
๐ฅ๐ฅ๐ฅ๐ฅ๐ฅ๐ฅ
"Baiklah aku akan membuat ๐ช๐ค๐ฆ ๐ค๐ฐ๐ง๐ง๐ฆ untuk kita, eh." Susi teringat sesuatu, ia segera melirik kearah Arjuna. Benar saja, ternyata pria itu tengah memasang tatapan tajamnya.
"Ah, baiklah. Aku akan membuat jus buah saja," ucap Susi seraya mengangkat dua jarinya membentuk huruf V. Senyumnya mengembang dengan mata yang menyipit, membuat wajah cantiknya semakin menggemaskan.
๐ ๐ข ๐๐ถ๐ฉ๐ข๐ฏ, ๐ฌ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ฑ๐ข ๐ฏ๐ฐ๐ฏ๐ข ๐ด๐ฆ๐ฎ๐ข๐ฌ๐ช๐ฏ ๐ค๐ข๐ฏ๐ต๐ช๐ฌ.(๐๐ฐ๐บ)
๐๐ฆ๐ณ๐ฉ๐ฆ๐ฏ๐ต๐ช๐ญ๐ข๐ฉ, ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ข๐ด๐ข๐ฏ๐จ ๐ธ๐ข๐ซ๐ข๐ฉ ๐ช๐ต๐ถ ๐ฏ๐ฐ๐ฏ๐ข. ๐๐ข๐ถ ๐ฃ๐ช๐ด๐ข ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ถ๐ข๐ต ๐ฑ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ถ๐ญ๐ถ๐ฉ ๐ฅ๐ข๐ณ๐ข๐ฉ๐ฌ๐ถ ๐ต๐ฆ๐ณ๐ด๐ถ๐ฎ๐ฃ๐ข๐ต.( ๐๐ฆ๐ต๐ต๐ฆ๐ณ)
๐๐ฆ๐ณ๐ฉ๐ฆ๐ฏ๐ต๐ช๐ญ๐ข๐ฉ, ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ข๐ด๐ข๐ฏ๐จ ๐ธ๐ข๐ซ๐ข๐ฉ ๐ช๐ต๐ถ ๐ฅ๐ช ๐ฉ๐ข๐ฅ๐ข๐ฑ๐ข๐ฏ ๐ฎ๐ฆ๐ณ๐ฆ๐ฌ๐ข. ๐๐ฑ๐ข ๐ฌ๐ข๐ถ ๐ช๐ฏ๐จ๐ช๐ฏ ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ฎ๐ฆ๐ญ๐ข๐ฉ๐ข๐ฑ๐ฎ๐ถ ๐ฅ๐ช ๐ด๐ช๐ฏ๐ช? (๐๐ณ๐ซ๐ถ๐ฏ๐ข)
๐๐ฆ๐ฃ๐ข๐ช๐ฌ๐ฏ๐บ๐ข, ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ด๐ฆ๐จ๐ฆ๐ณ๐ข ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐จ๐ช. ๐๐ข๐ฑ๐ช, ๐ฌ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ฑ๐ข ๐ธ๐ข๐ซ๐ข๐ฉ ๐ฎ๐ฆ๐ณ๐ฆ๐ฌ๐ข ๐ด๐ฆ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ต๐ช ๐ต๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ฉ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ฉ๐ข๐ฏ ๐ฎ๐ถ๐ญ๐ข๐ด ๐บ๐ข? (๐๐ถ๐ด๐ช)
Susi pun berlalu tanpa menengok lagi kebelakang. Tapi, kepergiannya itu tanpa sadar diikuti oleh tatapan duo cogan di depan Arjuna, hingga ...
BRAKK!
Serentak kedua cogan itu terjengit seraya memegangi dada mereka. Ketika Arjuna menggebrak meja dihadapannya. Wajah mereka pun pias seketika, di saat raut pemimpin mereka itu sekaku paku beton.
"Apa yang kalian lihat?!" hardiknya pada kedua asisten super duper tampan bin jago bela diri itu. Belum lagi kecekatan mereka dalam ๐ฎ๐ข๐ฏ๐ข๐จ๐ฆ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ต ๐ฃ๐ถ๐ด๐ช๐ฏ๐ฆ๐ด๐ด.
Tak ada satupun yang bersuara dari keduanya. Mereka menunduk malu, karena tertangkap basah telah mengagumi istri bos mereka. Parahnya lagi, itu dilakukan di depan mata Arjuna.
"Jaga pandangan kalian, atau ku pindahkan kedua mata itu kebawah kaki!" ancam Arjuna, membuat keduanya menelan ludah kasar.
"Baik, Tuan." Joy dan Better menjawab serentak. Mereka berdua, bagai anak ayam yang menurut pada induknya.
