
๐ฅ๐ฅ๐ฅ๐ฅ๐ฅ๐ฅ
"Keluarga pasien ...!" panggil dari seorang perawat. Seno yang tengah menumpang kepala dengan kedua kepalan tangannya, sontak menoleh dan menghampiri.
"Iya, saya Suster,"
"Bagaimana keadaan ...?" kata-kata Seno tercekat di tenggorokan, karena ia sebenarnya sudah tau apa yang terjadi. Hanya saja, ia perlu memastikannya lagi kini.
"Silakan, anda tanyakan kejelasannya pada Dokter. Mari ...." ajak perawat tersebut agar Seno mengikutinya kedalam.
"Maaf, Bu. Jika anda ingin melihat pasien silakan saja. Akan tetapi, di harapkan anda dapat mengkondisikan keadaan," jelas perawat tersebut sebelum berlalu dari hadapan Easy.
Wanita paruh baya itu hanya, menunduk sedih. Berpura-pura seakan begitu kecewa dan terluka. Padahal sesungguhnya, hatinya tengah bersorak gembira.
Seno mengikuti perawat itu hingga ke dalam ruangan Dokter yang menangani operasi sesar Jelita.
"Saya turut berduka atas kehilangan anda dan juga istri," kata Dokter itu, membuka percakapan keduanya.
"Kenapa bayi kami tidak bisa di selamatkan, Dok?" tanya Seno, berharap mendapat kejelasan secara gamblang.
"Pertama, usia janin masih terlalu muda untuk bertahan pada kondisi tersebut. Kedua, penanganan yang terlambat. Serta yang ketiga, janin mendapat kekerasan ketika keadaannya masih sangat rentan sekali," jelas sang Dokter, yang semakin membuat pijakan Seno seakan berputar.
Pria itu menekan kepalanya, dengan kedua tangan. Matanya terpejam dengan teriakan tertahan.
๐๐ข๐ฃ๐ช๐ด ๐ด๐ถ๐ฅ๐ข๐ฉ ... ๐ฎ๐ถ๐ด๐ฏ๐ข๐ฉ. ๐๐ข๐ณ๐ข๐ฑ๐ข๐ฏ๐ฌ๐ถ ๐ด๐ข๐ต๐ถ-๐ด๐ข๐ต๐ถ๐ฏ๐บ๐ข ๐ฉ๐ช๐ญ๐ข๐ฏ๐จ. ๐๐ช๐ฎ๐ฑ๐ช๐ฌ๐ถ ... ๐ข๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ๐ฌ๐ถ ... ๐ฉ๐ข๐ฏ๐ค๐ถ๐ณ ๐ด๐ฆ๐ฎ๐ถ๐ข๐ฏ๐บ๐ข, ๐ฉ๐ข๐ฏ๐บ๐ข ๐ฌ๐ข๐ณ๐ฆ๐ฏ๐ข ๐ฌ๐ฆ๐ฃ๐ฐ๐ฅ๐ฐ๐ฉ๐ข๐ฏ ๐ฎ๐ถ ๐๐ฆ๐ญ๐ช๐ต๐ข!
Seno semakin mengeratkan remasan pada rambutnya. Dirinya putus asa, di kala ia menaruh harapan besar pada Jelita, hingga ia rela harga dirinya diinjak oleh wanita itu setiap saat.
"Tenanglah, Tuan. Semua ini sudah suratan takdir," nasihatnya pada pria yang nampak kacau di hadapannya ini.
__ADS_1
"Sa-saya, pasti bisa punya anak lagi kan Dok? Dengan cara menggunakan tekhnik inseminasi. Karena, sa-saya impoten saat ini," Ragu-ragu Seno mengatakan kelemahan dirinya itu.
"Maaf, saya belum bisa memastikan. Karena, ada satu hal lagi yang saat ini tengah di periksa oleh tim laboratorium kami. Mengenai, komplikasi yang terjadi serta penemuan akan sesuatu, di rahim istri anda ketika operasi," tambah Dokter pria itu lagi.
