Aku Bukan Pemuas Ranjang

Aku Bukan Pemuas Ranjang
Bab 270. ABPR.


__ADS_3

🔥🔥🔥🔥


Milna merebahkan raganya yang penat, setelah beberapa jam duduk di dalam pesawat. Calon ibu muda yang sedang hamil ini menghela nafasnya perlahan. Tak lama kemudian, Joy ikut tiduran di sisinya. keduanya sama-sama menoleh dan saling bertemu pandang.


" Menjauhlah sedikit!" usir Milna pada Joy. membuat pria maskulin itu beringsut menjauh secara perlahan.


"Bukankah kau merasa lebih baik jika aku selalu berada di dekatmu?" tanya Joy, seraya memiringkan tubuhnya untuk memandang wajah Milna lamat-lamat.


" Untuk waktu-waktu tertentu memang iya. Akan tetapi untuk saat ini, aku tidak ingin ada orang di dekatku. Jadi kau menyingkir lah! beri aku ruang untuk bernafas!" jelas Milna dengan nada ketus.


" Baiklah nyonya besar. Maafkan hamba yang sudah lancang ini," ucap Joy seraya membungkukkan tubuh layaknya hormat ala bangsawan.


Milna memalingkan wajahnya demi menyembunyikan senyum. Sungguh tak disangkanya bahwa seorang Joy dapat menjadi seorang pria penurut seperti sekarang ini.


Ternyata Joy pun melakukan hal yang sama, pria berwajah tampan itu kini tengah menertawakan kelakuannya barusan.


' Gila kau Joy. Sejak kapan kau bisa berulah tengil seperti itu? Apalagi terhadap wanita. Hancur sudah kharisma yang kau jaga selama ini.'


🐾Kharisma apaan? gak salah Joy! 🧐


Situ gak sadar ya kalau selama ini lebih banyak nyebelinnya ketimbang berkharisma😆.


😌Otor ih julid deh, kayak Joy. Eh ...😗


Joy keluar sebentar mencari tempat untuk mengepulkan asap alias smoking. Cowok belum keren kalo belum smoke, katanya. Padahal, cowok paling keren itu adalah cowok yang bisa menahan dirinya untuk tidak menyentuh 𝙧𝙤𝙠𝙤𝙠.


Jadi bisa di simpulkan ya, cowok kalo mau keren gak perlu ngerokok. Apalagi cewek ye kan ...! Gak ada alasan! Biar apa coba?


🐾Sorry gais, gak maksud nyinggung lho ya. Semua itu pilihan. Hanya saja janganlah berlindung di balik alasan yang gak logis.😆


Tak berapa lama kemudian Joy kembali ke kamar. Milna ternyata baru saja selesai mandi, bahkan rambut wanita itu masih terlihat basah.

__ADS_1


" Apa yang sedang kau cari?" tanya Jo yang heran melihat Mirna mengaduk-aduk isi tas kosmetiknya.


" Hair dryer. Perasaan aku sudah memasukkannya ke dalam tas kemarin, kenapa sekarang tidak ada!" jawab Milna masih tetap melakukan kegiatannya.


"Mau aku bantu tidak? mungkin ada di dalam koperku," tawar Joy. Kini dirinya sudah berada di samping Milna. Bahkan, wangi sampo dari rambut basah itu menggelitik hidungnya. Ingin rasanya ia menarik rambut itu untuk mengendusnya.


Hampir saja tangan Joy terulur kebelakang kepala Milna. Namun istrinya itu tiba-tiba menoleh dengan cepat kearahnya, dengan kedua mata yang membola.


"Apa kau baru saja merokok?" telisik Milna. Dengan kedua ujung alis yang hampir bertaut.


"I–iya, kenapa memang?" gugup Joy seketika. Apa ada yang terlupakan pikirnya.


"Menjauhlah dariku!" ucap Milna tegas dengan penuh penekanan.


' Sial, kenapa aku bisa lupa. Jika Milna sangat sensitif terhadap aroma tembakau.' ringis Joy dalam batinnya.


"Maaf, aku lupaaa ...!" Joy segera berlari masuk kekamar mandi.


"Ck. Sejak kapan dia jadi tengil begitu." Gumam Milna seraya menggelengkan kepalanya. Ia pun meneruskan kegiatannya untuk mencari alat pengering rambut.


Sore ini Mila dan Joy memutuskan untuk keluar dari hotel. Agendanya pada hari ini mereka hanya akan jalan-jalan saja menyusuri pantai di kepulauan Raja Ampat yang terkenal bagaikan surga dunia.


