Aku Bukan Pemuas Ranjang

Aku Bukan Pemuas Ranjang
Apesnya Si Apem Kempes.


__ADS_3

๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ


Wanita hamil itu bisa mengelabui penjaga klab dengan dressnya yang mengembang dan remple di depan.


Membuat dirinya melengang bebas ke dalam ruangan remang-remang. Suara dentuman musik yang hingar-bingar itu, serasa asik dan membakar semangat. Di telinga para manusia malam.


Jelita melangkah anggun, kearah meja bar lalu duduk dengan pose aduhai di salah satu kursi tinggi itu.


"๐˜๐˜ข๐˜ญ๐˜ฐ, ๐˜š๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ช๐˜ต๐˜ข!" sapa seorang pria berambut ikal panjang, yang bertugas meracik minuman di bar tersebut.


"๐˜”๐˜ช๐˜ญ๐˜ฌ ๐˜ธ๐˜ช๐˜ต๐˜ฉ ๐˜ช๐˜ค๐˜ฆ." Pesan Jelita sambil mengedarkan pandangannya, mencari korban untuk ๐˜ฐ๐˜ฏ๐˜ฆ ๐˜ฏ๐˜ช๐˜จ๐˜ฉ๐˜ต ๐˜ด๐˜ต๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฅ.


"Kenapa beda dengan biasanya?" heran bartender itu yang memang mengenali Jelita sebagai pengunjung tetap klab itu.


"๐˜'๐˜ฎ ๐˜ฑ๐˜ณ๐˜ฆ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ต ...," bisik Jelita di sertai gerakan bibirnya.


"๐˜ž๐˜ฉ๐˜ข๐˜ต!"


"๐˜๐˜ฐ๐˜ธ ๐˜ค๐˜ข๐˜ฏ?" tanya pria itu heran, bagaimana wanita hamil bisa lolos masuk klab malam. Bahkan ia turut menelisik tubuh Jelita.


"Jangan melihatku seperti itu, atau mau ku cungkil matamu?" marah Jelita dengan kedua matanya yang mendelik seram.


๐˜Š๐˜ข๐˜ฏ๐˜ต๐˜ช๐˜ฌ, ๐˜ต๐˜ข๐˜ฑ๐˜ช ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ต๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ.


Bartender itu pun menjauh dari wanita hamil gila. Ya, kalau waras dia tentu tidak akan datang ke tempat ini.


Entah apa yang di pikirkan oleh bayi mungil yang ada di dalam kandungannya itu.


Mungkin, ia sedang protes pada Tuhan. Karena telah menetapkan dirinya di dalam rahim wanita gila, yang tak ada jiwa dan rasa keibuan sama sekali.


Dimana wanita hamil biasanya akan menerapkan hidup sehat, pergi ke kelas yoga. Mengelus perut dan mengajak bicara.


Sedangkan Jelita, lebih sering mengumpat dan memaki. Ketika gerakan dari bayinya itu menyakitkan dirinya.


Wanita itu menyeruput es susu pesanannya tadi. Tubuhnya sesekali ikut meliuk, seirama hentakan dari musik yang dimainkan oleh Dj.

__ADS_1


Tak tahan juga, akhirnya Jelita ikut melantai ketika Dj memainkan musik yang lebih ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฆ-๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ข๐˜ต.


๐˜ˆ๐˜ฉ ... ๐˜บ๐˜ข ... ๐˜บ๐˜ข ... , ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ด๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ข ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฉ๐˜ช๐˜ฅ๐˜ถ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ต๐˜ช ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช. ๐˜‰๐˜ข๐˜บ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ถ, ๐˜ฌ๐˜ช๐˜ต๐˜ข ๐˜ฐ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ๐˜ณ๐˜ข๐˜จ๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ถ๐˜ญ๐˜ถ ๐˜บ๐˜ข. ๐˜”๐˜ฐ๐˜ฎ๐˜ฎ๐˜บ ๐˜ฎ๐˜ถ ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ต๐˜ถ๐˜ฉ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ-๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ. ๐˜‰๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ช๐˜ฃ๐˜ถ ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ช๐˜ญ ๐˜ช๐˜ต๐˜ถ ๐˜ต๐˜ช๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ฃ๐˜ฐ๐˜ญ๐˜ฆ๐˜ฉ ๐˜ด๐˜ต๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ด? ๐˜’๐˜ข๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข ๐˜ช๐˜ต๐˜ถ, ๐˜ฎ๐˜ฐ๐˜ฎ๐˜ฎ๐˜บ ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ณ๐˜ถ๐˜ด ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ณ๐˜ช.


Ketika tengah asik berdansa sendirian, tubuh Jelita sempat terhuyung oleh dorongan dari pria yang setengah mabuk.


"Hei. Perhatikan gerakan mu!" maki Jelita pada pria yang belum di lihat wajahnya itu.


