
๐ฅ๐ฅ๐ฅ๐ฅ๐ฅ
Walls yang baru saja menyelesaikan makan siangnya di sebuah restoran, menyunggingkan senyumnya ketika ia hendak berbalik. Kedua mata birunya berbinar tatkala pandangannya itu menemukan satu sosok yang beberapa hari ini ia perhatikan pergerakannya. Pemuda dengan darah keturunan Eropa itu, akan memulai aksinya hari ini.
"Will, target kita berada di arah pukul 03.00," ucap Walls memberi kode kepada asistennya. Sontak Will segera menolehkan kepalanya kearah yang di maksud oleh majikannya itu.
Seketika raut wajah Will pun sumringah. Kedua pria berwajah bule itu pun langsung beranjak dari tempat mereka berdiri. Menghampiri Rose dan Mona, dengan cara yang tidak kentara.
Kedua wanita itu terlihat tengah memeluk map berwarna merah dan biru. Entah kenapa mereka memasang wajah yang begitu lesu. Bahkan Rose terlihat beberapa kali menolehkan kepalanya ke dalam restoran. seakan langkah kakinya berat untuk keluar dari tempat itu.
" Haduh Mon, Aku kira di tempat terakhir ini kita akan diterima. Aku sudah terlanjur menyukai tempat ini, karena suasananya nyaman serta desainnya begitu estetik." Rose mengeluh kepada wanita di sebelahnya dengan kepala yang masih melihat ke dalam restoran.
"Sebaiknya kita pulang saja Rose, aku lelah. Biarlah besok lagi kita mencari pekerjaan di tempat lain." Mona pun menarik tangan Rose untuk segera beranjak di tempat itu. Untuk menuju angkutan umum mereka harus menyeberang lahan parkir dulu. Ketika hendak melewati mobil yang terparkir tiba-tiba ada seorang pria yang menyenggol bahu Rose.
"Hei!" teriaknya kaget, karena pria ini tiba-tiba muncul dari balik mobil mewah.
"Oh, sorry!" ucap Walls berpura-pura seakan mencari sesuatu yang terjatuh ke atas tanah.
"Maaf, saya tidak melihat anda Nona." Walls memungut kunci di samping ban mobil kemudian ia menoleh ke arah Rose. Seketika hal itu membuat Rose membulatkan kedua matanya yang indah serta berbulu lentik.
"Kaโkau!" tunjuk Rose kaget sekaligus terkesima.
"Ya Tuhan! Kau ternyata mengabulkan keinginanku." Walls menampilkan wajah senang seakan mereka benar-benar bertemu secara kebetulan.
Rose mendengus pada akhirnya, lantas ia menyeret Mona untuk meneruskan langkah mereka. Tak ada sepatah katapun lagi yang ia ucap selain sikap kekagetannya tadi.
"Hei Nona! Kok pergi gitu aja sih!" panggil Walls yang langsung mengambil langkah lebar demi mengejar target incarannya selama beberapa pekan ini.
"Kita tidak ada urusan lagi, tentu saja aku harus pergi." Rose berkata dengan ketus. Entah kenapa dia tidak menyukai gelagat yang ditampilkan oleh pemuda berwajah bule ini.
" Ya kan kita pernah bertemu, aku tahu kok kamu juga pasti ingat. Apa kau tidak senang bertemu lagi denganku? Aku saja senang. Bukankah ini berarti kalau kita berjodoh?" ucap Walls asal yang mana justru membuat langkah Rose seketika berhenti. Rose menoleh seketika dengan tatapan sinis nya ke arah Walls.
"Jangan asal bicara! Aku tidak mengenalmu!" tampik Rose memberi Walls serangan dengan jurus yang membuat pemuda itu skak-mat alias mati kutu.
Di belakangnya, Will ternyata tengah menahan tawanya mati-matian. Sampai- sampai pria berkacamata itu tersedak udara dan ia pun terbatuk-batuk setelahnya.
PLETAK!
