
🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥
...Mak kreji up tiap hari buat klean....
...Dengan satu harapan, kalian puas dan senang.☺....
...Kalian mau juga kan nyenengin mak??☺...
...Kuy. Pencet jempolnya, tabur bunga atau kirim kopi biar mak melek begadangin Arjuna ama Susi yang udah gak tahan😅....
...Vote nya juga jangan lupa🤣....
...Map yak klo pesenan mak banyak😁🤗....
Dah sonoh gih bacaa ....🔥
...Siapin aer kelapa biar adem😚....
🍁
🍁
🍁
___***__
"Ugghh ...!"
BUKK!!
"Akh! Tuan!" Susi turun dari sofa dan berjongkok.
"Sshh ..., kenapa kau tega sekali," Arjuna meringis sambil sambil memegangi belakang kepalanya.
" Itu ..., aku tidak sengaja ...," ucap Susi dengan raut penyesalan.
"Tapi kepalamu tidak apa-apa kan?" tanya Susi memastikan, sambil berupaya mengusap kepala Arjuna.
"Kau ini, kalau mempengaruhi otak jeniusku bagaimana?" omel Arjuna geram. Bagaimana tidak, ketika sedang asik-asiknya kau di tendang hingga terjengkang.
"Ish. Sini aku lihat." Susi mendekati Arjuna dan meraba kepalanya, memeriksa apakah terdapat benjolan di sana.
Berjarak cukup dekat dengan Susi membuat geloranya yang di paksa padam tadi, seakan membara lagi.
__ADS_1
Posisi Susi yang setengah berdiri dengan lututnya itu, membuat posisi Wajah Arjuna tepat di depan kedua bukit teletubbiesnya.
Jemari Susi mengusap-usap belakang kepalanya, karena ada kemungkinan benjol akibat terbentur ujung meja.
Arjuna memejamkan matanya ia merasa nyaman sekali. Ia pun meraih pinggang itu dan menyusupkan wajahnya.
( Oh tidak! Ini tidak lebih baik dari tadi!) Susi terkesiap, kedua matanya membola sesaat. Tubuhnya menegang karena bagian sensitifnya terkena sentuhan hidung mancung Arjuna.
( Kenapa bagian ini empuk sekali, nyamannya ... Tubuhnya juga sangat wangi. Haahh ..., apakah aku sudah gila?) Arjuna mendusel-duselkan wajahnya pada bagian yang katanya empuk dan membal itu.
Membuat si pemilik bukit, menggigit bibirnya sendiri demi menahan sesuatu. Bahkan tanpa sengaja sepuluh jemari lentiknya yang tengah bermain di kepala Arjuna, meremas rambut itu gemas.
Arjuna menciumi gemas kedua benda kenyal nan empuk itu.
Susi menekan kepala Arjuna agar semakin melesak ke dalam dadanya, ia sudah terbawa arus saat ini.
Arjuna yang merasa Susi memberi akses padanya, karena wanita itu begitu erat memeluknya.
Tangan Arjuna mengusap punggung itu lembut dan perlahan, sampai sang empunya raga molek itu melepas suara serak-serak basahnya.
Bersamaan dengan itu, ternyata bibir dan gigi Arjuna tengah bekerja sama membuka kancing atasan yang di kenakan oleh Susi satu demi satu.
Baru satu kancing terbuka, mata elang Arjuna hendak keluar dari cangkangnya. Padahal, baru terusan suez nya saja yang nampak.
Tapi ...,
Krek!
"Tuan mu ... da!" Joy tidak dapat menyembunyikan ekspresi kagetnya. Matanya melotot dan mulutnya menganga.
Arjuna dan Susi yang menyadari bahwa posisi mereka sangatlah tidak patut untuk di lihat apalagi di contoh.
Spontan langsung berdiri, dan Arjuna menarik Susi agar berdiri di belakangnya.
"Rapikan bajumu," bisik Arjuna sedikit menoleh kebelakang.
"Astaga!" Susi memekik tanpa suara ketika melihat hasil perbuatan bos mesumnya itu. Yang naik level menjadi calon suaminya.
"Kalian!"
"Astaga!" Joy berdecak sambil menggelengkan kepala pelan.
"Apa hukuman bagi yang menerobos masuk ruangan presdir tanpa izin?" Arjuna tanpa rasa malu dan bersalah, memasang wajah arogannya seperti biasa.
__ADS_1
Berbanding terbalik dengan Susi yang sudah pucat pasi.
(Malu sekali. Apa yang akan Joy pikirkan tentang kami?)
Menurutmu Sus🤔?
Jangankan Joy, readers pun sudah berpikir seribu macam pada kalian berdua😏.
"Hukuman lagi? Oh dewa 19!"
" Terserah Tuan sajalah, saya pasrah." Joy berjalan ke arah meja dan meletakkan beberapa map. Kemudian segera berbalik hendak keluar, tapi tiba-tiba langkahnya berhenti dan ia menoleh dengan senyum miring meledek.
"Apa Tuan dan Nona perlu saya booking kan kamar hotel?" sindir Joy.
PLETAK!
Sebelah sepatu hak tinggi mendarat tepat di belakang kepala Joy.
"Uuwaaa!!"
" Sakit!" Joy mengusap kepalanya sambil menunduk.
"Jangan sembarangan ngomong makanya!" Susi berteriak dari belakang punggung Arjuna, dengan sedikit berjinjit.
"Kalian suami-istri yang kejam!" setelah mengatakan itu Arjuna berlari secepat kilat. Takut ada lemparan sepatu yang kedua.
Di balik wajah kakunya Arjuna menarik ujung bibirnya sedikit ke atas.
Ia menarik tangan Susi agar menghadapnya," menurutku ide Joy bagus juga," Arjuna menundukkan kepalanya dan berbisik di telinga Susi.
Cwiitt!
"Ah ... Sshh!"
"Apa kau ini reinkarnasi dari kepiting?!"
Arjuna mendelik sambil mengusap area perutnya.
"Makanya kondisikan otak mesummu, Tuan." Susi berlalu, menuju sofa dan mengambil kembali laptopnya.
"Kau mau kemana?" tanya Arjuna.
"Kemana saja, asal kan aman." Susi keluar ruangan panas itu tanpa menoleh lagi.
__ADS_1
Bersambung>>>