Aku Bukan Pemuas Ranjang

Aku Bukan Pemuas Ranjang
Pengumuman Sekuel ABPR.


__ADS_3

Hai hai hai ....


Masih inget sama Walls Diamond gak? Si anak badung. Playboy yang jadi banget IT, hacker terhebat. Juga jago sih menaklukkan wanita.


Mak chibichibi udah buat sekuel dari novel ini nih. Sesuai janji beberapa waktu yang lalu sama kalian.


Cekidotz ya.


Kita liat gimana akhir dari perjalanan petualangan sang Playboy.


Akankah ia jatuh cinta, lalu melabuhkan hatinya hanya pada satu wanita saja?


Ini Cuplikannya.


Bab 2. Jerat Cinta Si Anak Badung

__ADS_1


" Dasar, bule mesum! Apa yang sudah kau lakukan padaku!"


Buk. Buk. Buk!


Rose terus memukuli tubuh polos di sebelahnya tanpa ampun menggunakan guling. Sebab, hanya benda itulah yang ada di dekatnya. Sementara dirinya amatlah geram dan emosi. Bagaimana tidak jika dirinya bangun tidur di kamar mewah sebuah hotel serta dalam keadaan tanpa busana. Lebih parahnya lagi, pria bertubuh atletis yang ada di sebelahnya ini adalah pria yang sangat menyebalkan. Pria yang sudah sembilan puluh sembilan kali ia tolak.


Namun, entah apa yang ad di pikiran si playboy gila itu. Ia menjebak Rose dengan aroma terapi yang berefek memberi rangsangan pada libido. Sehingga, Rose Brania tanpa sadar bergumul panas dengan-nya di dalam kamar hotel.


Kala itu, Rose hendak melamar pekerjaan sebagai pengawas binatu. Di hari ia di tes, Walls yang telah bekerja sama dengan pihak hotel mengerjainya. Rose di beri tugas untuk mengganti seluruh seprai dan juga gorden kamar yang di pesan oleh Walls.


Walls menangkap pukulan kesepuluh dari Rose Brania. Dimana guling itu hampir mendarat di wajahnya yang tampan.


"Hei, apa kau ingin menghancurkan wajah ku yang tampan ini?" ucap Walls dengan senyum menggoda. Membuat wanita di hadapannya ini semakin muak.


"Kan, susah ku katakan. Aku tidak akan membiarkan kau menolak ku untuk yang keseratus kali. Apapun, akan ku lakukan untuk mendapatkanmu." Walls berkata seraya menatap mata Rose lekat dengan satu tangannya mencekal lengan ramping Rose.

__ADS_1


"Kau! Aku semakin membencimu!" ucap Rose penuh penekanan. Kedua matanya tajam menyorot ke dalam tatapan Walls yang lekat. Pria yang jago IT dan seorang master of hacker yang di perebutkan oleh beberapa negara itu, hanya menyeringai tipis menanggapi kekesalan Rose. Wanita, yang sudah dikerjainya agar dapat ia tiduri. Walls, terpaksa menipu dan merekayasa suatu panggilan pekerjaan agar Rose masuk ke dalam jebakannya. Dia sungguh terobsesi pada wanita ini.


"Aku ingin membersihkan tubuh. Dua jam lagi akan berangkat ke kantor. Kau, istirahat saja. Aku akan menjemputmu jam satu siang nanti."


Cup!


Walls melabuhkan ciumannya pada kening Rose. Seakan wanita itu diam saja ia perlakuan seperti ini. Walls pikir, ia telah memenangkan wanita yang telah diincarnya selama dua bulan ini. Selama itu juga ia terus mengutarakan perasaannya. Ungkapan cinta yang selalu di tolak mentah-mentah oleh Rose. Tak perduli bagaimana pun cara Walls mengungkapkan perasaannya itu. Rose, telah memutuskan untuk tidak akan pernah berhubungan lagi dengan pria manapun di dunia ini. Sebab, perlakuan Mad Max padanya meninggalkan bekas trauma yang begitu mendalam. Dan, perlakuan dari Walls semakin memperbesar rasa traumatik itu.


"Aku membencimu, bahkan sampai di dua kehidupanku!" pekik Rose seraya menghapus kasar bekas ciuman Walls pada keningnya. Kedua matanya menyorot tajam pada pria yang telah menidurinya itu.



Ku Tunggu kehadiran kalian ya guys!


Terimakasih!

__ADS_1


__ADS_2