Seno seketika mendongak, apa yang anda temukan Dok?"
________
"Haiihh ... bukankah semalam kau pergi dari rumah dengan begitu pongah? Lalu, kenapa saat ini kau bisa terbujur dengan sangat menyedihkan?" ejek Easy dengan tatapan remeh nya.
"Inilah yang namanya kualat, kau tau? Kualat pada suami dan juga ibu mertuamu!" hardik Easy pada raga Jelita yang belum sadarkan diri itu.
"Ayo cepat bangun! Jawab aku! Jangan harap aku akan mengasihani mu!" Easy, menggoyangkan tubuh lemah Jelita. Karena tak asik mengumpat orang yang terdiam lemas begitu. Ia berharap dapat melihat wajah kalah Jelita, bukan wajah mengenaskan yang pucat dan pasi itu.
Klekk!
Seno masuk dengan langkah yang lunglai. Tatapannya nanar pada wanita yang telah mengecewakannya.
๐๐ฆ๐ฏ๐ฐ, ๐ด๐ช๐ข๐ญ! ๐๐ฑ๐ข ๐ฅ๐ช๐ข ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ฅ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ณ ๐ถ๐ฎ๐ฑ๐ข๐ต๐ข๐ฏ๐ฌ๐ถ? ๐๐ช๐ณ๐ฎ๐ข๐ต๐ข ... ๐ฎ๐ข๐ฏ๐ข ๐ฌ๐ข๐ถ ๐ข๐ช๐ณ๐ฎ๐ข๐ต๐ข, ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ฉ๐ข๐ณ๐ถ๐ด ๐ฑ๐ถ๐ณ๐ข-๐ฑ๐ถ๐ณ๐ข ๐ฌ๐ฆ๐ฉ๐ช๐ญ๐ข๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐ค๐ถ๐ค๐ถ๐ฌ๐ถ.
"Hiks ... seharusnya Mami lebih keras lagi, untuk melarang mu pergi malam itu." Easy, mengusap dadanya sendiri.
"Sudahlah, Mam. Semuanya terlambat dan telah berakhir ...," lirih Seno dengan tatapan putus asa.
"Sabar, Nak. Mungkin sudah takdirnya kau tidak mempunyai keturunan. Semua pasti baik-baik saja, lagipula usia Mami masih panjang. Masih akan menemanimu," ucap Easy penuh percaya diri, seakan ialah yang menggenggam nyawanya sendiri.
๐๐ฆ๐ฏ๐ข๐ฑ๐ข ๐ด๐ถ๐ข๐ด๐ข๐ฏ๐ข ๐ฉ๐ข๐ต๐ช ๐ฎ๐ข๐ฎ๐ช ๐ค๐ฆ๐ฑ๐ข๐ต ๐ด๐ฆ๐ฌ๐ข๐ญ๐ช ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ถ๐ฃ๐ข๐ฉ, ๐ต๐ข๐ฅ๐ช ๐ต๐ฆ๐ณ๐ญ๐ช๐ฉ๐ข๐ต ๐ฃ๐ฆ๐จ๐ช๐ต๐ถ ๐ด๐ฆ๐ฅ๐ช๐ฉ.๐๐ฉ, ๐บ๐ข ... ๐ฎ๐ข๐ฎ๐ช ๐ฑ๐ข๐ด๐ต๐ช ๐ช๐ฏ๐จ๐ช๐ฏ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ฉ๐ช๐ฃ๐ถ๐ณ๐ฌ๐ถ.
Seno menatap nanar pada perut rata Jelita, lalu mengusapnya. Tiba-tiba, ada cairan bening yang lolos dari ujung matanya.
