Aku Bukan Pemuas Ranjang

Aku Bukan Pemuas Ranjang
Bab 301 ABPR


__ADS_3

๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ


"Boy, aku di sini." Dalam keremangan cahaya kamar Mery mendekati punggung tegap terbuka yang berdiri membelakanginya. Tak lama kemudian aroma wangi yang memabukkan kembali menguar di dalam kamar tersebut. Pria bertopeng serigala telah menempatkan kamera pada posisi yang pas. Ia juga yang ternyata sengaja kembali memutar penutup botol metalik tersebut.


"Kacung edan. Kenapa kau juga membuatku mabuk, hah?" Mery mulai merasa melayang, wajahnya menghangat dengan perasaan tak nyaman yang perlahan membuatnya menggeliat bagai cacing kremi.


๐˜š๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ข๐˜ต ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ-๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜ต๐˜ถ๐˜ฌ ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ญ๐˜ช๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฅ๐˜ถ๐˜ข. Pria di balik topeng gorila tersenyum smirk. Ia kemudian menutup rapat pintu kamar tersebut. Ia sebenarnya tengah merasa panas di pusat tubuhnya. Karena secara tak sengaja iapun sempat menghirup aroma terapi itu. Ia bahkan berusaha menahan dirinya setengah mati, tatkala di hadapannya tadi berdiri sosok Mery yang berpakaian tapi nampak bugil.


"Shiit! Aku harus berendam di air dingin!" gumamnya kesal. Kemudian ia berlalu meninggalkan sepasang manusia jahanam di dalam sana.


"Oh Boy, akhirnya kita bisa bersama," ucap lirih Mery yang kini telah berada di bawah kuasa pria penuh napsu. Dimana pria itu terus menikmati setiap inchi bagian dari tubuhnya dengan sangat buas.


Cahaya kamar sudah kembali berpendar terang. Namun kedua manusia berbeda jenis ini telah tersihir dengan aroma yang mereka hirup. Mereka menikmati apa yang ada di hadapannya sesuai dengan apa yang ada dalam angan keduanya.


"Akh! Perlahan sayang. Aku tau kau pasti sangat merindukanku. Begitu juga denganku Boy sayang." Mery memberi remasan dan juga tekanan pada kepala pria yang kini tengah melahap apa yang tersuguh kan ditubuh bagian atasnya itu.


"Oh Boy!" pekiknya meronta di sela gigitan dan juga sesapan. Dimana setiap perlakuan pada bagian tubuhnya itu memberinya kenikmatan untuk memuaskan gelora yang sudah ia tahan selama beberapa hari ini.


"Oh sayangku ... kau adalah milikku. Aku sangat menyukai ini semua. Uugghh!" Pria bertubuh polos yang kini tengah meracau di atas tubuh Mery mengeluarkan lenguhannya. Antara sadar dan tidak mereka pun melakukan apa yang ingin mereka tuntaskan sebelumnya.


"Aku sangat beruntung malam ini. Ah, sayang aku mau lagi." Pria itu kembali meracau dan menyerang Mery yang juga masih penuh hasrat bergejolak.


"Boy sayang, kita harus bersenang-senang sampai pagi," oceh Mery yang kini menukar posisinya menjadi di atas tubuh pria tampan bertubuh atletis itu.


"Boy, sejak kapan kau memotong rambutmu?" tanya Mery di sela-sela goyangannya. Karena kedua tangannya ikut menarik dan menjenggut rambut pria di bawah kuasanya itu.


"Sayang, aku akan memanjangkan rambutku jika kau tidak menyukai gaya army," sahut pria yang tengah menahan sesuatu yang hampir meledak dari inti tubuhnya.


"Ah sayang, kau membuatku gila!" Pria di bawah Mery berteriak seiring dengan lengkingan tubuhnya. Begitu juga Mery, wanita itu mencengkeram pahanya sendiri merasakan hujaman yang menyentuh dinding pada daerah inti pribadinya.


Keduanya terus bermain tanpa henti, hingga bunyi nyaring dari kedua bibir mereka di susul oleh bunyi kasur yang bergoyang laksana di terjang oleh gempa.


Sementara di kamar yang lain. Seorang pria tengah tersiksa luar biasa. Karena ada sesuatu yang hendak melesak dari tubuhnya, akan tetapi tak ada tempat untuk di salurkan saat ini.


"Mery sialan! Kau hampir saja menyeret ku ke dalam neraka jahanam." Better menggeram merasakan gairah yang tak kunjung padam. Padahal dia sudah selama itu berendam dalam bak berisi air dingin.


"๐˜๐˜ฎ๐˜ฐ๐˜บ, kau harus membantuku. Semoga sjaa dirimu belum tidur sayang. Aku sudah tidak kuat lagi." Better menggigit bibirnya merasakan hal tak nyaman yang menyiksanya sejak tadi.


