
๐ฅ๐ฅ๐ฅ๐ฅ๐ฅ
"Sayang, apa kau tidak lelah?" tanya Arjuna dengan gurat khawatir kepada istrinya itu. Pasalnya, sudah hampir satu jam mereka berjalan. Menyusuri hutan buatan di taman marga satwa tersebut.
Ajudan setia mengikuti mereka dengan tiga ATV. Bersiaga, jika sewaktu-waktu Susi lelah dan membutuhkan kendaraan tersebut.
"Aku tidak lelah, sayang. Justru aku sangat menikmatinya," jawab Susi dengan senyum bahagianya. Tangannya tak lepas sedikit pun dari genggaman Arjuna sejak tadi.
Begitupun, dengan pasangan yang baru saja jadian. Mereka berdua saling menautkan jemari satu sama lain. Tawa serta decak kagum, sesekali terdengar dari keduanya. Ketika mereka melihat beberapa hewan yang dilindungi beratraksi di dalam kandang.
"Sayang, ada beruang albino!" tunjuk Susi ke arah depan. Mereka harus sedikit turun kebawah untuk mencapai kandang hewan yang dimaksud.
"Mana beruang albino?" heran Arjuna, karena ia sempat melihat papan nama yang berbeda ketika turun tadi.
"Itu, lihat di sana!" Susi mencengkeram rahang berbulu halus milik Arjuna, untuk mengarahkan wajah itu ke arah yang di maksud.
"Sejak kapan? beruang kutub ganti nama?" sindir Arjuna, membuat kedua pipi Susi memerah karena malu.
"Oh, itu beruang kutub ya. Dingin dong ya, seperti kamu dulu," ledek Susi, dengan senyumnya yang di bungkam oleh tangannya sendiri. Melihat Arjuna, membulatkan matanya, buru-buru ia menaikkan dua jarinya membentuk emoticon peace.
"Kau yang telah membuat beruang kutub ini terbangun dari hibernasi panjangnya," bisik Arjuna di samping kepala Susi. Membuat wanita itu menaikkan sudut bibirnya ke atas.
"Kurasa, bukan hanya beruang mu yang terbangun. Tapi, juga naga mu," sahut Susi dengan cara berbisik juga. Membuat suami tampannya itu sontak terkekeh geli.
"Kau benar sayang, semuanya akan bangun jika kau menyentuhku," goda Arjuna. Membuat sebuah capitan mendarat dengan sempurna pada roti sobeknya.
"Sayang, nikmat sekali cubitan mu." Arjuna semakin tertawa geli, melihat wajah kesal istrinya itu.
Ia pun merangkul bahu Susi, kemudian mendaratkan kecupan bertubi-tubi pada wajahnya.
Tanpa memikirkan perasaan beberapa pasang mata yang menatap malu sekaligus gemas pada keduanya. Sengaja, Arjuna menyewa area safari sultan untuk rombongannya, agar tidak ramai oleh orang luar. Seharusnya mereka berkeliling dengan ATV dan guard. Hanya saja, Susi lebih memilih berjalan kaki dengan mengenakan sepatu ๐ด๐ฏ๐ฆ๐ข๐ฌ๐ฆ๐ณ๐ด biasa.
__ADS_1
"Aku mau naik gajah!" tunjuk Susi ke area menunggang hewan bertubuh besar tersebut.
"Sayang, itu berbahaya. Bagaimana kalau hewan itu mengamuk? lalu kau akan terjatuh nanti," larang Arjuna. Ia telah menduga, bahwa istrinya itu pasti akan meminta hal yang aneh-aneh.
"Tidak mungkin sayang, lagi pula 'kan ada pemeliharanya. Ada pawangnya itu, juga guard," rengek Susi, ia begitu penasaran sejak dulu. Bisa dikatakan, menunggangi gajah adalah termasuk salah satu impiannya sejak kecil.
"Sayang," bujuk Arjuna berusaha menolak permintaan istrinya itu. Terlalu banyak bayangan ketakutan yang berseliweran di dalam kepalanya. Hingga, ia harus membatasi setiap hal yang sekiranya mengandung resiko berbahaya.
" Tuan, naik saja berdua. Dengan begitu, anda tidak perlu khawatir lagi," saran Better, yang mendengar kasak kusuk tak sudah-sudah dari kedua majikannya itu.
"Ck, kenapa tidak terpikirkan!" decak Arjuna gemas sendiri. Membuat Susi tersenyum seraya menggelengkan kepalanya.
"Kau terlalu paranoid sih. Sejak tadi juga 'kan, aku menunjuk yang itu," ucap Susi seraya mengarahkan jarinya, dimana mereka dapat menunggangi gajah ala raja.
"Joy. Atur semuanya. Sewa tiga gajah sekalian!" Arjuna memerintahkan Joy, yang tengah menekuk wajahnya sejak tadi.
"Anda saja, Tuan. Kami tidak usah. Biar menunggu disini saja," tawar Joy. Tidak mungkin, nanti ia naik bersama musuh bebuyutannya itu, pikirnya.
