
๐ฅ๐ฅ๐ฅ๐ฅ๐ฅ
"Hei! Apa yang telah kau berikan padaku!" Mery mencengkeram pakaian atas Vanish. Tapi, lagi-lagi ia meringis sambil memegangi perutnya.
"Sudah jangan ditahan. Tuh toilet di sana. Gratis deh buat tamu terhormat," bisik Vanish di telinga Mery.
Mery segera berlalu menuju arah yang di tunjuk oleh Vanish. Namun, ketika kakinya hendak masuk ke kamar mandi, satu kalimat dari Vanish menghentikannya seketika.
"Tapi kau harus waspada, kamar mandinya jarang d0i pakai. Jadi ada sedikit sarang laba-laba dan juga kecoa yang suka terbang ke atas kepala." Vanish membekap mulut agar tawanya tak keluar.
Ia geli sendiri dengan kalimat yang ia ucapkan. Mana mungkin ada hewan menjijikkan itu di dalam apartemennya. Apalagi dirinya dan juga Better sama-sama rapih dan menyukai kebersihan. Tentu saja ini adalah akal-akalannya.
๐๐ฑ๐ข!
๐๐ฌ๐ถ ๐ต๐ข๐ฌ๐ถ๐ต ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ด๐ฆ๐ฌ๐ด๐ญ๐ช๐จ๐ถ๐ด ๐ซ๐ช๐ซ๐ช๐ฌ ๐ฅ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐ฃ๐ช๐ฏ๐ข๐ต๐ข๐ฏ๐จ ๐ช๐ต๐ถ. ๐๐ช๐ช๐ช ...
๐๐ข๐จ๐ข๐ช๐ฎ๐ข๐ฏ๐ข ๐ช๐ฏ๐ช? ๐๐ฌ๐ถ ๐ด๐ถ๐ฅ๐ข๐ฉ ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ต๐ข๐ฉ๐ข๐ฏ.
Mery sampai gemetar membayangkan hewan kecil bersayap itu beterbangan. Di tambah rasa melilit yang berputar pada perutnya.
"Apa tidak ada toilet lain! Cepat! Aku sudah tidak tahan!" teriak Mery, ia bahkan terlihat menggigit bibirnya sambil merapatkan kedua kakinya.
"Ada, tapi dalam kamar aku dan juga suamiku," jawab Vanish.
"Antarkan aku kesana cepat!" pinta Mery dengan keringat yang telah bercucuran dan mengalir di dahinya.
"Sayangnya. Suamiku tak suka jika tempat pribadinya di pakai oleh orang lain. Apalagi oleh wanita murahan sepertimu. Pasti kau membawa banyak sekali parasit dan juga bakteri di tubuhmu." Vanish berkata sambil melihat Mery dari atas sampai bawah. Menahan tawa karena melihat wanita cantik di hadapannya ini tengah menahan sesuatu yang hampir meledak dari usus besarnya.
"Tau apa kau tentang diriku hah!" hardik Mery, meski ia harus kembali menggigit bibirnya demi menahan rasa mulas yang semakin hebat.
"Tentu saja aku tau. Makanya, aku membuat mu merasakan jus racikan ku. Jus itu bahkan kuberi nama " Jus Anti Pelakor" . Vanish mengatakan kalimat terakhirnya dengan memajukan wajahnya hingga ia bicara tepat di depan hidung Merybelle.
"Sialan kau, ugh!" Mery belle menundukkan tubuhnya karena perutnya sangat sakit.
"Aku sudah tahan. Bagaimana kalau meledak di sini!" pekiknya.
"Ya sudah masuk saja sana! Masa sama kecoa saja kau takut." Vanish tersenyum jahil.
__ADS_1
Akhirnya Mery pun merangsek masuk dan memilih mengambil resiko. Daripada ia meledakkan bom di tempatnya berdiri. Sungguh akan menjadi hal yang paling memalukan dalam hidupnya.
