Aku Bukan Pemuas Ranjang

Aku Bukan Pemuas Ranjang
Pembalasan Dari Miranda.


__ADS_3

🔥🔥🔥🔥🔥


" Sekarang giliranmu, masuklah! setidaknya kita harus mengguncang mentalnya. Bukankah Joy adalah pria yang pertama kali membuka segel mahkotamu? jadi kita gagalkan aksinya membuka segel perawan lain malam ini. Karena wanita itu pasti akan menutup pintu kamarnya rapat-rapat. Sungguh wanita yang malang." Miranda tertawa senang di balik kemudinya. dia melirik ke atas kaca spion, memberi kode agar Sari dan Puspa segera turun dari mobilnya.


" Kalian masuklah bersamaan, ingatlah untuk memasang senyum terbaik kalian. Ingatkan padanya akan lokasi tempat kalian pertama kali bertemu." Miranda berkata dengan seringai yang tak lepas dari wajah cantiknya.


" Jika Kak Miranda tidak membayarku mahal Aku tidak akan mau melakukan hal seperti ini. Aku tidak pernah suka untuk menarik perhatian orang. lagi pula Joy sangatlah baik padaku, karena dirinya lah aku bisa lulus kuliah keperawatan. Meskipun aku harus membayar mahal untuk itu semua. Joy pun tidak pernah menyakitiku. Jika bukan demi ibu aku tidak akan melakukan hal ini kepadanya." Sari menghela nafasnya lebih dulu, sebelum akhirnya gadis muda itu turun dari mobil.


" Bagaimana denganmu Puspa? apalagi yang kau pikirkan! lakukanlah! Kita tidak pernah tahu siapa di antara kita yang dapat menyadarkan Joy dan membawa pria itu kembali ke jalannya. Aku berjanji pada kalian Aku tidak akan menguasainya lagi. Kali ini aku akan berbagi. Percayalah!" Miranda yang tahu jika Puspa sangat tergila-gila dengan Joy berusaha untuk menghasut hati dan juga pikiran gadis itu. Di mana Puspa adalah gadis yang berusia 17 tahun dan masih bersekolah di bangku SMA. Karena perawakan tubuhnya yang proporsional, siapapun akan mengira bahwa dia adalah gadis yang sudah dewasa.


" Baiklah demi rasa suka aku pada Joy. Aku juga belum puas merasakan cassava miliknya menembus kembali ke dalam Miss viviku." Puspa tersenyum dengan sangat genit. Membuat Miranda melebarkan senyumnya di belakang kemudi.


Puspa adalah remaja tergestrek yang pernah dia temui. Gadis Remaja ini memiliki pikiran yang lebih liar dari wanita-wanita yang pernah digagahi oleh Joy. Karena itulah Joy tidak akan sadar jika dirinya pernah bermain dengan gadis di bawah umur.


Miranda tersenyum puas setelah Puspa turun dari mobilnya. Dirinya yakin jika rencananya saat ini akan berjalan dengan sangat mulus. Joy pasti akan pingsan setelah kedatangan dua wanita muda tersebut. Miranda pun tak tahan untuk tidak terkekeh di belakang kemudinya.


" Mampus kau Joy! Kali ini kau pasti akan terkena serangan jantung! Selamat menanggung malu di depan istri dan juga keluargamu hahaha!" Miranda pun tertawa dengan sangat kencang. Wanita ini benar-benar sudah gila. Dendamnya pada Joy membuatnya rela mengeluarkan biaya yang tidak sedikit untuk mengundang para eks partner Joy itu agar dapat hadir pada saat ini.


Dua gadis muda yang sangat cantik dan segar itu pun melangkahkan kakinya masuk ke dalam Garden Party. Tentu saja mereka dapat masuk dengan mudah meskipun di depan terdapat para penjaga yang memeriksa kartu undangan. Miranda telah menyiapkan semuanya dengan epic. Kedua gadis ini pun menggunakan gaun yang sopan. Siapa sangka jika mereka adalah pasukan yang telah dikirim oleh Miranda untuk mengacaukan pernikahan Joy dan Milna di dalam sana.


Keduanya pun melangkah dengan anggun dan manis ke atas panggung. Hembusan angin dari danau menyibak surai mereka yang panjang hingga melambai-lambai. Sementara itu di atas pelaminan kedua mata Joy sedang terbelalak. Bahkan dirinya tiba-tiba jatuh terduduk di atas kursinya. Kepanikan pun melanda isi kepala dan juga hatinya. Namun secepat kilat Joy bangkit lagi lalu memberi kode kepada para penjaga. Agar mereka segera menahan dua orang wanita muda yang hendak naik ke atas panggung.


" Naaf Nona Nona.Tuan kami melarang Kalian naik ke atas panggung. Karena Tuan kami mencium niat dan gelagat tidak baik dari kalian. Silakan angkat kaki dari sini dengan cara baik-baik!" ucap dua orang penjaga memperingati Sari dan Puspa. m


Mereka menghadang kedua wanita muda ini hingga langkah Sari dan Puspa berhenti tiba-tiba di depan undakan tangga pertama.

