
🔥🔥🔥🔥🔥🔥
"Maaf, Tuan. Kemana pak Joy? Sudah hampir tiga hari saya tidak melihatnya," tanya Susi ragu-ragu.
Bahkan ia terlihat mendekap nampan yang digunakannya untuk membawa cangkir. Karena ia baru saja mengantar kopi pagi untuk bosnya itu.
Arjuna yang tengah fokus dengan berkas dan laptopnya seketika melirik tajam.
"Bukan urusanmu." Arjuna kembali fokus pada pekerjaannya.
"Tapi, Tuan. Saya masih ada berkas yang harus di pelajari," sela Susi, meski hatinya tersentak karena bentakan Arjuna.
"Kau mencarinya hanya untuk itu?" tanya Arjuna datar bahkan hanya sekilas melihat kearah Susi.
"Tentu, Tuan. Saya dan pak Joy hanya sebatas itu, sebatas pekerjaan."
" Memangnya apa yang anda pikirkan tentang kami?" Susi menatap intens ke arah bosnya itu. Hingga pandangan mereka bertabrakan.
Arjuna segera mengalihkan tatapannya, menyibak kembali berkas-berkas yang telah rapi tersusun.
(Kenapa perasaan aneh ini muncul setiap aku menatap matanya?)
"Tuan, tolong jawab dimana pak Joy. Saya ingin membahas proposal meeting besok," ucap Susi, ia takkan keluar sebelum dia tau dimana asisten flamboyan itu.
"Temui Better, dia asisten pengganti ku." jelas Arjuna masih dengan wajah flatnya.
" Anda, tidak memecat pak Joy kan, Tuan?" kaget Susi.
"Sudah ku katakan itu bukan urusan mu. Sekarang keluarlah!" titah Arjuna tegas.
__ADS_1
" Pak Joy orang yang baik, disiplin dan berdedikasi. Kenapa anda memecatnya? Bahkan dia yang mengajari saya hingga saya mengerti seluk beluk perusahaan ini," protes Susi yang tidak terima bila Joy benar-benar di pecat.
(Apa terjadi sebenarnya?) batin Susi bertanya-tanya.
____**___
Susi yang telah kembali ke mejanya, mendudukkan tubuhnya dengan kasar.
"Apa masalah orang itu sebenarnya?" gumam Susi.
"Apa maksudnya? Tentu saja aku peduli, sesama karyawan bukankah itu memang seharusnya?" Susi terus saja bergumam sendirian. Sungguh sepi tidak ada pria konyol itu.
Karena Susi tidak dekat dengan karyawan lain. Selain mereka semua pria, Arjuna juga membatasi kontaknya dengan karyawan lain kecuali anak magang.
" Okky, tolong fotocopy berkas-berkas ini, masing-masing selembar ya." Susi memanggil salah satu karyawan magang.
"Baik bu." sahut pemuda kurus tinggi dengan pakaian kemeja putih, dan celana bahan hitam.
"Iya bu," pemuda itu mengehentikan langkah kakinya.
"Kau tau pak Joy kan?" tanya Susi, barangkali ada pekerja disini yang tau kemana Joy.
"Saya tau bu, soalnya pernah di suruh waktu itu," jawab pemuda bernama Okky . Anak magang rajin yang baru beberapa bulan bekerja.
" Apa kau melihatnya akhir-akhir ini?" tanya Susi dengan penasaran.
"Saya rasa, Ibu tidak perlu melihatnya. Ups! Ma-maksudnya, saya tidak tau, iya Bu itu benar," jawab Okky dengan kikuk.
"Benarkah? Kau seperti menyembunyikan sesuatu," Susi menatap anak magang itu intens, membuat pemuda itu merasa terintimidasi.
__ADS_1
"A-ah, tidak kok Bu," Okky terlihat salah tingkah dan gugup.
(Anak ini tau sesuatu, pasti ada yang tidak beres?) susi bertanya-tanya dalam hatinya.
___***___
Arjuna menutup laptopnya kemudian menyandarkan tubuhnya pada punggung kursinya.
(Kalian berdua menyebalkan. Kenapa juga janda bodoh itu begitu peduli.)
Arjuna memijat pangkal hidungnya. Ia merasa kacau akan perasaan yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.
Bahkan ini berbeda dengan yang ia rasakan dulu terhadap kekasihnya. Perempuan lugu dari desa yang dengan tega mengkhianatinya demi harta dan paras rupawan.
Drrrtt.drrtt!
Benda pipih di atas meja kerjanya bergetar. Sebenarnya ia malas mendengar rengekan asistennya itu, meskipun hatinya sedikit puas ketika mendengar nada ketidakberdayaan pria songong itu.
Cliiuunngg!
Kini,sebuah notif pesan yang muncul. Membuatnya mengulurkan tangan dan mengusap layar enam inchi yang menyala itu.
📲"Tuan, utusan dari perusahaan Pradipta residen menghubungi saya, mereka minta bertemu." Joy menyingkir dari toilet yang sudah wangi itu.
📱"Atur waktunya dua hari lagi, kau persiapkan Susi." Arjuna memasang seringai di wajah kharismatiknya itu.
📲 "Apa itu artinya hukuman saya berakhir, Tuan?" tanya Joy senang, karena ia akan segera bebas dari penderitaannya.
📱"Selesaikan hari ini, kembali pada gayamu lagi besok." Arjuna menutup sambungannya dan ia tersenyum puas.
__ADS_1
📲"Terima kasih Tuan!" Joy langsung melempar gagang pel yang tengah di pegang nya.
Bersambung>>>