Aku Bukan Pemuas Ranjang

Aku Bukan Pemuas Ranjang
Decak Kagum Para Pria.( Pesona Susi)


__ADS_3

๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ


"Baiklah aku akan membuat ๐˜ช๐˜ค๐˜ฆ ๐˜ค๐˜ฐ๐˜ง๐˜ง๐˜ฆ untuk kita, eh." Susi teringat sesuatu, ia segera melirik kearah Arjuna. Benar saja, ternyata pria itu tengah memasang tatapan tajamnya.


"Ah, baiklah. Aku akan membuat jus buah saja," ucap Susi seraya mengangkat dua jarinya membentuk huruf V. Senyumnya mengembang dengan mata yang menyipit, membuat wajah cantiknya semakin menggemaskan.


๐˜ ๐˜ข ๐˜›๐˜ถ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฏ, ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข ๐˜ฏ๐˜ฐ๐˜ฏ๐˜ข ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ช๐˜ฏ ๐˜ค๐˜ข๐˜ฏ๐˜ต๐˜ช๐˜ฌ.(๐˜‘๐˜ฐ๐˜บ)


๐˜‰๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฉ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ต๐˜ช๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ, ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ด๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ธ๐˜ข๐˜ซ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ช๐˜ต๐˜ถ ๐˜ฏ๐˜ฐ๐˜ฏ๐˜ข. ๐˜’๐˜ข๐˜ถ ๐˜ฃ๐˜ช๐˜ด๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ข๐˜ต ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ญ๐˜ถ๐˜ฉ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ณ๐˜ข๐˜ฉ๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ด๐˜ถ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ต.( ๐˜‰๐˜ฆ๐˜ต๐˜ต๐˜ฆ๐˜ณ)


๐˜‰๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฉ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ต๐˜ช๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ, ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ด๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ธ๐˜ข๐˜ซ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ช๐˜ต๐˜ถ ๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ฌ๐˜ข. ๐˜ˆ๐˜ฑ๐˜ข ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ถ ๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ๐˜ช๐˜ฏ ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ฎ๐˜ถ ๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ด๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช? (๐˜ˆ๐˜ณ๐˜ซ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜ข)


๐˜š๐˜ฆ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ช๐˜ฌ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข, ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜จ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ข ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜จ๐˜ช. ๐˜›๐˜ข๐˜ฑ๐˜ช, ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข ๐˜ธ๐˜ข๐˜ซ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ฌ๐˜ข ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ต๐˜ช ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฎ๐˜ถ๐˜ญ๐˜ข๐˜ด ๐˜บ๐˜ข? (๐˜š๐˜ถ๐˜ด๐˜ช)


Susi pun berlalu tanpa menengok lagi kebelakang. Tapi, kepergiannya itu tanpa sadar diikuti oleh tatapan duo cogan di depan Arjuna, hingga ...


BRAKK!


Serentak kedua cogan itu terjengit seraya memegangi dada mereka. Ketika Arjuna menggebrak meja dihadapannya. Wajah mereka pun pias seketika, di saat raut pemimpin mereka itu sekaku paku beton.


"Apa yang kalian lihat?!" hardiknya pada kedua asisten super duper tampan bin jago bela diri itu. Belum lagi kecekatan mereka dalam ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ข๐˜จ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ต ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ด๐˜ช๐˜ฏ๐˜ฆ๐˜ด๐˜ด.


Tak ada satupun yang bersuara dari keduanya. Mereka menunduk malu, karena tertangkap basah telah mengagumi istri bos mereka. Parahnya lagi, itu dilakukan di depan mata Arjuna.


"Jaga pandangan kalian, atau ku pindahkan kedua mata itu kebawah kaki!" ancam Arjuna, membuat keduanya menelan ludah kasar.


"Baik, Tuan." Joy dan Better menjawab serentak. Mereka berdua, bagai anak ayam yang menurut pada induknya.


