
🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥
"Maaf, Pak!"
" Eh, Pak Joy kan?" tanya gadis muda itu dengan wajah ceria dan senyum sumringahnya.
"Kau? Temannya nona kan? Si pendek itu?" cecar Joy dengan alis terangkat satu.
"Heh, pendek?" Vanish mengernyit heran.
" Ah, tidak lupakan saja,"
" Lalu, apa yang kau lakukan di sini?" tanya Joy yang tengah bersedekap dada dan menelisik gadis mungil itu dari atas hingga bawah.
Vanish yang merasa di perhatikan sedemikian rupa merasa aneh. Dia pun mengikuti arah pandangan Joy pada tubuhnya.
(Kenapa dia ngeliatin gue kayak gitu sih, ada yang salah apa ama ni baju? Eh, ape muka gue kali ye cemong? Oh. No!) jerit Vanish gusar dalam hatinya.
(Lebih pendek dari nona, lebih muda, beberapa bagian tubuhnya belum tumbuh sempurna. Ck. Apa orang tua mu pelit? Hingga pertumbuhannya terhambat? Kenapa semuanya serba kecil?) Joy menyunggingkan senyum tipis di wajahnya.
"Hello! Pak!" Vanish melambaikan tangannya di depan wajah Joy.
Membuatnya terkesiap kikuk, buru-buru ia menetralkan kembali ekspresinya.
Jangan sampai gadis di hadapannya ini salah faham.
"Siang-siang si bengong Pak?" sindir Vanish, membuat Joy mendengus.
"Bagaimana bisa kau masuk kesini?" tanya Joy dengan tatapan tajam.
__ADS_1
Sa-saya bilang sama resepsionis di bawah kalo saya temennya kak Susi," jelas Vanish yang menunduk karena takut melihat aura dingin dari pria tampan yang sangat wangi di hadapannya ini.
"Dan, mereka memberi mu izin begitu saja?" Joy bertanya sambil berjalan memutari tubuh gadis muda itu, kedua tangannya di masukan ke kantong celana.
Membuat Vanish semakin merengket malu campur takut.
"Ta-tadi saya juga di tahan, tapi saya unjukin foto i-ini." Tangan mungil Vanish menyodorkan ponselnya ke arah Joy.
"Cantiknya...! Ini dimana?" seru Joy, lupa kalau ia dalam mode keren dan cool.
"Eh, cantik?" Vanish sontak menggaruk pipinya.
" Ehm, maksudku nona dan juga pemandangannya." Joy menyerah kembali ponsel Vanish. Wajahnya tersirat semburat kemerahan, ketika matanya menangkap gambar gadis pendek di hadapannya yang tengah tertawa lepas sambil tersorot lampu komidi putar.
"Ini kalian lagi dimana?" tanya Joy mengalihkan keceplosan nya.
"Lagi menghibur kak Susi yang galon, karena inget sama anaknya mulu, eh!" Vanish membekap mulutnya.
(Kenapa harus cerita sama ni orang dah! Ember banget ih ni mulut bebek!) Vanish membekap mulutnya semakin kencang.
"Sekarang nona udah gak galon, kamu tau kenapa?" Joy menaik-turunkan kedua alisnya. Entah kenapa cool dan kerennya gak istiqomah, ia malah ingin membocorkan hasil analisa asal bin sok taunya.
(Kenapa pak Joy jadi begini? Ternyata gak serem-serem amat.) batin Vanish.
"Emang kenapa Pak?" tanya Vanish antusias, bahkan kedua matanya berbinar.
"Saya seneng banget kalau kak Susi bahagia, dia udah terlalu menderita batin dan pisiknya," lirih Vanish.
"Nona ...," Joy belum sempat meneruskan kalimatnya, ketika secara tiba-tiba ia mendengar pekikan nyaring menerpa gendang telinganya.
__ADS_1
"Vanish!" pekik Susi sambil berlari hingga akhirnya menubruk tubuh mungil itu.
___***__
"Apa rencana anda Tuan?" Joy memberanikan menatap wajah sekaku kanebo kering itu.
Mencoba membaca isi pikiran bosnya, namun ia gagal. Ekspresi itu tak terbaca sama sekali.
(Bisa banget ya ni orang masang muka kayak gitu, padahal abis enak-enak barusan?) cibir Joy dalam hati.
" Untung saja suasana hati ku sedang baik Joy. Sampai aku tak peduli cibiran dan sindiran mu." Arjuna melipat kedua tangannya, di depan dada bidang yang hanya berbalut kemeja pres body.
Membuat bentukan dari beberapa ototnya tercetak jelas di sana. Bisep dan trisep, serta tonjolan yang pelukabel pada depan tubuh tegapnya.
Kancing bajunya yang di buka pada bagian atasnya, menampilkan sedikit penampakan yang bikin ngeces kaum bu-ibu dan mak-emak.
Apa hayoo?
Bayangin sendiri ya🤣.
Otor takut hilap.
"Undur jadwal meeting dengan kedua perusahaan merger kita. Besok, undang putra Pradipta itu kesini."
"Siapkan juga perjanjian kita, tulis bahwa yang bertanggung jawab atas kepemilikan saham itu adalah calon istriku, Susi Rahayu." Arjuna berkata tegas dengan sepasang matanya yang berkilat.
"CALON ISTRI!" Joy memekik sampai mendelik.
Bersambung>>>>
__ADS_1