Alam yang begitu indah dengan hamparan langit yang biru serta beralaskan pasir yang putih. sungguh memanjakan mata dan juga pori-pori kakimu. Milna akhirnya pasrah membelakan rambut basahnya kering secara alami.


Angin yang berhembus tidak terlalu kencang serta udara yang menyusup hangat. Membuat rambutnya yang hampir saja kering itu melambai terbawa angin.


Sekejap dia terpana dengan pemandangan yang berada di hadapannya. Di mana Milna pada saat itu mengenakan dress di atas lutut. Satu tangannya menenteng flat shoes dan satu tangannya lagi menyibak surai yang menutupi mata. Menurut pandangan Joy Milna begitu feminim saat ini. Tidak nampak sama sekali kesan tomboi dalam diri wanita itu.


"Sini." Joy mengulurkan tangannya hendak mengambil sepatu yang ditenteng oleh Milna. membuat wanita di hadapannya yang mana telah sah menjadi istrinya kini mengerutkan keningnya.


"Biar aku saja, tak apa," tolak Milna. Akan tetapi Joy tetap mengambil alih benda yang berada dalam tentengannya.

__ADS_1


"Santailah, dengan begini kau bisa merentangkan kedua tanganmu. Rasakanlah hembusan angin yang akan menerbangkan segala penat serta risau. Cobalah." Joy berkata dengan seulas senyum di wajahnya.


'Pria ini. Kenapa jadi mudah sekali menebar senyumnya.' batin Milna. Tanpa di sadari bibirnya juga mengulas senyum yang begitu manis.


Joy meletakkan sepatu miliknya dan juga Milna tak jauh dari tempat mereka berdiri. Kemudian menghampiri Milna lalu minta izin pada istrinya untuk berada di belakangnya. Mila membiarkan Joy melakukan apa yang diinginkannya ia ingin tahu usaha pria itu dalam menarik perhatiannya.


"Maaf biarkan aku memegang kedua tanganmu. Kau pejamkanlah matamu dan percayalah jika pada saat ini aku akan membawamu terbang,"" ucap Joy yang saat ini berada di belakang tubuh Milna.


"Apa ini caramu merayu wanita Joy? Sudah berapa banyak wanita yang terkena jurus ini?" sindir Milna.


"Terserah apapun yang hendak kau pikirkan tentang diriku. Asal kau tahu aku tidak pernah bermanis mulut bahkan merayu wanita. Aku bersama mereka karena aku butuh mengusir sepiku. Bahkan aku selalu menuntaskan hasratku setelah aku mabuk," jelas Joy, tanpa sedikit pun merasa kesal. Ia tau jika Milna adalah wanita yang tidak mudah terkena rayuan. Milna sangat menjaga hatinya.


"Baiklah aku percaya padamu Joy. Keluarkan seluruh kemampuanmu," tantang Milna. Membuat Joy terkekeh di belakangnya.


"Karena itu, menurutlah. Jangan banyak protes," bisik Joy. Membuat Milna terkesiap seketika. Bau mint dari napas pria itu membuatnya merinding.


🐾Hayo lhoo ... baru di bisikin aja udah bengong😆😆😆


Joy pun menarik tangan Milna dan merentangkannya hingga sejajar bahu. Angin laut berhembus dengan lembut. Menyibak surai milik Milna berikut bawahan dress-nya. Setelah Joy yakini jika Milna telah menghayati sapuan angin serta debur ombak yang menggelitik kaki mereka. Tanpa bermaksud untuk membuang kesempatan, Joy segera melingkarkan kedua lengannya di perut istrinya itu.


Entahlah, jika dilihat kebersamaan mereka ini mirip scene salah satu film jadul bergenre romantis tapi sad ending.


Kalian pasti tau kisah cintanya Jack dan Rose bukan. Tapi otor berharap kisah mereka berdua happy ending. Authornya anti drama mewek di ujung cerita😆.


Tanpa sepengetahuan mereka. Nampak raut wajah kesal dengan tatapan mata memerah. Wanita misterius yang mengenakan dress bertali spagheti, melempar topi lebarnya dengan kasar ke atas pasir hangat itu.


"Sialan kau Joy. Bisa-bisanya kalian tebar kemesraan! Nikmatilah. Aku pastikan ini adalah momen terakhir kalian bersama!" pekik wanita dengan gincu berwarna merah menyala itu.


" Sabar dong Kak. Dia cuma wanita kampung yang lemah. Kita kerjain aja," bisik gadis muda yang sejak tadi berada di belakangnya.


Mendengar kalimat yang diucapkan salah satu team misi jahatnya. Seringai bengis itu terbit dari kedua bibir tipisnya.

__ADS_1


"Kau benar, aku pastikan Joy pulang bersamaku."


Bersambung>>>


__ADS_2