Aku Bukan Pemuas Ranjang

Aku Bukan Pemuas Ranjang
Duel Of Asistant.


__ADS_3

๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ


Dua wanita, yang baru saja bertarung dengan sebilah bambu atau ๐™ฉ๐™ค๐™ฎ๐™–, tampak masih mengatur napas mereka yang tersengal-sengal.


"Sayang, minum dulu." Arjuna menyodorkan sebotol air mineral yang katanya langsung dari sumbernya, dan ada manis-manisnya. Sembari menyeka peluh, yang membanjiri area kening hingga pelipis istrinya.


"Terima kasih, suami siaga ku," ucap Susi, seraya memasang senyum manis. Arjuna, menyingkirkan poni yang hampir menutupi mata Susi. "Sudah ya, kalau perutmu keram bagaimana?" bujuk Arjuna.


"Iya, sudah, karena yang kali ini akan bertarung bukan aku. Tapi, mereka berdua." Susi lantas menunjuk dua manusia berbeda jenis di hadapannya.


"Apa!" pekik Joy kaget, sampai ia menjatuhkan batang bambu yang hendak disingkirkannya.


"Nyonya, anda jangan bercanda." Milna meringis, dengan wajah memelas.


๐˜ ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ณ ๐˜ด๐˜ข๐˜ซ๐˜ข? ๐˜•๐˜บ๐˜ฐ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข, ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ถ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ช๐˜ฉ๐˜ข๐˜ต ๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ด๐˜ถ๐˜ด๐˜ข๐˜ฉ ...


๐˜”๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ด๐˜ช๐˜ฉ, ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ๐˜ช๐˜ฏ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ญ๐˜ช ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜ถ๐˜ฉ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข! ๐˜Œ๐˜ฎ, ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ญ๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ต๐˜ช๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ๐˜จ๐˜ข๐˜ญ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ค๐˜ข๐˜ค๐˜ข๐˜ต ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข ๐˜ธ๐˜ข๐˜ซ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ด๐˜ฐ๐˜ฌ ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ช๐˜ต๐˜ถ.


Milna, tersenyum sinis dengan samar. Sangat tipis, hingga tak ada yang menyadari hal itu. Tapi, tidak dengan Susi. Sejak awal, ia terus memperhatikan gestur tubuh dan wajah dari keduanya.


"Kalian berdua, lakukan!" titah Arjuna. Lantas, Joy dan Milna segera bergerak. Jika sudah bos yg bicara, mereka tak 'kan bisa membantah lagi.


"Terima kasih," bisik Susi pada suaminya.


"Kau siap-siap saja, mencari asisten baru," kekeh Susi, pelan.


"Memang kenapa?" tanya Arjuna, bingung.


" Ini, gosip para wanita. Kau tidak akan tau." Susi mengedipkan sebelah matanya pada Arjuna.


๐˜ˆ๐˜ฑ๐˜ข ๐˜ฎ๐˜บ ๐˜ฒ๐˜ถ๐˜ฆ๐˜ฆ๐˜ฏ ๐˜ต๐˜ข๐˜ถ, ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ซ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ช๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ต๐˜ข๐˜ณ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ฌ๐˜ข ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฅ๐˜ถ๐˜ข. ๐˜š๐˜ช ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ด๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ต๐˜ฐ๐˜ฎ๐˜ค๐˜ข๐˜ต ๐˜ช๐˜ต๐˜ถ!


Arjuna menelisik wajah ayu berkeringat di hadapannya. Kemudian ia menunduk, mencium aroma keringat Susi yang ia suka.


"Ih, aku kan bau acem!" elak Susi. Menjauhkan wajahnya dari Arjuna.


๐˜ ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ณ ๐˜ด๐˜ข๐˜ซ๐˜ข, ๐˜ญ๐˜ช๐˜ฉ๐˜ข๐˜ต ๐˜ช๐˜ต๐˜ถ ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ข๐˜ฉ๐˜ฎ๐˜ถ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ฐ๐˜ฏ๐˜ต๐˜ฐ๐˜ฏ ๐˜ฌ๐˜ช๐˜ต๐˜ข.


๐˜’๐˜ข๐˜ญ๐˜ช๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช!


๐˜ž๐˜ฐ๐˜ช!


๐˜•๐˜ข๐˜ด๐˜ช๐˜ฃ ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ช ๐˜ฃ๐˜ข๐˜จ๐˜ข๐˜ช๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ข!


Joy hanya dapat mengumpat dalam hati, melihat bagaimana bos mereka bermesraan, pada saat posisinya tidak mengenakkan begini.


๐˜•๐˜บ๐˜ฐ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข! ๐˜Š๐˜ฆ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ต ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ช ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ต๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜ต๐˜ถ๐˜ฌ ๐˜ฎ๐˜ถ๐˜ญ๐˜ข๐˜ช!

__ADS_1


๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ, ๐˜ต๐˜ช๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ-๐˜ด๐˜ฆ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜ต๐˜ถ๐˜ฌ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฃ๐˜ช๐˜ด๐˜ช ๐˜ญ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ช ๐˜ฃ๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฌ ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช.


