Aku Bukan Pemuas Ranjang

Aku Bukan Pemuas Ranjang
Serangan Geng Motor.


__ADS_3

πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯


🍁🍁🍁🍁🍁🍁


"Arrgg ...!!" penyerang bertopeng yang tidak mengenakan celana itu meronta dan berteriak.


Ketika, ulat-ulat bulu itu merayap di bagian pisang ulinya.


"Geli ... geli ...!" pria berambut gondrong tipis itu terus menggeliat dengan susah payah karena keadaan tangan dan tubuhnya yang terikat di kursi.


BRAKK!


Saking tidak bisa menahan geli dan gatal yang tidak bisa di garuk, pria berbadan besar itu terjatuh bersama dengan kursi nya sekalian.


" HAAA ...!"


"Singkirkan hewan itu dari tubuhku!" pria itu terus bergerak tak karuan dengan keadaannya yang setengah bugil itu.


Kawan yang satu nya pun mendapat giliran yang sama.


"Terus saja diam, maka kalian akan mati perlahan dengan rasa gatal yang menyakitkan." Joy kembali meletakkan ulat-ulat itu di atas pisang uli kedua.


"Berengsek kau!"


" Bunuh saja aku sekalian!" teriak pria botak, merasa sangat terhina kerena telah diperlakukan seperti itu.


"Enak saja mau langsung mati!"


"Nikmati saja dikelitiki ulat-ulat mungil itu ..." Joy pun tergelak sambil memegangi perutnya.


"Hiiaaa ... gelii ... hu. ha. huaaa!"


" Bocah sialan kalian ...!"


" Singkirkan ... singkirkan!" pria berkepala botak berteriak histeris sambil meronta.


Air mata sudah menggenang menahan rasa geli dan gatal tak tertahankan.

__ADS_1


Tontonan yang sungguh menghibur melihat dua pria perkasa tersiksa sedemikian rupa.


"Bos, anda hebat sekali. Dapat ide dari mana menggunakan ulat bulu ini?" tanya seorang anak buah kepada Joy.


"Siksaan ini belumlah hebat jika tidak bisa membuka mulut mereka." jawab Joy datar.


"Lepaskaaan ...!"


"Aku akan bicara ... aku akan bicara!" kata pria berkepala botak, yang menggosok-gosokkan miliknya ke lantai hingga warnanya seperti jantung pisang.


"Katakan siapa yang membayar kalian untuk melukai Nona Susi?" Joy menarik telinga pria itu hingga kepalanya menoleh.


Sementara pria yang satu lagi sudah pingsan karena tak tahan geli dan gatal.


"Seorang wanita memberi kami uang 20 juta. Asalkan kami dapat melukai nona itu." jelas pria botak itu sambil meringis.


"Jangan mengulur waktu! Katakan?" Joy menarik telinganya semakin kencang.


"Wanita itu ...,"


DAAARR!!


Tiba-tiba terdengar suara ribut seperti ledakan serta benda yang pecah.


"Cepat periksa!" titah Joy pada anak buahnya.


" Bos! Kita diserang geng motor dengan bom molotov dan petasan besar!" teriak salah satu anak buah.


SWIING ...!


DUARR!


"Damn it!"


"Siapa mereka?" Joy menggeram dengan rahang bergemeretak.


"Mereka lumayan banyak, Bos. Kita kalah jumlah." lapor sang anak buah.

__ADS_1


"Bos orang kita di serang, beberapa terluka!" dengan napas tersengal anak buah Joy melapor.


"Sialan!" Joy mengambil Katana yang di letakkan dengan epic di salah satu ruangan.


Beberapa anak buah yang lain menggunakan tongkat besi, serta beberapa benda tajam lainnya.


"Mereka ini datang dari mana." kaget Joy melihat pasukan geng motor yang jumlahnya seperti anal sekolah yang ngajak tawuran.


"Kenapa lawan kita anak bocah begini!" geram Joy.


"Jangan membunuh, lumpuhkan saja!" titah Joy pada para anak buahnya.


"Hyaaa!"


TRANK!


Beberapa bocah remaja itu kabur dengan motor mereka, tatkala melihat bagaimana aksi Joy melukai teman-teman mereka.


Seandainya Joy sungguhan, mungkin saja kepala mereka akan terpisah dari badan.


Joy hanya menakuti dengan memberi sabetan kecil dari benda panjang nan tajam, yang biasa di gunakan oleh para samurai itu.


WREENGG ...!!


Terdengar suara motor di starter panjang dan kencang lalu, pasukan bocah geng motor itu pergi.


Joy dan anak buahnya sudah kewalahan menghadapi beberapa preman yang lumayan jago di antara mereka.


Bahkan beberapa anak buah Joy telah terkapar dengan luka serius.


"Shhh ...."


Joy memegangi salah satu anak buahnya yang terkena sabetan benda tajam.


Preman itu pun mengalami luka serius di bagian pinggang, karena kelincahan Joy yang menari dengan Katana nya.


"Kenapa mereka tiba-tiba kabur semua." Joy heran, kepalanya lantas menoleh ke arah bangunan.

__ADS_1


"Periksa ke dalam!"


Bersambung>>>>


__ADS_2