Aku Bukan Pemuas Ranjang

Aku Bukan Pemuas Ranjang
Roti kombinasi.


__ADS_3

🔥🔥🔥🔥🔥🔥


KLEK.


Suara pintu di buka.


Seorang wanita muda keluar dengan wajah yang segar.


Aroma harum menguar dari tubuhnya, pakaian sederhana yang melekat di tubuhnya semakin membuatnya terlihat enerjik.


Arjuna terpesona dengan wajah lembab dan rambut basah wanita itu. Rona alami tanpa polesan make up itu membuat nya terhipnotis sesaat.


" Tadi, kudengar ada yang datang kemari?" tanya nya, tanpa sadar bahwa pria di hadapannya tengah memindai wajahnya dengan lekat.


"Hei, infusnya sudah di cabut?" tanya Susi, ia memegang tangan itu.


"Aku bantu membersihkan tubuhmu ya?" tanyanya sumringah, sekejap kemudian ia membulatkan matanya dan menggeleng cepat.


"Em ... Ma-maksudku bukan seperti yang kau pikirkan, aku hanya ...." Susi mendadak canggung setelah ia merasa salah bicara.


"Memangnya apa yang ku pikirkan?" Arjuna mendekatkan wajahnya serta menggenggam jemari dingin Susi.


"Ah ... I-itu, bisa saja kau ... mengira aku akan mengambil keuntungan," jawab Susi kikuk.


Arjuna tertawa kecil, dia sungguh tidak tahan dengan pikiran polos janda satu ini.


Susi menatap wajah rupawan itu dengan kening berkerut.

__ADS_1


"Kenapa tertawa? Memang apa yang lucu?" tanya Susi dengan mencebikkan bibirnya.


Wanita itu tersinggung sepertinya, dia salah mengartikan kekehan Arjuna.


"Kau itu lucu, sendirinya menawarkan tapi kau juga yang menolak secara sepihak." Arjuna meniup wajah Susi hingga mata indah itu mengerjap lucu. Karena jika di perhatikan dari dekat mata Susi berwarna kecoklatan dan bulu matanya juga lentik.


Tiada satu pun bagian wajah yang tercela dan tak menarik darinya. Kulit wajah yang halus karena terawat, meskipun tak putih.


Kulit kuning langsat yang cerah dan tidak kusam lebih enak di lihat dan tak membosankan.


"Aku sama sekali tidak keberatan, bila kau mengambil keuntungan dariku," ucap Arjuna pelan, karena wajah mereka sangatlah dekat.


"Ehmm ... permisi!" Seorang juru rawat wanita dan pria masuk dengan wajah tak enak. Karena mereka merasa telah hadir tak tepat waktu.


Bagaimana pun, Arjuna adalah pasien kelas VVVIP. Di mana diistimewakan dengan fasilitas serba mewah, layaknya hotel bintang lima.


Sementara Susi, ia hanya tersenyum kikuk dan sedikit menjauh. Memberi ruang bagi para perawat itu melakukan tugasnya.


"Tuan, saya akan membantu anda untuk membersihkan diri." ucap si juru rawat pria. Terlihat masih muda dan lumayan tampan.


"Tidak perlu!"


"Biarkan itu menjadi tugas calon istriku!" sentak Arjuna membuat ketiga orang di hadapannya termasuk Susi, menjengit kaget.


"Ah, maaf ... Tuan. Saya tidak tau," juru rawat itu menunduk karena merasa telah lancang.


"Iya ... Tuan, saya juga minta maaf. Biarkan kami menyiapkan alat untuk bersih-bersih saja."

__ADS_1


"Silakan, Nyonya. Perbannya jangan sampai terkena air. Nanti sore saya akan kembali untuk mengganti nya," jelas juru rawat wanita sambil menyerahkan waslap serta baskom berisi air hangat.


"I-Iya ... Terima kasih," ucap Susi menerima sambil sedikit menundukkan kepalanya.


Setelah kedua juru rawat itu pergi dengan napas yang serasa tercekat. Barulah Susi kembali membuka suaranya.


"Kau ini! Bisa tidak kalau bicara itu jangan membuat jantung orang serasa mau lepas!" protes Susi, seraya bertolak pinggang dan memasang wajah kesal.


"Salah mereka ... berani kurang ajar padaku." kilah Arjuna tanpa bersalah.


Padahal tu perawat sampe pada pucet mukanye Bang.


"Kau ini, tidak pernah merasa bersalah." geram Susi. Ingin rasanya dirinya meremas muka besi itu.


"Jangan memandangiku seperti itu. Cepat lakukan tugasmu sebagai calon Nyonya Satria." Arjuna menampilkan senyuman penuh arti. Sambil berusaha melepas piyama rumah sakitnya dengan sebelah tangan.


"Apa? Se-sekarang ya?" tanya Susi ragu. Tiba-tiba tangannya keram.


"Lakukan." titah Arjuna yang kini sudah polos bagian atas tubuhnya.


"Selesai yang atas, jangan lupa bagian bawah juga." Arjuna berkata datar tanpa malu sama sekali.


Sedangkan wajah wanita di hadapannya ini, sudah semerah tomat.


Susi memajukan tangannya mulai mengusap dada bidang dan roti kombinasi itu.


Bersambung>>>>

__ADS_1


__ADS_2