
๐ฅ๐ฅ๐ฅ๐ฅ
"Lepaskan!" Mery mendorong Milo dengan keras, kemudian ...
Plak!!
"Cih!" Milo meludah ke atas lantai hingga cairan berwarna merah itu mengotori lantai marmer tersebut. Sudut bibirnya berdarah lantaran mendapat gigitan kencang dari Mery. Sebelah pipinya pun panas, karena wanita itu menamparnya dengan cukup keras.
"Jangan kurang ajar! Aku bisa melemparmu dari perusahaan Chocho dengan mudah!" ancam Mery yang kesal akibat Milo dengan seenaknya saja merampas sebuah ciuman panas darinya.
"Begitu saja kau marah. Aku hanya minta DP sebagai tanda jadi kerja sama kita." Milo berkata asal seraya menampilkan seringai menjijikkan di wajahnya. Mery bergidik dalam hatinya.
๐๐ฆ๐ณ๐ฏ๐บ๐ข๐ต๐ข ๐ฅ๐ช๐ข ๐จ๐ช๐ญ๐ข! ๐๐ข๐ฉ, ๐ฑ๐ณ๐ช๐ข ๐ด๐ฆ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ต๐ช ๐ข๐ฑ๐ข ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ต๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ฉ ๐ฌ๐ถ ๐ข๐ซ๐ข๐ฌ ๐ฌ๐ฆ๐ณ๐ซ๐ข ๐ด๐ข๐ฎ๐ข ๐ช๐ฏ๐ช. ๐๐ฉ ๐๐ฐ๐บ, ๐ฌ๐ข๐ถ ๐ฉ๐ข๐ณ๐ถ๐ด ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ซ๐ข๐ฅ๐ช ๐ฎ๐ช๐ญ๐ช๐ฌ๐ฌ๐ถ. ๐๐ฌ๐ถ ๐ด๐ถ๐ฅ๐ข๐ฉ ๐ณ๐ถ๐จ๐ช ๐ฃ๐ข๐ฏ๐บ๐ข๐ฌ ๐ฌ๐ข๐ณ๐ฆ๐ฏ๐ข ๐ถ๐ญ๐ข๐ฉ ๐ข๐ฏ๐ข๐ฌ ๐ฃ๐ถ๐ข๐ฉ ๐ญ๐ข๐ฌ๐ฏ๐ข๐ต๐ฎ๐ถ ๐ช๐ฏ๐ช. Batin Mery penuh umpatan yang di tujukan kepada Milo.
"Cepat kerjakan perintahku. Setelah aku mendapatkan Boy-ku kembali. Baru kau bisa menikmati tubuhku sepuasmu, tapi cukup satu hari. Setelahnya, biarkan aku bahagia bersamanya," kecam Mery dengan tatapan setajam ujung belati.
"Sehari itu cukup sepadan dengan resiko yang akan ku terima." Milo menyeringai licik. Kemudian ia berlalu sambil melempar-lempar botol kecil berisi aroma terapi itu ke udara.
"Hei, hati-hati! Bagaimana kalau benda itu jatuh dan pecah! Dasar bodoh!" umpat Mery geram. Sementara Milo hanya menoleh sekilas dengan tersenyum mengejek.
"Aku akan segera mengabari mu!" teriak Milo seraya melambaikan tangannya.
"Ku harap kau bekerja dengan benar, kacung payah." Gumam Mery, lalu ia mendengus keras.
