
๐ฅ๐ฅ๐ฅ๐ฅ๐ฅ
"Pak, anda tidak apa-apa, kan?" tanya Vanish khawatir.
"Tidak, kenapa memang?" tanya Better balik. Karena, asistennya begitu bingung.
"Wajah anda memerah, juga kening dan pelipis berkeringat. Bukankah suhu di ruangan ini sangat dingin? Apa anda sedang tidak enak badan?" cecar Vanish, dengan raut khawatir yang kentara.
๐๐ข๐ฅ๐ช๐ด ๐ช๐ฏ๐ช? ๐๐ฆ๐ฏ๐ข๐ฑ๐ข ๐ฃ๐ฆ๐จ๐ช๐ต๐ถ ๐ฌ๐ฉ๐ข๐ธ๐ข๐ต๐ช๐ณ? ๐๐ฆ๐ณ๐ฏ๐บ๐ข๐ต๐ข ๐ฅ๐ช๐ข ๐ฎ๐ข๐ด๐ช๐ฉ ๐ฑ๐ฐ๐ญ๐ฐ๐ด ๐ด๐ฆ๐ฌ๐ข๐ญ๐ช. ๐๐ถ๐ง๐ต ... ๐ด๐ฆ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ต๐ช๐ฏ๐บ๐ข ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ด๐ถ๐ฅ๐ข๐ฉ ๐ด๐ข๐ญ๐ข๐ฉ ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ช๐ญ๐ช๐ฉ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐จ๐ข๐ถ๐ฏ ๐ฎ๐ฐ๐ฅ๐ฆ๐ญ ๐ฃ๐ฆ๐จ๐ช๐ต๐ถ ๐ถ๐ฏ๐ต๐ถ๐ฌ๐ฏ๐บ๐ข.
Better, begitu menyesali hadiah pilihannya. Bagaimana tidak, gaun itu memang cocok sekali dengan tubuh mungil Vanish.
Hanya saja, pria dengan rambut yang selalu diikat itu tak pernah menyangka. Di balik seragam blazer kerjanya, Vanish menyembunyikan bentuk dada yang bagus. Bahkan tadi, dirinya tak sengaja melihat sedikit isinya.
๐๐ฆ๐ช, ๐ฐ๐ต๐ข๐ฌ ๐ฎ๐ฆ๐ด๐ถ๐ฎ! ๐๐ฆ๐ณ๐ฉ๐ฆ๐ฏ๐ต๐ช ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ช๐ฌ๐ช๐ณ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฃ๐ข๐จ๐ช๐ข๐ฏ ๐ช๐ต๐ถ! ๐๐ฐ๐ฌ๐ถ๐ด๐ญ๐ข๐ฉ ๐ฑ๐ข๐ฅ๐ข ๐ด๐ถ๐ด๐ถ๐ฏ๐ข๐ฏ ๐ข๐ค๐ข๐ณ๐ข. ๐๐ถ๐ฌ๐ข๐ฏ๐ฌ๐ข๐ฉ, ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ฆ๐ฎ๐ถ๐ช ๐ณ๐ฆ๐ญ๐ข๐ด๐ช ๐ฅ๐ช ๐ข๐ค๐ข๐ณ๐ข ๐ช๐ฏ๐ช, ๐ต๐ฆ๐ณ๐ฎ๐ข๐ด๐ถ๐ฌ ๐ต๐ถ๐ข๐ฏ ๐ณ๐ถ๐ฎ๐ข๐ฉ.
"Sebaiknya kita kembali kesana, bukankah kita ada janji dengan tuan rumah? Sekalian membahas kelanjutan dari perjanjian kerja sama nanti," ajak Better, tapi pria itu jalan lebih dulu dan tanpa menoleh lagi.
๐๐ช๐ข ๐ฌ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ฑ๐ข ๐ด๐ช๐ฉ? ๐๐ฆ๐ฉ๐ข๐ณ๐ถ๐ด๐ฏ๐บ๐ข, ๐ฌ๐ข๐ญ๐ข๐ถ ๐ฌ๐ถ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ ๐ด๐ฆ๐ฉ๐ข๐ต ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ถ๐ด๐ข๐ฉ ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐จ๐ช ๐ด๐ข๐ซ๐ข. ๐๐ข๐ฎ๐ฑ๐ข๐ช ๐ฌ๐ฆ๐ญ๐ถ๐ข๐ณ ๐ฌ๐ฆ๐ณ๐ช๐ฏ๐จ๐ข๐ต ๐ฅ๐ช๐ฏ๐จ๐ช๐ฏ ๐ฃ๐ฆ๐จ๐ช๐ต๐ถ.
"Eh, Pak. Bukankah Pak Joy dan Milna
seharusnya ada disini?" tanya Vanish yang sudah mensejajari langkah Better.
