Aku Bukan Pemuas Ranjang

Aku Bukan Pemuas Ranjang
Ada Berapa Sih, Joy!


__ADS_3

🔥🔥🔥🔥🔥


"Jangan bicara sembarangan! jika tidak jika tidak ada kepentingan, pergilah!" usir Joy pada Sania. wanita cantik itu hanya terkekeh pelan. kemudian ia mengulurkan tangannya dan menggenggam tangan Joy.


" Tentu saja aku datang karena ada maksud dan keperluan Joy. aku juga membawa kado untukmu jadi singkirkan wajah sinismu itu!" sarkas Sania, seraya menyerahkan kotak kado tersebut dengan kasar.


Joy menoleh ke arah Milna mendapat tatapan tajam dari istrinya itu bulu kuduknya langsung merinding seketika.Ia dapat membaca ketidaksukaan Milna ketika melihat kotak kado kecil itu di tangannya.


" Aku tidak mengundangmu, jadi kau tidak perlu memberikan kado padaku pulanglah!" Joy menyerahkan kembali kota kado kecil itu ke dalam genggaman Sania. Wanita cantik berparas Indo itu menoleh seketika ke arah Milna.


'Sial! Bagaimana mungkin seorang pria seperti Joy bisa menurut hanya dengan tatapan mata wanita di sampingnya ini. sepertinya Joy benar-benar gegar otak!' Sania terus mengumpat di dalam batinnya. Hatinya kesal bukan main. Selama mengenal Joy pria itu tidak pernah kasar padanya apalagi mengusirnya membuatnya malu di depan umum. Sebelumnya pria di hadapannya ini akan selalu tergoda dengan pesonanya. Bahkan dirinya sengaja berlama-lama di salon, berpakaian bagus, melakukan ritual khusus pada tubuhnya, rambutnya, wajahnya semua hanya demi menarik perhatian Joy kembali. Akan tetapi apa yang ia dapatkan saat ini? hanya sebuah penghinaan. Joy menolaknya demi wanita biasa-biasa saja yang sekarang sudah menjadi istrinya. Apa benar pria ini adalah Joy yang ia kenal selama ini? pria yang sering melakukan hal gila bersamanya dari malam sampai pagi. Bergulat di atas tempat tidur, beradu peluh hingga mereka berdua kelelahan.


" Kau mengusirku Joy! Inikah perlakuanmu terhadap tamu yang memberikan kado dan selamat untuk pernikahanmu! aku datang, demi hubungan baik kita selama ini Joy!" Pekik Sania dengan raut wajah tak terima. kini ia menoleh pada Milna kemudian dirinya maju selangkah lebih dekat.


Sania menatap pengantin di hadapannya ini dari atas sampai bawah dengan pandangan meremehkan. "Entah apa yang Joy lihat pada dirimu? asalkan kau tahu, selama ini suamimu sudah banyak tidur dengan wanita manapun dan kau tahu tipenya tidak ada yang seperti dirimu. Kau lihatlah contohnya diriku ini, sungguh sempurna bukan? kau bisa membandingkannya sendiri. Atau jangan-jangan kau adalah gadis lugu yang sudah membeli kucing dalam karung? Kau tidak tahu siapa sebenarnya suamimu itu. Pria seperti apa dia dan wanita seperti apa yang dia sukai, bahkan menurutku kau tidak akan mampu menandingi permainannya. Aku bahkan ragu apakah kau itu mengerti apa yang aku katakan saat ini." Sania benar-benar menganggap bahwa Milna adalah gadis polos. Sania benar-benar tidak tahu apapun, wanita itu terus saja mengeluarkan persepsinya sendiri. tanpa disadari bahwa ia tengah mempermalukan dirinya sendiri.

__ADS_1


Milna sungguh benar-benar sedang menahan kesal di dalam hatinya saat ini. Dia hanya bisa memberi remasan pada gaunnya. hal yang sama pun dirasakan oleh Joy pria itu sedang menahan dirinya sekarang ia tidak ingin melakukan hal Di luar batas.


Joy tidak ingin merusak momen istimewanya. Sania, wanita eks partner yang sudah berbulan-bulan lalu tidak pernah lagi dihubunginya karena wanita itu sempat pindah ke luar negeri mengikuti kedua orang tuanya. Dirinya pun heran kenapa wanita ini tiba-tiba bisa muncul di hadapannya.


Bahkan di saat momen istimewanya. Joy khawatir terhadap tanggapan Milna dan juga Maminya. Dirinya paham pasti terdapat banyak pertanyaan di kepala kedua wanita yang saat ini tengah menatapnya dengan tajam.


"Maaf Nona, aku tidak peduli terhadap apa yang kau katakan. Aku tidak mengenalmu tidak mengundangmu dan tidak pernah mengharapkan kehadiranmu. Jadi menurutku ini bukanlah tempatmu. Sebagai wanita yang berpendidikan dan berkelas kurasa kau paham, apa yang harus kau lakukan saat ini. Jangan mempermalukan dirimu lebih dari ini," ucap Milna memperingati Sania dengan kata-kata yang santai namun penuh penekanan. Membuat Sania merasa tertohok dan terpojokan, hingga ia merasa emosinya terbakar sampai ke ubun-ubun.


