
๐ฅ๐ฅ๐ฅ๐ฅ๐ฅ
"Sana." Susi menunjuk dengan gerakan bibir, lalu mengarahkan Vanish agar duduk di sebelah Better.
"Kalian, tunggulah mereka datang. Karena aku berencana melangsungkan resepsi kalian serentak. Bagaimana, Bet?" Arjuna melempar pertanyaan seketika setelah memberi pernyataan.
" Saya, bagaimana baiknya menurut Tuan dan Nyonya saja. Bukan begitu Moy?" Better menoleh ke arah Vanish yang masih terpaku tak percaya dengan berita yang di tangkap oleh indera pendengarannya.
"Iโiya. Saya sangat setuju. Bisa melangsungkan acara seindah itu dengan sahabat, adalah momen yang paling berharga. Ini berita yang indah, Tuan dan Nyonya tak perlu pendapat kami. Karena ini adalah keputusan yang luar biasa," tutur Vanish dengan haru. Kedua tangannya menggenggam jemari suaminya yang sedari tadi tak lepas memandang dirinya ketika berbicara.
"Baguslah jika kalian setuju. Karena Joy juga sudah menyerahkan semua keputusannya kepadaku." Arjuna berkata sambil menatap bayi yang ia letakkan di atas lututnya. Tanpa memandang orang yang ia ajak bicara di sofa depan.
๐๐ช๐ฎ๐ข๐ฏ๐ข ๐ฎ๐ข๐ถ ๐จ๐ฆ๐ฏ๐ฅ๐ฐ๐ฏ๐จ ๐ฃ๐ข๐ฃ๐บ ๐ ๐บ๐ข. ๐๐ข๐ญ๐ฐ ๐ฅ๐ช๐ข ๐ต๐ฆ๐ณ๐ถ๐ด ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ฆ๐ณ๐ถ๐ด ๐ฅ๐ช ๐ฅ๐ข๐ญ๐ข๐ฎ ๐จ๐ฆ๐ฏ๐ฅ๐ฐ๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐ฅ๐ข๐ฅ๐ฅ๐บ-๐ฏ๐บ๐ข. ๐๐ข๐ฌ ๐๐ช๐ญ๐ฏ๐ข ๐ญ๐ข๐จ๐ช, ๐ฎ๐ข๐ถ ๐ฏ๐ช๐ฌ๐ข๐ฉ ๐จ๐ข๐ฌ ๐ฏ๐จ๐ข๐ฃ๐ข๐ณ๐ช๐ฏ ๐ข๐ฌ๐ถ. ๐๐ฆ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ซ๐ข๐ฌ ๐ฅ๐ช๐ข ๐ฃ๐ข๐ญ๐ช๐ฌ ๐ฆ๐ฎ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฃ๐ฆ๐ญ๐ฐ๐ฎ ๐ฏ๐ฆ๐ฎ๐ถ๐ช๐ฏ ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ด๐ช๐ฉ. ๐๐ฆ๐ฏ๐ข๐ฑ๐ข ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ฏ๐จ๐ฆ๐ณ๐ข๐ด๐ข ๐ข๐ฅ๐ข ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ข๐ฏ๐ฆ๐ฉ ๐บ๐ข?
Vanish hanya bisa membatin. Hampir sepekan semenjak kepulangan Milna ke tanah air. Tapi sahabatnya itu belum mengajaknya bertemu. Bahkan, menghubunginya pun tidak. Namun, ia hanya berusaha untuk terus berpikir hal yang positif.
"Bet, keruangan ku sekarang!" Arjuna mengajak Better ke ruang kerjanya. Sebelum itu, ia menyerahkan baby S dulu ke dalam dekapan istrinya. Di saat itulah wajah Vanish sumringah seketika.
"Ajak Vanish main ke kamar Satria. Jangan kamar kita," ucap Arjuna pada Susi, yang mana justru membuat wajah istrinya itu bersemu merah.
๐๐ฆ๐ฎ๐ข๐ฏ๐จ ๐ข๐ฑ๐ข ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ต๐ฆ๐ณ๐ซ๐ข๐ฅ๐ช ๐ฅ๐ช ๐ฌ๐ข๐ฎ๐ข๐ณ ๐ต๐ถ๐ข๐ฏ ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ฏ๐บ๐ฐ๐ฏ๐บ๐ข? ๐๐ฆ๐ณ๐ฆ๐ฌ๐ข '๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฃ๐ฆ๐ญ๐ฐ๐ฎ ๐ฃ๐ช๐ด๐ข ๐ฏ๐จ๐ข๐ฑ๐ข-๐ฏ๐จ๐ข๐ฑ๐ข๐ช๐ฏ?