"Seharusnya begitu," jawabnya datar.
๐๐ฆ๐ฎ๐ฎ ... ๐ฌ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ฑ๐ข ๐ซ๐ข๐ธ๐ข๐ฃ๐ฏ๐บ๐ข ๐จ๐ช๐ต๐ถ ๐ฃ๐ข๐ฏ๐จ๐ฆ๐ต ๐ด๐ช๐ฉ? ๐๐ช๐ฌ๐ช๐ฏ ๐ฃ๐ข๐ฅ๐ฎ๐ฐ๐ฐ๐ฅ ๐ข๐ซ๐ข.
Sementara itu, masih di lobi.
"Pak, tadi Vanish dan Better kemana?" tanya Milna, si gadis tomboi yang tanpa ia sadari, malam ini telah membuat sepotong hati menciut. Menyesali sumpahnya sendiri, beberapa waktu lalu.
"Pak, saya bertanya ih, jawab kenapa?" tambahnya, kedua matanya terus mencari kesana-kemari.
"Pak?" Milna sontak menoleh, lalu ...
Deg!
๐๐ฆ๐ฏ๐ข๐ฑ๐ข ๐ฅ๐ช๐ข ๐ฎ๐ฆ๐ญ๐ช๐ฉ๐ข๐ต๐ฌ๐ถ ๐ด๐ฆ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ต๐ช ๐ช๐ต๐ถ? ๐๐ข๐ฏ๐ฅ๐ข๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ๐ฏ๐บ๐ข, ๐ด๐ถ๐ฏ๐จ๐จ๐ถ๐ฉ ๐ต๐ข๐ฌ ๐ด๐ฆ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ต๐ช ๐ฃ๐ช๐ข๐ด๐ข๐ฏ๐บ๐ข. ๐๐ข๐ฅ๐ช ๐ฏ๐จ๐ฆ๐ณ๐ช ๐ช๐ฉ ...
Milna bergidik samar, bahkan ia terlihat memeluk raganya sendiri.
๐๐ช๐ข๐ญ! ๐๐ฆ๐ฏ๐ข๐ฑ๐ข ๐ฅ๐ช๐ข ๐ด๐ฆ๐ค๐ข๐ฏ๐ต๐ช๐ฌ ๐ช๐ฏ๐ช ๐ฑ๐ข๐ด ๐ฅ๐ข๐ฏ๐ฅ๐ข๐ฏ? ๐๐ข๐ญ๐ถ ๐ฌ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ฑ๐ข ๐ฌ๐ฆ๐ต๐ช๐ฌ๐ข ๐ฃ๐ฆ๐ฌ๐ฆ๐ณ๐ซ๐ข ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ฑ๐ข๐ฌ๐ข๐ช๐ข๐ฏ ๐ฏ๐ฐ๐ณ๐ข๐ฌ ๐ด๐ฆ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ต๐ช ๐ช๐ต๐ถ? ๐๐ฑ๐ข ๐ฅ๐ช๐ข ๐ด๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ซ๐ข? ๐๐ช๐ข๐ญ๐ฏ๐บ๐ข ๐ญ๐ข๐จ๐ช, ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ฌ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ฑ๐ข ๐ญ๐ข๐ฏ๐จ๐ด๐ถ๐ฏ๐จ ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐จ๐ข๐ช๐ณ๐ข๐ฉ. ๐๐ฌ.
Joy, mengumpat serta memaki dirinya sendiri. Berusaha menguasai pikiran juga si otong, jangan sampai ia bertekuk lutut dan hilang wibawa di hadapan asistennya. Dimana mereka terbiasa perang mulut setiap hari.
"Kenapa sih, Pak?"
"Kenapa anda melihat saya seperti itu? Jangan bilang, kalau saya lebih cantik dari pacar-pacar anda itu, he?" Milna meledek Joy, dengan menaik turunkan alisnya.
__ADS_1
"Vret, mana mungkin! Aku tidak akan menyukai wanita bar-bar sepertimu. Lagipula, sejak awal itu ... kau yang lebih dulu suka padaku, bukan begitu nona CCTV?" serang Joy langsung ke titik kelemahan musuh.
"Cih,suka padamu? Kau pikir kepalaku ini gegar otak apa? Sampai tidak bisa berpikir secara rasional lagi!" ketus Milna, tidak terima atas tuduhan tak beralasan dari Joy. Bahkan, ia menyilang kan kedua tangannya di depan dada.