"Kapan, Tuan ke negara K? ๐๐ฐ๐ฏ๐ฆ๐บ๐ฎ๐ฐ๐ฐ๐ฏ sekaligus menjalani pengobatan pada Nona?" tanya Joy, mencoba mengalihkan topik.
"Karenanya, jangan membuat ulah. Selesaikan setiap urusan dengan cepat dan sigap. Agar aku tenang ketika meninggalkan kalian." Arjuna kembali menyenderkan punggungnya pada sofa.
"Joy, kau akan menggantikan ku di sini. Ambillah, Milna sebagai asisten mu." Sang asisten dengan julukan casanova itu sontak mendelik, pada kalimat yang di ucap terakhir oleh Arjuna.
๐๐ฆ๐ฏ๐ข๐ฑ๐ข ๐ฉ๐ข๐ณ๐ถ๐ด ๐ฅ๐ช๐ข? ๐๐ฑ๐ข ๐ต๐ถ๐ข๐ฏ ๐ฑ๐ถ๐ฏ๐บ๐ข ๐ฏ๐ช๐ข๐ต ๐ต๐ฆ๐ณ๐ด๐ฆ๐ญ๐ถ๐ฃ๐ถ๐ฏ๐จ, ๐ข๐ต๐ข๐ถ๐ฌ๐ข๐ฉ ๐ข๐ถ๐ต๐ฉ๐ฐ๐ณ?
๐พDih, prasangka๐.
Milna, memiliki kesetiaan dan skill yang tidak di ragukan lagi. Baik-baiklah kalian, bekerja samalah mengelola perusahaan ini. Ku harap, kau mengurangi kebiasaan mu, Joy. Jangan lagi suka jajan sembarangan," titah sekaligus pesan, dari Arjuna kepada Joy.
" Baik, Tuan. Anda tenanglah, percayakan semua pada kami," jawab Joy, mantap.
"Tapi, soal jajan? He ... itu kebutuhan, Tuan. Aku tidak bisa meninggalkannya, mungkin hanya akan mengurangi sedikit," kilah Joy. Membuat Arjuna memijat pangkal hidungnya.
"Untuk kalian, Better dan Vanish. Aku mempercayakan pada kalian berdua untuk mengelola perusahaan Ex. Bai Goon, dan ubah namanya menjadi Golden Queen." Kali ini Arjuna berpesan pada sang asisten, yang memiliki kebiasaan menguncir rambut gondrongnya.
__ADS_1
"Terimakasih, atas kepercayaan anda. Tuan, saya akan menjalankan dengan sepenuh hati dan jiwa," tanggap pria yang cuek dengan gaya non-formalnya itu.
"Aku yakin dan percaya, bahwa kalian sungguh tau apa yang harus dilakukan." Arjuna memajukan tubuhnya, kemudian menatap serius keduanya, " Pastikan, Walls memberi perlindungan dengan sistem buatannya. Otak bocah badung itu, adalah aset kita. Kendalikan dia dengan baik, bocah itu hanya kurang perhatian sejak kecil." Arjuna menatap Better, yang kemudian diangguki oleh pria itu.
"Baiklah, semua beres. Joy, atur keberangkatan ku dua hari lagi." Arjuna menyenderkan kembali punggungnya, serta menyatukan jemarinya. Sedangkan kedua siku tangannya bertumpu pada lengan kursi yang didudukinya.
๐๐ณ๐ถ๐ด๐ข๐ฏ ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ถ๐ด๐ข๐ฉ๐ข๐ข๐ฏ ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ฆ๐ด, ๐ฅ๐ช๐ต๐ข๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐ฅ๐ถ๐ข ๐ฑ๐ณ๐ช๐ข ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ฌ๐ถ๐ข๐ญ๐ช๐ต๐ข๐ด ๐ช๐ฏ๐ช. ๐๐ฆ๐ฌ๐ข๐ณ๐ข๐ฏ๐จ, ๐ต๐ช๐ฏ๐จ๐จ๐ข๐ญ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ถ๐ณ๐ถ๐ด ๐ช๐ด๐ต๐ณ๐ช ๐ต๐ฆ๐ณ๐ด๐ข๐บ๐ข๐ฏ๐จ๐ฌ๐ถ. ๐๐ช๐ฎ๐ข๐ฏ๐ข ๐ฅ๐ช๐ข? ๐๐ฆ๐ฏ๐ข๐ฑ๐ข ๐ญ๐ข๐ฎ๐ข ๐ด๐ฆ๐ฌ๐ข๐ญ๐ช?
Arjuna melihat jam yang melingkar pada pergelangan tangannya.