Milna, tidak akan melewatkan kesempatan bagus di hadapannya sekarang. Ia sudah cukup lama memendam kekesalannya pada Joy.


"Kalian berdua, lakukan sungguhan ya. Jangan menahannya, keluarkan saja! Asal, jangan sampai ada yang mati diantara kalian!" teriak Susi, memberi perintah yang membuat Joy, sontak menelan ludahnya kasar.


Sementara itu, Milna menarik salah satu sudut bibirnya, hingga melengkung tajam ke atas.


"Keluarkan semua kemampuan anda, tuan casanova tengik!" hina Milna, dengan senyum remeh nya.


"Baiklah, jangan salahkan aku. Karena, aku tidak akan bermain-main dengan rubah licik sepertimu!" ancam Joy, dengan wajah kesalnya.


"Siapa yang kau panggil rubah licik, hah! Hiyaaa!!" Tak terima dengan sebutan yang di tujukan padanya, Milna pun menyerah Joy lebih dulu.


Wanita tomboi ini, melesat dengan cepat seraya mengarahkan ๐™ฉ๐™ค๐™ฎ๐™– ke atas kepala pria yang memasang wajah sinis itu. Joy, yang memiliki sensor reflek tinggi, mampu berkelit dengan mudah dari serangan Milna.


Kemudian, dirinya menyerang balik. Hingga suara bambu yang beradu nyaring pun tak dapat dielakkan lagi.


Tak ... Tak ... Tak ... Praakk!


Wuusshh!


Batang bambu itu melesat tepat di depan celana Joy, sedikit lagi, benda itu hampir saja mengenai aset berharganya.


๐˜ž๐˜ข๐˜ฏ๐˜ช๐˜ต๐˜ข ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช, ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ณ-๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ณ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ค๐˜ข๐˜ณ ๐˜ข๐˜ด๐˜ฆ๐˜ต๐˜ฌ๐˜ถ. ๐˜ˆ๐˜ฑ๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ด๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข! ๐˜ˆ๐˜ฑ๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ข ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ค๐˜ฆ๐˜ธ๐˜ข?


Joy tersenyum miring dengan segala persepsi di dalam hati serta pikirannya.


Milna dengan segala kekesalan di dalam hatinya, berniat menumpahkan geram dan gemasnya. Dengan membuat Joy, memohon ampun padanya. Pria itu, akan berpikir dua kali untuk meremehkan dirinya.


Duel mereka semakin sengit dan seru bahkan, wanita hamil di pinggir halaman sedang bersorak gembira. Melihat kedua anal buah suaminya itu, saling melempar serangan dan beradu jurus.


"Ar, menurutmu? siapa yang akan kalah dan memohon ampun?" tanya Susi tanpa menoleh. Baginya, akan sangat rugi bila melewati setiap adegan seru itu.


"Aku berharap mereka berhenti, sebelum ada yang terluka dan tersakiti," jawab Arjuna. Bagaimanapun, dua orang yang tengah berduel itu adalah orang-orang terbaiknya. Ia berharap mereka bersatu bukannya malah berseteru.


" Kau tidak seru, Ar!" Susi mencebik dengan menyilang kan kedua tangan di depan dada.


"Seharusnya, Joy mengalah. Bukan malah menyerang sungguhan seperti itu. Lihatlah, Wajah Milna sudah begitu merah padam. Ku rasa, Milna yang akan mengalahkan Joy. Lihat saja!" seru Susi dengan gemas.


Arjuna hanya bisa tersenyum, lalu mengelus punggung Susi, demi meredam emosi istrinya itu.


"Menyerah lah, jangan paksa aku ... melakukan lebih dari ini!" ucap Joy, di sela-sela serangannya.


"Jangan harap! Kaulah ... yang akan ... berlutut padaku!" sahut Milna, sambil menangkis setiap jurus yang di lontarkan Joy padanya. Meski mereka hanya menggunakan sebilah bambu kecil. Namun, karena jurus mereka serius, maka tenaga yang di hasilkan cukuplah besar. Hingga ...


Praakkk!

__ADS_1


Traakk!!


Batang bambu keduanya pun, hancur. Milna melempar benda itu, dan kembali menyerang dengan tangan kosong.


๐˜ž๐˜ข๐˜ฏ๐˜ช๐˜ต๐˜ข ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช, ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ณ-๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ณ ๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ข๐˜ต. ๐˜’๐˜ฆ๐˜ข๐˜ฉ๐˜ญ๐˜ช๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ข๐˜ต๐˜ข๐˜ด ๐˜ณ๐˜ข๐˜ต๐˜ข-๐˜ณ๐˜ข๐˜ต๐˜ข. ๐˜‰๐˜ข๐˜ฉ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ, ๐˜ฃ๐˜ช๐˜ด๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ฆ๐˜ฃ๐˜ช๐˜ฉ๐˜ช ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฑ๐˜ณ๐˜ช๐˜ข ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ญ๐˜ช๐˜ฑ๐˜ถ๐˜ฏ. ๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ, ๐˜ซ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ข ๐˜ต๐˜ช๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ช๐˜ถ๐˜ด, ๐˜ฎ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฌ๐˜ช๐˜ฏ ๐˜ด๐˜ถ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ญ๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ข๐˜ต๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข. ๐˜’๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข, ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ข ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜จ๐˜ช๐˜ต๐˜ถ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ด๐˜ถ ๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ๐˜ช๐˜ฏ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ช๐˜ฌ๐˜ถ?


