Aku Bukan Pemuas Ranjang

Aku Bukan Pemuas Ranjang
Bab 300. ABPR.


__ADS_3

๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ


"Lepaskan!" Mery mendorong Milo dengan keras, kemudian ...


Plak!!


"Cih!" Milo meludah ke atas lantai hingga cairan berwarna merah itu mengotori lantai marmer tersebut. Sudut bibirnya berdarah lantaran mendapat gigitan kencang dari Mery. Sebelah pipinya pun panas, karena wanita itu menamparnya dengan cukup keras.


"Jangan kurang ajar! Aku bisa melemparmu dari perusahaan Chocho dengan mudah!" ancam Mery yang kesal akibat Milo dengan seenaknya saja merampas sebuah ciuman panas darinya.


"Begitu saja kau marah. Aku hanya minta DP sebagai tanda jadi kerja sama kita." Milo berkata asal seraya menampilkan seringai menjijikkan di wajahnya. Mery bergidik dalam hatinya.


๐˜›๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข๐˜ต๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ข ๐˜จ๐˜ช๐˜ญ๐˜ข! ๐˜๐˜ข๐˜ฉ, ๐˜ฑ๐˜ณ๐˜ช๐˜ข ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ต๐˜ช ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ข๐˜ซ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ซ๐˜ข ๐˜ด๐˜ข๐˜ฎ๐˜ข ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช. ๐˜–๐˜ฉ ๐˜‰๐˜ฐ๐˜บ, ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ถ ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ณ๐˜ถ๐˜ด ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ซ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ฎ๐˜ช๐˜ญ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ฌ๐˜ถ. ๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ด๐˜ถ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ณ๐˜ถ๐˜จ๐˜ช ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข ๐˜ถ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ต๐˜ฎ๐˜ถ ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช. Batin Mery penuh umpatan yang di tujukan kepada Milo.


"Cepat kerjakan perintahku. Setelah aku mendapatkan Boy-ku kembali. Baru kau bisa menikmati tubuhku sepuasmu, tapi cukup satu hari. Setelahnya, biarkan aku bahagia bersamanya," kecam Mery dengan tatapan setajam ujung belati.


"Sehari itu cukup sepadan dengan resiko yang akan ku terima." Milo menyeringai licik. Kemudian ia berlalu sambil melempar-lempar botol kecil berisi aroma terapi itu ke udara.


"Hei, hati-hati! Bagaimana kalau benda itu jatuh dan pecah! Dasar bodoh!" umpat Mery geram. Sementara Milo hanya menoleh sekilas dengan tersenyum mengejek.


"Aku akan segera mengabari mu!" teriak Milo seraya melambaikan tangannya.


"Ku harap kau bekerja dengan benar, kacung payah." Gumam Mery, lalu ia mendengus keras.


๐˜ˆ๐˜ฉ, ๐˜ซ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ต๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ๐˜จ๐˜ข๐˜ญ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜จ๐˜จ๐˜ถ ๐˜ด๐˜ข๐˜ซ๐˜ข. ๐˜š๐˜ฆ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฉ๐˜ช๐˜ณ๐˜ถ๐˜ฑ ๐˜ถ๐˜ข๐˜ฑ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ณ๐˜ช ๐˜ข๐˜ณ๐˜ฐ๐˜ฎ๐˜ข ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ช ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ด๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฌ๐˜ฉ๐˜ถ๐˜ด๐˜ถ๐˜ด ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ณ๐˜ช ๐˜ฏ๐˜ฆ๐˜จ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ช ๐˜ต๐˜ช๐˜ณ๐˜ข๐˜ช ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ถ ๐˜ช๐˜ต๐˜ถ. ๐˜”๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข, ๐˜‰๐˜ฐ๐˜บ ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ฌ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ญ๐˜ถ๐˜ด๐˜ช๐˜ฏ๐˜ข๐˜ด๐˜ช. ๐˜๐˜ข ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ค๐˜ถ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ถ ๐˜ด๐˜ช๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ถ๐˜ฏ ๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข ๐˜ช๐˜ต๐˜ถ. ๐˜œ๐˜ฉ, ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ด๐˜ถ๐˜ฏ๐˜จ๐˜จ๐˜ถ๐˜ฉ ๐˜ต๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ด๐˜ข๐˜ฃ๐˜ข๐˜ณ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ต๐˜ช ๐˜ด๐˜ข๐˜ข๐˜ต ๐˜ช๐˜ต๐˜ถ ๐˜ต๐˜ช๐˜ฃ๐˜ข. ๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ณ-๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ณ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฎ๐˜ถ ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฅ๐˜ถ๐˜ญ๐˜ถ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ถ๐˜ซ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜‰๐˜ฐ๐˜บ. ๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ค๐˜ข๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฎ๐˜ช๐˜ด๐˜ช ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช ๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ต๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ด๐˜ถ๐˜ด๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฑ๐˜ข๐˜บ๐˜ข๐˜ฉ. ๐˜’๐˜ข๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ต๐˜ช๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ฃ๐˜ฐ๐˜ญ๐˜ฆ๐˜ฉ ๐˜ด๐˜ข๐˜ฎ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ช ๐˜จ๐˜ข๐˜จ๐˜ข๐˜ญ.


