah seperti ini. Membuat pria itu hilang kewaspadaan.
๐๐ข๐ณ๐ถ๐ด๐ฌ๐ข๐ฉ ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ฃ๐ช๐ญ๐ข๐ฏ๐จ, ๐ฌ๐ข๐ญ๐ข๐ถ ๐ด๐ฆ๐ฎ๐ข๐ญ๐ข๐ฎ๐ข๐ฏ ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ฃ๐ฆ๐จ๐ข๐ฅ๐ข๐ฏ๐จ๐ช๐ฏ ๐ด๐ช ๐๐ช๐ญ๐ฏ๐ข ๐ค๐ฆ๐ณ๐ฆ๐ธ๐ฆ๐ต ๐ช๐ต๐ถ. ๐๐ข๐ณ๐ฆ๐ฏ๐ข ๐ฑ๐ข๐ด๐ค๐ข ๐ฐ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ข๐ด๐ช ๐ด๐ฆ๐ฎ๐ฑ๐ข๐ต ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ถ๐ข๐ต๐ฏ๐บ๐ข ๐ฌ๐ฐ๐ฎ๐ฑ๐ญ๐ช๐ฌ๐ข๐ด๐ช.
"Ternyata, kau masih saja bermain-main dengan wanita mu disaat seperti ini." Arjuna memijat pangkal hidungnya, lelah. Menunggu kapan kelakuan anak buahnya ini berubah.
__ADS_1
๐พTenang bos sebentar lagi nemu pawang die๐คฃ
๐๐ฆ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ฌ๐ฏ๐บ๐ข ๐ด๐ข๐ซ๐ข ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ถ๐ฅ๐ถ๐ฉ! ๐๐ฏ๐ต๐ถ๐ฏ๐จ ๐ด๐ข๐ซ๐ข ๐ฃ๐ฐ๐ด ๐ฌ๐ฆ๐ด๐ข๐บ๐ข๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ, ๐ฌ๐ข๐ญ๐ข๐ถ ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ!
๐๐ฉ, ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ฉ๐ข๐ฏ๐บ๐ข ๐ฃ๐ถ๐ต๐ถ๐ฉ ๐ฎ๐ข๐ฏ๐ฅ๐ช ...
Joy pasrah saja, percuma jika ia membela diri dan mengatakan yang sebenarnya. Bisa-bisa dirinya diinterogasi selama 48jam.
"Kalau anda sudah selesai, saya mohon pamit untuk pulang." Joy menundukkan kepalanya pada kedua majikannya itu.
"Pulanglah, Joy. Bersihkan dirimu, istirahatlah. Kau sudah cukup berbakti pada tuan mu. Kini, saatnya kau pikirkan tubuhmu sendiri," titah Susi.
"Terimakasih, Nona. Anda sangat pengertian." Joy kembali menundukkan kepalanya.
"Liburlah, selama tiga hari. Aku akan mengirimkan bonus untuk kalian." Setelah mengatakan kalimat singkat, padat, dan jelas-jelas membuat rekening akan membengkak tiba-tiba. Arjuna meninggalkan asistennya itu dengan mulut menganga.
"Yang bener nih, libur? Tiga hari? Selama tiga tahun, aku akhirnya dapet cuti ...." Joy, menyeka ujung matanya yang berair.
๐พ๐Jadi, selama ini bos mu tuh kejem ya Joy. Otoriter.
๐พTapi tenang Joy, kekuasaan akan berbalik๐คฃ๐คฃ ๐ฌ๐ฆ๐ต๐ข๐ธ๐ข ๐ซ๐ข๐ฉ๐ข๐ต.
Makasi tor! Salam hormat dari junior!
๐พEh, jangan makasi dulu๐
Perasaanku, tiba-tiba langsung gak enak ...
Baek-baek makanya ma otor๐
Bersambung>>>
__ADS_1