๐๐ฉ, ๐ซ๐ข๐ฅ๐ช ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ฉ๐ข๐ฏ๐บ๐ข ๐ต๐ช๐ฏ๐จ๐จ๐ข๐ญ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ถ๐ฏ๐จ๐จ๐ถ ๐ด๐ข๐ซ๐ข. ๐๐ฆ๐ต๐ฆ๐ญ๐ข๐ฉ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ฉ๐ช๐ณ๐ถ๐ฑ ๐ถ๐ข๐ฑ ๐ฅ๐ข๐ณ๐ช ๐ข๐ณ๐ฐ๐ฎ๐ข ๐ต๐ฆ๐ณ๐ข๐ฑ๐ช ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฌ๐ถ ๐ฑ๐ฆ๐ด๐ข๐ฏ ๐ฌ๐ฉ๐ถ๐ด๐ถ๐ด ๐ฅ๐ข๐ณ๐ช ๐ฏ๐ฆ๐จ๐ฆ๐ณ๐ช ๐ต๐ช๐ณ๐ข๐ช ๐ฃ๐ข๐ฎ๐ฃ๐ถ ๐ช๐ต๐ถ. ๐๐ข๐ฌ๐ข, ๐๐ฐ๐บ ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฎ๐ข๐ฃ๐ถ๐ฌ ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ฉ๐ข๐ญ๐ถ๐ด๐ช๐ฏ๐ข๐ด๐ช. ๐๐ข ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ค๐ถ๐ฎ๐ฃ๐ถ ๐ด๐ช๐ข๐ฑ๐ข๐ฑ๐ถ๐ฏ ๐ฐ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ข๐ฅ๐ข ๐ฅ๐ช ๐ฉ๐ข๐ฅ๐ข๐ฑ๐ข๐ฏ๐ฏ๐บ๐ข ๐ฌ๐ข๐ญ๐ข ๐ช๐ต๐ถ. ๐๐ฉ, ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ด๐ถ๐ฏ๐จ๐จ๐ถ๐ฉ ๐ต๐ข๐ฌ ๐ด๐ข๐ฃ๐ข๐ณ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ฏ๐ต๐ช ๐ด๐ข๐ข๐ต ๐ช๐ต๐ถ ๐ต๐ช๐ฃ๐ข. ๐๐ฌ๐ถ ๐ฃ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ณ-๐ฃ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ณ ๐ฎ๐ฆ๐ณ๐ช๐ฏ๐ฅ๐ถ๐ฌ๐ข๐ฏ๐ฎ๐ถ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฅ๐ถ๐ญ๐ถ ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ถ๐ซ๐ข๐ฌ๐ถ ๐๐ฐ๐บ. ๐๐ฌ๐ถ ๐ต๐ฆ๐ญ๐ข๐ฉ ๐ฎ๐ฆ๐ณ๐ฆ๐ฏ๐ค๐ข๐ฏ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฎ๐ช๐ด๐ช ๐ช๐ฏ๐ช ๐ฅ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐ฎ๐ข๐ต๐ข๐ฏ๐จ ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ด๐ถ๐ด๐ข๐ฉ ๐ฑ๐ข๐บ๐ข๐ฉ. ๐๐ข๐ณ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ฏ๐บ๐ข ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ฃ๐ฐ๐ญ๐ฆ๐ฉ ๐ด๐ข๐ฎ๐ฑ๐ข๐ช ๐จ๐ข๐จ๐ข๐ญ.
Mery mengusap wajahnya sendiri seraya tertawa gemas. Bahkan kedua kakinya jejingkrakan tak jelas. Karena ia tengah melanglang buana dengan segala pikiran liarnya sendiri.
________
"Selesai juga Bos. Ternyata cara anda yang elegan dan berwibawa justru dapat merubah pendiri mereka semua. Sungguh cara yang pintar." Milo benar-benar kagum dengan cara negosiasi yang di gunakan oleh Better.
"Kau ternyata semakin fasih dan lihai dalam bersilat lidah Pak Better. Saya tidak menyesal telah menyimpan kekaguman ini sejak dulu. Karena anda memang pria yang hebat." Mery masih dengan sikap tak tau malunya. Berkomentar di luar pekerjaan seenaknya. Membuat Better menghela napasnya kasar karena jengah.
๐๐ฆ๐ฃ๐ฆ๐ฏ๐ต๐ข๐ณ ๐ญ๐ข๐จ๐ช. ๐๐ข๐ถ ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐จ๐ถ๐ฎ๐ข๐ฎ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฏ๐ข๐ฎ๐ข๐ฌ๐ถ. ๐๐ข๐ฉ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฌ๐ข๐ถ ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ต๐ฆ๐ณ๐ช๐ข๐ฌ ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ฎ๐ฆ๐ญ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ฌ๐ช๐ฏ๐จ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฌ๐ฆ๐ณ๐ช๐ฏ๐ฅ๐ถ๐ข๐ฏ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฌ๐ข๐ถ ๐ด๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ถ๐ฏ๐บ๐ช๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฅ๐ข๐ณ๐ช ๐ฌ๐ถ ๐๐ฐ๐บ.
Batin Mery tertawa dengan tingkat, percaya dirinya yang begitu tinggi. Berpikir bahwa segala ulasannya adalah benar dan nyata.
__ADS_1
"Milo, selesaikan semua pembayarannya. Jangan berhutang sepeserpun. Kumpulkan semua calon pekerja besok pagi. Semua harus sudah selesai. Karena besok sore kita semua sudah harus kembali." Better berjalan penuh wibawa dengan kedua tangan yang di masukkan kedalam saku celananya. Vest berwarna hitamnya cukup kontras dengan kemeja putih yang lengannya ia gelung hingga siku.
