
🔥🔥🔥🔥🔥🔥
Susi semakin mengencangkan cengkeraman pada kemeja Arjuna. Ketika dengan ganasnya pria itu menyesap bibirnya atas bawah.
(Manis sekali, em...kenyal dan hangat. Jadi ini rasanya bibir wanita cantik.)
Arjuna terus mengekploitasi bibir dan rongga mulutnya, menyusupkan lidahnya di sana serta mengabsen setiap isinya.
Susi yang terbuai telah di buat mabuk oleh keadaan yang tercipta di alam bawah sadar mereka.
Hingga ia mengalungkan kedua tangannya di leher Arjuna. Susi mulai memperdalam tautan bibir mereka serta memberi sensasi yang lebih panas-dingin dari cara berciuman nya.
Gigitan kecil dan juga tarikan ia berikan di sana, belitan sensualnya membuat lenguhan kecil terdengar di sela napas Arjuna yang memburu.
Arjuna yang sudah tergulung oleh selimut geloranya, membalas setiap aksi kecil yang di lancarkan Susi.
Wanita itu telah memiliki jam terbang tinggi sehingga mampu membuatnya, sang perjaka polos menjadi tak polos lagi.
Mereka bertukar saliva dengan sangat bergairah, hingga tangan Arjuna tanpa sadar hampir menekan bulatan di depan dada Susi.
Saat itulah mereka sadar apa yang tengah mereka lakukan. Membuat Arjuna sontak menjauhkan diri dari Susi.
(Damn, apa yang baru saja aku lakukan. Memalukan!) Arjuna menyugar rambutnya dan menarik napas panjang.
Sementara Susi, ia langsung berbalik membelakangi bosnya itu sambil merutuki dirinya sendiri.
(Kenapa kau jadi murahan! Bikin malu saja! Bodoh... Bodoh! Kau akan semakin di remehkan olehnya! Ini bibir kenapa gak bisa nolak sih! Nakal!) Susi terus memukul bibirnya, kemudian ia tanpa sadar menghentakkan kakinya.
Arjuna yang sedang memperhatikannya tak tahan untuk tidak tersenyum. Akan tetapi, pria itu buru-buru mengubah kembali ekspresi wajahnya.
Ia menekan tombol dan lift kembali bergerak, semoga pihak keamanan tidak curiga karena lift sempat berhenti sekitar 10 menit.
Ketika pintu lift terbuka sudah bersiap sekitar empat orang penjaga di sana. Mereka yang mengenali siapa Arjuna sontak kaget dan membelalakkan matanya.
__ADS_1
Saat itu juga pandangan mereka beralih pada wanita muda nan cantik yang bersama pemilik perusahaan itu.
"Maaf, Tuan? Seperti nya lift nya agak sedikit error, saya sudah memanggil bagian instansi listrik dan alat.
" Apa anda dan nona ini tidak apa-apa?" Ketua regu dari pihak keamanan itu memberi sebotol air Lea mineral pada Arjuna.
Arjuna menerima dan langsung menenggaknya. Kemudian ia memberikannya pada Susi. Wanita itu menoleh dengan mata membola.
(Kenapa dia memberi ku minum bekas? ) Susi.
(Wanita ini, ingin sekali ku colok mata besarnya. Kenapa selalu memelototi ku!) Arjuna.
Susi akhirnya merampas dengan kasar botol yang di sodorkan bosnya itu.
Menenggaknya cepat, kemudian melempar botolnya ke tempat sampah.
(Kenapa nona itu seperti marah? Dan wajah Tuan Arjuna sangatlah merah. Kasihan, pasti tadi mereka kekurangan udara di dalam.)
"Tuan, apa anda baik-baik saja?" Joy sudah ada di hadapan mereka saat ini.
Joy beralih pada Susi, karena ia pikir bosnya tidak apa-apa," Kau tidak apa-apa kan Nona?" Joy bertanya sambil memegang bahu Susi.
Siinggg....
Kilatan mata Arjuna bak ujung panah, spontan ia menarik tangan Susi dan berlalu dari kerumunan itu.
Joy, lupa ia sudah membuat bos nya semakin dingin padanya.
(Huh, kenapa ini tangan gak bisa di kondisikan. Semoga bulan ini tidak ada potongan. Kalau iya gimana mau ngajak Marina dan Fixy jalan-jalan?) Joy mengusap tengkuknya yang merinding.
"Masuk mobil!" Arjuna membuka pintu dan mendorong Susi agar segera masuk kedalam mobil.
(Kasar sekali! Bos menyebalkan!) Susi menggemerakkan giginya.
__ADS_1
"Pasang seat belt mu." Arjuna lalu menyalakan mesin mobil dan...,
BROOOMMM!
WHOOOZZZ!
"Akh!"
"Pelan kenapa, saya belum selesai!" pekik Susi yang sedikit kesulitan mengunci sabuk pengamannya.
Arjuna mengarahkan tangan kirinya untuk membantu.
KLIKK!
"Berusahalah tetap tenang di setiap situasi, agar kau tidak celaka dan merugi pada akhirnya." Arjuna tetap memandang lurus dan fokus ke depan.
Menembus jalan raya yang padat kendaraan, memilih berbelok ke jalan alternatif agar tidak terjebak macet pada jam sibuk di Ibu kota.
"Apa maksudnya? Ambigu sekali." gumam Susi yang masih dapat terdengar oleh pria di sebelahnya.
CKIIITTT...!!
"Kenapa tiba-tiba berhenti?" Susi menoleh pada pria di depan kemudi, lagi-lagi dirinya di buat kaget oleh aksi Arjuna.
Aksi yang entah kenapa tidak dapat di tolak oleh tubuhnya, meski hati dan akal sehat nya menolak sekuat tenaga.
"Emphh...!"
"Eugh...,"
(Lawan dia Susi, lawan...!)
(Ah, tapi..., ah, aku menyukainya...)
__ADS_1
Bersambung>>>>>>