๐๐ข๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐ข๐ฅ๐ข ๐ฌ๐ฆ๐ค๐ฐ๐ข ... ๐ซ๐ข๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐ข๐ฅ๐ข ๐ฌ๐ฆ๐ค๐ฐ๐ข.
Mery terus bergumam dalam hatinya. Kedua matanya siaga memandang sekeliling kamar mandi. Bahkan ia sampai mendongak ke langit- langit. Takut-takut nanti ada laba-laba seperti apa yang dikatakan oleh Vanish.
"Kamar mandinya sebersih ini. Masa iya ada laba-laba dan juga kecoaknya?" gumam Mery mulai curiga.
PUK!
"Akh!"
"Apa itu!" Mery sontak berdiri. Kepalanya menoleh ke kanan-kiri, atas dan juga bawah.
"Suara apa barusan? Kok gak ada apa-apa?" Mery tetap waspada, ia pun segera membersihkan dirinya.
"Lebih baik aku keluar dari tempat ini. Lain kali saja aku buat perhitungan dengan wanita sialan itu." Mery belle keluar dalam keadaan cukup lemas. Karena lama juga ia berada di dalam kamar mandi. Bahkan tungkai kakinya terasa kesemutan.
Tiba-tiba matanya menangkap sesuatu yang tergeletak di atas lantai.
"Apa ini? Seperti alat tes kehamilan." Mery membuka kertas itu, seketika mulutnya menganga lebar.
"Apa yang kau lakukan di rumahku!" Teriakan dari suara bariton membuat Merybelle tersentak dan berbalik seketika. Ia buru-buru menyembunyikan benda itu di belakang tubuhnya.
"Aku hanya ingin mengunjungi istrimu. Apa tidak boleh?" dalih Mery beralasan. Ia dengan cepat merubah raut kaget pada wajahnya. Berusaha tetap tenang meskipun hatinya gelisah.
"Tentu saja tidak. Tanpa seijinku, tak ada satu tamu pun boleh masuk ke dalam apartemenku. Apalagi menemui istri ku!" sarkas Better dengan ketus. Better merangkul bahu Vanish, seakan menunjukkan betapa Vanish sangat berharga untuknya.
๐๐ช๐ข๐ญ! ๐๐ฆ๐ฏ๐ข๐ฑ๐ข ๐ต๐ข๐ถ-๐ต๐ข๐ถ ๐๐ฐ๐บ ๐ด๐ถ๐ฅ๐ข๐ฉ ๐ฑ๐ถ๐ญ๐ข๐ฏ๐จ. ๐๐ข๐ญ๐ถ, ๐ด๐ช๐ข๐ฑ๐ข ๐ฐ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ-๐ฐ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ ๐ช๐ต๐ถ? Mery merutuk dalam hatinya. Kedua matanya menatap heran pada beberapa pria tinggi nan gagah dengan jas lengkap kacamata hitam bertengger di wajah kaku mereka.
Ternyata orang-orang kiriman Susi sudah datang. Bersamaan dengan Better yang mendapat laporan langsung dari Arjuna. Karena itu dirinya langsung bertolak untuk putar balik. Walaupun ia telah sampai di lobi hotel saat itu.
"Kalian bawa dia!" titah Better pada pria-pria yang berdiri dengan siaga di depan pintu.
"Kenapa kau ingin aku pergi! Aku hanya ingin berkenalan dengan istrimu kenapa kau pelit sekali," protes Mery tak sadar diri.
"Wanita sepertimu tak pantas mengenalnya! Sebaiknya kau angkat kakimu dari sini!" usir Better dengan tangan yang mengarah ke pintu.
__ADS_1
"Oh Boy, apa karena kau takut jika istrimu tau kelakuanmu di masa lalu. Terutama tantang kisah haram dan kenakalan kita berdua kala itu?" pancing Mery. Ia sangat senang dengan raut kemarahan di wajah Better.
"Hentikan omong kosongmu sekarang juga! Keluar atau ku suruh mereka melempar mu dari jendela!" hardik Better dengan amarah yang sudah sampai di ujung ubun-ubunnya. Jika bukan di hadapan Vanish, mungkin batang leher wanita itu sudah berada dalam cengkeramannya.