Better menggaruk kepalanya bingung. Meskipun begitu dirinya tidak akan berani untuk bertanya hal yang pribadi seperti itu.
"Kau akan tau setelah istrimu melahirkan nanti. Jadi, tidak usah pusing sekarang. Cukup aku saja!" Arjuna menepuk bahu Better lalu berjalan lebih dulu sambil terkekeh kecil.
๐๐ถ๐ข๐ฏ, ๐ข๐ฏ๐ฅ๐ข ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ซ๐ข๐ฅ๐ช ๐ญ๐ฆ๐ฃ๐ช๐ฉ ๐ฉ๐ถ๐ฎ๐ฃ๐ญ๐ฆ ๐ด๐ฆ๐ต๐ฆ๐ญ๐ข๐ฉ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ช๐ฌ๐ข๐ฉ. ๐๐ฆ๐ณ๐ฏ๐บ๐ข๐ต๐ข, ๐ธ๐ข๐ฏ๐ช๐ต๐ข ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ข๐ธ๐ข ๐ฅ๐ข๐ฎ๐ฑ๐ข๐ฌ ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ถ๐ฃ๐ข๐ฉ๐ข๐ฏ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฃ๐ฆ๐จ๐ช๐ต๐ถ ๐ฃ๐ฆ๐ด๐ข๐ณ ๐ต๐ฆ๐ณ๐ฉ๐ข๐ฅ๐ข๐ฑ ๐ฌ๐ช๐ต๐ข.
Better tersenyum di belakang punggung tuannya.
__ADS_1
"Duduklah ada ingin ku jelaskan padamu." Arjuna mempersilahkan Better duduk di hadapannya.
"Katakan Tuan, saya siap mendengarnya." Better duduk dengan menegakkan tubuhnya.
"Joy menikahi Milna karena ...
" Serius Kak!" pekik Vanish tertahan. Karena dirinya kini tengah menimang baby S.
"Kau pikir aku bercanda!" gemas Susi. Ia berjalan ke arah kasur Satria lalu rebahan di sana. Semenjak punya bayi dirinya benar-benar mudah lelah.
"Itu terjadi tanpa di rencanakan. Milna di jebak. Yah kalau menurut Kakak, itu semua sudah takdir. Agar mereka dapat bersatu. Bagaimana menurutmu, Nis?" tanya Susi. Ia ingin mendengar pandangan dari sahabatnya ini.
"Apakah kak Milna menerima ini? Maksudku, dia sangat tidak menyukai Joy. Bagaimana perasaannya, jika yang mengambil mahkotanya adalah pria yang di bencinya?" heran Vanish, kemudian ia meletakkan perlahan bayi yang sudah terlelap itu.
" Gampang banget merem nya pas di gendong kamu, Nis. Udah cocok nih jadi mommy," puji Susi, dengan senyum terkembang.
"Kak, kata suami Kakak. Joy sudah menerima rencana resepsi. Apa itu artinya Milna benar-benar mau menikah dengan Joy. Maksud Ninis, selamanya hidup dengan cowok julid bin nyebelin itu?" tanya Vanish gemas. Bagaimanapun, dirinya adalah salah satu korban dari sifat ketus pria maskulin itu.
"Mau bagaimana lagi, dirinya ...,"
"Hamil? Perjanjian?" Better mengusap wajahnya. Lalu pria itu menghembuskan napasnya kasar.
"Bagaimana, Milna bisa mengajukan hal seperti itu. Dia pikir pernikahan ini permainan atau semacam outsourcing? Yang mana menggunakan kontrak perjanjian masa berlaku dari waktu bekerja." Better tak habis pikir dengan jalan pikiran sahabatnya itu.
"Itulah wanita Bet, kau tidak akan bisa mengerti jalan pikiran mereka. Dulu, aku pernah menawarkan kontrak pernikahan pada Susi. Karena ku pikir kami tidak memiliki perasaan. Tapi, dia menolak mentah-mentah. Bahkan aku di bentaknya habis-habisan. Seandainya kau melihat, betapa beraninya dia kala itu." Arjuna bercerita sambil tersenyum. Tentu saja, pas di bagian yang ada Susi-nya. Hingga nampak sekali jika virus bucin telah bersarang kuat dalam hati dan jiwanya.
Better, hanya bisa melongo dibuatnya. Bukan hanya karena tingkat kebucinan bosnya yang sudah sampai level akut. Tapi, dari kegilaan Arjuna yang ternyata pernah menganggap bahwa pernikahan adalah permainan.