"Kapan, Tuan ke negara K? ๐˜๐˜ฐ๐˜ฏ๐˜ฆ๐˜บ๐˜ฎ๐˜ฐ๐˜ฐ๐˜ฏ sekaligus menjalani pengobatan pada Nona?" tanya Joy, mencoba mengalihkan topik.


"Karenanya, jangan membuat ulah. Selesaikan setiap urusan dengan cepat dan sigap. Agar aku tenang ketika meninggalkan kalian." Arjuna kembali menyenderkan punggungnya pada sofa.


"Joy, kau akan menggantikan ku di sini. Ambillah, Milna sebagai asisten mu." Sang asisten dengan julukan casanova itu sontak mendelik, pada kalimat yang di ucap terakhir oleh Arjuna.


๐˜’๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ณ๐˜ถ๐˜ด ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ข? ๐˜ˆ๐˜ฑ๐˜ข ๐˜ต๐˜ถ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฑ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ฏ๐˜ช๐˜ข๐˜ต ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ถ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜จ, ๐˜ข๐˜ต๐˜ข๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ข๐˜ถ๐˜ต๐˜ฉ๐˜ฐ๐˜ณ?


๐ŸพDih, prasangka๐Ÿ˜.


Milna, memiliki kesetiaan dan skill yang tidak di ragukan lagi. Baik-baiklah kalian, bekerja samalah mengelola perusahaan ini. Ku harap, kau mengurangi kebiasaan mu, Joy. Jangan lagi suka jajan sembarangan," titah sekaligus pesan, dari Arjuna kepada Joy.


" Baik, Tuan. Anda tenanglah, percayakan semua pada kami," jawab Joy, mantap.


"Tapi, soal jajan? He ... itu kebutuhan, Tuan. Aku tidak bisa meninggalkannya, mungkin hanya akan mengurangi sedikit," kilah Joy. Membuat Arjuna memijat pangkal hidungnya.


"Untuk kalian, Better dan Vanish. Aku mempercayakan pada kalian berdua untuk mengelola perusahaan Ex. Bai Goon, dan ubah namanya menjadi Golden Queen." Kali ini Arjuna berpesan pada sang asisten, yang memiliki kebiasaan menguncir rambut gondrongnya.

__ADS_1


"Terimakasih, atas kepercayaan anda. Tuan, saya akan menjalankan dengan sepenuh hati dan jiwa," tanggap pria yang cuek dengan gaya non-formalnya itu.


"Aku yakin dan percaya, bahwa kalian sungguh tau apa yang harus dilakukan." Arjuna memajukan tubuhnya, kemudian menatap serius keduanya, " Pastikan, Walls memberi perlindungan dengan sistem buatannya. Otak bocah badung itu, adalah aset kita. Kendalikan dia dengan baik, bocah itu hanya kurang perhatian sejak kecil." Arjuna menatap Better, yang kemudian diangguki oleh pria itu.


"Baiklah, semua beres. Joy, atur keberangkatan ku dua hari lagi." Arjuna menyenderkan kembali punggungnya, serta menyatukan jemarinya. Sedangkan kedua siku tangannya bertumpu pada lengan kursi yang didudukinya.


๐˜œ๐˜ณ๐˜ถ๐˜ด๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ถ๐˜ด๐˜ข๐˜ฉ๐˜ข๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ด, ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ต๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฅ๐˜ถ๐˜ข ๐˜ฑ๐˜ณ๐˜ช๐˜ข ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ข๐˜ญ๐˜ช๐˜ต๐˜ข๐˜ด ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช. ๐˜š๐˜ฆ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ, ๐˜ต๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ๐˜จ๐˜ข๐˜ญ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ถ๐˜ณ๐˜ถ๐˜ด ๐˜ช๐˜ด๐˜ต๐˜ณ๐˜ช ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ด๐˜ข๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฌ๐˜ถ. ๐˜‹๐˜ช๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ข? ๐˜’๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ข ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ญ๐˜ช?


Arjuna melihat jam yang melingkar pada pergelangan tangannya.


