Aku Bukan Pemuas Ranjang

Aku Bukan Pemuas Ranjang
Penyerangan berlanjut.


__ADS_3

๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ


"Biarkan dia, Tuan. Kita harus segera keluar. Lihatkah mobil mengeluarkan asap!" Joy menarik Arjuna, membiarkan sang sopir yang pingsan di depan kemudi.


Sebuah tembakan melesat membuat mereka berdua berbalik, berlindung ke samping mobil.


Krek. Krek.


Joy dan Arjuna mempersiapkan senjata mereka.


"Pergilah ke mobil, Tuan. Aku akan melindungimu." ucap Joy sambil mengintip gerombolan penyerang itu.


Arjuna, mengangguk lalu memberi kode pada Joy bahwa dirinya akan keluar dari persembunyian.


Dor. Dor. Dor!!


Arjuna berlari kencang seraya berkelit kesana-sini. Bersama perlindungan dari Joy yang terus menerus menghujani para musuh dengan peluru.


Dengan senjata api di kedua tangannya, Joy menembaki musuh hingga beberapa dari mereka pun tumbang.


"Masuklah!" Arjuna menarik lengan Joy, ketika mereka telah sampai di mobil bumblebee yang lain.


Mereka masih saja di berondong tembakan, untung saja si kuning memiliki body anti peluru.


Kemudian mereka masuk kedalam bumblebee yang lain.


" Kejar mereka cepat!"


"Kenapa kita harus mengejar mereka?"


"Karena perintah Don begitu!"


" Yang benar?"


"Aah, sini kunci mobilnya. Anak buah kamvret!"


Brrooommmm!


"Woii ...! Ngapa gua di tinggal!!"


Jeep wrangler itu kembali mengejar.


"Masuk lu!"


Jeep satunya lagi menjemput si anak buah yang melongo karena di tinggal kawannya.


"Lu ngerasa aneh kagak?"


"Kagak! Udah ikutin aja,"


"Tapi, gua ngerasa ...,"


"Udahlah, kita tuh cuma anak buah!"


Para pria kekar itu pun menghentikan perdebatan mereka dan kembali fokus pada pengejaran.

__ADS_1


Sementara itu di bumblebee nomor empat. Susi berpegangan erat dengan sebelah tangan yang membekap mulutnya sendiri.


Sing. Sing. Sing.


Suara dentingan peluru yang menghujani body mobil kuning.


Sang driver mengemudikan mobil bagai pembalap profesional.


"Lebih cepat lagi, awas!" Milna berteriak ketika, tiba-tiba ada sebuah jeep yang menghadang di depan. Untung saja mobil mereka segers berkelit memutar.


"Balas mereka!" titah Milna pada wanita di sebelah Susi juga di depannya.


Lalu sang driver menurunkan kaca.


Dor! Dor!


Sleeppp!


Tiga tembakan akhirnya mengenai ban mobil musuh, membuat mereka oleng dan terjungkal di aspal.


"Awas jeep satunya lagi!"


Slleerrbbb!!


"Kenapa mobilnya oleng!" Susi berteriak panik karena mobil yang dinaikinya tidak seimbang.


"Ya Tuhan!"


"Ban belakang kita kena tembak, Nona!" Lapor sang driver, lalu ia membanting setir.


Bangg!!


Brruusshh ....


Asap keluar dari kap mobil depan, karena mobil menabrak pembatas jalan maka keadaan mereka sekarang miring.


"Orang- orang itu mendekat! Cepat kita keluar Nona!" Seru Milna seraya menarik lengan Susi dan memeganginya erat.


๐˜ ๐˜ข ๐˜›๐˜ถ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฏ ... ๐˜’๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข ๐˜ฉ๐˜ช๐˜ฅ๐˜ถ๐˜ฑ๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ซ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ต๐˜ช ๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฎ ๐˜ง๐˜ช๐˜ญ๐˜ฎ ๐˜ฉ๐˜ฐ๐˜ญ๐˜ญ๐˜บ๐˜ธ๐˜ฐ๐˜ฐ๐˜ฅ?


