Aku Bukan Pemuas Ranjang

Aku Bukan Pemuas Ranjang
Bab 310. ABPR


__ADS_3

๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ


"Sayang. Sudah ya. Jangan berpikir negatif. Bukankah kita ingin melepas rindu antar sahabat, juga liburan. Sekalian baby moon." Better terus berusaha membujuk Vanish, seraya membelai lembut rambut panjang istrinya yang telah melewati punggung.


"Apakah Ninis keterlaluan? Seharusnya Ninis tidak keluar begitu saja dari kamar Kak Milna. Iya 'kan ๐˜š๐˜ถ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ?" Vanish menoleh ke arah sang suami. Mencari kebenaran dari tindakannya barusan.


"Sayang, apa kau telah menyadari sikapmu? Kalau iya, syukurlah." Better, menciumi kening Vanish. Ia yakin kalau istrinya itu tidak akan lama jika marah. Vanish memiliki keinginan yang kuat. Ia paham apa maksud dari istrinya itu.


"Ninis terlalu kekanak-kanakan. Membuat ๐˜š๐˜ถ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ malu." Vanish memasang wajah sendu, menyesali perbuatannya.


" Tidak sayang, aku tau bagaimana perasaanmu tadi. Aku mengerti. Aku yakin tak lama kau akan menyadari perbuatanmu. Para sahabatmu pasti memakluminya," tutur Better, bagaimanapun ia juga tidak membenarkan juga menyalahkan sikap Vanish tadi.


"๐˜š๐˜ถ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ benar. Kita kesini untuk temu kangen dan bersenang-senang." Vanish telah kembali ceria dan tersenyum lagi. Tentunya hal itu membuat Better lega.


_______


Vanish kembali masuk keruang perawatan Milna. Ia menunduk malu di samping raga suaminya.


"Nis!" Susi segera menghambur menghampiri Vanish. Segera, Better menyingkir. Sebelum ia mendapat tatapan setajam silet dari Arjuna.


"Kak. Maafkan Vanish ya. Tadi udah kocak banget, segala ngambek," ucapnya di dalam dekapan Susi.


"Kakak yang harusnya minta maaf. Tidak mau mengerti maksud dari keinginanmu. Kau boleh menganggap Satria putramu. Siapapun dia nanti. Kakak janji, akan mengatakan bahwa kau sangat menyayanginya," ucap Susi lirih sambil memeluk adik angkatnya itu.


"Aku juga minta maaf ya Nis. Aku tidak ada maksud ...," lirih Milna. Ia tak dapat meneruskan kata-katanya. Terlalu sedih, karena sebagai seorang sahabat ia tak mampu mengerti apa yang Vanish rasakan.


"Kak Nana. Ini salah Ninis. Kakak jangan sedih. Nanti pengaruh sama ASI, kasian nanti sikembar." Vanish menghampiri Milna lalu mereka saling memeluk. Persahabatan mereka terlalu mahal jika harus pecah lantaran kesalahpahaman.


"Sedih terus, lapar nih. Makan yuk!" celetuk


Arjuna tiba-tiba. Tumben, pria kaku itu mau berkelakar.


_____

__ADS_1


Keesokan harinya, pasangan Vanโ€“Be dan Suโ€“Na. Telah sampai di sebuah resort. Mereka telah memesan kamar masing-masing. Karena masih sore, keempatnya pun memutuskan untuk berjalan-jalan di tepi pantai. Berhubung Susi dan Arjuna membawa pengasuh baby S. Maka mereka dengan tenang berjalan-jalan tanpa membawa Satria Junior. Bayi gembul itu tengah tertidur pulas.


"Sayang ya, kak Milna tidak bisa ikut kita liburan," ujar Vanish ketika mereka berempat tengah dinner di cafe pinggir pantai. Sambil menikmati sunset di pinggir pantai terindah dari negara itu. Hingga semilir angin sepoi-sepoi, menerbangkan surai dari kedua wanita cantik yang mengenakan dress samaan selutut. Hanya saja dress yang di kenakan Vanish lebih besar ukurannya.


"Kenapa mereka berdua harus memakai baju kembaran seperti itu," ucap Arjuna sambil melirik sang istri yang tengah ngobrol seru dengan Vanish. Better hanya menanggapi cibiran sang bos besar dengan senyuman.


"Begitulah wanita Tuan. Mereka akan mengungkapkan hubungan melalui gambaran atau visual. Bahkan, Vanish telah menyiapkan piyama dan kaus couple-an untuk kami berdua selama liburan. Ia sampai susah payah mencari pakaian couple yang pas di tubuhnya," tutur Better menceritakan hal lucu sekaligus ribet yang di lakukan istri mungilnya


"Ku harap Susi tidak melakukannya padaku." Arjuna lantas bergidik. Membayangkan jika ia dan Susi memakai pakaian yang sama. Tentu saja ia akan terlihat seperti orang aneh.


_______


Ternyata hal yang terlalu di takutkan itu, bisa menjadi kenyataan.


"Sayang, my queen! Apa ini ...!" pekik Arjuna. Ketika ia mendapati piyama tidur yang harus ia kenakan. Bukan apa, masalahnya pakaian tidur berbahan kaus itu bermotif karakter hewan yang lucu. Ada gambar panda di tengah bajunya.


