
🔥🔥🔥🔥🔥
"Tuan Arjuna, pengusaha muda kita." sapa seorang pria yang berusia sangat matang, menjabat tangan lalu merangkulnya.
"Tuan, Lau Ri Er. Senang berjumpa dengan Anda." balas Arjuna, kepada pengusaha berdarah tiongkok tersebut.
" Waw ..., siapa si cantik yang kau bawa ini?" ucap pengusaha pembalut dan juga diaper itu.
"Ah, ya ..., kenalkan dia adalah tunangan saya," ucap Arjuna seraya merengkuh pinggang ramping Susi hingga semakin menempel pada dirinya.
"Ohohoho ..., pria yang posesif," tawa pria bermata segaris itu. Hingga kedua matanya semakin terlihat tipis.
"Saya tunggu undangan ekslusifnya." Kemudian pria berkulit putih dengan pipi chubby itu, menepuk bahu Arjuna.
"Boleh, saya menjabat tangan Nona?" tanya pria itu dengan senyum yang wajahnya sedikit mirip dengan owner beberapa stasiun televisi. Yang juga merambah menjadi ketua umum sebuah partai.
"Tentu saja boleh, perkenalkan saya Susi Rahayu," ucap Susi hendak mengulurkan tangannya.
Namun, Arjuna malah menggantikan dirinya untuk berjabat tangan dengan tuan Lau.
"Ah, ya saya faham." Tuan Lau kembali tertawa. Sedangkan, Arjuna kembali menyisipkan tangan Susi pada lengannya.
(Apa-apaan si dia?)
Seno sedang berkumpul dengan beberapa pengusaha lainnya, ia bahkan tidak peduli jika Jelita telah di bawa mojok oleh Don Domino.
"Hei, aku seperti pernah melihatmu?" tanya Don sambil memantik api untuk cerutunya.
__ADS_1
Kini mereka berada di sebuah ruangan khusus Free Smoking area.
"I'm not smoking." tolak Jelita ketika Don menawarkan cerutunya.
Gilak aje lu Don, masa cewek di suruh ngisep lisong🤣.
"Jadi kau tidak menghisap cerutu, ku pikir?" Don tidak meneruskan kata-katanya. Matanya telah bermain genit pada Jelita.
"Ah, ya. Aku lebih suka yang seperti itu, karena lebih besar dan kenyal," sambung Jelita yang faham arti kode dari si cassanova tua.
(Aku sudah sering menghadapi kadal macam dirimu, pak tua. Tapi, kau boleh juga. Sayang aku tidak bermain keringat saat ini, ada aset yang tengah ku jaga.)
" Gadis pintar!" tawa Don membahana di ruangan itu.
"Aku suka wanita sepertimu, yang faham apa mau pria kesepian ini." Don mengerling nakal.
"Tapi, Don. Aku sedang hamil asal kau tau," jelas Jelita membuat ekspresi pria itu berubah seketika.
"Sudahlah, Don. Kau ingin bersenang-senang, atau mengulik urusan pribadiku?" sindir Jelita, dirinya tidak keberatan mengabulkan keinginan Cassanova tua ini, asalkan ia memperoleh timbal balik yang setimpal.
"Baiklah, aku bersedia menjadi cerutu mu." Don Domino sontak berdiri dan menarik ikat pinggangnya.
Skip, bulan puasa🙈.
(Pria tua ini tidaklah buruk, bahkan aku tidak mual sedikit pun. Sedangkan bila dengan Seno, perutku ini langsung bagaikan di aduk.) seringai Jelita, seraya menengguk jus merah delima.
"You're so hot," Domino, mencengkeram dagu Jelita lalu merampas bibir merah merona itu.
__ADS_1
" Bisakah, aku menghubungimu lagi?" tanya Domino sambil merogoh ponselnya.
"Tentu." Jelita pun mengetik nomer ponselnya.
"Sekalian nomer rekening mu."
Tring!
"Waw! Don."
" Its, to much!" pekik Jelita ketika melihat nomer pada E-Bankingnya.
" Aku selalu royal, pada wanita yang mampu memuaskan ku." Don merangkul bahu Jelita, seraya menyelipkan sesuatu pada rambutnya.
"Aku menyesal baru mengenalmu sekarang, Don." ucap Jelita, menatap wajah yang di penuhi oleh bulu lebat di sekitar rahang serta dagunya itu.
Don hanya tergelak.
"Oh ya, ku dengar kakaknya Seno ikut denganmu. Lalu, dimana dia?" selidik Jelita.
"Wanita itu sedang have fun saat ini, aku sudah membebaskannya," jelas Domino, yang tau maksud dari Jelita. Pantas saja, Seno membiarkan ia membawa wanita ini bersamanya.
" Bukankah, dia bekerja untukmu Don?" lanjut Jelita, sambil mengelus rahang penuh rambut itu.
" Jika kau ingin have fun sepertinya, bekerjalah untukku. Tidak butuh waktu lama, dan pekerjaannya tidaklah berat." tawar Don, menebar umpan.
" Untuk saat ini, tentu aku tidak bisa." Jelita lantas bergeser, untuk mengenakan high heels nya.
__ADS_1
"Kalau begitu, kau bisa mencarikan wanita yang mau bekerja untukku. Maka, kau akan mendapat keuntungan dari mereka." tawar Don, menjebak Jelita semakin dalam.
Bersambung>>>