Aku Bukan Pemuas Ranjang

Aku Bukan Pemuas Ranjang
Ancaman Kemarahan Milna.


__ADS_3

🔥🔥🔥🔥🔥


Wanita cantik itu menghampiri Joy dengan begitu anggun sambil tersenyum lembut. " Halo Joy! Selamat atas pernikahanmu ya." Wanita itu terus tersenyum seraya mengulurkan tangannya untuk menjabat tangan Joy. Belum sempat Joy membalas ucapannya, Wanita itu keburu melirik ke arah Milna, lalu meraih tangan Milna dan menggenggamnya. Kemudian menarik bahu Milna, seakan-akan ia tengah merangkulnya. kemudian ia berbisik dengan halus.


" Kau gadis yang lumayan cantik juga. Kau pasti Gadis baik-baik Bukan? semoga ini bukan takdir burukmu. Karena kau tidak tahu pria seperti apa yang telah menikahimu." Wanita cantik itu terus berkata dengan lembut namun mengandung arti yang begitu menusuk. Milna membalas senyum wanita di hadapannya ini, dirinya akan membiarkan bagaimanapun persepsi wanita itu terhadapnya. Dia ingin melihat wajah sebenarnya dari wanita yang menggunakan topeng pura-pura baik dan lembut ini. Milna tahu karakter wanita di hadapannya ini adalah rubah berbulu kelinci.


"Terima kasih Nona, karena kau sudah datang" ke resepsi pernikahan kami berdua. Meskipun aku tidak ingat kalau aku pernah mengundangmu." Milna balas berbisik di telinga wanita cantik di hadapannya ini. Milna sengaja menahan bahu wanita yang ingin melepaskan rangkulannya dari dirinya.


' Sial! gadis kampung ini menyindirku!' umpatnya dalam hati.


' Apalagi ini? bagaimana mereka bisa datang secara berurutan. sepertinya ini sudah direncanakan sebelumnya. atau memang ada yang merencanakannya? Tadi Sania sekarang Kara! Bahkan yang aku tahu mereka tidak berada di negara ini. Dengan mereka aku sudah lama tidak berhubungan. Entah kenapa mereka tiba-tiba menjauhiku dan selalu tidak bisa jika aku menginginkan mereka. Tetapi sekarang kenapa mereka tiba-tiba datang? Jika begini kejadiannya aku takut sebentar lagi juga akan ada ... Ah tidak mungkin! jangan sampai itu terjadi!' Joy mendadak kalut dan risau. Tiba-tiba perasaannya tidak enak. Bagaimana bisa para wanita eks partnernya mengetahui rencana dan juga tempat pernikahannya. Bahkan mereka datang datang secara beruntun.


" Joy Maafkan Aku. karena aku buru-buru datang ke sini sehingga tidak sempat membeli kado untukmu. Sebenarnya aku masih berada di Aussie, mendengar kabar pernikahanmu Mana mungkin aku tidak datang kan. Aku berburu dengan waktu ya jadinya begini deh aku nggak sempat beli kado. Tapi kau tenang saja, aku memiliki kado yang sangat istimewa untukmu."Dengan beraninya wanita itu mendekatkan wajahnya ke samping telinga Joy kemudian ia berbisik. "Kalau kau menginginkan kado dariku, datanglah ke apartemenku. Kau masih ingat kan kata sandi kuncinya? Kapanpun kau mau mengambil hadiahnya, Aku siap sayang."


" Jaga kelakuanmu Kara!" hardik Joy Seraya mendorong bahu Kara menjauh. ini adalah hari terbaik bagi Joy namun juga hari terburuk bagi pria itu. Karena pada hari ini pertama kali dalam hidupnya, Ia berani melangkah dan memutuskan sesuatu hal yang paling berat yang ada di pikirannya selama ini. Yaitu memutuskan untuk hidup bersama dengan satu wanita selamanya. Namun, pada hari ini juga dirinya seakan ditelanjangi karena aibnya sedikit demi sedikit terkuak.


Joy Melambaikan tangannya memberi kode pada pihak keamanan diujung sana. Beberapa dari petugas itu pun menghampiri dan naik keatas panggung.


" Maaf Pak Ada apa?" tanya para petugas itu dengan wajah ketakutan. Dalam hati mereka berpikir, apakah mereka telah melakukan kesalahan besar. Karena pada saat ini wajah Joy terlihat sangatlah keras dan kaku, bahkan kedua matanya mengeluarkan sorot yang sangat menakutkan.

__ADS_1


"Apa kerja kalian sebenarnya! Bagaimana bisa tamu yang tidak memiliki undangan dapat masuk!" hardik Joy dengan keras pada keduanya. Sekarang Joy tidak dapat menahan kesal dan emosinya. Bahkan sekarang dirinya sudah tidak peduli lagi. Terhadap pandangan dari para tamu undangan.