"Baik, Tuan. Laksanakan!" sindir Joy. Dengan berat hati ia melangkah, ketika melewati Milna, ia sempat melirik sebentar ke arah gadis itu. Akan tetapi, Milna memberi tatapan kecut bin masamnya.
"Sayang, aku memegangi mu. Naiklah!" Arjuna memegangi pinggang ramping istrinya, di mana pinggang itu kini sedikit berisi. Sesuai dengan usia kehamilan Susi yang hampir menginjak 4bulan. Kini mereka berdua telah berada di atas tandu gajah.
"Wah, gajahnya besar sekali! Ngeri juga!" Susi sedikit memekik ketika hewan tersebut berdiri.
"๐๐บ ๐๐ถ๐ฆ๐ฆ๐ฏ, apa kau takut? biar aku batalkan saja, agar kita bisa turun," saran Arjuna. Ia mulai memompa napasnya yang tak beraturan.
Meski di atas kepala hewan ini ada pawangnya, tetap saja rasa ngeri itu ada. Apalagi, ketika hewan darat terbesar di Asia ini mulai berjalan.
"Aku tidak takut. Ini menyenangkan. Meskipun agak sedikit gemetar tadi, tapi ini asik sayang," ucap Susi dengan tawa sumringahnya. Terlihat sekali jika dirinya telah mampu menguasai diri, sehingga dapat menikmati perjalanan mereka keliling area hutan lindung ini.
Namun, berbanding terbalik dengan pria yang merangkulnya dari belakang. Ia hanya bisa menundukkan wajahnya, serta meletakkannya di bahu Susi. Demi menahan sesuatu yang tengah bergolak di dalam perutnya. Bahkan, pandangan matanya mulai berkunang-kunang.
__ADS_1
๐๐ฆ๐ฏ๐ข๐ฑ๐ข ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ซ๐ข๐ฅ๐ช ๐ญ๐ฆ๐ฎ๐ข๐ฉ ๐ด๐ฆ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ต๐ช ๐ช๐ฏ๐ช? ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ฃ๐ข๐ฉ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ด๐ถ๐ฅ๐ข๐ฉ ๐ต๐ฆ๐ณ๐ฃ๐ช๐ข๐ด๐ข ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ถ๐ฏ๐จ๐จ๐ข๐ฏ๐จ๐ช ๐ฌ๐ถ๐ฅ๐ข. ๐๐ฏ๐จ๐จ๐ข๐ฑ ๐ด๐ข๐ซ๐ข ๐ช๐ฏ๐ช ๐ฌ๐ถ๐ฅ๐ข ๐ฑ๐ข๐ค๐ถ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ฌ๐ข๐ด๐ข. ๐๐ถ๐ฏ๐จ๐จ๐ถ๐ฉ ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ข๐ญ๐ถ๐ฌ๐ข๐ฏ! ๐๐ช๐ฉ๐ข๐ต๐ญ๐ข๐ฉ ๐ช๐ด๐ต๐ณ๐ช๐ฎ๐ถ! ๐๐ช๐ข ๐ฃ๐ฆ๐จ๐ช๐ต๐ถ ๐ด๐ฆ๐ฏ๐ข๐ฏ๐จ.
Arjuna sudah berusaha menguatkan dirinya, akan tetapi dirinya tak dapat menahan rasa pusing itu jika ia membuka matanya.
"Tenanglah, nikmati suasananya. Lihatlah pemandangan di sekeliling kita," ucap Better pelan di samping telinga Vanish. Karena posisi gadis itu ada di depannya.
"Ngeri, Pak," lirih Vanish dengan suara yang sedikit bergetar.
"Kok, manggilnya begitu?" tanya Better, karena Vanish kembali dengan panggilan sebelumnya.
"Ah, iya. Saya lupa. Maaf ya pacar ganteng," rayu Vanish. Membuat wajah Better ngeblush seketika, karena mendapat rayuan gombal dari pacar mungilnya itu.
๐พOtor jadi pengen goyang ubur-ubur liat mereka berdua๐คฃ. Ini yang unyu siapa?๐
"Pacar pegangin, Ninis yang kenceng ya. Biar gak jatuh," kata Vanish, seraya mengarahkan kedua tangan Better ke pinggangnya.
"Nah, gini. Biar, Ninis aja yang pegang tali kemudinya." Better pun tersenyum lega, melihat Vanish tidak gemetar seperti tadi. Ia melingkarkan sebelah tangannya hingga depan perut ramping Vanish, lalu tangan satunya lagi ikut menggenggam tali kemudi.
Vanish sontak menengok mendapat genggaman erat serta rangkulan intim di pinggangnya. Seketika, pandangan mereka pun beradu dalam jarak yang teramat dekat. Hingga, hembusan hangat napas dari keduanya bercampur-baur di udara.