Walls seketika berbalik dan mendaratkan pukulannya pada kepala Will.
__ADS_1
"Puas kau!" sarkas Walls dengan wajah kusut bak keset selamat datang.
"Sakit Bos!" Will mengelus kepalanya yang menjadi sasaran empuk dari kekesalan Walls.
๐๐ฆ๐ญ๐ถ๐ฎ ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ฏ๐ข๐ฉ ๐ข๐ฅ๐ข ๐ด๐ข๐ต๐ถ ๐จ๐ข๐ฅ๐ช๐ด ๐ฑ๐ถ๐ฏ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ฐ๐ญ๐ข๐ฌ ๐ฑ๐ฆ๐ด๐ฐ๐ฏ๐ข๐ฌ๐ถ. ๐๐ถ๐ฏ๐จ๐จ๐ถ ๐ด๐ข๐ซ๐ข ๐ค๐ข๐ต ๐ธ๐ฐ๐ฎ๐ฆ๐ฏ. ๐๐ฌ๐ถ ๐ฑ๐ข๐ด๐ต๐ช ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ถ๐ข๐ต๐ฎ๐ถ ๐ฑ๐ข๐ด๐ณ๐ข๐ฉ ๐ฅ๐ช ๐ฃ๐ข๐ธ๐ข๐ฉ ๐ต๐ถ๐ฃ๐ถ๐ฉ๐ฌ๐ถ. Walls tersenyum smirk dengan segala pikiran liarnya. Ia yang semula hanya berniat main-main kini menjadi benar-benar serius dalam menargetkan Rose.
๐๐ข๐ด๐ช๐ข๐ฏ ๐๐ฐ๐ด. ๐๐ฆ๐ณ๐ต๐ข๐ฎ๐ข ๐ฌ๐ข๐ญ๐ช ๐ฅ๐ช ๐ต๐ฐ๐ญ๐ข๐ฌ ๐ฑ๐ข๐ด๐ต๐ช ๐ฎ๐ข๐ญ๐ถ ๐ด๐ฆ๐ฌ๐ข๐ญ๐ช ๐ต๐ถ๐ฉ. ๐๐ฆ๐ณ๐ฏ๐บ๐ข๐ต๐ข ๐ธ๐ข๐ซ๐ข๐ฉ ๐ต๐ข๐ฎ๐ฑ๐ข๐ฏ๐ฎ๐ถ ๐ฃ๐ช๐ด๐ข ๐จ๐ข๐ฌ ๐ญ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ซ๐ถ๐จ๐ข ๐๐ฐ๐ด. Will masih terus menertawai Walls dalam hatinya. Dasar asisten lucnut!
Kita tinggalkan si bocah badung dengan segala ke-kekiannya. Sesekali anak itu memang harus mendapat pelajaran akhlak dan moral dalam hidupnya. Bahwa tidak semua perempuan atau wanita itu akan silau dengan tampang glowing atau dollar-mu yang bergemerincing.
Kita beralih kepada pejantan cogan kita, yang mana style rambutnya yang biasa saja, akan tetapi mampu membuat hatimu seakan ada sayap kecil yang menggelitik.
Rambut ikal sebahunya yang selalu di kuncir asal. Serta pakaiannya yang kasual terkadang semi formal. Membuat wanita manapun akan mengarahkan perhatian padanya. Tapi, jangan salah. Kau bebas menatapnya sampai puas, sedangkan pandangannya hanya terarah dan tertuju pada sosok mungil yang sedang mengunyah takoyaki di hadapannya ini.
"Mau nambah lagi ๐๐ฐ๐บ?" tanya ... klean taulah siapa yang sedang ku bahas kan. Pria berkulit putih dengan kontur wajah Asia itu. Senantiasa melempar senyum lembut dan hangatnya pada sang istri.
"Cukup ih, Ninis udah nambah dua kali," sahut wanita mungil dengan tubuh yang semakin berisi itu. Karenanya ia mengenakan kaus dengan ukuran lebih besar dari tubuhnya. Vanish tak mau menampilkan lekuk tubuhnya yang semakin aduhai akhir-akhir ini. Tentunya juga karena atas permintaan dari suami gantengnya itu.
