Aku Bukan Pemuas Ranjang

Aku Bukan Pemuas Ranjang
Milna Menggila, Joy Kelabakan.


__ADS_3

๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ


๐™๐™ก๐™–๐™จ๐™๐™—๐™–๐™˜๐™  ๐™ค๐™ฃ.


Setelah misi dari Franklin selesai dengan baik. Joy dan Milna ikut menghadiri pesta yang di adakan oleh salah satu perusahaan yang bekerja sama dengan Franklin. Dimana di pesta itu Milna dan Joy masih berperan sebagai penjaga yang menyamar sebagai tamu.


Mereka hanya waspada, terhadap kemungkinan serangan. Karena beberapa saat lalu, Franklin mendapat teror melalui ponselnya. Acara terus berlangsung kondusif tanpa ada satupun hal yang mencurigakan.


"Masukkan obat ini, lalu berikan minumannya kepada wanita yang bergaun biru itu," ucap Alex, seraya menyunggingkan senyum liciknya.


Pelayan itu melakukan apa yang di perintahkan oleh pria berbadan tegap perkasa itu, meski sedikit curiga dengan maksud pria yang baru saja memberinya beberapa lembar uang. Pelayan itu tetap berjalan menghampiri seorang gadis cantik yang berdiri di pinggir ballroom.


"Minumnya Nona?" tawar pelayan itu, sambil menyodorkan segelas koktail pada gadis cantik dengan gaun malamnya.


"Ah, ya. Terima kasih!" ucap Milna, setelah ia meraih gelas di atas nampan yang di bawa oleh pelayan pria tersebut.


"Hei, aku sudah mengambilkan mu ini." Tunjuk Joy, seraya mengarahkan gelas berisi minuman berwarna orange. Kemudian, Milna meneguk minuman yang ada di dalam genggamannya.


" Maaf, aku sudah minum." Milna berkata dengan sinis. Sambil menunjuk cairan yang sudah tandas di dalam gelasnya.


"Pegang saja, aku sudah ambilkan dari jauh."Joy menyerahkan gelas itu secara paksa ke tangan Milna.


" Sudah, jaga saja sana! Tidak usah peduli padaku!" ketus Milna. Ia pun merangsek mendekat ke arah panggung, menyaksikan pertunjukan dari beberapa penyanyi solo wanita.


"Kenapa panas sekali sih? Apa cuma perasaanku aja yang kayak gini?" gumam Milna, dirinya nampak gusar dan gelisah. Di lihat dari cara berdirinya yang tak bisa diam.


๐˜๐˜ข๐˜ช๐˜ฉ๐˜ฉ ... ๐˜’๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข ๐˜ต๐˜ช๐˜ฃ๐˜ข-๐˜ต๐˜ช๐˜ฃ๐˜ข ๐˜ต๐˜ถ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ฉ๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ด๐˜ถ๐˜ข๐˜ต๐˜ถ. ๐˜š๐˜ฆ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ต๐˜ช ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ข๐˜ด๐˜ข๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ๐˜ช๐˜ฏ ๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ต๐˜ถ๐˜ฉ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ซ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฐ๐˜ญ๐˜ฆ๐˜ฉ ๐˜ต๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ช-๐˜ญ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ช. ๐˜‰๐˜ข๐˜ฉ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ, ๐˜ฃ๐˜ข๐˜จ๐˜ช๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฑ๐˜ณ๐˜ช๐˜ฃ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ถ๐˜ต. ๐˜š๐˜ด๐˜ฉ๐˜ฉ๐˜ฉ ...


Gadis itu, semakin gelisah. Ia terlihat mengusap-mengusap lengan dan juga tengkuknya. Beberapa kali terlihat membetulkan gaunnya. Joy yang memang sejak tadi memperhatikan Milna dari jauh, mulai curiga.


Bagaimana tidak, gadis itu seperti orang linglung. Pakaiannya berkali-kali di tarik ke bawah dan ke atas. Hingga kini penampilannya sudah mulai terlihat kacau.


