Aku Bukan Pemuas Ranjang

Aku Bukan Pemuas Ranjang
Presdir Tamvan vs Asisten Cantik.


__ADS_3

๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ


"Pak, anda tidak apa-apa, kan?" tanya Vanish khawatir.


"Tidak, kenapa memang?" tanya Better balik. Karena, asistennya begitu bingung.


"Wajah anda memerah, juga kening dan pelipis berkeringat. Bukankah suhu di ruangan ini sangat dingin? Apa anda sedang tidak enak badan?" cecar Vanish, dengan raut khawatir yang kentara.


๐˜Ž๐˜ข๐˜ฅ๐˜ช๐˜ด ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช? ๐˜’๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜จ๐˜ช๐˜ต๐˜ถ ๐˜ฌ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ธ๐˜ข๐˜ต๐˜ช๐˜ณ? ๐˜›๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข๐˜ต๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ด๐˜ช๐˜ฉ ๐˜ฑ๐˜ฐ๐˜ญ๐˜ฐ๐˜ด ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ญ๐˜ช. ๐˜๐˜ถ๐˜ง๐˜ต ... ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ต๐˜ช๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ด๐˜ถ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ด๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ช๐˜ญ๐˜ช๐˜ฉ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜จ๐˜ข๐˜ถ๐˜ฏ ๐˜ฎ๐˜ฐ๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ญ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜จ๐˜ช๐˜ต๐˜ถ ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜ต๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข.


Better, begitu menyesali hadiah pilihannya. Bagaimana tidak, gaun itu memang cocok sekali dengan tubuh mungil Vanish.


Hanya saja, pria dengan rambut yang selalu diikat itu tak pernah menyangka. Di balik seragam blazer kerjanya, Vanish menyembunyikan bentuk dada yang bagus. Bahkan tadi, dirinya tak sengaja melihat sedikit isinya.


๐˜๐˜ฆ๐˜ช, ๐˜ฐ๐˜ต๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ด๐˜ถ๐˜ฎ! ๐˜‰๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฉ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ต๐˜ช ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ช๐˜ณ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฃ๐˜ข๐˜จ๐˜ช๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ช๐˜ต๐˜ถ! ๐˜๐˜ฐ๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ด๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข ๐˜ด๐˜ถ๐˜ด๐˜ถ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ข๐˜ค๐˜ข๐˜ณ๐˜ข. ๐˜‰๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฉ, ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ถ๐˜ช ๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ด๐˜ช ๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ข๐˜ค๐˜ข๐˜ณ๐˜ข ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช, ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ด๐˜ถ๐˜ฌ ๐˜ต๐˜ถ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ณ๐˜ถ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฉ.


"Sebaiknya kita kembali kesana, bukankah kita ada janji dengan tuan rumah? Sekalian membahas kelanjutan dari perjanjian kerja sama nanti," ajak Better, tapi pria itu jalan lebih dulu dan tanpa menoleh lagi.


๐˜‹๐˜ช๐˜ข ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข ๐˜ด๐˜ช๐˜ฉ? ๐˜š๐˜ฆ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ณ๐˜ถ๐˜ด๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข, ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ถ ๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ต ๐˜ต๐˜ช๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ถ๐˜ด๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜จ๐˜ช ๐˜ด๐˜ข๐˜ซ๐˜ข. ๐˜š๐˜ข๐˜ฎ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ช ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ถ๐˜ข๐˜ณ ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ต ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ๐˜ช๐˜ฏ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜จ๐˜ช๐˜ต๐˜ถ.


"Eh, Pak. Bukankah Pak Joy dan Milna


seharusnya ada disini?" tanya Vanish yang sudah mensejajari langkah Better.


"Seharusnya begitu," jawabnya datar.


๐˜๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฎ ... ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข ๐˜ซ๐˜ข๐˜ธ๐˜ข๐˜ฃ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜จ๐˜ช๐˜ต๐˜ถ ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฆ๐˜ต ๐˜ด๐˜ช๐˜ฉ? ๐˜‰๐˜ช๐˜ฌ๐˜ช๐˜ฏ ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ฎ๐˜ฐ๐˜ฐ๐˜ฅ ๐˜ข๐˜ซ๐˜ข.