Namun, ketika ia berbalik. Betapa kagetnya Jelita, hingga kedua tangannya ia gunakan untuk menutupi mulutnya yang menganga lebar.


Setelah ia mampu mengontrol dirinya, Jelita mulai mengeluarkan jurusnya.


"Hei kau gagah! Apa kau perlu selimut hidup?" tanyanya lembut di telinga pria itu, bahkan jemarinya telah singgah bermain di dada berbulu sang pria.


๐˜๐˜ข๐˜ข๐˜ฉ๐˜ฉ ... ๐˜ญ๐˜ถ๐˜ฎ๐˜ข๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ซ๐˜ถ๐˜จ๐˜ข. ๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ต๐˜ถ๐˜ฉ ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ฑ๐˜ช๐˜ข๐˜ด๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜‹๐˜ฆ๐˜ฃ๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ถ๐˜ต๐˜ถ๐˜ด๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฌ๐˜ถ. ๐˜”๐˜ข๐˜ณ๐˜ช ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ช๐˜ฏ ๐˜ด๐˜ข๐˜ฎ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ช ๐˜ฑ๐˜ข๐˜จ๐˜ช, ๐˜ฉ๐˜ฐ๐˜ต ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ฆ. ๐˜’๐˜ช๐˜ต๐˜ข ๐˜ญ๐˜ช๐˜ฉ๐˜ข๐˜ต, ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ถ ๐˜ญ๐˜ฆ๐˜ฃ๐˜ช๐˜ฉ ๐˜ต๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜จ๐˜ถ๐˜ฉ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ณ๐˜ช ๐˜‹๐˜ฆ๐˜ฃ๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฉ๐˜ฌ๐˜ถ.


Dan, Jelita pun akhirnya mendapat partner untuk berolahraga di atas kasur berderit.


Sebuah pilihan, yang akan membuat ia menyesali, keputusannya keluar malam ini.


Di sebuah kamar hotel, seorang wanita terus menerus menjerit. Di bawah pacuan seorang pria berbadan tinggi besar, dengan tenaga setara seekor kuda.


"Hentikan sialan! Laki-laki gila!"


"Kau sudah menggagahi ku lebih dari ... enam ... kali." Akhirnya wanita itu diam tak bergerak.


Tapi, pria di atasnya tidak peduli. Seringai menyeramkan yang mana menunjukkan gigi-giginya itu bertengger di wajah bulenya.


Semakin wanita itu kesakitan maka ia akan semakin menggila karena bergairah.


Pria itu terus berpacu, sampai sebuah cairan merah merembes dari sela-sela inti Jelita.


Berhubung pria itu mabuk, maka sadar tak sadar. Setelah mendapatkan banyak darah di atas kasur, ia melenggang pergi begitu saja dari kamar hotel.


๐˜’๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข ๐˜ธ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ช๐˜ต๐˜ข ๐˜ช๐˜ต๐˜ถ ๐˜ต๐˜ช๐˜ฃ๐˜ข-๐˜ต๐˜ช๐˜ฃ๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ด๐˜ต๐˜ณ๐˜ถ๐˜ข๐˜ด๐˜ช. ๐˜”๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ซ๐˜ช๐˜ซ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ. ๐˜๐˜ข๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฉ๐˜ข ... ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ต๐˜ช๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ด๐˜ถ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฑ๐˜ถ๐˜ข๐˜ด. ๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ต๐˜ถ๐˜ฉ ๐˜ด๐˜ข๐˜ต๐˜ถ ๐˜ฃ๐˜ฐ๐˜ต๐˜ฐ๐˜ญ ๐˜ญ๐˜ข๐˜จ๐˜ช ...

__ADS_1


Lalu ...


Brugghh!


Pria itu pun ambruk di depan lift.


Beberapa orang yang melihat segera menghampiri raga pria tersebut. Tak ada yang berani memegang, karena pria itu sempat kejang lalu mengeluarkan busa dari mulutnya.


"๐˜Œ๐˜ฑ๐˜ช๐˜ญ๐˜ฆ๐˜ฑ๐˜ด๐˜ช!!"


"Jangan ada yang menyentuhnya kecuali tim medis!" seru salah satu pegawai dari hotel tersebut.


Pagi harinya ...


"Aaakkhhh!!"


Sebuah jeritan seorang petugas cleaning room mengejutkan seisi hotel tersebut.


Penemuan sosok wanita bersimbah darah di kamar hotel, membuat suasana kembali riuh dan ricuh. Karena semalam sudah geger saat ada seorang pria yang kejang dan langsung meninggal.


"Dia masih hidup!"


"Panggil ambulance !"


"Syukurlah, kalau tewas lagi bisa di tutup hotel kita."


"Tutupi dulu tubuhnya."


"Hei kau lihat apa!"


๐ŸพSungguh malam yang apes bagi si apem kempes.


Mengheningkan cipta mulai ...


Bersambung>>>>

__ADS_1


__ADS_2