๐˜ˆ๐˜ฑ๐˜ข ๐˜ต๐˜ช๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ฃ๐˜ช๐˜ด๐˜ข ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ถ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฉ๐˜ช๐˜ฅ๐˜ถ๐˜ฑ ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฏ๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ญ?


Susi merunduk seperti perintah Milna, karena dua orang pengawal wanita terus menembak di belakang dan juga depan tubuhnya.


๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ณ๐˜ข๐˜ต๐˜ถ ๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ๐˜จ๐˜ณ๐˜ช๐˜ด, ๐˜ซ๐˜ถ๐˜จ๐˜ข ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ฑ๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ด๐˜ช๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ฏ. ๐˜’๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜จ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ฆ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข?


๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ๐˜ช๐˜ฏ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฉ!


๐˜Œ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข๐˜ฉ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ญ๐˜ช๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ถ๐˜ข!


Susi terus di pepet, oleh para pengawalnya. Bersembunyi di balik kendaraan juga di balik pohon. Telinganya berdengung demi mendengar letusan berkali-kali. Jantungnya berdegup sangat kencang. Adrenalinnya sungguh terpacu luar biasa.


"Pasukan Komodo sialan!"


"Kenapa mereka banyak sekali!" Gerutu Milna sambil terus melempar tembakan.

__ADS_1


"Asshh!" Salah satu pengawal mengalami luka tembak di bahu.


Sembari meringis, wanita itu tetap menggenggam senjatanya erat.


"Kau terluka, diamlah disini. Susi menarik syal yang melingkar manis di lehernya, menggunakannya untuk mengikat luka wanita itu.


" Tidak perlu begini, Nona," ucapnya tak enak hati.


"Sudahlah, kau bisa kehabisan darah nanti. Jangan menolak lagi." Susi terus memaksa menolong.


" Berikan senjata mu!"


"Tapi, Nona ... jangan!" Susi tetap bersikeras mengambil senjata api yang lumayan berat itu, lalu ikut melepas tembakan kebelakang Milna.


Dor! Dor!


Bugh!


Meski setelahnya ia akan terjengkang kebelakang, untung saja ada batang pohon besar.


" Kau berani sekali, Nona." Milna tersenyum kagum pada Susi.


"Haish, amunisi kita habis. Sementara keadaan kita semakin terpojok." Milna mengkode dua orang wanita di depannya agar siap dengan segala kondisi.


" Mereka pun sama dengan kita, Na." ucap wanita yang bahunya tertembak tadi.


"Kita hadapi mereka dengan tangan kosong, lagipula jumlah mereka hanya empat orang bukan." ucap salah satu pengawal wanita tanpa rasa takut, dengan posisi kuda-kuda.


"Sasaran empuk, Jal."


" Hem, hanya wanita biasa. Di sentil saja pasti kena mental." Seringai remeh dari keduanya tercetak, di wajah menyeramkan yang membuat bulu kuduk Susi merinding seketika.


๐˜”๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ฌ๐˜ข ... ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ถ๐˜ด๐˜ช๐˜ข ๐˜ข๐˜ต๐˜ข๐˜ถ ๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ช๐˜ต?


๐˜’๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฎ-๐˜ด๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฎ?


Susi menggenggam pistol di kedua tangannya, diam-diam dirinya masih menyisakan satu peluru lagi.


Pertarungan sengit terjadi di kubu Susi dan Milna.


"Mereka tangguh juga, bro!"


" Kali ini takkan kuberi ampun!"


Posisi mereka semakin terpojok, dua pengawal telah terkapar di atas tanah. Tinggal dua orang pria berbadan besar dengan seringai serigala, semakin memojokkan Susi dan Milna.


Hingga akhirnya ...


"Akkhh!"


" Lepaskan!"


Bugh!


Bersambung>>>>

__ADS_1


Kaboooorrr ... Otor takut di timpuk.


Wehehehe ... Piss masih puasa๐Ÿ˜


__ADS_2