
🔥🔥🔥🔥🔥🔥
"Dokter! Suster!" teriak Susi, ketika mereka telah sampai rumah sakit, bahkan Susi memarkir asal mobil Arjuna.
"Silakan Nona, biar pasien menggunakan kursi roda saja. Karena wajahnya sudah sangat pucat." jelas seorang juru rawat pria, lalu mengambil alih Arjuna dan mendorongnya menuju ruang IGD.
" Nona! Mobil anda!" Seorang penjaga menghampiri Susi karena mobil Arjuna menghalangi pintu masuk.
" Tolong urus mobilnya!" Susi melempar kunci mobil itu kearah penjaga.
"Dan, ini untukmu!" Susi juga memberikan beberapa lembaran biru, membuat wajah penjaga itu berseri.
" Baik! Nona tenang saja. " ucapnya senang.
"Aseekk. Bisa makan nasi padang." gumam penjaga itu, sambil memarkirkan mobil Arjuna dengan benar di tempat khusus.
Susi mengeluarkan ponselnya, terlihat ia menghubungi seseorang.
"Nona!"
"Kami sudah di rumah sakit, Joy."
"Baik. Sebentar lagi kami akan menyusul."
"Cepatlah!"
Tuutt ...
Susi pun dengan pasrah, hanya bisa menunggu di luar ruangan.
Wanita muda itu meletakkan bokongnya kasar, tubuhnya sakit semua. Kejadian tadi, benar-benar membuat hatinya ngeri setengah mati.
__ADS_1
" Ar ..., kenapa kau berkorban untukku?" gumam Susi dengan mata terpejam, dia menyenderkan tubuhnya ke sandaran kursi, dengan wajah sedikit mendongak.
Cairan kristal bening itu lolos juga dari ujung matanya.
"Belum pernah ada seorang pun, yang rela sakit demi diriku. Kau bahkan rela terluka dan menjadikan tubuhmu tameng dari sabetan itu."
" Bagaimana, bila Joy tidak datang tepat waktu ...." gumamnya lagi lirih.
"Para penyerang bertopeng itu? Sasaran mereka sebenarnya bukanlah Arjuna kan? Tapi, diriku ...?" Susi seketika menegakkan tubuhnya, matanya bergerak kesana-kemari. Dia tiba-tiba gusar dan tidak tenang.
"A-ada yang ingin membunuhku." Susi spontan membekap mulutnya, dan air mata itu luruh lagi.
" Nona!" panggil seorang pria berpakaian rapi dengan potongan rambut hair cut skin. Wajahnya sangat tampan, dengan mimik khawatir pria itu mendekati Susi.
"Joy ...," sahut Susi parau.
"Anda tidak apa-apa kan?" tanya Joy khawatir, karena wajah Susi sangatlah pucat. Wanita di hadapannya ini terlihat amat ketakutan.
Susi hanya menggeleng cepat sambil menyusut hidungnya.
"Nona tenang saja. Kita akan membicarakan ini setelah keadaan Tuan benar-benar baik." Joy menepuk bahu Susi pelan, lalu ia menyerahkan sebuah paper bag.
"Apa ini, Joy?" tanya Susi heran.
"Nona, pergilah ke toilet. Biar aku yang akan menunggu di sini," titah Joy dengan senyum tipis.
"Untuk apa aku ke toilet, Joy?"
"Aku tidak kebelet sama sekali," heran Susi, dia belum mengerti maksud Joy.
"Lihatlah isi paper bag itu." saran Joy. Pria itu mengarahkan ponselnya pada Susi.
__ADS_1
"Astaga!" pekik Susi, dia bahkan membekap mulutnya dan langsung berdiri. Setelah Joy menunjukkan pantulan dirinya dari layar ponsel.
(Bagaimana dia bisa tidak sadar dengan penampilannya yang kacau seperti itu?) batin Joy.
" A-aku mengerti. Terima kasih Joy!" Susi menundukkan kepalanya kemudian segera berlalu dengan cepat.
"Wanita itu, sungguh menggemaskan." Joy tersenyum, sambil menggeleng pelan.
"Kau beruntung, Nona. Tuan, sudah membuka hatinya padamu. Bahkan, bertindak bodoh dan sangat bodoh demi dirimu." gumam Joy, sambil menghela napas.
"Tuan, semoga luka hatimu segera sembuh. Agar kebiasaan mu menyiksaku bisa berkurang." kekeh Joy, membuat para pengawal yang lain ikut tersenyum melihat ulah Joy.
"Kalian! Kenapa ikut tertawa?"
"Jangan membuat image ku hancur dengan mimik kalian itu!" omel Joy, yang sama sekali tidak membuat dua orang itu takut.
Mereka tetap tertawa dalam diam, terlihat dari bahu mereka yang naik-turun.
"Astaga! Kenapa aku bisa punya anak buah seperti kalian." Joy memijat pangkal hidungnya.
KLEK!
Pintu ruang IGD itu terbuka, menampilkan sosok seorang dokter wanita berusia di atas 40tahun.
"Dok. Bagaimana keadaan Bos saya?" tanya Arjuna.
" Keadaannya sudah lebih baik, meski lukanya cukup panjang dan dalam. Karena kami sudah menjahitnya dan memberinya obat ujtuk luka dalamnya. Sebentar lagi, Bos tampan anda akan di pindahkan ke ruang perawatan," jelas Dokter wanita yang lumayan cantik dengan seulas senyumnya.
...Tengokin karya baru mak chibi ya gais!...
...Mohon dukungannya juga .......
__ADS_1
Bersambung>>>>