Joy, terus mengelak, tanpa berniat untuk menyerang balik. Entah kenapa, sudut hatinya merasakan adanya aura sakit hati dari setiap tatapan Milna.


"Lawan aku, pria tengik! Jangan menghinaku, dengan terus mengelak!" teriak Milna, sambil terus mengarahkan jurus dari pukulannya.


Satu kesempatan, Joy mampu menangkap tangan itu, lalu mengunci pergerakannya, dengan menyilang kan tangan Milna dari arah belakang tubuhnya. Kini, posisi Joy seperti tengah memeluk Milna dari belakang.


"Hentikan, cukup sampai di sini saja," bisik Joy, di samping telinga Milna.


"Apa kau takut kalah? Pengecut!" sarkas Milna, tersenyum remeh.


Berada di posisi sedekat ini, membuat otak Joy tak bisa konsen. Aroma dari sela-sela rambut Milna, seakan membius kesadarannya. Mengingatkannya pada kejadian malam itu. Buru-buru, ia menepis kelemahan yang berusaha merasuk ke hatinya.


"Sudah berada di posisi ini, masih saja congkak!" Joy semakin mengeratkan kuncian pada tubuh Milna, tapi gadis itu malah tertawa.


"Kau terlalu cepat memutuskan." Seketika, dengan gerakan yang sangat cepat, serta tenaga yang kuat. Milna, berhasil membalik posisi. Entah, bagaimana caranya. Kini, Joy lah yang berhasil di kunci dengan kedua tangan di belakang tubuhnya.


๐˜š๐˜ช๐˜ข๐˜ญ, ๐˜จ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ช๐˜ด ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ณ-๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ณ ๐˜ข๐˜ฉ๐˜ญ๐˜ช ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ช๐˜ฏ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฌ๐˜ถ. ๐˜๐˜ข ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ด๐˜ต๐˜ช ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ซ๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜จ๐˜ฐ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ, ๐˜ต๐˜ข๐˜ฅ๐˜ช. ๐˜‹๐˜ข๐˜ด๐˜ข๐˜ณ ๐˜ญ๐˜ช๐˜ค๐˜ช๐˜ฌ!


Joy yang kesal karena merasa di permainkan, tak ingin lagi main-main dan membuang waktu. Dengan gerakan dari sebelah kakinya, ia mampu memutar posisi. Hingga, mematahkan kuncian serta kuda-kuda Milna, lalu menjatuhkan gadis itu ke atas rumput.


๐˜š๐˜ช๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ถ, ๐˜ค๐˜ข๐˜ด๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฐ๐˜ท๐˜ข ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ช๐˜ฌ!


Milna mengeratkan rahangnya, selain menahan sakit pada punggungnya, ia juga menahan kesal yang teramat di hatinya.


"Ugh!" Arjuna mengaduh ketika dirinya melihat Joy membanting Milna. Ternyata, asistennya itu memang berhati besi. Hingga ia begitu tega memperlakukan seorang gadis seperti itu.


"Rasanya, aku ingin ikut menghajar asisten tengik mu itu, Ar!" Susi pun ikut geram. Bahkan, kaki dan tangannya tak mau diam seakan ia yang sedang berduel saja.


"Tenang, sayang. Kau yang meminta mereka bertarung, bukan? apa mau di sudahi saja?" bujuk Arjuna. Karena ia tak mau pengawal istrinya itu malah terluka. Tanpa, sepengetahuan mereka ...


๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜จ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ต๐˜ช๐˜จ๐˜ข ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜จ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ, ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ณ๐˜ถ๐˜ด๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ต๐˜ช๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ด๐˜ข๐˜ฎ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ช ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ต๐˜ข๐˜ฉ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฑ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜จ๐˜จ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข. ๐˜’๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข ๐˜ธ๐˜ข๐˜ซ๐˜ข๐˜ฉ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ต๐˜ช ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ด๐˜ข๐˜ฌ๐˜ช๐˜ต?


๐ŸพOh, Joy. Dimana-dimana dibanting itu emang sakit. Lagian dirimu tega bener sih๐Ÿ˜ .


Melihat kondisi Milna, Joy pun merunduk kan badannya serta mengulurkan tangan untuk membangunkan gadis itu. Akan tetapi ...


๐˜’๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ถ! ๐˜—๐˜ณ๐˜ช๐˜ข ๐˜ฑ๐˜ข๐˜บ๐˜ข๐˜ฉ!


Bruaghh!!


"Sialan kau!"

__ADS_1


"Hegh!"


Bersambung>>>


__ADS_2