
π₯π₯π₯π₯π₯π₯
...Maaf gais, kayaknya ada bab yang dobel kemaren....
Mak lagi laporan sama editor dan lagi di urus.
...Maaf ya, bila ada ketidak nyamanan.π...
Yaudah ... sekian sekilas infonyaπ.
...Selamat membaca ......
π₯π₯π₯π₯π₯
Beberapa hari berada di mansion, Daia merasa sangat senang. Kemewahan luar biasa dapat ia rasakan.
Meskipun Don Domino tidak setiap hari pulang ke mansion utama. Namun pria paruh baya itu memanjakannya dengan fasilitas yang serba waw.
"Aku pasti betah berada di tempat ini, lebih mewah ketimbang rumah peninggalan papi yang sudah kuno itu." gumam Daia sambil mengunyah buah anggur yang di letakkan di pangkuannya.
"Nona, apa ada yang anda butuhkan?" tanya seorang pelayan, wanita muda yang mengenakan seragam hitam bercelemek putih berenda.
"Buatkan aku pasta, apa saja. Lalu, buat kan juga jus stroberi susu." titah Daia angkuh, tetap sambil mengunyah buah dengan gaya tuan puteri.
"Baik, Nona." Pelayan itu membungkukkan tubuhnya.
"Jangan layani dia!" teriak seorang wanita dengan dandanan yang modis dan elegan, meski terlihat jika usianya tak lagi muda.
"Nyo-nyonya ...," Pelayan itu menatap wanita dewasa yang baru tiba dengan gemetar.
" Buat kan saja minum untuk kami berdua." ucap nya pada pelayan itu. Kemudian pelayan itu pun berlalu.
"Hei! Siapa kalian?!" Daia lantas berdiri dan menatap dua wanita yang baru saja datang dengan tatapan kesal.
__ADS_1
"Seharusnya kami yang bertanya, siapa kau!" hardik salah satu wanita yang lebih tua, namun masih sangat cantik.
"Tentu saja aku Nyonya di mansion ini." jawab Daia dengan angkuhnya.
Kedua wanita itu tergelak kencang, bahkan mereka terlihat memegangi perutnya.
"Haih, ternyata sundel gombel tengah bermimpi di siang bolong." tawa wanita, dengan potongan rambut bob nungging berwarna hijau.
"Iya ..., sungguh tak sadar diri sekali!" tuding wanita satunya lagi, dengan rambut keriting yang di gelung ke atas.
Hinaan mereka berdua membuat kuping Daia panas hingga dirinya naik pitam.
"Dasar tamu kurang ajar! Pergi kalian ... atau aku akan memanggil penjaga agar menendang kalian berdua." pekik Daia yang merasa kesal dan marah.
Wanita dengan rambut bob tersenyum sinis, ia melangkah maju mendekati Daia yang tengah bersidekap.
"Parasit sepertimu, berani-beraninya meneriaki ku!" wanita itu telah mencengkeram kerah baju Daia, membuat dirinya terkesiap dengan perlakuannya yang tiba-tiba.
"Lepaskan tangan keriputmu, Nyonya tua!" teriak Daia mencoba melepaskan tangan wanita itu.
Pelayan datang dengan tergopoh-gopoh.
"Mana minumannya!" pinta nya.
"I-ini, Nyonya." serah pelayan itu. Menyodorkan secangkir teh panas.
Byuurr ...
"Akhh ...!"
"Sakiitt ...!" pekik Daia, ketika isi air teh panas di dalam cangkir berpindah ke dadanya.
"Panas ...!" Daia mengibaskan bajunya karena kulit dadanya melepuh.
__ADS_1
"Penjaga ... Penjaga!" teriak Daia kencang sambil mengibas dress yang basah. Dadanya sangat perih.
"Kurang ajar kalian!"
"Aku akan melaporkan ini pada Don!" ancam Daia pada kedua wanita yang memandangnya remeh itu.
"Oh ya?"
"Lapor saja!"
"Bahkan sekarang Don ada dimana pun kau pasti tak tau kan?" tanya Wanita dengan rambut keriting itu, satu tangannya mencengkeram dagu Daia.
"Tentu saja berada di bar-nya!" jawab Daia asal. Padahal sejak beberapa hari yang lalu, Don belum kembali ke mansion.
"Dasar jelangkung bodoh!"
"Tentu saja Don sedang menikmati yang lebih segar dari dirimu." jelas wanita itu semakin menguatkan cengkeramannya.
"A-apa." Daia tak mengerti setahunya, Don hanya memiliki dirinya sebagai sugar baby.
Pria tua perkasa itu, tidak pernah menikah. Lalu siapa dua wanita menor di hadapannya ini.
" Jangan terlalu besar kepala dengan menganggap dirimu satu-satunya. Pria seperti Don, pasti memiliki selir di manapun ia berada." tegas wanita itu kemudian mendorong Daia, hingga dirinya jatuh terlentang di atas sofa.
πππππ
"Baiklah, siapkan beberapa wanita itu untuk di bedah. Aku akan mengirim salah satu milikku besok." Pria dengan bulu lebat di sekitar rahang dan bawah hidungnya, menyeringai macam rubah yang licik.
" Dimana kita akan menanam barang kita itu, Don?" tanya salah satu anak buah pria yang di juluki King Of Casino itu.
"Tanam di bagian dada atau bokong mereka. Masukkan kedalam implant, seharusnya kau lebih tau dari ku kan Prof!" tukas Don Domino kepada pria berkacamata dengan wajah asia di hadapannya.
"Baik, Don. Serahkan pada kami." sahut pria berkebangsaan negara hokage itu.
__ADS_1
Bersambung>>>