Aku Bukan Pemuas Ranjang

Aku Bukan Pemuas Ranjang
Awal mula pembalasan.


__ADS_3

πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯


"Penganiayaan oleh seorang selebritis cantik yang baru saja naik daun, setelah ia membintangi sebuah web series. Artis berinisial JK, mendadak viral di media sosial. Seorang korban kekerasannya adalah seorang Direktur di perusahaan PR yang mana perusahaan itu adalah milik tunangannya, SP."


Seorang reporter sebuah acara infotainment di salah satu stasiun televisi ternama. Pagi ini menayangkan sebuah berita mengejutkan dari Jelita Kirana.


Hingga wanita itu tak mampu selangkah pun keluar dari apartemennya.


Ponselnya terus berdering seiring dirinya yang terus berjalan mondar-mandir sambil meremas kepalanya.


" Non, dua brand ngebatalin kontrak secara sepihak. Sedangkan PH Flying Fish menuntut klarifikasi siang ini," Manager artis Jelita yang bernama Tea Tariek melapor.


"Bagaimana ini ... Bagaimana?"


"Aku tidak ingin kehilangan semua hal yang baru ku genggam! Semua yang ku raih dengan pengorbanan!"


"Wanita pembawa sial itu, aku akan membuat perhitungan dengannya!" Jelita melempar semua isi meja riasnya, hingga beberapa parfum dan alat kosmetik itu hancur berserakan.


" Tenanglah, Non. Lebih baik hubungi pengacara, jaga-jaga bila Direktur S melaporkan kamu ke pihak berwajib." Tea memberi saran sambil terus membalas email yang masuk ke tabletnya.


"Berapa kerugian kita, Te?" tanya Jelita gusar. Wajahnya berantakan dan kusam.


"Beberapa brand yang membatalkan kontrak, mereka hanya minta uang DP dikembalikan. Sementara iklan yang sudah berjalan mereka menuntut ganti rugi." jelas Tea sambil memberikan perincian melalui gadgetnya.


" Gilak!"


"999juta!"


"Aku hancur! Aku gak mau miskin Tea ...!" Jelita meluruhkan tubuhnya kelantai, ia berteriak histeris campur tangis.


Manager Tea, berusaha menenangkan majikannya itu.

__ADS_1


Sementara itu di tempat lain.


πŸ“¨ "Kau sudah melihat berita pagi ini bukan?"


πŸ“¨ " Bagaimana menurutmu?"


From: Susi Rahayu.


"Damn it!"


" Dia sudah manjadi perempuan gila yang licik."


" Apa yang harus aku lakukan?" Seno meremas kepala dengan kedua tangannya.


" Rich." panggil Seno pada asistennya itu.


"Ya, Tuan." sahut Rich.


" Belum, Tuan." jawab Rich yang menyayangkan perbuatan tuannya itu. Baru saja perusahaan mereka tertolong, tapi tuan dan tunangannya itu sudah membuat ulah.


Entah bagaimana, dan apa yang akan terjadi bila seluruh dewan direksi mengetahui ini semua.


Karena pada saat itu, di setiap sudut ruangan meeting telah di pasangi kamera CCTV.


"Tuan." seorang sekretaris perempuan masuk dengan tergesa.


"Seluruh dewan direksi mengadakan rapat mendadak 15 menit lagi," ucapnya sekretaris wanita itu cemas.


" Shiit!" Seno mengumpat sambil memukul mejanya.


"Aku harus mengalah kali ini, tidak ada jalan lain." Seno menggeram, mengepalkan kedua tangannya.

__ADS_1


"Tuan, Direktur Susi tidak akan semudah itu melaporkan anda. Anda mungkin hanya mendapatkan sanksi dari dewan direksi." jelas Rich.


Terdengar dering suara ponsel di atas meja Seno.


πŸ“² "Apa yang terjadi?"


πŸ“² "Kau tenanglah. Posisiku tengah di pertaruhkan saat ini."


πŸ“² "Itu semua karena ulah mu yang tidak bisa menahan diri!"


πŸ“² " Kenapa harus aku yang mengganti rugi, selesaikan sendiri urusanmu!"


Tutt.


Seno menghentikan secara sepihak panggilan dari Jelita. Ia dan Rich keluar menuju ruang rapat direksi.


🍁🍁🍁🍁


"Apa kau puas sekarang?" tanya Arjuna yang kini berada di depan kemudi. Ia mengemudikan kendaraan beroda empat itu tak terlalu kencang.


" Seharusnya aku yang bertanya hal itu padamu." ketus Susi menatap sinis pada Arjuna.


" Kenapa harus aku? Kau yang mendapat keuntungannya bukan?" Arjuna terus meledek Susi membuat wanita itu gemas setengah mati.


" Apa maksudmu keuntungan!" protes Susi, menatap pria yang rahang hingga dagunya di tumbuhi bulu-bulu halus manja itu, tentu saja dengan matanya yang membesar.


"Kau bisa menggunakan uang ganti rugi dari mantan suami laknat mu itu, untuk keperluan mu." Arjuna tersenyum sinis.


"Aku tidak sedang mempermasalahkan jumlah uang!" geram Susi, entah kenapa dia ingin sekali mencakar wajah tanpa dosa Arjuna.


Bersambung>>>>

__ADS_1


__ADS_2