"Wow Nona! sepertinya kepalamu mulai berasap! Sebaiknya kau turun sebelum ada yang memanggil tim pemadam kebakaran untuk memadamkan api di dalam hatimu." seluruh Milna sambil tersenyum mengejek.


" Aku akan mengingat perlakuan ini Joy. semoga saja wanita itu kuat bertahan hidup dengan maniak sepertimu. Dan satu hal lagi jika wanita itu menyerah, kau tenang saja ada aku yang siap mengimbangi permainanmu." Vania lagi lagi meletakkan tangannya di bahu Joy kemudian memberi ucapan lembut beberapa kali. tentunya dengan tatapan mata yang beritikad memberi godaan pada Joy.


Jika saja bukan berada di atas panggung pelaminan pernikahannya dengan Milna. Juga berada di hadapan keluarganya dan seluruh teman-temannya. Ingin rasanya Joy menendang wanita ini hingga terlempar ke bawah. Sungguh hanya satu yang ia lihat ketika berhadapan dengan Sania. Rasa malu dan jijik serta benci terhadap dirinya sendiri. Ternyata meskipun ia sudah berniat berubah, bukan berarti masa lalu itu tidak lagi mengikutinya. Justru aib-nya satu persatu muncul ke permukaan. ketika Joy ingin membuka lembaran baru dengan kehidupan yang lebih baik bersama wanita yang baik-baik.


" Siapa wanita itu Joy? katakan pada mami!" Cecar Lovely yang menghampiri Joy sesaat setelah Sania turun dari panggung. Joy sudah menduganya jika mami pasti akan mencacarnya dan mencari tahu siapa itu Sania karena kedatangan wanita itu memang telah mencuri perhatian.

__ADS_1


" Bukan siapa-siapa mam Mam, hanya masa laluku saja. Tolong Jangan berpikiran macam-macam. Aku sudah lama tidak berhubungan dengannya bahkan juga tidak mengundangnya. Selain teman-teman satu perusahaan, aku tidak mengundang siapapun," jelas Joy dengan tegas kepada Mami lovely. dia juga melirik kepada Milna, berharap agar istrinya itu percaya pada kata-katanya.


Joy tidak ingin kehidupan baru yang dimulainya, berkalang noda karena masa lalunya tiba-tiba muncul. Di saat dirinya sudah bertekad untuk berubah menjadi lebih baik. Hidup selayaknya pria normal, membangun rumah tangga dengan satu wanita kemudian membesarkan anak-anak. Lalu menikmati masa tua dengan tenang dan damai. Sungguh, cita-cita Joy tidaklah muluk, Ia hanya menginginkan kehidupan tenang di masa depan. Karenanya dia akan memboyong Milna kembali ke negara asalnya. Di mana di sana tidak ada yang tahu bagaimana kehidupan Joy sebelumnya. Tidak ada yang tahu bahwa dirinya adalah Casanova dan juga Samurai berdarah dingin. Joy akan meninggalkan masa lalunya, menutupi identitas sebelumnya demi ketenangan keluarganya nanti. Dirinya akan hidup normal sebagaimana manusia pada umumnya.


"Kuharap kau percaya padaku, Na." Dia berbicara menghadap Milna dengan tatapan penuh harap.


Milna memalingkan wajahnya, bagaimanapun hatinya masih kesal. mungkin sebaiknya dia tidak usah tahu saja Bagaimana rupa dan bentuk dari wanita-wanita yang pernah tidur bersama suaminya dulu.


Wanita manapun pasti merasakan hal yang sama dengannya saat ini. Bahkan ia sempat menepis tangan Joy ketika pria itu hendak menggenggam tangannya. sontak pikirannya menjadi liar seketika. Membayangkan Bagaimana Joy menyentuh bagian-bagian tubuh wanita itu.


Tubuh yang luar biasa bagus dan indah. bahkan menurut kacamata wanita sepertinya, Sania adalah sosok wanita yang sempurna. Milna kembali merutuki nasibnya. Ia pun berandai-andai, Jika saja malam itu ia tidak diberi obat perangsang tentu ia tidak akan terjebak rasa yang menyakitkan seperti ini. Bagaimanapun kata-kata yang dikeluarkan Shania tadi terhadap dirinya sudah masuk ke dalam otaknya dan menyusup ke dalam hatinya. Ataukah ini hanya perasaannya saja. Bukankah katanya wanita hamil itu sangat sensitif.


Tak Berapa lama kemudian sosok wanita anggun dengan gaun panjang yang menyapu lantai sungguh cantik dan elegan. Rambutnya yang hitam menjuntai hingga ke punggungnya. Wanita cantik itu terus mengulum senyum hingga ia sampai di atas panggung dan berhadapan dengan Joy. Lagi- lagi suaminya mendapat tamu yang tidak terduga.


' Sebenarnya ada berapa sih Joy? mau berapa lagi wanita cantik yang akan datang menemuimu!' batin Milna geram.

__ADS_1


Bersambung>>>>


__ADS_2