Aku Bukan Pemuas Ranjang

Aku Bukan Pemuas Ranjang
Kenyataan Yang Menggoncang Jiwa.


__ADS_3

๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ


"Keluarga pasien ...!" panggil dari seorang perawat. Seno yang tengah menumpang kepala dengan kedua kepalan tangannya, sontak menoleh dan menghampiri.


"Iya, saya Suster,"


"Bagaimana keadaan ...?" kata-kata Seno tercekat di tenggorokan, karena ia sebenarnya sudah tau apa yang terjadi. Hanya saja, ia perlu memastikannya lagi kini.


"Silakan, anda tanyakan kejelasannya pada Dokter. Mari ...." ajak perawat tersebut agar Seno mengikutinya kedalam.


"Maaf, Bu. Jika anda ingin melihat pasien silakan saja. Akan tetapi, di harapkan anda dapat mengkondisikan keadaan," jelas perawat tersebut sebelum berlalu dari hadapan Easy.


Wanita paruh baya itu hanya, menunduk sedih. Berpura-pura seakan begitu kecewa dan terluka. Padahal sesungguhnya, hatinya tengah bersorak gembira.


Seno mengikuti perawat itu hingga ke dalam ruangan Dokter yang menangani operasi sesar Jelita.


"Saya turut berduka atas kehilangan anda dan juga istri," kata Dokter itu, membuka percakapan keduanya.


"Kenapa bayi kami tidak bisa di selamatkan, Dok?" tanya Seno, berharap mendapat kejelasan secara gamblang.


"Pertama, usia janin masih terlalu muda untuk bertahan pada kondisi tersebut. Kedua, penanganan yang terlambat. Serta yang ketiga, janin mendapat kekerasan ketika keadaannya masih sangat rentan sekali," jelas sang Dokter, yang semakin membuat pijakan Seno seakan berputar.


Pria itu menekan kepalanya, dengan kedua tangan. Matanya terpejam dengan teriakan tertahan.


๐˜๐˜ข๐˜ฃ๐˜ช๐˜ด ๐˜ด๐˜ถ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฉ ... ๐˜ฎ๐˜ถ๐˜ด๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฉ. ๐˜๐˜ข๐˜ณ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ด๐˜ข๐˜ต๐˜ถ-๐˜ด๐˜ข๐˜ต๐˜ถ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ฉ๐˜ช๐˜ญ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ. ๐˜”๐˜ช๐˜ฎ๐˜ฑ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ถ ... ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฌ๐˜ถ ... ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ค๐˜ถ๐˜ณ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ถ๐˜ข๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข, ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฃ๐˜ฐ๐˜ฅ๐˜ฐ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฎ๐˜ถ ๐˜‘๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ช๐˜ต๐˜ข!


Seno semakin mengeratkan remasan pada rambutnya. Dirinya putus asa, di kala ia menaruh harapan besar pada Jelita, hingga ia rela harga dirinya diinjak oleh wanita itu setiap saat.


"Tenanglah, Tuan. Semua ini sudah suratan takdir," nasihatnya pada pria yang nampak kacau di hadapannya ini.

__ADS_1


"Sa-saya, pasti bisa punya anak lagi kan Dok? Dengan cara menggunakan tekhnik inseminasi. Karena, sa-saya impoten saat ini," Ragu-ragu Seno mengatakan kelemahan dirinya itu.


"Maaf, saya belum bisa memastikan. Karena, ada satu hal lagi yang saat ini tengah di periksa oleh tim laboratorium kami. Mengenai, komplikasi yang terjadi serta penemuan akan sesuatu, di rahim istri anda ketika operasi," tambah Dokter pria itu lagi.


Seno seketika mendongak, apa yang anda temukan Dok?"


________


"Haiihh ... bukankah semalam kau pergi dari rumah dengan begitu pongah? Lalu, kenapa saat ini kau bisa terbujur dengan sangat menyedihkan?" ejek Easy dengan tatapan remeh nya.


"Inilah yang namanya kualat, kau tau? Kualat pada suami dan juga ibu mertuamu!" hardik Easy pada raga Jelita yang belum sadarkan diri itu.


"Ayo cepat bangun! Jawab aku! Jangan harap aku akan mengasihani mu!" Easy, menggoyangkan tubuh lemah Jelita. Karena tak asik mengumpat orang yang terdiam lemas begitu. Ia berharap dapat melihat wajah kalah Jelita, bukan wajah mengenaskan yang pucat dan pasi itu.


Klekk!


Seno masuk dengan langkah yang lunglai. Tatapannya nanar pada wanita yang telah mengecewakannya.