๐˜š๐˜ถ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ญ๐˜ฆ๐˜ฃ๐˜ช๐˜ฉ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ณ๐˜ช ๐˜ต๐˜ช๐˜จ๐˜ข ๐˜ฑ๐˜ถ๐˜ญ๐˜ถ๐˜ฉ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ช๐˜ต. ๐˜”๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ต๐˜ณ๐˜บ ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ซ๐˜ข๐˜ถ๐˜ฉ ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ข!


_


_


_


"Selamat pagi menjelang siang, Nyonya," sapa seorang karyawan pria. Karena memang di perusahaan ARSA, lebih banyak yang bergender laki-laki.


"Eh, iya. Selamat ... siang," sahut Susi, seraya tersenyum tipis. Dirinya terus melanjutkan kegiatannya yang tengah memblender jus buah mangga. Kebetulan, di pantry memang di sediakan kulkas.


"Kenapa, Nyonya yang membuat sendiri? Bukankah ada sekretaris ataupun OB?" tanya pria itu yang tengah membuat kopi susu.


"Bos kalian, yang notabene adalah suamiku itu. Hanya mau minum kopi buatan ku saja." Susi menjelaskan sembari menuang jus tersebut kedalam gelas tinggi.


"Yah, berat juga."


"Ribet pula bawanya." Gumam Susi memandang nampan berisi empat gelas minuman di atas meja.


"Suruh, OB saja Nyonya. Nanti saya panggilkan, tunggu sebentar." Pria tersebut pun keluar, tak lama kemudian ia masuk lagi.


"Mari, Nyonya. Biar, saya saja yang antar ke ruangan pak Arjuna. Karena saya tidak menemukan ๐˜ฐ๐˜ง๐˜ง๐˜ช๐˜ค๐˜ฆ ๐˜ฃ๐˜ฐ๐˜บ tersebut." Pria itu pun mengambil alih nampan di atas meja.


"Ah, tidak perlu repot. Sebenarnya, biarkan saya saja yangโ€“"


"Tidak apa, Nyonya, mari." Pria itu tersenyum, kemudian berjalan di depan.


" Apa kau sudah lama bekerja di sini?" tanya Susi pada pria di depannya.


"Aโ€“Itu, sudah sejak tahun yang lalu," jawab pria, itu terus tersenyum lagi.


"Siapa namamu?" Susi berusaha mensejajarkan langkahnya dengan pria di depannya.


๐˜‹๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ช ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ฐ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ. ๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ฉ๐˜ช๐˜ณ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ต๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช, ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฃ๐˜ช๐˜ด๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฐ๐˜ฃ๐˜ณ๐˜ฐ๐˜ญ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ต๐˜ถ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข. ๐˜œ๐˜ฏ๐˜ต๐˜ถ๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ด๐˜ข๐˜ซ๐˜ข, ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ต๐˜ช๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข ๐˜–๐˜‰ ๐˜ต๐˜ข๐˜ฅ๐˜ช.

__ADS_1


"Ehm, Nyonya bisa memanggil saya ... Kalva," sahutnya.


" Baiklah, Kal. Sampai di sini saja, dan terimakasih atas bantuannya ya." Dengan tersenyum, Susi mengambil alih nampan tersebut.


"Tidak perlu sungkan, Nyonya." Kalva menunduk sopan, kemudian berlalu.


๐˜š๐˜ถ๐˜ฏ๐˜จ๐˜จ๐˜ถ๐˜ฉ ๐˜ธ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ช๐˜ต๐˜ข ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ด๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ต ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜จ๐˜ถ๐˜ฏ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ญ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ต, ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ข ๐˜ซ๐˜ถ๐˜จ๐˜ข ๐˜ต๐˜ช๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ด๐˜ฐ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ฐ๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฑ ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ธ๐˜ข๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฏ. ๐˜—๐˜ข๐˜ด๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ณ-๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ณ ๐˜ค๐˜ฐ๐˜ค๐˜ฐ๐˜ฌ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ฑ๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ๐˜ช ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ฑ๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ด๐˜ฅ๐˜ช๐˜ณ.