Sementara itu, masih di lobi.


"Pak, tadi Vanish dan Better kemana?" tanya Milna, si gadis tomboi yang tanpa ia sadari, malam ini telah membuat sepotong hati menciut. Menyesali sumpahnya sendiri, beberapa waktu lalu.


"Pak, saya bertanya ih, jawab kenapa?" tambahnya, kedua matanya terus mencari kesana-kemari.


"Pak?" Milna sontak menoleh, lalu ...


Deg!


๐˜’๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ช๐˜ฉ๐˜ข๐˜ต๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ต๐˜ช ๐˜ช๐˜ต๐˜ถ? ๐˜—๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข, ๐˜ด๐˜ถ๐˜ฏ๐˜จ๐˜จ๐˜ถ๐˜ฉ ๐˜ต๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ต๐˜ช ๐˜ฃ๐˜ช๐˜ข๐˜ด๐˜ข๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข. ๐˜‘๐˜ข๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ช ๐˜ช๐˜ฉ ...


Milna bergidik samar, bahkan ia terlihat memeluk raganya sendiri.


๐˜š๐˜ช๐˜ข๐˜ญ! ๐˜’๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ข ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ค๐˜ข๐˜ฏ๐˜ต๐˜ช๐˜ฌ ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ด ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ? ๐˜“๐˜ข๐˜ญ๐˜ถ ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ต๐˜ช๐˜ฌ๐˜ข ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ซ๐˜ข ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ช๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฏ๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ต๐˜ช ๐˜ช๐˜ต๐˜ถ? ๐˜ˆ๐˜ฑ๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ข ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ซ๐˜ข? ๐˜š๐˜ช๐˜ข๐˜ญ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ญ๐˜ข๐˜จ๐˜ช, ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ด๐˜ถ๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜จ๐˜ข๐˜ช๐˜ณ๐˜ข๐˜ฉ. ๐˜Š๐˜ฌ.


Joy, mengumpat serta memaki dirinya sendiri. Berusaha menguasai pikiran juga si otong, jangan sampai ia bertekuk lutut dan hilang wibawa di hadapan asistennya. Dimana mereka terbiasa perang mulut setiap hari.


"Kenapa sih, Pak?"


"Kenapa anda melihat saya seperti itu? Jangan bilang, kalau saya lebih cantik dari pacar-pacar anda itu, he?" Milna meledek Joy, dengan menaik turunkan alisnya.

__ADS_1


"Vret, mana mungkin! Aku tidak akan menyukai wanita bar-bar sepertimu. Lagipula, sejak awal itu ... kau yang lebih dulu suka padaku, bukan begitu nona CCTV?" serang Joy langsung ke titik kelemahan musuh.


"Cih,suka padamu? Kau pikir kepalaku ini gegar otak apa? Sampai tidak bisa berpikir secara rasional lagi!" ketus Milna, tidak terima atas tuduhan tak beralasan dari Joy. Bahkan, ia menyilang kan kedua tangannya di depan dada.


๐˜š๐˜ช๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฏ! ๐˜”๐˜ถ๐˜ญ๐˜ถ๐˜ต ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ณ-๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ณ ๐˜ซ๐˜ถ๐˜ญ๐˜ช๐˜ฅ! ๐˜’๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข ๐˜ซ๐˜ถ๐˜จ๐˜ข ๐˜ต๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ณ๐˜ถ๐˜ด ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ต๐˜ช ๐˜ช๐˜ต๐˜ถ? ๐˜”๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ข๐˜ต ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ช๐˜ฏ ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ช๐˜ฌ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ต๐˜ช๐˜ฑ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ณ๐˜ช ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ญ๐˜ช๐˜ฌ ๐˜จ๐˜ข๐˜ถ๐˜ฏ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ช๐˜ต ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ฃ๐˜ข๐˜จ๐˜ช๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ข๐˜ต๐˜ข๐˜ด.