__ADS_1


"Siapa yang punya niat jelek sih kami hanya ingin mengucapkan selamat. Kami kan juga punya undangan resminya. Tolong kalian berdua jangan halangi kami ini!" protes Puspa kepada kedua penjaga yang tengah Menghadang mereka.


"Minggir! Wtau aku akan berteriak dan memanggil pengantin prianya dari bawah sini! Kalian tidak inginkan jika kami berdua membuat gaduh saat ini!" ancam Puspa pada kedua penjaga tersebut.


"Eh eh Nona! tapi Tuan kami tidak ingin kalian naik ke atas. Sebaiknya kalian keluar dengan baik-baik atau saya dan kawan saya ini menyeret kalian secara paksa dan kasar!" ancam balik salah satu penjaga tersebut kepada gadis muda di hadapannya. Kembuat Puspa mendengus, dengan kasar.


Kemudian gadis itu menepis tangan penjaga lalu ia berlari ke atas panggung.


'Enak saja, pokoknya misiku harus berhasil. aku kan masih penasaran dengan Joy si tampan.' gumam Puspa di dalam hatinya.


"Joy!" Puspa memekik ketika telah sampai dihadapan Joy. Membuat pria itu mematung tak percaya. Puspa tanpa ragu menubruk kan dirinya pada Joy. Memeluk pengantin pria itu erat dan menciumi kedua pipinya.


Jangankan kedua mata Joy, bahkan kedua mata Milna serta Lovely pun seakan hampir loncat dari sarangnya. Karena Puspa bukan hanya mencium pipi, tapi juga meraup bibir Joy seenaknya.


"Aww!" Jerit Pupsa yang mana saat ini bokongnya telah mencium alas panggung yang keras. Joy telah mendorong tubuhnya dengan keras. Untung saja gadis muda ini tidak terpental hingga ke bawah panggung.


" Penjaga! bawa wanita muda ini keluar!" titah Joy dengan pandangan menukik tajam. Rahangnya pun terlihat mengeras menahan kesal yang teramat sangat. Ia bahkan saat ini tak melihat ke arah Milna.


Istrinya itu pasti sedang menahan marah dan juga bingung.


Joy sungguh tidak menyangka jika aib dari masa lalunya akan terkuat justru di saat hari pernikahannya. Di waktu ketika Milna mau membuka hati untuknya. Meski Milna telah menerima masa lalunya akan tetapi dia akan tetap sakit hati, jika dihadapkan dengan masa lalunya secara beruntun seperti hari ini.


" Kau keterlaluan Joy! Kau sangat kasar! padahal kau sebelumnya sangat lembut dan manis padaku huhuhu," Puspa memasang wajah teraniaya, ia berpura-pura menangis untuk menarik simpati orang lain.


" Jangan berakting di hadapanku! Pergilah sekarang! Karena aku tidak ada urusan lagi dengan mu!" bentak Joy pada gadis muda yang di wajahnya sudah berlinangan air mata itu.

__ADS_1


" Jika kau tidak berhenti berpura-pura dan pergi dari sini. Maka aku akan memanggil polisi untuk menyeretmu dan memasukkanmu ke penjara karena telah berbuat onar di hari pernikahanku!" ancam Joy membuat nyali Puspa ciut seketika. Apalagi ketika Joy menatapnya dengan tatapan tajam. Sari yang berada di bawah sana bahkan bergidik ngeri. Karena ia merasakan aura kekejaman di sekitar Joy. Ia juga menyadari bahwa ancaman pria tersebut tidaklah main-main.


" Baiklah aku akan pergi. Aku hanya ingin mengatakan satu hal padamu. Jika kau merindukanku, permainanku, dan belaianku, aku masih mau menerimamu meskipun statusmu sudah beristri saat ini." Puspa terus berbicara dengan tak tahu malunya. Membuat kedua penjaga itu akhirnya menyeretnya dengan kasar hingga keluar area.


"Idih ... dasar perempuan gila! cantik tapi tak tahu malu!" hardik kedua penjaga tersebut bersamaan.


"Bagaimana? Apa aksi kalian tadi berhasil di dalam?" tanya Miranda.


"Menyebalkan! Ini sungguh memalukan! Hiks!" Puspa pun berlari tanpa menghiraukan Miranda dan Sari.


"Dasar bocah!"


"Biarlah, yang penting kan shock terapi-nya." Miranda menyungingkan senyum sinisnya.


Sementara itu di atas pelaminan.


"Jangan pernah sekalipun menyentuhku dengan kedua tangan kotormu itu." Milna berkata dengan nada yang sangat dingin. Hingga Joy merasakan nyeri di ulu hatinya.


"Na. Ini semua di luar kuasaku. Tolong jangan di pikirkan, jangan diambil hati. Jangan sampai hal ini membuat kau berubah pikiran Na. Ku mohon ...," ucap Joy lirih memelas.


"Aku menikah denganmu demi si kembar. Sejak awal sudah seperti itu. Jadi, jangan pernah berharap lebih dari ini."


🐾Hayo lhooo Joy ...!🧐


Bersambung>>>>

__ADS_1


__ADS_2