
๐ฅ๐ฅ๐ฅ๐ฅ๐ฅ
Dua wanita, yang baru saja bertarung dengan sebilah bambu atau ๐ฉ๐ค๐ฎ๐, tampak masih mengatur napas mereka yang tersengal-sengal.
"Sayang, minum dulu." Arjuna menyodorkan sebotol air mineral yang katanya langsung dari sumbernya, dan ada manis-manisnya. Sembari menyeka peluh, yang membanjiri area kening hingga pelipis istrinya.
"Terima kasih, suami siaga ku," ucap Susi, seraya memasang senyum manis. Arjuna, menyingkirkan poni yang hampir menutupi mata Susi. "Sudah ya, kalau perutmu keram bagaimana?" bujuk Arjuna.
"Iya, sudah, karena yang kali ini akan bertarung bukan aku. Tapi, mereka berdua." Susi lantas menunjuk dua manusia berbeda jenis di hadapannya.
"Apa!" pekik Joy kaget, sampai ia menjatuhkan batang bambu yang hendak disingkirkannya.
"Nyonya, anda jangan bercanda." Milna meringis, dengan wajah memelas.
๐ ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฃ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ณ ๐ด๐ข๐ซ๐ข? ๐๐บ๐ฐ๐ฏ๐บ๐ข, ๐ฌ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ฑ๐ข ๐ฌ๐ข๐ถ ๐ด๐ฆ๐ฏ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฎ๐ฆ๐ญ๐ช๐ฉ๐ข๐ต ๐ฐ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ ๐ด๐ถ๐ด๐ข๐ฉ ...
๐๐ฆ๐ฎ๐ข๐ฏ๐จ ๐ด๐ช๐ฉ, ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ช๐ฏ๐จ๐ช๐ฏ ๐ด๐ฆ๐ฌ๐ข๐ญ๐ช ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ถ๐ฏ๐ถ๐ฉ๐ฏ๐บ๐ข! ๐๐ฎ, ๐ฑ๐ข๐ญ๐ช๐ฏ๐จ ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ช๐ฏ๐จ๐จ๐ข๐ญ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ค๐ข๐ค๐ข๐ต ๐ฑ๐ข๐ฅ๐ข ๐ธ๐ข๐ซ๐ข๐ฉ ๐ด๐ฐ๐ฌ ๐จ๐ข๐ฏ๐ต๐ฆ๐ฏ๐จ๐ฏ๐บ๐ข ๐ช๐ต๐ถ.
Milna, tersenyum sinis dengan samar. Sangat tipis, hingga tak ada yang menyadari hal itu. Tapi, tidak dengan Susi. Sejak awal, ia terus memperhatikan gestur tubuh dan wajah dari keduanya.
"Kalian berdua, lakukan!" titah Arjuna. Lantas, Joy dan Milna segera bergerak. Jika sudah bos yg bicara, mereka tak 'kan bisa membantah lagi.
"Terima kasih," bisik Susi pada suaminya.
"Kau siap-siap saja, mencari asisten baru," kekeh Susi, pelan.
"Memang kenapa?" tanya Arjuna, bingung.
" Ini, gosip para wanita. Kau tidak akan tau." Susi mengedipkan sebelah matanya pada Arjuna.
๐๐ฑ๐ข ๐ฎ๐บ ๐ฒ๐ถ๐ฆ๐ฆ๐ฏ ๐ต๐ข๐ถ, ๐ฌ๐ฆ๐ซ๐ข๐ฅ๐ช๐ข๐ฏ ๐ข๐ฏ๐ต๐ข๐ณ ๐ฎ๐ฆ๐ณ๐ฆ๐ฌ๐ข ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ฅ๐ถ๐ข. ๐๐ช ๐ฑ๐ข๐ด๐ข๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐ต๐ฐ๐ฎ๐ค๐ข๐ต ๐ช๐ต๐ถ!
Arjuna menelisik wajah ayu berkeringat di hadapannya. Kemudian ia menunduk, mencium aroma keringat Susi yang ia suka.
"Ih, aku kan bau acem!" elak Susi. Menjauhkan wajahnya dari Arjuna.