๐Ÿพ๐Ÿ™ƒOtakmu, Joy. Tolong di kondisikan!


"Lalu, kenapa kau memilih pakaian seperti itu sekarang, apa kau sengaja menggodaku?" Joy, mendorong tubuh Milna ke dinding. Lalu, berusaha menghimpitnya.


"Jangan mimpi ketinggian, Pak! Nanti kalau jatuh, sakit!" Milna menahan raga tegap Joy dengan kedua tangannya. Sementara, kedua kakinya sudah memasang kuda-kuda.


๐˜š๐˜ช๐˜ข๐˜ญ! ๐˜‰๐˜ช๐˜ด๐˜ข-๐˜ฃ๐˜ช๐˜ด๐˜ข๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ญ๐˜ถ๐˜ฑ๐˜ข, ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ถ ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ข ๐˜ซ๐˜ถ๐˜จ๐˜ข ๐˜ซ๐˜ข๐˜จ๐˜ฐ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ช๐˜ณ๐˜ช. ๐˜”๐˜ข๐˜ค๐˜ข๐˜ฎ-๐˜ฎ๐˜ข๐˜ค๐˜ข๐˜ฎ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ช๐˜ต, ๐˜ฃ๐˜ช๐˜ด๐˜ข ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ด๐˜บ๐˜ฐ๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ข ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ข๐˜ต๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช.


Joy, merinding. Membayangkan benda keramatnya patah seperti milik Seno.


"Jaga jarak denganku, jangan terlalu dekat!" pesan Joy. Kemudian ia melepas Milna dan kembali merapikan jasnya.


"Baiklah, lima meter cukup kan?" ledek Milna, dengan kekehan kecilnya.


"Sekalian, pulang saja sana!" ketus Joy, seraya mendengus kesal.


๐ŸพBerantem muluk, dijodohin enak nih๐Ÿ˜๐Ÿ˜š.


Di dalam aula besar, telah berkumpul para tamu. Mereka rata-rata berasal dari perusahaan besar dalam negeri.


Dress code kali ini, tuan rumah sengaja mengusung tema manis dan romantis. Karena ulang tahun perusahaan, bertepatan juga dengan anniversary pernikahan sang putri tercinta.


"Kak, Nana!" panggil Vanish, pada wanita berambut bob pendek itu.


"Ninis!"


"Akhirnya ketemu juga, aku nyariin kamu dari tadi," sahut Milna, girang.


"Lama gak ketemu ya, Kak? Aku juga dari tadi nyariin, berhubung tamunya banyak banget, aku jadi pusing. Ya udah, aku ajak Pak Bos mojok dulu sebentar di sana," jelasnya dengan ceria dan diiringi senyum seperti biasa.


"Aduh, berani ya kamu! Ngajak Si Bos mojok!" ledek Milna kemudian mereka berdua tertawa.


๐˜”๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ฌ๐˜ข ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฅ๐˜ถ๐˜ข, ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ถ ๐˜ด๐˜ถ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ถ. ๐˜‰๐˜ฐ๐˜ด ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ณ๐˜ช ๐˜ฑ๐˜ถ๐˜ฏ ๐˜ฅ๐˜ช ๐˜จ๐˜ฉ๐˜ช๐˜ฃ๐˜ข๐˜ฉ๐˜ช. ๐˜”๐˜ข๐˜ฏ๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ณ๐˜ช ๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฏ. ๐˜‰๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ณ-๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ณ, ๐˜ข๐˜ด๐˜ช๐˜ด๐˜ต๐˜ฆ๐˜ฏ ๐˜ญ๐˜ช๐˜ฎ๐˜ช๐˜ต๐˜ฆ๐˜ฅ ๐˜ฆ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ต๐˜ช๐˜ฐ๐˜ฏ.


Joy dan Better saling menatap, lalu serempak menepuk dahi mereka masing-masing.