Terpaksa, ia pun menghubungi sang istri. Walaupun jarak perbedaan waktu antara dirinya dan Vanish hampir empat jam. Better tak lagi peduli. Hanya bantuan dari istrinya itulah yang ia harapkan mampu melepaskan semua penderitaannya.

__ADS_1


Di jam yang sama di dalam kamar apartemen milik pribadi. Dimana kala itu Vanish tengah tertidur sambil memeluk Kelly sang emak.


๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ค๐˜ช๐˜ฏ๐˜ต๐˜ข๐˜ช๐˜ฎ๐˜ถ ... ๐˜š๐˜ฆ๐˜ถ๐˜ฎ๐˜ถ๐˜ณ ๐˜ฉ๐˜ช๐˜ฅ๐˜ถ๐˜ฑ๐˜ฌ๐˜ถ ...


๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ช๐˜ฎ๐˜ถ ... ๐˜ด๐˜ญ๐˜ข๐˜ญ๐˜ถ, ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ซ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ถ๐˜ด๐˜ช๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ ...


Penggalan lirik lagu berputar berulang-ulang seiring getaran dari ponsel yang di letakkan di samping bantal. Vanish terlihat menggeliat kemudian mengucek matanya yang baru saja terpejam beberapa saat yang lalu.


"Jam berapa ini. Apa iya ๐˜š๐˜ถ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ yang menghubungi?" gumamnya sambil sesekali menguap.


"Eh, ternyata benar. Aneh, gak biasanya nelpon jam segini. Apa ada yang terjadi padanya ya?" bingung Vanish, tapi ia tetap memutuskan untuk mengangkat panggilan vidio dari suaminya itu.


"Halo sayang ..." Vanish mencoba memasang senyum di wajah bantalnya itu.


๐˜๐˜ฎ๐˜ฐ๐˜บ ๐˜ด๐˜ข๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ. ๐˜๐˜ด๐˜ต๐˜ณ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ค๐˜ข๐˜ฏ๐˜ต๐˜ช๐˜ฌ. ๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ด๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ต ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฎ๐˜ถ. ๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ด๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ต ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ต๐˜ถ๐˜ฉ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฎ๐˜ถ ๐˜ด๐˜ข๐˜ข๐˜ต ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช.


"๐˜š๐˜ถ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ, Kenapa wajahmu sangat merah? Apa yang sebenarnya terjadi!" Kaget Vanish. Ia tak mengerti dengan raut wajah Better yang begitu merana dalam pandangan matanya saat ini. Pria itu seperti tengah menahan sesuatu didalam dirinya.


๐˜‰๐˜ข๐˜ฏ๐˜ต๐˜ถ๐˜ช๐˜ฏ ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ด๐˜ข๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ. ๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฎ๐˜ฐ๐˜ฉ๐˜ฐ๐˜ฏ, ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ด๐˜ถ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ต๐˜ช๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ต๐˜ข๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ญ๐˜ข๐˜จ๐˜ช. Better berkata dengan ekspresi yang begitu memelas dan terlihat frustrasi.


"Ninis harus bantu apa? Suami ganteng kenapa sih? Jangan bikin Ninis bingung ih!" Vanish mulai gusar dan berspekulasi macam-macam.


Better pun menuntun Vanish untuk berpindah tempat ke kamar mandi. Ia meminta istrinya itu mandi ketika waktu menunjukkan pukul tiga dini hari. Sementara di tempatnya baru jam sebelas malam.


_____


"Akh sayang ... tuntun aku dengan suaramu ya. Katakan apa yang ingin kau lakukan padaku. Juga apa yang kau ingin aku lakukan padamu saat ini. Sebut saja ya." Better kini juga sudah berdiri di bawah shower. Kedua tangannya dengan posisi mendorong dinding.


๐˜’๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ถ ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ณ ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ฃ๐˜ข๐˜จ๐˜ข๐˜ช๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ข?


"Tidak akan sayang, cepatlah!" ajak Better tak sabar. Meskipun kini keadaan Vanish sudah tanpa busana. Akan tetapi Better juga butuh mendengar stimulasi suara sebagai salah satu alat bantu fantasinya.


๐˜š๐˜ข๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ, ๐˜•๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช๐˜ด ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ถ ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ถ ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ถ ๐˜ด๐˜ข๐˜ข๐˜ต ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช ... ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜จ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช ... ๐˜ญ๐˜ข๐˜ญ๐˜ถ ... ๐˜ฆ๐˜ฉ๐˜ฎ๐˜ฎ ๐˜ฎ๐˜ฎ๐˜ฎ๐˜ฎ ....


Vanish sengaja mengeluarkan suara desah mendayunya. Sekuat tenaga ia mengesampingkan rasa malu hati. Semua ia lakukan demi sang suami.