Joy lama-kelamaan muak. Karena di acara pribadinya yang sudah dibuat sedemikian private. Para penyusup tetap dapat masuk untuk mempermalukan dirinya dengan membeberkan aibnya di masa lalu. Dirinya mulai paham bahwa terdapat konspirasi yang telah direncanakan dari kemunculan wanita-wanita ini.


Memang ada satu hal yang tak dapat dipungkiri, bahwa beberapa waktu y lalu mereka, para wanita bayarannya itu telah membantunya menjadi hiasan dan penghangat di setiap malam kelabunya.


Menemani saat-saat dirinya kesepian.


Namun, satu hal yang membuat Joy bingung adalah, para wanita ini tidak ada yang dirugikan olehnya. Dia tidak pernah menggunakan perasaan dan hatinya ketika berhubungan dengan wanita-wanita itu.


Begitupun juga ia minta kepada mereka, karena hubungan mereka hanya sebatas saling memuaskan satu sama lain. B?ahkan Joy mengeluarkan kocek yang terbilang cukup besar. Entah kenapa sekarang mereka semua terlihat seperti hendak menghancurkannya. Merusak harga dirinya dengan mencoreng wajahnya.


Sementara Kara, wanita itu bergeming di tempatnya berdiri. Sebenarnya pada saat ini ia tengah merasakan tungkainya lemas seketika. Seumur-umur kenal dengan Joy Kinder, dirinya tidak pernah mendengar pria itu mengeluarkan amarahnya. Selama ini yang ia tahu Joy adalah pria yang sangat manis romantis dan lemah lembut.


" Kara dari mana kau mendapat undangan itu? Apa maksud kedatanganmu ke sini? Katakan padaku siapa yang memberitahumu bahwa aku menikah hari ini!" Joy mencekal lengan Kara membuat wanita itu meringis merasakan kencangnya pegangan jari jemari Joy.


"Aku hanya ingin mengucapkan selamat padamu Apakah itu salah Joy? Aku akan pergi jika memang kau tidak berkenan aku berada di sini. akan tetapi aku yakin suatu saat kau Pasti membutuhkanku lagi." Kara menarik tangan Joy yang sedang mencekal lengan yang satunya lagi dengan kasar. Lalu ia melirik sekilas pada Milna, kemudian segera berlalu setelahnya.


Ketukan pada ujung high heels nya terdengar begitu kencang, ketika wanita cantik itu menuruni tangga. Joy menyugar rambutnya dengan kasar. Ia menoleh ke arah Milna dengan tatapan yang sendu. Takut jika sang istri semakin membenci dirinya.

__ADS_1


Milna mendudukkan tubuhnya di atas kursi pelaminan. kemudian menghela nafasnya kasar. Belum juga sehari menjadi istri seorang Joy Kinder, dirinya sudah mendapatkan tatapan ancaman dari beberapa orang wanita-wanita cantik. Milna dapat melihat sorotan mata yang menyiratkan dendam.


Entah permainan takdir apa yang tengah menantangnya saat ini. Seandainya bukan berada di acara pernikahannya, tentu saja Milna tidak akan membiarkan mulut para wanita itu melecehkan dan juga merendahkannya.


" Joy Bukankah ini acara private? Bagaimana bisa tamu yang tidak memiliki undangan dapat masuk atau dari mana mereka mendapatkan undangan tersebut?" cecar Lovely terdengar panik. Karena dirinya mengerti apa yang tengah dirasakan Milna saat ini.


Dia


a saja sebagai seorang ibu sangatlah kesal apalagi Mirna yang statusnya sebagai seorang istri. Mendengar para wanita cantik itu dengan begitu percaya diri menggoda Joy di hadapannya bahkan membandingkan dirinya dengan para wanita itu. Untung saja Milna masih dapat menguasai emosinya.


"Katakan Joy ada berapa wanita lagi yang pernah ada atau berhubungan denganmu di masa lalu. Agar aku bisa menyiapkan mentalku untuk menyambut kedatangan mereka. Karena jika mereka bertemu denganku di masa yang akan datang, aku tidak bisa menjamin keselamatan mereka. Aku tidak dapat menjamin mereka pulang dengan keadaan utuh seperti sekarang." Milna berkata dengan aura tatapan yang begitu dingin.


Bahkan Lovely dapat merasakan kemarahan dari Milna. Ia semakin penasaran siapa Milna sebenarnya. karena mendengar cerita yang dibawakan oleh Lia, bagaimana kala itu Milna dapat selamat dari kendaraan yang hendak menabraknya. Di situlah Lovely mulai berpikir bahwa Milna bukanlah wanita sembarangan. Milna bukanlah wanita biasa-biasa saja.


🐾🤧 Emang bukan Mami ....


"Katakan Joy." Milna menoleh ke arah Joy dengan raut wajah yang sangat tidak bersahabat. Membuat Joy seketika menelan ludahnya susah.


'Inikah akhir dari hidupku ...' batin Joy nelangsa.

__ADS_1


Bersambung>>>


__ADS_2