" Gapapa, kalau masih mau biar aku pesankan lagi," tawar Better serius. Padahal istrinya itu sudah menghabiskan 15 takoyaki.
"Gak mau, nanti Ninis ikutan bulet kayak makanan itu," jawab Vanish dengan celetukan asalnya.
"Ish apaan sih! Kebiasaan deh ๐๐ถ๐จ๐ข๐ฏ nyubit pipi Ninis mulu sekarang," protes Vanish setengah merajuk. Ia merasa tak nyaman dengan bentuknya sekarang. Wajah tirusnya kini menjadi sedikit bulat dan chubby.
"Kok manyun sih? Aku kan gemes sama kamu jadi pengen gigit," ucap Better asal diiringi dengan kekehan kecilnya. Jarang-jarang seorang Better tertawa di tempat umum begini. Sampai beberapa pengunjung wanita yang berdekatan dengan meja keduanya terkapar di atas meja mereka.
"Lumer hati gue ges, sama senyum mahalnya."
"Gila tuh cewe, beruntung banget sih dapetin dia."
"Serasa nonton drama dari negara F gue gais."
"Ceweknya juga lucu ges, cantik."
"Enggak ah, B aja itu mah. Style nya aja sederhana banget gak imbang."
"Sirik aje lu Ijah!"
"Iyalah, secara gue ๐ซ๐ฐ๐ฏ๐ฆ๐ด."
__ADS_1
Mendengar kasak-kusuk di sekitarnya, membuat Better jengah dan mulai tak nyaman. Ia bukan tipe pria caper yang suka tebar pesona dan gila pujian. Justru dirinya sangat risih di perlakukan seperti ini.
"Pulang yuk," ajak Better seraya bangun dari duduk dan mendekati Vanish. Ia mengulurkan tangannya untuk meraih pinggang istrinya itu.
"Kamu dari tadi malah belom makan, saking asiknya ngeliatin Ninis aja," protesnya enggan beranjak. Bukannya Vanish tak mendengar akan tetapi wanita mungil itu mencoba abai dan itulah ia yang selalu cuek dan masa bodoh dengan penilaian orang lain. Toh ia hidup bukan untuk menyenangkan orang, bukan.
Sejak awal ia pun tau kekurangannya. Mendapatkan Better adalah sebuah anugerah. Akan tetapi bukan berarti ia tak pantas, dan berhenti untuk mencoba menjadi yang terbaik di mata dan hati lelakinya.
"Melihat ๐๐ฎ๐ฐ๐บ makan aja aku udah kenyang. Nanti, mau makan kamu aja di rumah," bisik Better membuat kedua pipi Vanish nge-blush seketika.
"Masih siang juga udah kesitu aja deh ngomongnya," kilah Vanish, jantungnya berdegup kencang acap-kali Better memberi kode seperti itu. Padahal mereka pun sudah sering melakukannya. Apalagi Better seolah sedang kejar setoran.
"Biarin, biar cepet jadi," bisik Better lagi, kali ini ia juga melabuhkan kecupan pada telinga Vanish.
Muah ...