__ADS_1
๐๐ฆ๐ฏ๐ข๐ฑ๐ข, ๐ค๐ข๐ญ๐ฐ๐ฏ ๐ข๐ฏ๐ข๐ฌ๐ฌ๐ถ ๐ด๐ฆ๐ญ๐ข๐ญ๐ถ ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐จ๐ช ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ช๐ฏ๐จ๐จ๐ข๐ญ๐ฌ๐ข๐ฏ๐ฌ๐ถ? ๐๐ฑ๐ข ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ฑ๐ข๐ฏ๐ต๐ข๐ด ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ซ๐ข๐ฅ๐ช ๐ด๐ฆ๐ฐ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ ๐ข๐บ๐ข๐ฉ?
Seno mendelikkan matanya, ketika ia ingat sesuatu.
"Mam, apakah ini semua kutukan? tanya Seno dengan wajah menyedihkannya itu. Pria itu benar-benar terpukul kali ini.
" Kutukan, apa maksudmu?" tanya Easy heran.
"Iya, Mam. Jangan-jangan ini adalah aksi pembalasan dari anakku yang terdahulu. Karena, pada masa itu ... aku ..." Seno menenggelamkan wajahnya pada kedua telapak tangannya.
Pria itu terisak dengan suara yang menyayat.
๐๐ข๐ถ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ฏ๐จ๐ช๐ด๐ช๐ฏ๐บ๐ข, ๐ฏ๐ข๐ฌ? ๐๐ข๐ณ๐ถ ๐ฌ๐ข๐ญ๐ช ๐ช๐ฏ๐ช ๐ฌ๐ข๐ถ ๐ฎ๐ฆ๐ณ๐ข๐ต๐ข๐ฑ๐ช ๐ฌ๐ฆ๐ฉ๐ช๐ญ๐ข๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ๐ฎ๐ถ. ๐๐ข๐ฉ๐ฌ๐ข๐ฏ, ๐ฌ๐ฆ๐ต๐ช๐ฌ๐ข ๐ฑ๐ข๐ฑ๐ช๐ฎ๐ถ ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐จ๐ช ๐ถ๐ฏ๐ต๐ถ๐ฌ ๐ด๐ฆ๐ญ๐ข๐ฎ๐ข-๐ญ๐ข๐ฎ๐ข๐ฏ๐บ๐ข, ๐ฌ๐ข๐ถ ๐ด๐ข๐ฎ๐ข ๐ด๐ฆ๐ฌ๐ข๐ญ๐ช ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ฆ๐ญ๐ถ๐ข๐ณ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ข๐ช๐ณ ๐ฎ๐ข๐ต๐ข ๐ฌ๐ฆ๐ด๐ฆ๐ฅ๐ช๐ฉ๐ข๐ฏ.
_______
"๐-๐ข๐ฌ๐ถ ๐ฅ๐ช๐ฎ๐ข๐ฏ๐ข ...?
"Su-suster ...." Jelita yang baru saja membuka matanya, berusaha memanggil perawat dengan suara parau nya.
Tenggorokannya terasa kering sekali, ia ingin minum. Melihat tak ada siapapun di kamar itu, matanya beralih pada botol di atas meja.
๐๐ฆ๐ฏ๐ข๐ฑ๐ข ๐ด๐ฆ๐ญ๐ถ๐ณ๐ถ๐ฉ ๐ต๐ถ๐ฃ๐ถ๐ฉ๐ฌ๐ถ ๐ด๐ข๐ฌ๐ช๐ต ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ด๐ถ๐ด๐ข๐ฉ ๐ถ๐ฏ๐ต๐ถ๐ฌ ๐ฅ๐ช ๐จ๐ฆ๐ณ๐ข๐ฌ๐ฌ๐ข๐ฏ. ๐๐ถ๐ฏ๐จ๐จ๐ถ ๐ฅ๐ถ๐ญ๐ถ, ๐ฌ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ฑ๐ข ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ถ๐ต๐ฌ๐ถ ๐ณ๐ช๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐ด๐ฆ๐ฌ๐ข๐ญ๐ช.
Jelita meraba-raba perutnya yang sudah rata. Seketika ingatannya kembali pada malam itu, lalu ...
"Tidaaaakkk!!"
Bersambung>>>>
__ADS_1