
🔥🔥🔥🔥
"Kita disini untuk membahas apa yang seharusnya kita bahas, bukan mencari asahan untuk pedang tumpul kalian." sarkas Better yang jengah akan aksi keduanya.
Joy yang sesekali mencumbui wanita seksi di atas pangkuannya, lalu Walls yang nampak sedang melancarkan modusnya, pada wanita setengah teler itu.
"Ya udah, kuylah bahas. Sambilan juga bisa, iya kan sweety ...." Joy mengerling nakal kemudian mengecup bahu terbuka wanita di atas pangkuannya.
"Sialan kau, Joy!"
"Mana bisa fokus begitu!" Better pun melempar kaleng bir kosong, hingga mendarat di kepala asisten mesum, Joy.
"Sialan kau, Bet!" umpatnya, seraya mengaduh.
"Kau juga Walls, hentikan aksi mu itu!" titah Better, pada bocah badung yang tengah melempar jurus rayuannya.
"Haish, Om Better sungguh tak asik kau!" tukas Walls, sebal. Karena jurusnya sebentar lagi mengenai sasaran, pada gadis pribumi yang belum pernah ia rasakan.
"Sebentar ya, sweet heart ... tunggu aku, kita berpesta nanti, oke!" pesan Walls pada gadis berwajah layu itu. Namun, kecantikan tidaklah pudar meskipun tengah mabuk. Gadis itu tersenyum seraya menaikkan kedua jempolnya.
"Kau tunggulah aku di depan bartender, nanti kita melantai setelah ini." Joy mencium punggung tangan wanita berpakaian mini tersebut. Dimana bagian atasnya terlalu merosot kebawah, dan bagian bawahnya terlalu naik keatas.
"Ck. Banyak gaya!" decak Better yang pusing dengan kelakuan dua kawannya itu. Yang mana satunya bocah badung, satunya lagi bocah tua nakal.
🐾Sabar ya Bang gondrong😁
Momong anak nakal ya, kena kau di kerjain mereka.
"Tuan Arjuna, ingin menarik sahamnya kembali, namun si Seno melehoy itu berniat mempertahankannya. Bahkan ia beralasan bahwa perbuatan kami melanggar kode etik pebisnis." jelas Better memulai sesi rapat mereka.
🐾Rapat di tempat begituan, mana masuk otak Bet😵.
"Tentu saja si melehoy itu takut anfal, karena itu dirinya beralibi seperti itu." timpal Joy dengan mimik muka serius kali ini.
" Walls, apa kau sudah menemukan siapa yang meretas sistem mereka?" tanya Joy pada pemuda dengan cengiran menyebalkan itu. Karena Walls masih saja bermain mata dengan gadis yang tadi.
"Aku salah, telah menuruti permintaan kalian." sesal Better dengan gelengan kepala melihat kelakuan Walls.
"Iya ... Iya, Om."
__ADS_1
"Serius deh sekarang, beneran."
"Katakan apa yang telah kau temukan!" Better menatap serius si bocah badung.
"Sistem peretas mereka cukup canggih, dan aku butuh semalaman mengurai kode-kode aneh bin abstrak itu. Sebuah kode yang mirip dengan yang digunakan oleh militer Rusia.
" Sewaktu aku meng-Hack sistem si Don king-kong. Sistemnya mirip NASA. Apakah, mereka orang yang sama. Si peretas itu?" heran bin keder Walls.
"Tapi jangan khawatir, Om-om ku sekalian. Si cerdik ini telah mengamankan sistem kita. Dengan sistem yang tak pernah di bayangkan oleh organisasi itu sebelumnya." Walls menaik-turunkan alisnya bangga.
" Kalau saja mode sistemku ini ku jual untuk sistem militer, pasti aku untung banyak dan kaya." Lalu si bocah badung itu tergelak.
" Kau jual saja sana!" tantang Better, jengah dengan gaya tengal bin tengil si Walls.
"Aih, lalu siapa yang akan melindungi abang perkasa ku," Walls menepuk dadanya.
"Sudahlah, lanjutkan informasinya.!" Joy melempari Walls dengan kulit kuaci dan kacang.
"Kita harus mengirim mata-mata ke wilayah mereka. Aku mencoba menyadap sistem tapi sulit sekali, aku harus melakukannya secara manual. Karena itu, aku telah membuat alat ini." Walls menunjukkan sebuah benda sebesar kancing dan bros.
"Alat penyadap, kau keren Walls bisa membuat benda secanggih itu." puji Joy, yang kagum melihat benda kecil di tangannya itu.
" Bocah narsis!" celetuk Better.
"Hei, Bet!" seru Joy, dengan sepasang matanya yang membola.
"Apa?" heran Better dengan mode tegang.
"Pucuk dicinta sasaran di depan mata ...." Joy memasang senyum menyeringai.
"Katakan yang jelas cepat!" hardik Better, geram.
"Tengok ke arah jam satu siang," saran Joy.
Lalu pria cuek dengan alis hitam tebal itu menoleh, kearah yang di beri tau oleh pria maskulin dan parlente, Joy.
" Jelita ..., Don Domino?" Kedua mata Better mendelik, yang kemudian di susul senyum miring. Ia pun menoleh ke arah Joy dengan tatapan penuh arti.
Lalu keduanya menatap ke arah Walls bersamaan, dengan senyum miring tercetak di bibir keduanya.
__ADS_1
"Hei, kenapa Om dan Paman melihatku seperti itu?" heran Walls, seraya meletakkan kedua tangan di depan dadanya. Seperti tengah menutupi auratnya saja.
Plak!
...Berantem aja ya mereka ... terusin ... biarin jangan dipisahin.😆...
_
_
_
...Sambil nungguin mak otor up bab selanjutnya, kalian bisa baca novel mak yang lain....
Kisah perjuangan seorang anak membahagiakan keluarganya, dan membuat keluarga kembali bersatu serta bahagia.
Diselingi aksi kocak dari Bang Rojali si kang ojek online yang jagooo banget silat.😉
Di jamin seru, karena ceweknya setrong semua.
Nah, yang ini novel kedua.
Protagonis prianya dijamin unyu dan bikin baper.
Episodenya gak banyak kok cuma 70.
...Kuy, tengokin ya. Di jamin nagih semua😉😉...
_
_
_
_
__ADS_1
Bersambung>>>>