๐ ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฃ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ณ ๐ด๐ข๐ซ๐ข, ๐ญ๐ช๐ฉ๐ข๐ต ๐ช๐ต๐ถ ๐ข๐ฏ๐ข๐ฌ ๐ฃ๐ถ๐ข๐ฉ๐ฎ๐ถ ๐ด๐ฆ๐ฅ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ฐ๐ฏ๐ต๐ฐ๐ฏ ๐ฌ๐ช๐ต๐ข.
๐๐ข๐ญ๐ช๐ข๐ฏ ๐ช๐ฏ๐ช!
๐๐ฐ๐ช!
๐๐ข๐ด๐ช๐ฃ ๐ฌ๐ข๐ฎ๐ช ๐ฃ๐ข๐จ๐ข๐ช๐ฎ๐ข๐ฏ๐ข!
Joy hanya dapat mengumpat dalam hati, melihat bagaimana bos mereka bermesraan, pada saat posisinya tidak mengenakkan begini.
๐๐บ๐ฐ๐ฏ๐บ๐ข! ๐๐ฆ๐ฑ๐ข๐ต ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ช ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ช๐ฏ๐ต๐ข๐ฉ ๐ถ๐ฏ๐ต๐ถ๐ฌ ๐ฎ๐ถ๐ญ๐ข๐ช!
__ADS_1
๐๐ฌ๐ถ, ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ด๐ฆ๐จ๐ข๐ฏ-๐ด๐ฆ๐จ๐ข๐ฏ ๐ถ๐ฏ๐ต๐ถ๐ฌ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ฉ๐ข๐ฃ๐ช๐ด๐ช ๐ญ๐ฆ๐ญ๐ข๐ฌ๐ช ๐ฃ๐ณ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ด๐ฆ๐ฌ ๐ช๐ฏ๐ช.
Milna, tidak akan melewatkan kesempatan bagus di hadapannya sekarang. Ia sudah cukup lama memendam kekesalannya pada Joy.
"Kalian berdua, lakukan sungguhan ya. Jangan menahannya, keluarkan saja! Asal, jangan sampai ada yang mati diantara kalian!" teriak Susi, memberi perintah yang membuat Joy, sontak menelan ludahnya kasar.
Sementara itu, Milna menarik salah satu sudut bibirnya, hingga melengkung tajam ke atas.
"Keluarkan semua kemampuan anda, tuan casanova tengik!" hina Milna, dengan senyum remeh nya.
"Baiklah, jangan salahkan aku. Karena, aku tidak akan bermain-main dengan rubah licik sepertimu!" ancam Joy, dengan wajah kesalnya.
"Siapa yang kau panggil rubah licik, hah! Hiyaaa!!" Tak terima dengan sebutan yang di tujukan padanya, Milna pun menyerah Joy lebih dulu.
Wanita tomboi ini, melesat dengan cepat seraya mengarahkan ๐ฉ๐ค๐ฎ๐ ke atas kepala pria yang memasang wajah sinis itu. Joy, yang memiliki sensor reflek tinggi, mampu berkelit dengan mudah dari serangan Milna.
Kemudian, dirinya menyerang balik. Hingga suara bambu yang beradu nyaring pun tak dapat dielakkan lagi.
Tak ... Tak ... Tak ... Praakk!
Wuusshh!
Batang bambu itu melesat tepat di depan celana Joy, sedikit lagi, benda itu hampir saja mengenai aset berharganya.
๐๐ข๐ฏ๐ช๐ต๐ข ๐ช๐ฏ๐ช, ๐ฃ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ณ-๐ฃ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ณ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ช๐ฏ๐ค๐ข๐ณ ๐ข๐ด๐ฆ๐ต๐ฌ๐ถ. ๐๐ฑ๐ข ๐ฎ๐ข๐ด๐ข๐ญ๐ข๐ฉ๐ฏ๐บ๐ข! ๐๐ฑ๐ข ๐ฅ๐ช๐ข ๐ฌ๐ฆ๐ค๐ฆ๐ธ๐ข?
Joy tersenyum miring dengan segala persepsi di dalam hati serta pikirannya.
Milna dengan segala kekesalan di dalam hatinya, berniat menumpahkan geram dan gemasnya. Dengan membuat Joy, memohon ampun padanya. Pria itu, akan berpikir dua kali untuk meremehkan dirinya.
Duel mereka semakin sengit dan seru bahkan, wanita hamil di pinggir halaman sedang bersorak gembira. Melihat kedua anal buah suaminya itu, saling melempar serangan dan beradu jurus.