Joy, mengikuti Milna yang beranjak keluar dari area ballroom. Ia melihat ada yang tak beres dengan Milna. Karena itulah, ia memutuskan akan mengikuti kemanapun gadis itu pergi.


"Sial! Kenapa kepalaku berat begini. Ternyata minuman tadi lumayan juga. Terbukti, baru beberapa gelas saja aku sudah mulai mabuk." gumam Joy, yang kini tengah memantau keadaan Milna yang baru saja masuk toilet wanita.

__ADS_1


Tak lama kemudian, gadis itu keluar. Lalu, diikuti oleh dua orang wanita bergaun hitam dari belakang.


"Siapa mereka, kenapa seakan mengajak Milna dengan paksa!" Joy mengeram, ketika kecurigaannya semakin menjadi.


Setibanya di base man.


"Kalian berdua! Lepaskan wanitaku!" teriak Joy pada dua orang wanita yang menyeret Milna dengan kasar ke arah mobil.


"Siapa kau! Jangan ikut campur urusan orang!" hardik dua wanita itu seraya membuka gaunnya di hadapan Joy. Tenang saja, di balik itu mereka mengenakan pakaian ketat berbahan kulit.


"Penyamaran yang bagus. Sekalian saja, itu topeng wajahnya di buka dong!" ledek Joy.


"Sialan kau, dasar pengganggu" Seorang wanita maju dan hendak menyerang Joy dengan sebilah pisau. Pria itu mengelak kesamping, kemudian mendaratkan pukulannya ke punggung wanita itu.


Satu musuh tumbang, satu lagi menghampiri hendak menyerang. Sampai Milna yang limbung di lepas begitu saja, hingga tersungkur.


"Sebenarnya, saya paling anti melawan wanita. Tapi, jika kau memaksa maka aku tidak akan segan lagi." Joy berkata dengan seringai bengis di wajahnya.


Wanita di hadapannya berlari kemudian dengan cepat menyerangnya menggunakan tendangan memutar. Joy yang ternyata dapat membaca jurus dari lawannya, membuatnya berhasil mengelak dengan mudah. Kemudian, ia mencekal pergelangan kaki wanita itu, dan memelintirnya. Hingga, tubuh lawan berputar sesaat di udara.


"Katakan siapa yang mengirim kalian?!" tekan Joy dengan keras. Sorot matanya yang dingin, membuat wanita itu ciut seketika.


"Aโ€“aku tidak tau namanya. Pria itu, hanya menyuruh kami, memberikan foto dan sejumlah uang." Wanita itu menjawab pertanyaan dari Joy dengan gemetar.


"Kau akan membawanya kemana? Katakan!" bentak Joy. Wanita itu semakin mengkerut ketakutan. Suara Joy yang keras, sorot mata kejam serta cengkeraman yang membuat rahangnya seakan bergeser.


Wanita itu bergeming.


"Aku bisa mematahkan rahang mu saat ini juga. Agar kau tidak akan bisa bicara lagi selamanya!" ancam Joy. Membuat wanita itu menahan sakit sampai meneteskan air matanya.


๐˜—๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ต๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ค๐˜ข๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฃ๐˜ฐ๐˜ด ๐˜ˆ๐˜ญ๐˜ฆ๐˜น . ๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ด๐˜ช๐˜ฉ ๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ๐˜ช๐˜ฏ ๐˜ฉ๐˜ช๐˜ฅ๐˜ถ๐˜ฑ, ๐˜ฑ๐˜ณ๐˜ช๐˜ข ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช ๐˜ด๐˜ถ๐˜ฏ๐˜จ๐˜จ๐˜ถ๐˜ฉ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ. ๐˜š๐˜ฆ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช, ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜จ๐˜ช ๐˜ซ๐˜ข๐˜ถ๐˜ฉ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ณ๐˜ช ๐˜ด๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช.