๐๐ฆ๐ฏ๐ข๐ฑ๐ข ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ข๐ด๐ข๐ข๐ฏ๐ฌ๐ถ ๐ด๐ฆ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ต๐ช ๐ช๐ฏ๐ช? ๐ข๐ฑ๐ข๐ฌ๐ข๐ฉ ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ฃ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ณ-๐ฃ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ณ ๐ซ๐ข๐ต๐ถ๐ฉ ๐ค๐ช๐ฏ๐ต๐ข ๐ฑ๐ข๐ฅ๐ข ๐จ๐ข๐ฅ๐ช๐ด ๐ฎ๐ถ๐ฏ๐จ๐ช๐ญ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ค๐ฆ๐ณ๐ฆ๐ธ๐ฆ๐ต ๐ช๐ฏ๐ช? ๐ข๐ฑ๐ข๐ฌ๐ข๐ฉ ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ด๐ถ๐ฅ๐ข๐ฉ ๐ต๐ฆ๐ณ๐ฌ๐ฆ๐ฏ๐ข ๐ณ๐ข๐ค๐ถ๐ฏ? ๐ฅ๐ข๐ณ๐ช ๐ณ๐ข๐บ๐ถ๐ข๐ฏ ๐จ๐ฐ๐ฎ๐ฃ๐ข๐ญ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฉ๐ข๐ฎ๐ฑ๐ช๐ณ ๐ด๐ฆ๐ต๐ช๐ข๐ฑ ๐ฉ๐ข๐ณ๐ช ๐ช๐ข ๐ญ๐ฆ๐ฎ๐ฑ๐ข๐ณ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฑ๐ข๐ฅ๐ข๐ฌ๐ถ? ๐ฌ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ฑ๐ข ๐ด๐ฆ๐ฏ๐บ๐ถ๐ฎ๐ฏ๐บ๐ข, ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ถ๐ข๐ต ๐ฌ๐ถ ๐ฎ๐ฆ๐ณ๐ข๐ด๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ด๐ฆ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ต๐ช ๐ฅ๐ช ๐จ๐ฆ๐ญ๐ช๐ต๐ช๐ฌ๐ช ๐ด๐ข๐บ๐ข๐ฑ ๐ฌ๐ถ๐ฑ๐ถ-๐ฌ๐ถ๐ฑ๐ถ.
Better terus memandangi wajah cantik natural di sampingnya, hingga iris mereka beradu dalam pekat. Menembus dalam hingga ke relung kalbu. Seakan menyalurkan energi dari perasaan masing-masing.
๐๐ฐ๐ด ๐จ๐ข๐ฏ๐ต๐ฆ๐ฏ๐จ, ๐ฑ๐ข๐ค๐ข๐ณ ๐๐ช๐ฏ๐ช๐ด. ๐ ๐ข ๐ข๐ฎ๐ฑ๐ถ๐ฏ, ๐๐ช๐ฏ๐ช๐ด ๐ซ๐ข๐ฅ๐ช ๐ซ๐ถ๐จ๐ข ๐ฑ๐ถ๐ฏ๐บ๐ข ๐ฑ๐ข๐ค๐ข๐ณ ๐ฐ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ ๐จ๐ข๐ฏ๐ต๐ฆ๐ฏ๐จ, ๐ฎ๐ข๐ฌ! ๐๐บ๐ข๐ฉ, ๐ต๐ถ๐ฏ๐จ๐จ๐ถ ๐ข๐ซ๐ข! ๐๐ช๐ฏ๐ช๐ด ๐ฃ๐ข๐ฌ๐ข๐ญ ๐ฃ๐ข๐ธ๐ข ๐ฑ๐ข๐ค๐ข๐ณ ๐ฌ๐ฆ๐ณ๐ถ๐ฎ๐ข๐ฉ, ๐ฃ๐ช๐ข๐ณ ๐ข๐บ๐ข๐ฉ ๐จ๐ข๐ฌ ๐ฏ๐จ๐ฆ๐ซ๐ฐ๐ฅ๐ฐ๐ฉ๐ช๐ฏ ๐๐ช๐ฏ๐ช๐ด ๐ด๐ข๐ฎ๐ข ๐ฃ๐ข๐ฏ๐จ๐ฌ๐ฐ๐ต๐ข๐ฏ ๐ต๐ถ๐ข ๐ช๐ต๐ถ ๐ญ๐ข๐จ๐ช. ๐๐ข๐ค๐ข๐ณ, ๐ถ๐ฅ๐ข๐ฉ ๐ฅ๐ฆ๐ฌ๐ฆ๐ต ๐ฃ๐ข๐ฏ๐จ๐ฆ๐ต ๐ช๐ฏ๐ช, ๐ฌ๐ฐ๐ฌ ๐๐ช๐ฏ๐ช๐ด ๐จ๐ข๐ฌ ๐ฅ๐ช ๐ค๐ช๐ถ๐ฎ ๐ด๐ช๐ฉ?
Vanish, merasakan dadanya berdentum dengan kuat. Seakan-akan suaranya itu dapat terdengar oleh telinganya sendiri. Ketika, pria di hadapannya ini semakin mengikis jarak diantara mereka.
Vanish, memejamkan matanya menanti sesuatu yang sensual itu menyentuh bibirnya yang sudah sedikit maju.
Cup!
__ADS_1
Bersambung>>>>