"Pak, tunggu sebentar!" Mery memanggil Better dan berusaha mensejajari langkah tegap dan lebar pria dengan rambut ikalnya yang dikuncir kebelakang.
"Jika ada yang kau ingin katakan. Aku tunggu di mobil." Better berbicara tanpa menoleh sedikitpun kearah Merybelle.
" Boy!" Mery memberanikan dirinya menarik lengan Better. Ia merasa tak akan ada kesempatan lagi untuk bicara baik-baik dengan mantan kekasihnya itu.
"Jaga sikapmu!" tegur Better tegas. Kemudian ia segera menarik tangannya dari cekalan Mery yang cukup kencang.
"Cukup Boy. Jangan bersikap seolah kita tak pernah berhubungan sebelumnya!" pekik Mery tak tahan lagi. Menahan segala kesal yang bercokol di hatinya selama beberapa hari ini.
"Tak ada yang perlu diingat. Apalagi dikenang. Masa lalu yang buruk hanya mengingatkan betapa rusak dan bodohnya kita kala itu. Lagipula, hubungan yang telah lama usai karena penghianatan. Apa yang perlu diingat?" sarkas Better dengan segala sindiran di setiap nada pada kalimatnya. Begitu menohok dan menghujam sanubari.
Sengaja, agar wanita masa lalunya ini malu karena ingat akan perbuatannya dulu.
" Karena itu, beri aku kesempatan untuk memperbaiki semuanya Boy," lirih Mery dengan tampang memelas. Mungkin jika pria lain yang melihatnya pasti akan iba dan langsung luluh. Tapi, tidak dengan Better. Pria itu semakin jengah dan jijik dengan sandiwara yang diperankan oleh Mery.
"Apa kau masih mengira jika aku sebodoh itu?" sindir Better. Mery terdiam dan hanya bisa menunduk. Sesekali ia terlihat menyeka air matanya.
"Kau membuang waktuku." Better berlalu tanpa sepatah katapun lagi.
Batin Better kuat tak terpatahkan. Iman serta keteguhan hatinya memang patut di acungi empat jempol. Secara harfiah, pria mana yang takkan tergoda oleh sajian menarik yang sudah pasti akan sangat nikmat jika di cicipi.
Rupa dan bentuk tanpa cela yang di suguhkan oleh Mery. Ternyata tak cukup untuk membuat pendirian seorang presdir dari perusahaan bonafit itu goyah.
๐๐ฆ๐ณ๐ฏ๐บ๐ข๐ต๐ข ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฉ๐ข๐ณ๐ถ๐ด ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ฎ๐ข๐ช๐ฏ ๐ค๐ถ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ ๐๐ฐ๐บ-๐ฌ๐ถ ๐ด๐ข๐บ๐ข๐ฏ๐จ. ๐๐ข๐ถ ๐ต๐ฆ๐ญ๐ข๐ฉ ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ฎ๐ข๐ญ๐ถ๐ฌ๐ข๐ฏ๐ฌ๐ถ ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ฌ๐ข๐ญ๐ช-๐ฌ๐ข๐ญ๐ช. ๐๐ข๐ฌ๐ข, ๐ข๐ฌ๐ถ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ถ๐ข๐ต๐ฎ๐ถ ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ข๐ฅ๐ข ๐ฅ๐ช ๐ฑ๐ฐ๐ด๐ช๐ด๐ช ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ฉ๐ช๐ข๐ฏ๐ข๐ต๐ช ๐ด๐ฆ๐ด๐ฆ๐ฐ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฌ๐ข๐ถ ๐ค๐ช๐ฏ๐ต๐ข๐ช. ๐๐ด๐ต๐ณ๐ช๐ฎ๐ถ ๐ฅ๐ช ๐ณ๐ถ๐ฎ๐ข๐ฉ ๐ฑ๐ข๐ด๐ต๐ช ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ด๐ข๐ฏ๐จ๐ข๐ต ๐ด๐ฆ๐ฅ๐ช๐ฉ. ๐๐บ๐ถ๐ฌ๐ถ๐ณ-๐ด๐บ๐ถ๐ฌ๐ถ๐ณ ๐ด๐ช๐ฉ, ๐ฅ๐ช๐ข ๐ญ๐ข๐ฏ๐จ๐ด๐ถ๐ฏ๐จ ๐ฃ๐ถ๐ฏ๐ถ๐ฉ ๐ฅ๐ช๐ณ๐ช. ๐๐ข๐ฉ๐ข๐ฉ๐ข๐ฉ ...
