Aku Bukan Pemuas Ranjang

Aku Bukan Pemuas Ranjang
Weekend Yang Melelahkan.


__ADS_3

🔥🔥🔥🔥🔥🔥


BAAKK!


Pletang!!


Senjata api itu mental menyusur lantai, ketika sebuah lemparan kursi besi mengenai bahu anak buah Domino itu. Entah terpental ke mana, karena cahaya tempat itu yang remang-remang membatasi pandangan mata.


"Sial!" umpat pria tersebut, sambil menengok kebelakang. Gerahamnya bergemeletuk ketika tau sosok yang membuat lengannya terasa nyeri. Bahkan, rencananya gagal untuk menembak pecah kepala orang.


Pria itu bangkit seraya menggeram, lqlu maju menyerang. Milna berhasil berkelit dari beberapa serangannya, bahkan wanita tomboi itu sempat mendaratkan pukulan serta tendangannya beberapa kali.


Bugh!


"Ssshh ...," ringisnya, ketika sebuah hujaman kaki dengan sepatu boots itu mendarat ke perutnya.


Ia sempat limbung dan hampir terjatuh, seandainya tangannya tidak segera memegang tembok.


"Habis kau! Berani menggagalkan rencanaku!" Teriak pria itu seraya kembali melayangkan serangan kakinya. Melihat sela bagus untuknya, Milna segera menyerang titik lemah pada area vital yang sedang terbuka lebar.


" ARGHH!" Pria itu mengerang hebat di atas lantai, sambil memegangi bawah tubuhnya. Milna kembali menginjak alat vitalnya hingga pria itu benar-benar tak bergerak lagi di buatnya.


"Rasakan! Serangan dari jurus menuju impoten milikku."


Merasakan ada serangan yang mendekat dari arah belakang tengkuknya, Milna pun bersiap. Melihat dari ekor matanya, lalu bergerak memutar sambil melayangkan tendangannya. Dengan dua jurus saja Milna sudah dapat merobohkan anak buah Domino yang berbadan kekar ini.


"Lemah!" makinya pada raga yang tersungkur di bawah kakinya.


Brak!


Bugh!


Dugh!

__ADS_1


Kraakk!


Dua orang lagi roboh, dengan tangan dan kaki yang patah. Mereka menggeliat di lantai merasakan sakit di bagian tubuhnya.


" Beraninya mengeroyokku! Sekarang rasakan akibatnya!" Milna pun tak ingin menghabiskan waktu. Ia segera menghampiri kawan-kawannya.


Dimana Joy, Better dan Juga Walls di kerubuti oleh beberapa orang.


Praanggg!!


Walls menghajar kepala salah satu pria bertato yang menyerangnya. Namun, sebuah pukulan benda tumpul tak ayal mendarat di punggungnya.


Bocah badung itu tersungkur, bagus saja Milna datang tepat waktu. Ketika dua orang lelaki berbadan besar hendak menyerangnya secara bersamaan.


" Beraninya keroyokan! Hiyaaa!" Dengan beberapa jurus yang dikuasainya, wanita tomboi itu berhasil melumpuhkan dua orang sekaligus.


"Terima kasih, Kak!" Walls menerima uluran tangan Milna, yang membantu membangunkannya.


"Hati-hati, ada yang membawa senjata api. Namun, aku sudah membuat senjata itu terlempar jauh entah kemana. Semoga, di antara mereka tidak ada yang menemukannya." ucap Milna pada Walls yang tengah terpana. Karena, baru kali ini dirinya melihat wanita maskulin yang sangat cantik ketika dilihat dari dekat.


Bahkan, wanita itu melompat ke atas meja. Ataupun bertumpu pada kursi, sebelum memberi tendangan memutar.


Satu kepala terpelintir dengan pitingan dari kedua kaki Milna, dan itu terjadi tepat di hadapan Joy.


Kedua mata pria maskulin itu membola, melihat aksi dari wanita berambut pixie cut itu.


"Waw, awesome!" serunya, memberi pujian spontan. Milna hanya tersenyum miring sesaat menanggapi ketakjuban dari Joy.


"Aku bisa sendiri." Milna menampik uluran tangan dari Joy, yang hendak membantunya untuk bangun.


"Sombongnya, baru juga di puji dikit." gumam Joy, " tapi menarik!" Joy menaikkan sudut bibirnya ke atas menciptakan lengkungan sabit tipis.


"Bet!" Milna melempar potongan kaki meja, yang kemudian di gunakan untuk menangkis lemparan botol minuman.

__ADS_1


Pranggg!!


Beberapa botol berisi minuman yang tidak bisa dibilang murah itu. Melayang menabrak dinding hingga pecah berserakan.


Bagaikan memukul bola kasti, Better terus melayangkan pukulan untuk menangkis botol yang di lempar oleh seorang pria di depan meja bar.


Melihat pria macho yang rambutnya agak gondrong dan di kuncir itu agak kewalahan.


Milna berinisiatif mencari senjata api yang tadi terlempar.


Milna mengarahkan senter pada ponselnya ke kolong meja.


"Ah, itu dia." Milna menemukannya di sudut, tepatnya di bawah pot besar. Kemudian ia pun berlari karena seorang anak buah Domino juga mengincar benda itu.


Bugh!


Milna berhasil menjauhkan pria itu dengan memberi tendangan pada wajahnya, setelah sebelumnya ia mendapatkan tendangan lebih dulu di pinggangnya.


Mereka berdua menangkap senjata api itu bersamaan. Dengan sebelah tangan yang terus melancarkan pukulan demi pukulan.


Milna membalik pergerakan tangannya, memutar badannya, lalu ...


Dor!!


...🐾Aihh ... siapa yang kena tembak😱...


...Penasaran gak sih?...


...Penasaran dong ... masa enggak😉....


...Ya udah, satu bab lagi abis buka ya gais .......


...Mak Chibi baik kan selalu double up😇🤣...

__ADS_1


...Secinta itu lho sama klean😘...


Bersambung>>>


__ADS_2