๐๐ถ๐ฅ๐ข๐ฉ ๐ญ๐ฆ๐ฃ๐ช๐ฉ ๐ฅ๐ข๐ณ๐ช ๐ต๐ช๐จ๐ข ๐ฑ๐ถ๐ญ๐ถ๐ฉ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ช๐ต. ๐๐ฆ๐ฎ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฑ๐ข๐ฏ๐ต๐ณ๐บ ๐ฏ๐บ๐ข ๐ด๐ฆ๐ซ๐ข๐ถ๐ฉ ๐ฎ๐ข๐ฏ๐ข!
_
_
_
"Selamat pagi menjelang siang, Nyonya," sapa seorang karyawan pria. Karena memang di perusahaan ARSA, lebih banyak yang bergender laki-laki.
"Eh, iya. Selamat ... siang," sahut Susi, seraya tersenyum tipis. Dirinya terus melanjutkan kegiatannya yang tengah memblender jus buah mangga. Kebetulan, di pantry memang di sediakan kulkas.
"Kenapa, Nyonya yang membuat sendiri? Bukankah ada sekretaris ataupun OB?" tanya pria itu yang tengah membuat kopi susu.
"Bos kalian, yang notabene adalah suamiku itu. Hanya mau minum kopi buatan ku saja." Susi menjelaskan sembari menuang jus tersebut kedalam gelas tinggi.
"Yah, berat juga."
"Ribet pula bawanya." Gumam Susi memandang nampan berisi empat gelas minuman di atas meja.
"Suruh, OB saja Nyonya. Nanti saya panggilkan, tunggu sebentar." Pria tersebut pun keluar, tak lama kemudian ia masuk lagi.
"Mari, Nyonya. Biar, saya saja yang antar ke ruangan pak Arjuna. Karena saya tidak menemukan ๐ฐ๐ง๐ง๐ช๐ค๐ฆ ๐ฃ๐ฐ๐บ tersebut." Pria itu pun mengambil alih nampan di atas meja.
"Ah, tidak perlu repot. Sebenarnya, biarkan saya saja yangโ"
"Tidak apa, Nyonya, mari." Pria itu tersenyum, kemudian berjalan di depan.
" Apa kau sudah lama bekerja di sini?" tanya Susi pada pria di depannya.
"AโItu, sudah sejak tahun yang lalu," jawab pria, itu terus tersenyum lagi.
"Siapa namamu?" Susi berusaha mensejajarkan langkahnya dengan pria di depannya.
๐๐ฆ๐ฎ๐ช ๐ข๐ฑ๐ข ๐ฏ๐บ๐ฐ๐ฏ๐บ๐ข ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ฏ๐บ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฏ๐ข๐ฎ๐ข๐ฌ๐ถ. ๐๐ฌ๐ฉ๐ช๐ณ๐ฏ๐บ๐ข ๐ข๐ฅ๐ข ๐ฌ๐ฆ๐ด๐ฆ๐ฎ๐ฑ๐ข๐ต๐ข๐ฏ ๐ช๐ฏ๐ช, ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ฃ๐ช๐ด๐ข ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ฐ๐ฃ๐ณ๐ฐ๐ญ ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ข๐ฏ๐ต๐ถ๐ฏ๐บ๐ข. ๐๐ฏ๐ต๐ถ๐ฏ๐จ ๐ด๐ข๐ซ๐ข, ๐ฃ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ณ๐ข๐ฏ ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ข๐ฅ๐ข ๐๐ ๐ต๐ข๐ฅ๐ช.
__ADS_1
"Ehm, Nyonya bisa memanggil saya ... Kalva," sahutnya.
" Baiklah, Kal. Sampai di sini saja, dan terimakasih atas bantuannya ya." Dengan tersenyum, Susi mengambil alih nampan tersebut.
"Tidak perlu sungkan, Nyonya." Kalva menunduk sopan, kemudian berlalu.
๐๐ถ๐ฏ๐จ๐จ๐ถ๐ฉ ๐ธ๐ข๐ฏ๐ช๐ต๐ข ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ด๐ข๐ฏ๐จ๐ข๐ต ๐ข๐ฏ๐จ๐จ๐ถ๐ฏ ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ญ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ถ๐ต, ๐ข๐ฏ๐ฅ๐ข ๐ซ๐ถ๐จ๐ข ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ด๐ฐ๐ฎ๐ฃ๐ฐ๐ฏ๐จ ๐ต๐ฆ๐ณ๐ฉ๐ข๐ฅ๐ข๐ฑ ๐ฃ๐ข๐ธ๐ข๐ฉ๐ข๐ฏ. ๐๐ข๐ด๐ข๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฃ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ณ-๐ฃ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ณ ๐ค๐ฐ๐ค๐ฐ๐ฌ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ฅ๐ข๐ฎ๐ฑ๐ช๐ฏ๐จ๐ช ๐ฑ๐ข๐ฌ ๐ฑ๐ณ๐ฆ๐ด๐ฅ๐ช๐ณ.