Mery tergelak tanpa suara. Ia begitu senang hingga tertawa bahagia dalam hatinya. Tak di sangka jika asisten dari Better lah yang justru memuluskan segala rencananya.
"Aku harus memasang ini di kamarnya nanti. Akan ku abadikan kisah kita yang sebentar lagi akan kembali terulang." Gumam Mery seraya memandang benda mirip kamera yang ada di dalam genggaman tangannya.
_______
๐๐ฐ๐ด ๐ด๐ถ๐ฅ๐ข๐ฉ ๐ฎ๐ข๐ด๐ถ๐ฌ ๐ฌ๐ข๐ฎ๐ข๐ณ.
๐๐ข๐ข๐ต๐ฏ๐บ๐ข ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ข๐ฌ๐ด๐ช.
__ADS_1
๐๐ฆ๐ญ๐ข๐ฎ๐ข๐ต ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ด๐ฆ๐ฏ๐ข๐ฏ๐จ-๐ด๐ฆ๐ฏ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฃ๐ฐ๐ด. ๐๐ข๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐ญ๐ถ๐ฑ๐ข ๐ฃ๐ข๐จ๐ช-๐ฃ๐ข๐จ๐ช ๐ฌ๐ฆ๐ฏ๐ช๐ฌ๐ฎ๐ข๐ต๐ข๐ฏ๐ฏ๐บ๐ข.
Batin Milo, ia tertawa tanpa suara. Kemudian meletakkan alat tersebut tepat di samping kepala tempat tidur.
Syaaaasshhh ....
Milo segera menutup hidung dan mulutnya dengan masker. Ketika aroma yang akan menyerang syaraf itu mulai menguarkan keharuman menyihir siapapun yang nanti akan menghirupnya.
PTAAKK!!
"Akh!"
Bretttt ....
"Ouugghh,"
"Wangi apa ini ...?"
_______
"Milo pasti sudah beraksi sekarang. Aku hanya tinggal menunggu ia mengabari ku melalui pesan singkat." Mery terus memandangi ponselnya sambil terus berjalan mondar-mandir dalam kamarnya.
Wanita cantik bertubuh tinggi dengan kulit putih mulusnya itu, telah begitu mempersiapkan dirinya begitu sempurna. Ia mengenakan pakaian haram dengan bahan yang tipis dan menerawang. Hingga setiap lekuk di tubuhnya terlihat dan tergambar dengan jelas.
Cilunggg ... cilungg ...
Ponselnya berkedip pertanda ada sebuah pesan yang masuk.
๐๐ฌ๐ถ ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ข๐ต๐ช๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ญ๐ข๐ฎ๐ฑ๐ถ. ๐๐ข๐ถ ๐ญ๐ข๐ฏ๐จ๐ด๐ถ๐ฏ๐จ ๐ฎ๐ข๐ด๐ถ๐ฌ ๐ด๐ข๐ซ๐ข.
๐๐ฌ๐ถ ๐ซ๐ถ๐จ๐ข ๐ด๐ถ๐ฅ๐ข๐ฉ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ถ๐ต๐ถ๐ฑ ๐ฌ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ข๐ญ๐ช ๐ฃ๐ฐ๐ต๐ฐ๐ญ๐ฏ๐บ๐ข. ๐๐ข๐ถ ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ข๐ฎ๐ข๐ฏ ๐ด๐ข๐บ๐ข๐ฏ๐จ. ๐๐ฏ๐จ๐ข๐ต ๐ซ๐ข๐ฏ๐ซ๐ช๐ฎ๐ถ.
Mery hampir saja memekik girang, ketika membaca pesan yang dikirim oleh Milo.
"Aku datang Boy sayang. Tunggu aku ya!"
"Kau menggunakan topeng apa Milo? Dasar pria edan! Cepat pasang ini abadikan kegiatan panas menggelora kami di dalam." Mery menyerahkan kamera kecil pada pria yang menggunakan topeng gorila hitam. Pria itu hanya memberi kode dengan menyatukan antara jari jempol dan telunjuknya hingga membentuk huruf O.
__ADS_1
"Eemmmhhh ...!" Sebuah geraman disertai erangan terdengar begitu nyaring di dalam kamar.
Bersambung>>>>