"Aih, Nyonya! Kenapa tidak memerintahkan saya saja." Chang Min, hendak berdiri dan menghampiri Susi. Namun, wanita itu segera menahannya.


"Sudah, sudah tidak apa. Kembalilah bekerja," ucap Susi dengan ramah.


" Tidak, Nyonya. Biar aku bukakan pintu untukmu." Chang Min, merangsek maju dan memutar knop pintu.


"Terima kasih," ucap Susi.


"Sama-sama, Nyonya." Menunduk sopan.


๐˜”๐˜ข๐˜ฏ๐˜ข ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข ๐˜ช๐˜ด๐˜ต๐˜ณ๐˜ช ๐˜ฃ๐˜ฐ๐˜ด ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ค๐˜ข๐˜ฎ ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ข ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ฐ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข, ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ข๐˜ต ๐˜ฎ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ถ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ญ๐˜ข๐˜ญ๐˜ถ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ธ๐˜ข๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ณ๐˜ช. ๐˜‰๐˜ข๐˜ฉ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ, ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ข๐˜ต๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ณ๐˜ข ๐˜ข๐˜ด๐˜ช๐˜ด๐˜ต๐˜ฆ๐˜ฏ ๐˜ซ๐˜ถ๐˜จ๐˜ข. ๐˜—๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฉ๐˜ข๐˜ญ, ๐˜ฅ๐˜ช ๐˜จ๐˜ฆ๐˜ฅ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ณ๐˜บ๐˜ข๐˜ธ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฃ๐˜ช๐˜ด๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ด๐˜ถ๐˜ณ๐˜ถ๐˜ฉ.


"๐˜‰๐˜ฆ๐˜ข๐˜ถ๐˜ต๐˜บ๐˜ง๐˜ถ๐˜ญ๐˜ญ, ๐˜ด๐˜ฎ๐˜ข๐˜ณ๐˜ต, ๐˜ฌ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ญ๐˜บ ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฅ ๐˜ง๐˜ณ๐˜ช๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ญ๐˜บ."


"๐˜š๐˜ฐ, ๐˜ช๐˜ฎ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ค๐˜ค๐˜ข๐˜ฃ๐˜ญ๐˜ฆ. Sangat sempurna ... ." Kagum, sekretaris Arjuna itu.


"Sayang, ๐˜ฎ๐˜บ ๐˜ฒ๐˜ถ๐˜ฆ๐˜ฆ๐˜ฏ kenapa lama sekali?" tanya Arjuna lembut. Pandangan matanya penuh binar dan cahaya kelap-kelip.


Membuat dua asisten itu saling menatap, dan merasa sekarang saatnya mereka pergi dari sana.


"Mana ada lama, setelah membuat minuman aku langsung kesini." Susi meletakkan minuman itu di atas meja.


"Tapi, bagiku itu sudah sangat lama," protes Arjuna, mencebik.


๐˜๐˜ฅ๐˜ช๐˜ช๐˜ฉ, ๐˜ต๐˜ถ๐˜ข๐˜ฏ. ๐˜ˆ๐˜ฑ๐˜ข ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ถ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ข๐˜ซ๐˜ถ๐˜ฌ? ๐˜”๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜จ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ.


Joy, menoleh kesamping menyembunyikan tawanya.


"Kau pikir pantry nya di sebelah ruangan mu?" gemas, Susi. Menurutnya Arjuna ini terlalu berlebihan.


๐˜ ๐˜ข ๐˜›๐˜ถ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฏ, ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ณ๐˜ถ๐˜ด ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ด๐˜ช๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ญ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ญ๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ต๐˜ช ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช.


Kali ini, Better yang memalingkan wajahnya.


"Kenapa kalian berdua masih di sini?!" hardik Arjuna, yang merasa kesal sekaligus malu. Dia bahkan lupa, kalau masih ada dua asisten itu di ruangannya.


๐Ÿพ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ๐ŸคฃLah, bos?

__ADS_1


Berasa jatoh yak harga diri๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ


Bersambung>>>>


__ADS_2