"Aih, Nyonya! Kenapa tidak memerintahkan saya saja." Chang Min, hendak berdiri dan menghampiri Susi. Namun, wanita itu segera menahannya.
"Sudah, sudah tidak apa. Kembalilah bekerja," ucap Susi dengan ramah.
" Tidak, Nyonya. Biar aku bukakan pintu untukmu." Chang Min, merangsek maju dan memutar knop pintu.
"Terima kasih," ucap Susi.
"Sama-sama, Nyonya." Menunduk sopan.
๐๐ข๐ฏ๐ข ๐ข๐ฅ๐ข ๐ช๐ด๐ต๐ณ๐ช ๐ฃ๐ฐ๐ด ๐ฎ๐ข๐ค๐ข๐ฎ ๐ข๐ฏ๐ฅ๐ข ๐ฏ๐บ๐ฐ๐ฏ๐บ๐ข, ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ถ๐ข๐ต ๐ฎ๐ช๐ฏ๐ถ๐ฎ๐ข๐ฏ ๐ญ๐ข๐ญ๐ถ ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ข๐ธ๐ข๐ฏ๐บ๐ข ๐ด๐ฆ๐ฏ๐ฅ๐ช๐ณ๐ช. ๐๐ข๐ฉ๐ฌ๐ข๐ฏ, ๐ฎ๐ข๐ฎ๐ฃ๐ถ๐ข๐ต๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฑ๐ข๐ณ๐ข ๐ข๐ด๐ช๐ด๐ต๐ฆ๐ฏ ๐ซ๐ถ๐จ๐ข. ๐๐ข๐ฅ๐ข๐ฉ๐ข๐ญ, ๐ฅ๐ช ๐จ๐ฆ๐ฅ๐ถ๐ฏ๐จ ๐ช๐ฏ๐ช ๐ฃ๐ข๐ฏ๐บ๐ข๐ฌ ๐ฌ๐ข๐ณ๐บ๐ข๐ธ๐ข๐ฏ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฃ๐ช๐ด๐ข ๐ฅ๐ช๐ด๐ถ๐ณ๐ถ๐ฉ.
"๐๐ฆ๐ข๐ถ๐ต๐บ๐ง๐ถ๐ญ๐ญ, ๐ด๐ฎ๐ข๐ณ๐ต, ๐ฌ๐ช๐ฏ๐ฅ๐ญ๐บ ๐ข๐ฏ๐ฅ ๐ง๐ณ๐ช๐ฆ๐ฏ๐ฅ๐ญ๐บ."
"๐๐ฐ, ๐ช๐ฎ๐ฑ๐ฆ๐ค๐ค๐ข๐ฃ๐ญ๐ฆ. Sangat sempurna ... ." Kagum, sekretaris Arjuna itu.
"Sayang, ๐ฎ๐บ ๐ฒ๐ถ๐ฆ๐ฆ๐ฏ kenapa lama sekali?" tanya Arjuna lembut. Pandangan matanya penuh binar dan cahaya kelap-kelip.
Membuat dua asisten itu saling menatap, dan merasa sekarang saatnya mereka pergi dari sana.
"Mana ada lama, setelah membuat minuman aku langsung kesini." Susi meletakkan minuman itu di atas meja.
"Tapi, bagiku itu sudah sangat lama," protes Arjuna, mencebik.
๐๐ฅ๐ช๐ช๐ฉ, ๐ต๐ถ๐ข๐ฏ. ๐๐ฑ๐ข ๐ฌ๐ข๐ถ ๐ฎ๐ฆ๐ณ๐ข๐ซ๐ถ๐ฌ? ๐๐ฆ๐ฏ๐จ๐จ๐ฆ๐ญ๐ช๐ฌ๐ข๐ฏ.
Joy, menoleh kesamping menyembunyikan tawanya.
"Kau pikir pantry nya di sebelah ruangan mu?" gemas, Susi. Menurutnya Arjuna ini terlalu berlebihan.
๐ ๐ข ๐๐ถ๐ฉ๐ข๐ฏ, ๐ฌ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ฑ๐ข ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ฉ๐ข๐ณ๐ถ๐ด ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐บ๐ข๐ฌ๐ด๐ช๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฉ๐ข๐ญ ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ข๐ญ๐ถ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ด๐ฆ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ต๐ช ๐ช๐ฏ๐ช.
Kali ini, Better yang memalingkan wajahnya.
"Kenapa kalian berdua masih di sini?!" hardik Arjuna, yang merasa kesal sekaligus malu. Dia bahkan lupa, kalau masih ada dua asisten itu di ruangannya.
๐พ๐คฃ๐คฃ๐คฃLah, bos?
__ADS_1
Berasa jatoh yak harga diri๐คฃ๐คฃ
Bersambung>>>>