"Ar, menurutmu? siapa yang akan kalah dan memohon ampun?" tanya Susi tanpa menoleh. Baginya, akan sangat rugi bila melewati setiap adegan seru itu.
"Aku berharap mereka berhenti, sebelum ada yang terluka dan tersakiti," jawab Arjuna. Bagaimanapun, dua orang yang tengah berduel itu adalah orang-orang terbaiknya. Ia berharap mereka bersatu bukannya malah berseteru.
" Kau tidak seru, Ar!" Susi mencebik dengan menyilang kan kedua tangan di depan dada.
"Seharusnya, Joy mengalah. Bukan malah menyerang sungguhan seperti itu. Lihatlah, Wajah Milna sudah begitu merah padam. Ku rasa, Milna yang akan mengalahkan Joy. Lihat saja!" seru Susi dengan gemas.
Arjuna hanya bisa tersenyum, lalu mengelus punggung Susi, demi meredam emosi istrinya itu.
"Menyerah lah, jangan paksa aku ... melakukan lebih dari ini!" ucap Joy, di sela-sela serangannya.
"Jangan harap! Kaulah ... yang akan ... berlutut padaku!" sahut Milna, sambil menangkis setiap jurus yang di lontarkan Joy padanya. Meski mereka hanya menggunakan sebilah bambu kecil. Namun, karena jurus mereka serius, maka tenaga yang di hasilkan cukuplah besar. Hingga ...
Praakkk!
__ADS_1
Traakk!!
Batang bambu keduanya pun, hancur. Milna melempar benda itu, dan kembali menyerang dengan tangan kosong.
๐๐ข๐ฏ๐ช๐ต๐ข ๐ช๐ฏ๐ช, ๐ฃ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ณ-๐ฃ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ณ ๐ฌ๐ถ๐ข๐ต. ๐๐ฆ๐ข๐ฉ๐ญ๐ช๐ข๐ฏ๐ฏ๐บ๐ข ๐ฅ๐ช ๐ข๐ต๐ข๐ด ๐ณ๐ข๐ต๐ข-๐ณ๐ข๐ต๐ข. ๐๐ข๐ฉ๐ฌ๐ข๐ฏ, ๐ฃ๐ช๐ด๐ข ๐ฎ๐ฆ๐ญ๐ฆ๐ฃ๐ช๐ฉ๐ช ๐ด๐ฆ๐ฐ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฑ๐ณ๐ช๐ข ๐ด๐ฆ๐ฌ๐ข๐ญ๐ช๐ฑ๐ถ๐ฏ. ๐๐ฌ๐ถ, ๐ซ๐ช๐ฌ๐ข ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ด๐ฆ๐ณ๐ช๐ถ๐ด, ๐ฎ๐ถ๐ฏ๐จ๐ฌ๐ช๐ฏ ๐ด๐ถ๐ฅ๐ข๐ฉ ๐ต๐ฆ๐ณ๐ญ๐ถ๐ฌ๐ข ๐ฅ๐ช ๐ฃ๐ถ๐ข๐ต๐ฏ๐บ๐ข. ๐๐ฆ๐ฏ๐ข๐ฑ๐ข, ๐ฅ๐ช๐ข ๐ฃ๐ฆ๐จ๐ช๐ต๐ถ ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ฏ๐ข๐ฑ๐ด๐ถ ๐ช๐ฏ๐จ๐ช๐ฏ ๐ฎ๐ฆ๐ญ๐ถ๐ฌ๐ข๐ช๐ฌ๐ถ?
Joy, terus mengelak, tanpa berniat untuk menyerang balik. Entah kenapa, sudut hatinya merasakan adanya aura sakit hati dari setiap tatapan Milna.
"Lawan aku, pria tengik! Jangan menghinaku, dengan terus mengelak!" teriak Milna, sambil terus mengarahkan jurus dari pukulannya.
Satu kesempatan, Joy mampu menangkap tangan itu, lalu mengunci pergerakannya, dengan menyilang kan tangan Milna dari arah belakang tubuhnya. Kini, posisi Joy seperti tengah memeluk Milna dari belakang.
"Hentikan, cukup sampai di sini saja," bisik Joy, di samping telinga Milna.
"Apa kau takut kalah? Pengecut!" sarkas Milna, tersenyum remeh.