"Tinggalkan saja mereka berdua, kita harus menemui Tuan Koh Pi Liong." Joy menyeret Better dengan merangkul bahu kawannya itu.


"Lepaskan tanganmu!" tolak Better kesal.


"Masih kaku aja, ni bocah!" sungut Joy, menarik kembali tangannya dari pundak pria gondrong itu.


"Apa, Walls mengabari mu? Kapan ia pulang ke negara ini?" tanya Joy.

__ADS_1


"Email ku, dua hari yang lalu. Bahkan belum di balas oleh bocah badung itu," jawab Better.


"Itu, tuan rumah yang kita cari." tunjuk Joy, bahkan ia mempercepat langkahnya.


"Lalu, bagaimana dua asisten kita? Apa tidak masalah meninggalkan mereka di sana?" tanya Better, yang mulai khawatir. Karena ia sadar, ada beberapa pasang mata dari pengusaha hidung belang, yang menatap lapar ketika melihat Vanish.


"Selamat malam, Tuan." Joy menyalami pria berwajah asia itu. Dimana, ia adalah tuan rumah dari acara besar malam ini.


"Selamat malam, dan selamat datang dua presdir tampan!" sahutnya. Menyalami mereka berdua dengan antusias.


"Saya sudah mempelajari proposal kalian," ucapnya memulai sesi perbincangan bisnis diantara mereka.


"Lalu, bagaimana tanggapan anda?" tanya Better, semangat. Untuk perusahaannya yang baru merintis, kerja sama ini sangatlah berarti.


" Saya sangat tertarik, bekerja sama dengan perusahaan coklat Choโ€“Cho. Usaha yang tidak mengenal pasang surut, dengan keuntungan yang meningkat setiap tahunnya. Anda sungguh pandai menilai pasar, Tuan Better." Tuan Koh Pi Liong tertawa senang, sembari menepuk pelan bahu presdir berambut gondrong itu.


"Anda terlalu memuji, Tuan. Bukankah ini ilmu basic dari management bisnis?" ucap Better merendah.


"Untuk, Tuan Joy. Saya akan menanamkan investasi sebesar 25%. Karena saya yakin, produk perusahaan SENKAI akan booming di negera kita.


Kalian benar-benar bertangan dingin, Arjuna Satria sungguh beruntung." Lagi, pria keturunan negara tirai bambu itu memuji. Kedua presdir tampan yang juga multitalenta.


Kedua asisten itu saling pandang sekilas, mereka tak menyangka akan mendapatkan investor besar dengan mudah.


"Kita harus merayakan ini."


"Tapi, mana gadis-gadis itu?" Dua cogan ini pun mencari ke setiap sudut. Ke setiap kerumunan para wanita sosialita, dimana akhirnya membuat mereka semua histeris ketika dua cogan ini datang menghampiri.


"Maaf, kami bukan mencari wanita. Tapi, mencari asisten wanita kami," jelas Better untuk sekian kalinya. Karena komunitas ini selalu saja salah faham akan maksudnya.


"Jika salah satu dari kalian ada waktu, hubungi saja aku." Sementara Joy malah tebar pesona dan kartu nama.


"Joy, fokuslah!" Better menarik tubuh Joy, lalu memiting leher pria maskulin yang di bandrol sebagai casanova itu.


"Bye, girls!" Kerling Joy sebelum angkat laki meninggalkan kumpulan itu.


________


"Pergilah, sebelum kalian ku buat cacat!" ancam Milna.


" Memangnya apa yang bisa kau lakukan kucing manis?" tawa remeh pun keluar dari mulut tiga pria yang sudah setengah mabuk itu.


"Ayo, Nis. Kita tinggalkan saja cecunguk seperti mereka." Milna menarik tangan Vanish, hendak menjauh dari ketiga pria tak waras itu.


Srett!


"Lepas!!" pekik Vanish, karena salah satu pria mabuk itu menarik tangannya kasar.


Bugh!!

__ADS_1


Bersambung>>>>


__ADS_2