Mery mengusap wajahnya sendiri seraya tertawa gemas. Bahkan kedua kakinya jejingkrakan tak jelas. Karena ia tengah melanglang buana dengan segala pikiran liarnya sendiri.


________


"Selesai juga Bos. Ternyata cara anda yang elegan dan berwibawa justru dapat merubah pendiri mereka semua. Sungguh cara yang pintar." Milo benar-benar kagum dengan cara negosiasi yang di gunakan oleh Better.


"Kau ternyata semakin fasih dan lihai dalam bersilat lidah Pak Better. Saya tidak menyesal telah menyimpan kekaguman ini sejak dulu. Karena anda memang pria yang hebat." Mery masih dengan sikap tak tau malunya. Berkomentar di luar pekerjaan seenaknya. Membuat Better menghela napasnya kasar karena jengah.


๐˜š๐˜ฆ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ต๐˜ข๐˜ณ ๐˜ญ๐˜ข๐˜จ๐˜ช. ๐˜’๐˜ข๐˜ถ ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜จ๐˜ถ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ. ๐˜‰๐˜ข๐˜ฉ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ถ ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ช๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฌ๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ถ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ถ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ณ๐˜ช ๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜‰๐˜ฐ๐˜บ.


Batin Mery tertawa dengan tingkat, percaya dirinya yang begitu tinggi. Berpikir bahwa segala ulasannya adalah benar dan nyata.

__ADS_1


"Milo, selesaikan semua pembayarannya. Jangan berhutang sepeserpun. Kumpulkan semua calon pekerja besok pagi. Semua harus sudah selesai. Karena besok sore kita semua sudah harus kembali." Better berjalan penuh wibawa dengan kedua tangan yang di masukkan kedalam saku celananya. Vest berwarna hitamnya cukup kontras dengan kemeja putih yang lengannya ia gelung hingga siku.


"Pak, tunggu sebentar!" Mery memanggil Better dan berusaha mensejajari langkah tegap dan lebar pria dengan rambut ikalnya yang dikuncir kebelakang.


"Jika ada yang kau ingin katakan. Aku tunggu di mobil." Better berbicara tanpa menoleh sedikitpun kearah Merybelle.


" Boy!" Mery memberanikan dirinya menarik lengan Better. Ia merasa tak akan ada kesempatan lagi untuk bicara baik-baik dengan mantan kekasihnya itu.


"Jaga sikapmu!" tegur Better tegas. Kemudian ia segera menarik tangannya dari cekalan Mery yang cukup kencang.


"Cukup Boy. Jangan bersikap seolah kita tak pernah berhubungan sebelumnya!" pekik Mery tak tahan lagi. Menahan segala kesal yang bercokol di hatinya selama beberapa hari ini.


"Tak ada yang perlu diingat. Apalagi dikenang. Masa lalu yang buruk hanya mengingatkan betapa rusak dan bodohnya kita kala itu. Lagipula, hubungan yang telah lama usai karena penghianatan. Apa yang perlu diingat?" sarkas Better dengan segala sindiran di setiap nada pada kalimatnya. Begitu menohok dan menghujam sanubari.


Sengaja, agar wanita masa lalunya ini malu karena ingat akan perbuatannya dulu.


" Karena itu, beri aku kesempatan untuk memperbaiki semuanya Boy," lirih Mery dengan tampang memelas. Mungkin jika pria lain yang melihatnya pasti akan iba dan langsung luluh. Tapi, tidak dengan Better. Pria itu semakin jengah dan jijik dengan sandiwara yang diperankan oleh Mery.


"Apa kau masih mengira jika aku sebodoh itu?" sindir Better. Mery terdiam dan hanya bisa menunduk. Sesekali ia terlihat menyeka air matanya.


"Kau membuang waktuku." Better berlalu tanpa sepatah katapun lagi.


Batin Better kuat tak terpatahkan. Iman serta keteguhan hatinya memang patut di acungi empat jempol. Secara harfiah, pria mana yang takkan tergoda oleh sajian menarik yang sudah pasti akan sangat nikmat jika di cicipi.


Rupa dan bentuk tanpa cela yang di suguhkan oleh Mery. Ternyata tak cukup untuk membuat pendirian seorang presdir dari perusahaan bonafit itu goyah.