Berada di posisi sedekat ini, membuat otak Joy tak bisa konsen. Aroma dari sela-sela rambut Milna, seakan membius kesadarannya. Mengingatkannya pada kejadian malam itu. Buru-buru, ia menepis kelemahan yang berusaha merasuk ke hatinya.
"Sudah berada di posisi ini, masih saja congkak!" Joy semakin mengeratkan kuncian pada tubuh Milna, tapi gadis itu malah tertawa.
"Kau terlalu cepat memutuskan." Seketika, dengan gerakan yang sangat cepat, serta tenaga yang kuat. Milna, berhasil membalik posisi. Entah, bagaimana caranya. Kini, Joy lah yang berhasil di kunci dengan kedua tangan di belakang tubuhnya.
๐๐ช๐ข๐ญ, ๐จ๐ข๐ฅ๐ช๐ด ๐ช๐ฏ๐ช ๐ฃ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ณ-๐ฃ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ณ ๐ข๐ฉ๐ญ๐ช ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ฎ๐ข๐ช๐ฏ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฌ๐ถ. ๐๐ข ๐ฑ๐ข๐ด๐ต๐ช ๐ด๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ซ๐ข ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐จ๐ฐ๐ฅ๐ข๐ฌ๐ถ, ๐ต๐ข๐ฅ๐ช. ๐๐ข๐ด๐ข๐ณ ๐ญ๐ช๐ค๐ช๐ฌ!
Joy yang kesal karena merasa di permainkan, tak ingin lagi main-main dan membuang waktu. Dengan gerakan dari sebelah kakinya, ia mampu memutar posisi. Hingga, mematahkan kuncian serta kuda-kuda Milna, lalu menjatuhkan gadis itu ke atas rumput.
๐๐ช๐ข๐ญ๐ข๐ฏ ๐ฌ๐ข๐ถ, ๐ค๐ข๐ด๐ข๐ฏ๐ฐ๐ท๐ข ๐ต๐ฆ๐ฏ๐จ๐ช๐ฌ!
Milna mengeratkan rahangnya, selain menahan sakit pada punggungnya, ia juga menahan kesal yang teramat di hatinya.
"Ugh!" Arjuna mengaduh ketika dirinya melihat Joy membanting Milna. Ternyata, asistennya itu memang berhati besi. Hingga ia begitu tega memperlakukan seorang gadis seperti itu.
"Rasanya, aku ingin ikut menghajar asisten tengik mu itu, Ar!" Susi pun ikut geram. Bahkan, kaki dan tangannya tak mau diam seakan ia yang sedang berduel saja.
"Tenang, sayang. Kau yang meminta mereka bertarung, bukan? apa mau di sudahi saja?" bujuk Arjuna. Karena ia tak mau pengawal istrinya itu malah terluka. Tanpa, sepengetahuan mereka ...
๐๐ฌ๐ถ ๐ฉ๐ข๐ฏ๐บ๐ข ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐จ๐ถ๐ฏ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ด๐ฆ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ต๐ช๐จ๐ข ๐ต๐ฆ๐ฏ๐ข๐จ๐ข๐ฌ๐ถ, ๐ด๐ฆ๐ฉ๐ข๐ณ๐ถ๐ด๐ฏ๐บ๐ข ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ด๐ข๐ฎ๐ฑ๐ข๐ช ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ข๐ต๐ข๐ฉ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฑ๐ถ๐ฏ๐จ๐จ๐ถ๐ฏ๐จ๐ฏ๐บ๐ข. ๐๐ฆ๐ฏ๐ข๐ฑ๐ข ๐ธ๐ข๐ซ๐ข๐ฉ๐ฏ๐บ๐ข ๐ด๐ฆ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ต๐ช ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ฉ๐ข๐ฏ ๐ด๐ข๐ฌ๐ช๐ต?
๐พOh, Joy. Dimana-dimana dibanting itu emang sakit. Lagian dirimu tega bener sih๐ .
Melihat kondisi Milna, Joy pun merunduk kan badannya serta mengulurkan tangan untuk membangunkan gadis itu. Akan tetapi ...
๐๐ฆ๐ฏ๐ข ๐ฌ๐ข๐ถ! ๐๐ณ๐ช๐ข ๐ฑ๐ข๐บ๐ข๐ฉ!
Bruaghh!!
"Sialan kau!"
__ADS_1
"Hegh!"
Bersambung>>>