Wanita itu tengah berperang dengan hati dan pikirannya. "Aโ€“ku akan mengatakannya!" pekiknya, karena Joy semakin mencengkeram rahangnya dengan semakin kencang.


"Joโ€“Joy ... tolong aku ...," lirih Milna dan tak bisa diam dalam duduknya.

__ADS_1


"Katakan cepat!" Joy menekan tubuh wanita itu ke body mobil. Jika saja bukan wanita, ingin rasanya ia patahkan saja rahang itu.


"Hotel Dorris!" pekiknya, menahan nyeri akibat ulah Joy. Kemudian, tanpa perasaan. Joy menabrakkan kepala wanita itu ke dinding, hingga bercak darah nampak menempel pada cat lusuh itu.


"Joooyy ...!" Teriakan parau di belakang tubuhnya sontak membuatnya berbalik keasal suara. Tiba-tiba, dua tangan ramping itu melingkar di perutnya. Hingga, Joy dapat merasakan buah kenyal di belakang punggungnya.


"Milna! Apa yang kau lakukan!" Joy yang kaget ingin segera menepis tangan mulus yang sesekali mengusap roti sobek di balik kemeja tipis berwarna hitam.


" Tolong, aku kepanasan." Milna terlihat mengibaskan tangan di depan wajahnya. Menaikkan pakaian agar tidak terlalu rendah, kemudian menarik bawah gaunnya. Membuat kedua paha mulusnya terpampang jelas.


"Ikut aku! Kita harus menyadarkan mu." Ajak Joy yang langsung menarik saja tangan Milna, yang mana membuat gadis itu terkikik geli.


"Hei! Jangan tertawa seperti itu! Ini sudah tengah malam." Joy, mendorong tubuh Milna agar masuk mobil. Tiba-tiba, wajahnya ditangkup oleh kedua tangan Milna yang baru saja berbalik.


Cup!


"Hei kau! Apaโ€“apaan ini!" Joy tersentak setelah sepersekian detik ia hanya melongo tadi.


"Tubuhku panas Joy. Aku ingin di cium dan di sentuh di sini." Milna menunjuk ke beberapa bagian tubuhnya yang berkedut. Joy mendelik, percaya tak percaya tapi ini adalah kenyataan yang terjadi.


๐˜Ž๐˜ข๐˜ฅ๐˜ช๐˜ด ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ณ๐˜ถ๐˜ฉ๐˜ช ๐˜ฐ๐˜ญ๐˜ฆ๐˜ฉ ๐˜ฐ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ต ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ต. ๐˜”๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ข๐˜ต ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ถ๐˜ณ๐˜ถ๐˜ฉ ๐˜ต๐˜ถ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ฉ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ด๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฉ๐˜ฆ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ต. ๐˜‰๐˜ข๐˜ฉ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ญ๐˜ช๐˜ฉ๐˜ข๐˜ต ๐˜ช๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ค๐˜ฐ๐˜ฃ๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ข ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฃ๐˜ข๐˜จ๐˜ช๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ข๐˜ต๐˜ข๐˜ด ๐˜ต๐˜ถ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ฉ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข.


" Hentikan, asshh!" Joy menahan tangan Milna


seraya meringis dan memegangi kepala dengan tangan satunya lagi.


"Pakai ini, jangan macam-macam!" Joy meletakkan jasnya untuk menutupi bagian depan tubuh Milna.


"Panas Joy, panas!" Milna berusaha menolak dan meronta. Gadis itu melempar jas milik Joy ke dasboard mobil. Membuat sang empunya mengerang kesal.


"Jangan memaksaku Milna! Bagaimanapun aku ini laki-laki normal!" ancam Joy. Sementara Milna hanya mengernyit.


"Karena kau normal, bantu aku!" Milna merobek atasannya. Hingga, kedua bukit kenyal itu menyembul keluar.


Joy, lantas menelan ludahnya kasar. Sudah lama ia tak bermain dengan wanita. Gadis di depannya malah memancing siluman buayanya .

__ADS_1


Bersambung>>>


__ADS_2