"Aku sangat merindukanmu sayang. Kau sangat menggairahkan. Hanya kau yang pemilik hati dan tubuhku. Aku sangat menyukai aroma tubuhmu ini." Better memejamkan matanya sambil mendengar suara Vanish. Ia sengaja membaluri seluruh tubuhnya dengan sabun yang di bawakan sang istri untuknya. Hingga pelepasan itu terjadi dengan bantuan imajinasi. Begitupun di seberang sana. Vanish pun tengah melenguh melepaskan geloranya. Ia pun bersandar pada bath up kosong dengan keadaan tubuh yang terbuka.


"๐˜๐˜ฎ๐˜ฐ๐˜บ sayang. Aku akan pulang hari ini. Kita harus mengulanginya lagi. Kau bersiap ya. Bersuaralah seperti tadi," ucap Better dengan senyum yang menghiasi layar ponsel Vanish.

__ADS_1


๐˜Œ๐˜ฏ๐˜ต๐˜ข๐˜ฉ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ, ๐˜•๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช๐˜ด ๐˜ด๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ต ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ญ๐˜ถ. ๐˜๐˜ฏ๐˜ช ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ญ ๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ญ๐˜ถ๐˜ข๐˜ณ ๐˜ฃ๐˜ข๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜•๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช๐˜ด. ๐˜‰๐˜ข๐˜จ๐˜ข๐˜ช๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ข ๐˜ฌ๐˜ช๐˜ต๐˜ข ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฅ๐˜ถ๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข๐˜ต ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ด๐˜ข๐˜ด๐˜ช ๐˜จ๐˜ช๐˜ญ๐˜ข ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ต๐˜ช ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช.Vanish menutupi wajahnya yang memerah bak udang rebus.


"Aku menyukainya. Sangat!" puji Better, yang mana membuat Vanish kini menyunggingkan senyum manisnya.


"Aku akan menggunakan penerbangan yang pertama. Sampai ketemu sayangku!" Better menangkap kecupan jauh yang di lemparkan oleh Vanish. Meskipun sang istri tergelak geli setelah melakukannya.


๐˜ ๐˜ข ๐˜ถ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฉ, ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ต๐˜ช ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜•๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช๐˜ด ๐˜ด๐˜ถ๐˜ณ๐˜ถ๐˜ฉ ๐˜ฑ๐˜ถ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ. ๐˜๐˜ข๐˜ต๐˜ช-๐˜ฉ๐˜ข๐˜ต๐˜ช ๐˜บ๐˜ข ๐˜ด๐˜ข๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ. ๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜จ๐˜จ๐˜ถ๐˜ฎ๐˜ถ. Ninis berkata seraya mengerling genit.


"Ah, sayang. Kau sangat menggemaskan. Awas ya!" Better pun tertawa melihat aksi menggoda dari Vanish.


Tuuuutt ....


Sambungan vidio call pun terputus sudah.


"Aku akan memberi pelajaran yang tidak akan pernah kalian berdua lupakan seumur hidup. Beraninya, bermain-main denganku." Better mencengkeram ujung keran. Setelahnya pria yang rambut gondrongnya di urai itu kembali membilas tubuhnya.


_______


Setelah bermain selama lima jam. Kini tubuh Milo dan Merybelle ambruk di atas kasur yang sudah tak berbentuk lagi itu.


Tak lama kemudian Better masuk dengan masker sebagai penutup hidung dan juga mulutnya. Ia meraih botol metalik dan menutupnya. Kemudian beralih pada kamera yang ia sembunyikan dengan apik di sana.


๐˜๐˜ฏ๐˜ช ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ซ๐˜ข๐˜ต๐˜ข ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜จ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜ต๐˜ถ๐˜ฌ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ค๐˜ถ๐˜ณ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ญ๐˜ช๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฅ๐˜ถ๐˜ข. ๐˜•๐˜ช๐˜ฌ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ต๐˜ช๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ด๐˜ข๐˜ข๐˜ต-๐˜ด๐˜ข๐˜ข๐˜ต ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ฉ๐˜ช๐˜ณ ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ญ๐˜ช๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ด ๐˜ต๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฑ๐˜ข ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ต๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ต๐˜ข๐˜ฏ.


Better melempar topeng gorila, ke atas tubuh Mery yang tanpa busana. Sedikitpun ia tak tertarik, justru jijik. Ketika jejak percintaan Milo tersebar luas pada tubuh molek itu.


Siang harinya.


Ketika Better sudah berada di dalam pesawat.


"Ugghhh ...!" Mery menggeliat, kemudian menyingkirkan tangan yang berada di atas dadanya. Sontak kedua matanya membola, tatkala ia menoleh ke sebelah.


"Aakkhh!!"


"Kenapa kau yang ada disini!"


"Kacung kurang ajar!"


Bersambung>>>

__ADS_1


__ADS_2