๐˜ˆ๐˜ฑ๐˜ข ๐˜ช๐˜ข ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฑ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ช๐˜ณ ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ฉ๐˜ธ๐˜ข ๐˜ฌ๐˜ช๐˜ต๐˜ข ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ด๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ซ๐˜ข ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜บ? ๐˜ ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ณ ๐˜ด๐˜ข๐˜ซ๐˜ข!


"Kenapa Ar? Aku baru saja menidurkan Satria kita." Susi yang juga mengenakan pakaian sama, menghampiri Arjuna dengan senyum yang terkembang.


"Apa ini sayang? Kenapa piyamaku seperti ini?" protes Arjuna dengan raut wajahnya yang kusut. Namun, suaminya itu justru nampak imut di mata Susi.


"Kau sangat menggemaskan Ar. Gemoy deh!" Susi memberi pujian pada Arjuna sambil mencubiti pipi dengan rahang yang baru saja di cukur itu.


"Memangnya aku bayi. Sampai kau gemas begini," sungut Arjuna. Aungguh di luar bayangannya, Ia pikir Susi akan mengenakan pakaian seksi atau lingeri yang tipis. Tetapi istrinya itu justru memakai kaos lengan panjang bermotif kartun yang sama dengan pakaiannya.


" Kita foto dulu ya, atau bikin vidio saja." Susi pun menyiapkan kamera pada ponselnya. Arjuna tidak mengizinkannya memiliki aplikasi sosial media. Karena Arjuna tidak menginginkan kehidupan pribadinya di posting untuk publik.


"Ih sayang. Cuma buat kenangan saja. Gak akan di posting kemana-mana juga. Aku kan gak punya sosmed. Begitupun, Milna dan Vanish. Suami mereka itu kan udah ketularan virus bucin kayak kamu," sindir Susi pada suaminya itu.


Melihat Susi merajuk seperti itu, mau tidak mau akhirnya Arjuna pasrah. Ia rela di atur gaya macam-macam ketika lensa kamera memotret kebersamaan mereka.


"Aku lelah. Kau harus memberiku upah untuk ini semua." Arjuna menatap penuh arti kearah Susi yang berada di sampingnya.

__ADS_1


GLEK.


Susi menelan ludahnya kasar. Bagaimana ia bisa lupa jika Arjuna pasti akan menyerang dirinya.


๐˜๐˜ข๐˜ช๐˜ฉ๐˜ฉ, ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข ๐˜ฑ๐˜ช๐˜ญ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ด๐˜ข๐˜ฎ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ช ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ต๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ๐˜จ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฏ. ๐˜‰๐˜ข๐˜จ๐˜ข๐˜ช๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ข ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช? ๐˜”๐˜ข๐˜ฏ๐˜ข ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ณ๐˜ช ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ด๐˜ข ๐˜ด๐˜ถ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ณ๐˜ฌ๐˜ถ. ๐˜ˆ๐˜ข๐˜ข๐˜ฉ๐˜ฉ ....


Susi berpikir keras mencari cara untuk menunda keinginan suaminya itu. Saking kerasnya berpikir, ia sampai tidak merasa jika Arjuna telah membuat pakaian bawahnya terlucuti semua.


"Eh, Aโ€“Ar. Tunggu dulu, aku ... emmptt!" Arjuna buru-buru membungkam bibir yang pasti mau mengeluarkan kalimat penolakan.


Bagian bawah yang telah terbuka membuatnya mudah untuk menerobos gua yang tanpa penghalang tersebut.


"Ar! Akh! Kenapa langsung sih?" protes Susi, biasanya Arjuna akan membuatnya panas dulu sebelum menerjangnya.


"Ini hukuman untukmu sayang. Karena telah membuat suamimu ini macam badut." Arjuna langsung menghentak kuat. Membuat istrinya itu bungkam karena tengah meresapi nikmatnya gelora.


Ternyata di kamar sebelah terdapat adegan yang hampir sama. Bedanya, jika suami yang satu ini lebih memilih untuk menuruti segala keinginan istrinya. Ia bahkan turut tertawa mengikuti kegilaan Vanish.


Bagaimana tidak, jika istrinya itu juga mencoreng wajahnya dengan membuat tiga helai kumis di kedua pipi. Lalu bulatan hitam di kedua mata. mereka berdua juga mengenakan bando berbentuk telinga segitiga. Vanish menggunakan bando berwarna pink sedangkan better mengenakan bando berwarna hitam.


Apapun akan ia lakukan, asalkan tawa bahagia itu nampak di wajah istrinya. Keceriaan dan gelak tawa Vanish adalah segalanya bagi Better.


"Aku mencintaimu." Better mengecup dalam pelipis Vanish sambil mendekap erat ibu hamil itu dari samping.


"Bersihkan wajah kita dulu yuk. Masak, mesra-mesraan tapi mukanya ancur begini," ledek Vanish.


"Biar saja. Aku tak masalah." Better menurunkan kecupannya ke ceruk leher Vanish.


"Aww! Apanya yang gak masalah. Itu lingkaran di mata luntur. Wajah ๐˜š๐˜ถ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ jadi hitam semua!" Vanish pun tergelak sampai memegangi bawah perut buncitnya.


Better segera mengambil cermin bundar dengan gagang ukiran di atas kasur. Benar saja, ia tergelak ketika melihat wajahnya yang macam beruk.


Bersambung>>>

__ADS_1


__ADS_2