"Sudahlah, lupakan. Sekarang kau sudah tau alasannya. Aku beri waktu dua pekan kepada tim wedding organizer nanti. Karena itu panggil orang tua kalian. Bagaimanapun, ini adalah acara sakral sedikitnya mungkin mereka memiliki masukan dan pendapat. Semoga ini manjadi acara penting yang terjadi cukup sekali seumur hidup kalian." Arjuna berkata panjang lebar. Seketika sudut hati terdalam Better bagaikan tersiram kuah soto betawi. Hangat dan segar sekali, pokoknya bikin melek mata dan hati.
__ADS_1
๐พApaseehh thor๐
Enggak๐ lagi inget aja (sama sotbew)
________
"Tuan dan nyonya sudah menunggu kita. Di sana juga pasti ada Vanish dan Better. Apa kau tidak merindukan sahabatmu itu?" cecar Joy. Dirinya bingung, karena Milna tak mau membukakan pintu untuknya. Mereka hanya berkomunikasi di balik batang kayu mahoni itu.
"Mau sampai kapan, kau menghindar dariku. Bukan apa, aku hanya menghawatirkan mu Na!" seru Joy sedikit kencang karena ia merasa Milna sama sekali tak meresponnya.
Klekk!
Milna telah berdiri di belakang Joy, dengan blues panjang di bawah lutut. Serta cardigan lengan panjang. Penampilannya saat ini benar-benar girly.
Glekk!
Melihat penampilan Milna yang segar dan cantik. Joy tidak dapat menahan tatapan kekagumannya.
๐๐ฆ๐ฏ๐ข๐ฑ๐ข ๐ฃ๐ข๐ณ๐ถ ๐ด๐ฆ๐ฌ๐ข๐ณ๐ข๐ฏ๐จ ๐ด๐ช๐ฉ ๐ฌ๐ข๐ฎ๐ถ ๐ฅ๐ข๐ฏ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ฌ๐ข๐บ๐ข๐ฌ ๐จ๐ช๐ฏ๐ช. ๐๐ฐ๐ฃ๐ข ๐ฅ๐ข๐ณ๐ช ๐ฅ๐ถ๐ญ๐ถ, ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฎ๐ถ๐ฏ๐จ๐ฌ๐ช๐ฏ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ฉ๐ช๐ฏ๐ข๐ฎ๐ถ. ๐๐ถ๐ถ๐ง๐ง ...
Joy mengalihkan pandangannya segera, ketika ia mendapat tatapan tajam menghujam hati dari Milna.
" Kau ingat perjanjiannya bukan? Setelah anak ini lahir, tapi kau tidak bisa membuat pandanganku terhadapmu berubah. Aku minta kau melepaskan ku selamanya. Meskipun, antara anak dan ayah tidak akan ada bekasnya. Karena aku, tidak akan bisa hidup selamanya dengan orang yang tidak ada di sini." Milna menunjuk ke dada sebelah kiri Joy dengan keras.
Rasa kesal dan amarah dari kejadian malam itu masih membekas di otak dan juga hatinya. Hanya saja, kebencian terhadap dirinya lebih besar. Rasa malu itu lah yang membuat Milna merasa tak lagi punya harga diri. Mengingat bagaimana sifat dan perangai Joy. Ia tak mau selamanya, seumur hidupnya, pria itu terus mengungkitnya.
๐๐ฌ๐ถ ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ถ๐ฃ๐ข๐ฉ ๐๐ข. ๐๐ฌ๐ถ ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ฉ๐ข๐ฅ๐ช๐ณ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ข๐ด๐ข๐ข๐ฏ ๐ช๐ต๐ถ ๐ฅ๐ช๐ข๐ฏ๐ต๐ข๐ณ๐ข ๐ฌ๐ช๐ต๐ข. ๐๐ถ๐ฏ๐จ๐ฌ๐ช๐ฏ, ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ข๐ด๐ข๐ข๐ฏ ๐ช๐ต๐ถ ๐ฎ๐ถ๐ญ๐ข๐ช ๐ฅ๐ข๐ต๐ข๐ฏ๐จ ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ญ๐ข๐ฉ๐ข๐ฏ ๐ด๐ข๐ข๐ต ๐ช๐ฏ๐ช. ๐๐ข๐ณ๐ฆ๐ฏ๐ข ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ฎ๐ถ๐ญ๐ข๐ช ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐บ๐ข๐ฅ๐ข๐ณ๐ช ๐ข๐ฑ๐ข ๐ด๐ฆ๐ญ๐ข๐ฎ๐ข ๐ช๐ฏ๐ช ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ฏ๐ช๐ญ๐ข๐ช ๐ข๐ฅ๐ข๐ญ๐ข๐ฉ ๐ด๐ข๐ญ๐ข๐ฉ. ๐๐ฆ๐ณ๐ช ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ธ๐ข๐ฌ๐ต๐ถ ... ๐๐ข๐ฏ๐บ๐ข ๐ช๐ต๐ถ ...
Bersambung>>>
__ADS_1