๐˜›๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข๐˜ต๐˜ข ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ณ๐˜ถ๐˜ด ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ช๐˜ฏ ๐˜ค๐˜ถ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜‰๐˜ฐ๐˜บ-๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ด๐˜ข๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ. ๐˜’๐˜ข๐˜ถ ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ญ๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ญ๐˜ช-๐˜ฌ๐˜ข๐˜ญ๐˜ช. ๐˜”๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข, ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ข๐˜ต๐˜ฎ๐˜ถ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ฑ๐˜ฐ๐˜ด๐˜ช๐˜ด๐˜ช ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฉ๐˜ช๐˜ข๐˜ฏ๐˜ข๐˜ต๐˜ช ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ถ ๐˜ค๐˜ช๐˜ฏ๐˜ต๐˜ข๐˜ช. ๐˜๐˜ด๐˜ต๐˜ณ๐˜ช๐˜ฎ๐˜ถ ๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ณ๐˜ถ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ด๐˜ต๐˜ช ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ด๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ต ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ฉ. ๐˜š๐˜บ๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ณ-๐˜ด๐˜บ๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ณ ๐˜ด๐˜ช๐˜ฉ, ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ข ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ด๐˜ถ๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜ถ๐˜ฉ ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ณ๐˜ช. ๐˜๐˜ข๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฉ ...


Mery tergelak tanpa suara. Ia begitu senang hingga tertawa bahagia dalam hatinya. Tak di sangka jika asisten dari Better lah yang justru memuluskan segala rencananya.


"Aku harus memasang ini di kamarnya nanti. Akan ku abadikan kisah kita yang sebentar lagi akan kembali terulang." Gumam Mery seraya memandang benda mirip kamera yang ada di dalam genggaman tangannya.


_______


๐˜‰๐˜ฐ๐˜ด ๐˜ด๐˜ถ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ด๐˜ถ๐˜ฌ ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ข๐˜ณ.


๐˜š๐˜ข๐˜ข๐˜ต๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ด๐˜ช.

__ADS_1


๐˜š๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ข๐˜ต ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ-๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฃ๐˜ฐ๐˜ด. ๐˜‘๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ญ๐˜ถ๐˜ฑ๐˜ข ๐˜ฃ๐˜ข๐˜จ๐˜ช-๐˜ฃ๐˜ข๐˜จ๐˜ช ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ต๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข.


Batin Milo, ia tertawa tanpa suara. Kemudian meletakkan alat tersebut tepat di samping kepala tempat tidur.


Syaaaasshhh ....


Milo segera menutup hidung dan mulutnya dengan masker. Ketika aroma yang akan menyerang syaraf itu mulai menguarkan keharuman menyihir siapapun yang nanti akan menghirupnya.


PTAAKK!!


"Akh!"


Bretttt ....


"Ouugghh,"


"Wangi apa ini ...?"


_______


"Milo pasti sudah beraksi sekarang. Aku hanya tinggal menunggu ia mengabari ku melalui pesan singkat." Mery terus memandangi ponselnya sambil terus berjalan mondar-mandir dalam kamarnya.


Wanita cantik bertubuh tinggi dengan kulit putih mulusnya itu, telah begitu mempersiapkan dirinya begitu sempurna. Ia mengenakan pakaian haram dengan bahan yang tipis dan menerawang. Hingga setiap lekuk di tubuhnya terlihat dan tergambar dengan jelas.


Cilunggg ... cilungg ...


Ponselnya berkedip pertanda ada sebuah pesan yang masuk.


๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ต๐˜ช๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ฑ๐˜ถ. ๐˜’๐˜ข๐˜ถ ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ด๐˜ถ๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ด๐˜ถ๐˜ฌ ๐˜ด๐˜ข๐˜ซ๐˜ข.


๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ซ๐˜ถ๐˜จ๐˜ข ๐˜ด๐˜ถ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ถ๐˜ต๐˜ถ๐˜ฑ ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ญ๐˜ช ๐˜ฃ๐˜ฐ๐˜ต๐˜ฐ๐˜ญ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข. ๐˜’๐˜ข๐˜ถ ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ด๐˜ข๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ. ๐˜๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ต ๐˜ซ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ซ๐˜ช๐˜ฎ๐˜ถ.


Mery hampir saja memekik girang, ketika membaca pesan yang dikirim oleh Milo.


"Aku datang Boy sayang. Tunggu aku ya!"


"Kau menggunakan topeng apa Milo? Dasar pria edan! Cepat pasang ini abadikan kegiatan panas menggelora kami di dalam." Mery menyerahkan kamera kecil pada pria yang menggunakan topeng gorila hitam. Pria itu hanya memberi kode dengan menyatukan antara jari jempol dan telunjuknya hingga membentuk huruf O.

__ADS_1


"Eemmmhhh ...!" Sebuah geraman disertai erangan terdengar begitu nyaring di dalam kamar.


Bersambung>>>>


__ADS_2