๐๐ถ๐จ๐ข๐ฏ ๐ฑ๐ข๐ด๐ต๐ช ๐ด๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ซ๐ข ๐ฅ๐ฆ๐ฉ. ๐๐ข๐ณ๐ฆ๐ฏ๐ข ๐ฎ๐ข๐ถ ๐ฃ๐ฆ๐ญ๐ข๐ช๐ฏ ๐๐ช๐ฏ๐ช๐ด. ๐๐ข๐ฅ๐ข๐ฉ๐ข๐ญ ๐ด๐ฆ๐ฃ๐ฆ๐ญ๐ถ๐ฎ๐ฏ๐บ๐ข, ๐ฌ๐ข๐ฎ๐ถ ๐จ๐ข๐ฌ ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ฏ๐ข๐ฉ ๐ฑ๐ข๐ฎ๐ฆ๐ณ ๐ฌ๐ฆ๐ฎ๐ฆ๐ด๐ณ๐ข๐ข๐ฏ ๐ฅ๐ช ๐ต๐ฆ๐ฎ๐ฑ๐ข๐ต ๐ถ๐ฎ๐ถ๐ฎ. ๐๐ข๐ฏ๐ช๐ด ๐ฃ๐ข๐ฏ๐จ๐ฆ๐ต ๐ด๐ช๐ฉ ๐ฌ๐ข๐ฎ๐ถ. ๐๐ข๐ฅ๐ช ๐ฎ๐ข๐ฌ๐ช๐ฏ ๐ค๐ช๐ฏ๐ต๐ข. Vanish pun membalas rangkulan suami gantengnya itu, seraya melabuhkan kecupan sekilas di bibir Better.
Ia pun langsung berjalan sambil menarik tangan Better yang berada dalam genggamannya saat ini. Better seketika menyunggingkan senyumnya.
๐๐ฅ๐ถ๐ฉ ๐ฎ๐ข๐ญ๐ถ๐ฏ๐บ๐ข ๐ข๐ฌ๐ถ ....
"Huwaaa ... mereka serasi banget ges ..."
"Dahlah, gigit sedotan aja nih!"
...๐๐๐ ๐๐๐ ๐๐๐, ๐ข๐๐ ๐ ๐๐ข๐๐๐ ๐๐๐๐จ ......
^^^๐๐๐ฅ๐ ๐จ๐ก๐ค๐ฌ ๐ช๐ฅ๐๐๐ฉ๐ ๐ฎ๐ ... ๐ข๐ค๐๐ค๐ฃ ๐ฅ๐๐ฃ๐๐๐ง๐ฉ๐๐๐ฃ๐ฃ๐ฎ๐.^^^
...๐๐๐ง๐๐ฃ๐ ๐๐๐๐๐ง๐๐ฅ๐ ๐๐๐ง๐ ๐ฎ๐๐ฃ๐ ๐ก๐๐ก๐ช ๐๐๐ฃ ๐๐ช๐๐ ๐ ๐๐ข๐ช๐ฃ๐๐ ๐๐ฃ๐๐ฃ ๐ช๐ฃ๐ฉ๐ช๐ ๐๐๐๐๐ง๐๐ฅ๐ ๐๐๐ง๐ ๐ ๐ ๐๐๐ฅ๐๐ฃ. ๐๐๐ ๐จ๐๐๐ช๐ ๐๐๐ฃ๐๐๐ฉ ๐๐ ๐ง๐๐๐ก ๐ก๐๐๐....
๐๐ค๐๐ค๐ฃ ๐ฅ๐๐ฃ๐ฉ๐๐ฃ๐๐๐ฃ ๐ฉ๐๐ง๐ช๐จ ๐๐๐ง๐๐ฉ๐ ๐๐ฃ๐ ๐จ๐๐ข๐ฅ๐ ๐ฉ๐๐ข๐๐ฉ ๐๐๐ฃ๐๐๐ฃ ๐๐๐ฅ๐ฅ๐ฎ ๐๐ฃ๐๐๐ฃ๐ ๐ฎ๐.
๐๐๐๐๐ฉ-๐จ๐๐๐๐ฉ ๐๐ช๐๐ฉ ๐ ๐ก๐๐๐ฃ ๐จ๐๐ข๐ช๐ ...
๐๐๐๐ฅ ๐๐๐๐ก๐ฉ๐ฎ, ๐ ๐๐ง๐๐ฃ๐ ๐ก๐๐๐ ๐ข๐ช๐จ๐๐ข ๐ฅ๐๐ฃ๐๐๐ง๐ค๐๐.
๐๐ค๐ซ๐ ๐ช ๐๐ก๐ก๐๐๐๐
__ADS_1
Bersambung>>>>