๐˜š๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ฐ, ๐˜ด๐˜ช๐˜ข๐˜ญ! ๐˜ˆ๐˜ฑ๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ณ ๐˜ถ๐˜ฎ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ต๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฌ๐˜ถ? ๐˜ˆ๐˜ช๐˜ณ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ต๐˜ข ... ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ข ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ถ ๐˜ข๐˜ช๐˜ณ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ต๐˜ข, ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ณ๐˜ถ๐˜ด ๐˜ฑ๐˜ถ๐˜ณ๐˜ข-๐˜ฑ๐˜ถ๐˜ณ๐˜ข ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฉ๐˜ช๐˜ญ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ค๐˜ถ๐˜ค๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ถ.


"Hiks ... seharusnya Mami lebih keras lagi, untuk melarang mu pergi malam itu." Easy, mengusap dadanya sendiri.


"Sudahlah, Mam. Semuanya terlambat dan telah berakhir ...," lirih Seno dengan tatapan putus asa.


"Sabar, Nak. Mungkin sudah takdirnya kau tidak mempunyai keturunan. Semua pasti baik-baik saja, lagipula usia Mami masih panjang. Masih akan menemanimu," ucap Easy penuh percaya diri, seakan ialah yang menggenggam nyawanya sendiri.


๐˜’๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข ๐˜ด๐˜ถ๐˜ข๐˜ด๐˜ข๐˜ฏ๐˜ข ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ต๐˜ช ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ช ๐˜ค๐˜ฆ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ต ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ญ๐˜ช ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ถ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ฉ, ๐˜ต๐˜ข๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ญ๐˜ช๐˜ฉ๐˜ข๐˜ต ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜จ๐˜ช๐˜ต๐˜ถ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ฉ.๐˜ˆ๐˜ฉ, ๐˜บ๐˜ข ... ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ช ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ด๐˜ต๐˜ช ๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ๐˜ช๐˜ฏ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฉ๐˜ช๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ณ๐˜ฌ๐˜ถ.


Seno menatap nanar pada perut rata Jelita, lalu mengusapnya. Tiba-tiba, ada cairan bening yang lolos dari ujung matanya.

__ADS_1


๐˜’๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข, ๐˜ค๐˜ข๐˜ญ๐˜ฐ๐˜ฏ ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ญ๐˜ถ ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜จ๐˜ช ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ๐˜จ๐˜ข๐˜ญ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฌ๐˜ถ? ๐˜ˆ๐˜ฑ๐˜ข ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ต๐˜ช๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ต๐˜ข๐˜ด ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ซ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ข๐˜บ๐˜ข๐˜ฉ?


Seno mendelikkan matanya, ketika ia ingat sesuatu.


"Mam, apakah ini semua kutukan? tanya Seno dengan wajah menyedihkannya itu. Pria itu benar-benar terpukul kali ini.


" Kutukan, apa maksudmu?" tanya Easy heran.


"Iya, Mam. Jangan-jangan ini adalah aksi pembalasan dari anakku yang terdahulu. Karena, pada masa itu ... aku ..." Seno menenggelamkan wajahnya pada kedua telapak tangannya.


Pria itu terisak dengan suara yang menyayat.


๐˜’๐˜ข๐˜ถ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ช๐˜ด๐˜ช๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข, ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฌ? ๐˜‰๐˜ข๐˜ณ๐˜ถ ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ญ๐˜ช ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ถ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ข๐˜ต๐˜ข๐˜ฑ๐˜ช ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฉ๐˜ช๐˜ญ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฎ๐˜ถ. ๐˜‰๐˜ข๐˜ฉ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ, ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ต๐˜ช๐˜ฌ๐˜ข ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ช๐˜ฎ๐˜ถ ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜จ๐˜ช ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜ต๐˜ถ๐˜ฌ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ข-๐˜ญ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข, ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ถ ๐˜ด๐˜ข๐˜ฎ๐˜ข ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ญ๐˜ช ๐˜ต๐˜ช๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ถ๐˜ข๐˜ณ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ข๐˜ช๐˜ณ ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ต๐˜ข ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฏ.


_______


"๐˜ˆ-๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ข ...?


"Su-suster ...." Jelita yang baru saja membuka matanya, berusaha memanggil perawat dengan suara parau nya.


Tenggorokannya terasa kering sekali, ia ingin minum. Melihat tak ada siapapun di kamar itu, matanya beralih pada botol di atas meja.


๐˜’๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ถ๐˜ณ๐˜ถ๐˜ฉ ๐˜ต๐˜ถ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ฉ๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ด๐˜ข๐˜ฌ๐˜ช๐˜ต ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ด๐˜ถ๐˜ด๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜ต๐˜ถ๐˜ฌ ๐˜ฅ๐˜ช ๐˜จ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ. ๐˜›๐˜ถ๐˜ฏ๐˜จ๐˜จ๐˜ถ ๐˜ฅ๐˜ถ๐˜ญ๐˜ถ, ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ถ๐˜ต๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ณ๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ญ๐˜ช.


Jelita meraba-raba perutnya yang sudah rata. Seketika ingatannya kembali pada malam itu, lalu ...


"Tidaaaakkk!!"


Bersambung>>>>

__ADS_1


__ADS_2