Aku Bukan Pemuas Ranjang

Aku Bukan Pemuas Ranjang
Komodo.


__ADS_3

🐉🐉🐉🐉🐉


Ketika wajah mereka satu garis, Arjuna kembali merekatkan raga mereka.


Untuk yang satu ini, ia takkan sanggup menahan godaannya.


Maka ia pun menyambar dengan cepat lalu menyesap manis bibir itu. Meski sang pemilik terus meronta. Permainan Arjuna yang semakin lihai dalam memagut dan menarik, membuat wanita di atasnya ini menghentikan aksi berontak nya.


Inilah yang Susi takutkan, karena ia akan terbuai setiap berdekatan dengan pria menawan ini. Bilangnya saja belum pernah menjamah wanita, akan tetapi setiap gerakan bibir dan sapuan lidahnya mampu membuat isi otak Susi kosong melompong.


Wajah cemberut itu begitu lucu, ketika Arjuna melepaskan tautan mereka disaat sedang panas membara.


"Sepertinya, kau sudah tidak tahan untuk menikah dengan ku, hm?" Arjuna mengerlingkan sebelah matanya menggoda Susi.


" Itu karena kau menggoda ku." Susi mencebik lalu menyandarkan tubuhnya. Ia tak ingin lama-lama menatap mata itu.


" Apa itu tidak terbalik?"


"Siapa menggoda siapa?" Arjuna masih mengarahkan pandangannya pada Susi.


Wanita itu berusaha tenang, padahal dadanya tengah bergemuruh membenarkan setiap ucapan Arjuna.


Diakuinya, tinggal seatap dengan pria yang hampir sempurna seperti dirinya. Membuat imannya naik dan turun.


Lebih sering turun sih kayaknya😏


Mungkin karena dirinya adalah wanita yang pernah menikah, sehingga di waktu-waktu tertentu dirinya membutuhkan sentuhan hangat dari seorang lelaki.

__ADS_1


Sedangkan, lelaki yang tinggal bersamanya memiliki wajah dan bentuk tubuh yang mendekati sempurna sebagai manusia.


(Apakah ini adalah waktu yang tepat untuk memberi keputusan? Apakah pernikahan ini akan bertahan lebih lama atau?) segala ketakutan itulah yang membuat Susi belum berani untuk melangkah pada komitmen.


Ketakutan pada kisah masa lalu, masih menjadi hantu yang membayangi tidurnya.


Arjuna mengulurkan tangannya lalu mengambil tangan kecil itu, masuk kedalam genggamannya.


"Jangan memaksakan hatimu. Karena aku masih bisa menjaga diriku dan juga akan menjaga dirimu," ucap Arjuna dengan begitu hangat dan lembut.


Perlakuan Arjuna barusan, sontak membuat Susi memutar wajah untuk menatapnya.


(Kalau sikapnya manis begini, seakan aku ingin menjawab iya. Akan tetapi, kalau sikapnya seperti tadi galak dan menyebalkan. Membuatku ingin menyerah dan menjauh darinya.)


Mereka berdua saling menatap sekian detik, hingga Arjuna meniup wajah Susi karena ia tak berkedip memandangnya.


"Dasar perusak suasana!" gemasnya.


Diapun bersidekap, dan memandang keluar jendela.


Arjuna kembali melajukan mobilnya, masih dengan terus terkekeh kecil.


" Sebenarnya kita mau kemana?" tanya Susi, sambil memasukkan kembali cemilan keripik kedalam tasnya.


" Kita ke butik, membeli gaun untukmu." Arjuna berkata tanpa menoleh, tangannya masih terus memutar kemudi.


"Apa ini ada hubungannya dengan acara itu, perkumpulan ASEP?" tanya Susi lagi.

__ADS_1


"Better pasti sudah menjelaskan padamu. Apa maksud perkumpulan itu." Arjuna melirik sekilas.


"Nanti di sana, kau jangan jauh-jauh dariku." Pesan Arjuna ini membuat kening Susi berkerut.


"Kenapa aku harus selalu dekat denganmu?".


"Bukankah aku juga membawa nama perusahaan Pradipta?" heran Susi.


"Karena, nanti di sana ada komodo." jelas Arjuna asal.


"Heh?" Susi mengernyit.


"Komodo yang suka menculik wanita cantik." tambah Arjuna lagi.


"Maksudnya apa sih? Yang jelas kenapa?" geram Susi.


"Sebaiknya kau menurut saja apa kataku." Arjuna melirik tajam, ia tak ingin menjelaskan dengan detil.


(Tak bisakah bilang iya saja, tanpa bertanya. Dasar cerewet!) batin Arjuna.


" Baiklah ," ucap Susi pelan.


( Mulai deh, angkuh arogannya keluar. Memang apa susahnya menjelaskan padaku.)


Perempuan ya gitu , setiap informasi itu harus mendetail.


Sedangkan kaum laki-laki tidak mau banyak bicara , cukup dengarkan dan patuhlah.

__ADS_1


Bersambung>>>


__ADS_2