Aku Bukan Pemuas Ranjang

Aku Bukan Pemuas Ranjang
Balada Gaun Malam.


__ADS_3

🔥🔥🔥🔥🔥🔥


"Apa yang sedang ia pikirkan?" Arjuna menatap Susi heran dari kejauhan.


"Di suruh mencari gaun, kenapa malah asik memilih baju haram."


"Apa kau sebenarnya sudah tidak sabar, Nona?" gumam Arjuna sambil tersenyum geli.


"Kau membuat otakku traveling saja." Arjuna menggelengkan kepalanya sambil meringis.


"Nona cobalah dua gaun ini."


" Ini adalah model terbaru kami dan limited edition," jelas sang Pramuniaga sumringah.


Karena ia yakin dengan pilihannya, lagi pula wanita di hadapannya ini memiliki bentuk tubuh yang proporsional. Sehingga ia dengan mudah dapat menemukan model yang sesuai.


" Baiklah, aku akan mencoba yang ini dulu." Susi mengambil gaun panjang berwarna merah maroon.


Pramuniaga itu terus mengekor di belakang Susi.


" Apa perlu saya membantu, Nona di dalam?" tawarnya ramah.


Susi mengibaskan tangannya cepat," ah, tidak perlu. Biar saya sendiri saja," tolak Susi spontan. Dirinya tidak terbiasa ada orang lain yang melihat tubuhnya, meskipun itu sesama perempuan.


Susi pun mulai membuka pakaian kerjanya hingga menyisakan pembungkus kembara-kembar bapau dan segitiga bermuda.


"Gaun apa yang sudah dipilihkan Pramuniaga itu ...." Susi bergidik melihat model bajunya. Tak urung ia kenakan juga, modelnya yang simpel membuatnya dengan mudah memakainya.


"Haish, bisa-bisa aku masuk angin. Ini hampir sama dengan lingeri tadi, hanya beda bahan dan juga ukuran.

__ADS_1


" Apa Arjuna harus melihatku dalam keadaan seperti ini?" Susi benar-benar frustasi melihat bayangan dirinya di cermin.


"Nona, apa ada masalah? Ada yang perlu saya bantu?" tawar sang Pramuniaga yang sejak tadi stand by di belakang tirai ruang ganti.


Susi hanya mengeluarkan tangannya dengan gaun yang tadi dikenakannya.


Lalu Pramuniaga itu menyerahkan gaun kedua.


Susi kembali mematut dirinya, di depan cermin kaca.


"Ini lebih baik dari yang tadi, tapi kenapa talinya hanya sebelah?" Susi pun berakhir dengan menggaruk kepalanya.


"Mbak!" panggilnya pada perempuan yang tengah menungguinya.


"Ya, Nona." Ia pun masuk, begitu di dalam.


"Waw ...!"


" Benarkah, aku se-waw itu?" tanya Susi tak percaya. Meskipun ia mengakui bahwa dirinya sangat cantik dengan gaun itu. Di banding gaun sebelumnya, yang mengesankan sebagai wanita yang keras dan penggoda.


" Cocok sekali, cantik dan sempurna." puji perempuan muda itu.


" Aku pun merasa gaun ini nyaman menempel di kulitku, memang berapa harganya?"


"Ah, iya Nona. Warnanya yang kalem sangat menyatu dengan kulit anda yang soft," puji Pramuniaga itu untuk kesekian kalinya. Ia bangga pada dirinya, karena pilihannya tepat.


"Kalau harganya, Nona bisa lihat di belakang sini." jelasnya, sambil menunjukkan angka yang berderet.


Susi spontan membulatkan matanya, sedangkan mulutnya yang menganga ia bekap dengan kedua tangannya.

__ADS_1


(Delapan digit, di mulai dari angka empat! Yang benar saja!)


"Mari, Nona ikut saya." Pramuniaga itu tersenyum lebar.


" Nona harus mencocokkan juga dengan sepatunya, kalau saya menyarankan ini saja."


"Tidak perlu menggunakan perhiasan apapun, cukup giwang kecil saja." oceh Pramuniaga itu, dan Susi pasrah saja. Tungkainya lemas seketika, bukan karena lelah berjalan, akan tetapi karena harga yang di atas normal menurutnya.


Entah, Arjuna harus menghabiskan berapa puluh juta hanya untuk gaun serta high heels.


"Bagaimana, sudah dapat?" tanya Arjuna yang mengikuti Susi berjalan menuju kasir.


Susi hanya mengangguk lemah, dengan tampang setengah meringis seperti orang menahan sakit.


"Kau ini kenapa?" bingung Arjuna.


"Harganya, apa itu normal? Menurutku tidak sama sekali." Susi meremas ujung jas Arjuna sebelum pria itu mengeluarkan kartu debit tanpa limitnya.


" Jumlah semuanya ... Total, 95 juta rupiah." ucap sang kasir yang cantik dengan senyum ramahnya.


" Tolong jaga pandangannya! Jangan sampai salah mencet nomer!" sarkas Susi. Karena kasir tersebut melihat Arjuna dengan tatapan memuja.


Arjuna melirik sekilas ke arah Susi yang memasang wajah kusut, dan ia tersenyum tipis.


(Jadi, ini rasanya di cemburui?) batin Arjuna, dadanya seperti ada ribuan kupu-kupu terbang.


...Jangan lupa mampir ke novel mak yang baru ya gais .......


Dengan judul >>> Super Daddy<<<

__ADS_1


Bersambung>>>


__ADS_2