๐๐ช๐ข๐ญ๐ข๐ฏ! ๐๐ถ๐ญ๐ถ๐ต ๐ฏ๐บ๐ข ๐ฃ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ณ-๐ฃ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ณ ๐ซ๐ถ๐ญ๐ช๐ฅ! ๐๐ฆ๐ฏ๐ข๐ฑ๐ข ๐ซ๐ถ๐จ๐ข ๐ต๐ข๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ๐ฏ๐บ๐ข ๐ฉ๐ข๐ณ๐ถ๐ด ๐ด๐ฆ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ต๐ช ๐ช๐ต๐ถ? ๐๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ถ๐ข๐ต ๐ฅ๐ข๐ฅ๐ข๐ฏ๐บ๐ข ๐ด๐ฆ๐ฎ๐ข๐ฌ๐ช๐ฏ ๐ฏ๐ข๐ช๐ฌ ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ช๐ฏ๐ต๐ช๐ฑ ๐ฅ๐ข๐ณ๐ช ๐ฃ๐ข๐ญ๐ช๐ฌ ๐จ๐ข๐ถ๐ฏ๐ฏ๐บ๐ข ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ด๐ฆ๐ฅ๐ช๐ฌ๐ช๐ต ๐ต๐ฆ๐ณ๐ฃ๐ถ๐ฌ๐ข ๐ฅ๐ช ๐ฃ๐ข๐จ๐ช๐ข๐ฏ ๐ข๐ต๐ข๐ด.
๐พ๐Otakmu, Joy. Tolong di kondisikan!
"Lalu, kenapa kau memilih pakaian seperti itu sekarang, apa kau sengaja menggodaku?" Joy, mendorong tubuh Milna ke dinding. Lalu, berusaha menghimpitnya.
"Jangan mimpi ketinggian, Pak! Nanti kalau jatuh, sakit!" Milna menahan raga tegap Joy dengan kedua tangannya. Sementara, kedua kakinya sudah memasang kuda-kuda.
๐๐ช๐ข๐ญ! ๐๐ช๐ด๐ข-๐ฃ๐ช๐ด๐ข๐ฏ๐บ๐ข ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ญ๐ถ๐ฑ๐ข, ๐ฌ๐ข๐ญ๐ข๐ถ ๐ฅ๐ช๐ข ๐ซ๐ถ๐จ๐ข ๐ซ๐ข๐จ๐ฐ ๐ฃ๐ฆ๐ญ๐ข๐ฅ๐ช๐ณ๐ช. ๐๐ข๐ค๐ข๐ฎ-๐ฎ๐ข๐ค๐ข๐ฎ ๐ด๐ฆ๐ฅ๐ช๐ฌ๐ช๐ต, ๐ฃ๐ช๐ด๐ข ๐ข๐ฎ๐ด๐บ๐ฐ๐ฏ๐จ ๐ฃ๐ฆ๐ฏ๐ฅ๐ข ๐ฌ๐ฆ๐ณ๐ข๐ฎ๐ข๐ต๐ฌ๐ถ ๐ช๐ฏ๐ช.
Joy, merinding. Membayangkan benda keramatnya patah seperti milik Seno.
"Jaga jarak denganku, jangan terlalu dekat!" pesan Joy. Kemudian ia melepas Milna dan kembali merapikan jasnya.
"Baiklah, lima meter cukup kan?" ledek Milna, dengan kekehan kecilnya.
"Sekalian, pulang saja sana!" ketus Joy, seraya mendengus kesal.
๐พBerantem muluk, dijodohin enak nih๐๐.
Di dalam aula besar, telah berkumpul para tamu. Mereka rata-rata berasal dari perusahaan besar dalam negeri.
Dress code kali ini, tuan rumah sengaja mengusung tema manis dan romantis. Karena ulang tahun perusahaan, bertepatan juga dengan anniversary pernikahan sang putri tercinta.
"Kak, Nana!" panggil Vanish, pada wanita berambut bob pendek itu.
"Ninis!"
"Akhirnya ketemu juga, aku nyariin kamu dari tadi," sahut Milna, girang.
"Lama gak ketemu ya, Kak? Aku juga dari tadi nyariin, berhubung tamunya banyak banget, aku jadi pusing. Ya udah, aku ajak Pak Bos mojok dulu sebentar di sana," jelasnya dengan ceria dan diiringi senyum seperti biasa.
"Aduh, berani ya kamu! Ngajak Si Bos mojok!" ledek Milna kemudian mereka berdua tertawa.