"Berani sekali kau berteriak padaku! Aku akan laporkan pada papi agar ia membatalkan kerja samanya dengan pengusaha kasar sepertimu. Aku juga akan laporkan pada papi, jika kau sudah bersekongkol dengan istrimu untuk mencelakai ku!" pekik Mery tak mau kalah. Ia pun turut menggertak. Meskipun hatinya gentar bukan main.
"Siapa yang mau mendengar laporan mu! Bahkan perusahaan telah membuang staff yang tak memiliki attitude macam dirimu. Kau tau, jika saham perusahaan papi-mu telah merosot tajam karena ulah binal mu itu." Better tersenyum miring. Kali ini Merybelle akan merasakan imbas dari kelakuannya sendiri.
"Mana mungkin seperti itu!" tampiknya. Mery masih menolak kenyataan bahwa sang papi sendiri tidak lagi mengakuinya. Mana mungkin jika perusahaannya bangkrut dan itu karena ulahnya. Papi pasti akan mengirim orang untuk membunuhnya.
"Sebentar lagi, anak buah papi-mu akan mencari. Karena kau lah penyebab kehancuran dari perusahaan yang ia bangun di atas nyawanya sendiri," tambah Better semakin membuat psikologi Mery terguncang. Wanita itu sangat takut jika ia akan berakhir menjadi gelandangan.
"Semua karena ulahmu Boy! Jika kau memberi sedikit ruang untukku, semua ini tidak akan terjadi! Kau telah menghancurkan hidupku!" Mery maju dengan cepat kemudian mendorong Vanish. Betapa kagetnya Better karena istrinya itu langsung jatuh terjengkang kebelakang.
"Akh!" Vanish berteriak kesakitan sambil memegangi perutnya.
"Sayang, ๐๐ฎ๐ฐ๐บ. Kaโkau berdarah," lirih Better, sembari memeluk raga Vanish dengan bergetar. Ia sedikit trauma dengan keadaan Vanish yang kembali terulang seperti ini. Ketika ia melihat darah mengalir dari bawah pusat tubuh istrinya itu.
"Hahaha! Selamat tinggal calon anak kalian!" tukas Mery, yang kemudian langsung di pegangi oleh beberapa pengawal.
"Apa maksudmu anak kami? ๐๐ฎ๐ฐ๐บ, apa kau sedang hamil sayang?" tanya Better dengan suara yang sudah parau karena bergetar. Vanish mengangguk dengan wajah pucatnya. Ia sedikit meringis menahan sakit pada bawah perutnya.
"Maafin, Ninis." Setelah mengatakan itu, Vanish pun tak sadarkan diri di pelukan suaminya.
"Bawa dia ke markas! Lalu siapkan mobil segera!" titah Better pada pengawal yang telah siap sedia.
"Cepat bawa pergi wanita itu dari hadapanku!"
Para pengawal itu pun menyeret Mery belle yang terus tertawa. Wanita itu tak tau nasib apa yang tengah menunggunya.
๐๐ฆ๐ญ๐ญ๐ฆ! ๐๐ฌ๐ถ ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ช๐ข๐ณ๐ฌ๐ข๐ฏ๐ฎ๐ถ ๐ฉ๐ช๐ฅ๐ถ๐ฑ ๐ซ๐ช๐ฌ๐ข ๐ด๐ข๐ฎ๐ฑ๐ข๐ช ๐ต๐ฆ๐ณ๐ซ๐ข๐ฅ๐ช ๐ฉ๐ข๐ญ ๐ฃ๐ถ๐ณ๐ถ๐ฌ ๐ฑ๐ข๐ฅ๐ข ๐ช๐ด๐ต๐ณ๐ช ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ข๐ฏ๐ข๐ฌ๐ฌ๐ถ.
...Mak tunggu kehadiran kalian semua....
^^^Di jamin gak kalah seru deh!^^^
__ADS_1
Bersambung>>>