๐๐ฆ๐ณ๐ฆ๐ฌ๐ข ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ฅ๐ถ๐ข, ๐ฌ๐ข๐ญ๐ข๐ถ ๐ด๐ถ๐ฅ๐ข๐ฉ ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ต๐ฆ๐ฎ๐ถ. ๐๐ฐ๐ด ๐ด๐ฆ๐ฏ๐ฅ๐ช๐ณ๐ช ๐ฑ๐ถ๐ฏ ๐ฅ๐ช ๐จ๐ฉ๐ช๐ฃ๐ข๐ฉ๐ช. ๐๐ข๐ฏ๐ข ๐ฅ๐ข๐ณ๐ช ๐ฅ๐ฆ๐ฑ๐ข๐ฏ. ๐๐ฆ๐ฏ๐ข๐ณ-๐ฃ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ณ, ๐ข๐ด๐ช๐ด๐ต๐ฆ๐ฏ ๐ญ๐ช๐ฎ๐ช๐ต๐ฆ๐ฅ ๐ฆ๐ฅ๐ช๐ต๐ช๐ฐ๐ฏ.
Joy dan Better saling menatap, lalu serempak menepuk dahi mereka masing-masing.
"Tinggalkan saja mereka berdua, kita harus menemui Tuan Koh Pi Liong." Joy menyeret Better dengan merangkul bahu kawannya itu.
"Lepaskan tanganmu!" tolak Better kesal.
"Masih kaku aja, ni bocah!" sungut Joy, menarik kembali tangannya dari pundak pria gondrong itu.
"Apa, Walls mengabari mu? Kapan ia pulang ke negara ini?" tanya Joy.
__ADS_1
"Email ku, dua hari yang lalu. Bahkan belum di balas oleh bocah badung itu," jawab Better.
"Itu, tuan rumah yang kita cari." tunjuk Joy, bahkan ia mempercepat langkahnya.
"Lalu, bagaimana dua asisten kita? Apa tidak masalah meninggalkan mereka di sana?" tanya Better, yang mulai khawatir. Karena ia sadar, ada beberapa pasang mata dari pengusaha hidung belang, yang menatap lapar ketika melihat Vanish.
"Selamat malam, Tuan." Joy menyalami pria berwajah asia itu. Dimana, ia adalah tuan rumah dari acara besar malam ini.
"Selamat malam, dan selamat datang dua presdir tampan!" sahutnya. Menyalami mereka berdua dengan antusias.
"Saya sudah mempelajari proposal kalian," ucapnya memulai sesi perbincangan bisnis diantara mereka.
"Lalu, bagaimana tanggapan anda?" tanya Better, semangat. Untuk perusahaannya yang baru merintis, kerja sama ini sangatlah berarti.
" Saya sangat tertarik, bekerja sama dengan perusahaan coklat ChoโCho. Usaha yang tidak mengenal pasang surut, dengan keuntungan yang meningkat setiap tahunnya. Anda sungguh pandai menilai pasar, Tuan Better." Tuan Koh Pi Liong tertawa senang, sembari menepuk pelan bahu presdir berambut gondrong itu.
"Anda terlalu memuji, Tuan. Bukankah ini ilmu basic dari management bisnis?" ucap Better merendah.
"Untuk, Tuan Joy. Saya akan menanamkan investasi sebesar 25%. Karena saya yakin, produk perusahaan SENKAI akan booming di negera kita.
Kalian benar-benar bertangan dingin, Arjuna Satria sungguh beruntung." Lagi, pria keturunan negara tirai bambu itu memuji. Kedua presdir tampan yang juga multitalenta.
Kedua asisten itu saling pandang sekilas, mereka tak menyangka akan mendapatkan investor besar dengan mudah.
"Kita harus merayakan ini."
"Tapi, mana gadis-gadis itu?" Dua cogan ini pun mencari ke setiap sudut. Ke setiap kerumunan para wanita sosialita, dimana akhirnya membuat mereka semua histeris ketika dua cogan ini datang menghampiri.
"Maaf, kami bukan mencari wanita. Tapi, mencari asisten wanita kami," jelas Better untuk sekian kalinya. Karena komunitas ini selalu saja salah faham akan maksudnya.
"Jika salah satu dari kalian ada waktu, hubungi saja aku." Sementara Joy malah tebar pesona dan kartu nama.
"Joy, fokuslah!" Better menarik tubuh Joy, lalu memiting leher pria maskulin yang di bandrol sebagai casanova itu.
"Bye, girls!" Kerling Joy sebelum angkat laki meninggalkan kumpulan itu.
________
"Pergilah, sebelum kalian ku buat cacat!" ancam Milna.
" Memangnya apa yang bisa kau lakukan kucing manis?" tawa remeh pun keluar dari mulut tiga pria yang sudah setengah mabuk itu.
"Ayo, Nis. Kita tinggalkan saja cecunguk seperti mereka." Milna menarik tangan Vanish, hendak menjauh dari ketiga pria tak waras itu.
Srett!
"Lepas!!" pekik Vanish, karena salah satu pria mabuk itu menarik tangannya kasar.
Bugh!!
__ADS_1
Bersambung>>>>