Aku Bukan Pemuas Ranjang

Aku Bukan Pemuas Ranjang
Rencana Si Kadal Burik.


__ADS_3

🔥🔥🔥🔥🔥🔥


Di sebuah villa luas dan mewah, bertempat di lokasi terpencil. Tepatnya area tengah hutan, dimana babi hutan, anjing hutan dan serigala masih suka berkeliaran tengah malam.


Kelelawar pun tampak besar-besar, beterbangan dari pohon tinggi menjulang dan lebat. Lalu mereka bergelantungan sembari menghisap sari buah yang terdapat pada pohon besar, yang rata-rata berusia puluhan bahkan ratusan tahun tersebut.


Beberapa mobil jeep wrangler memasuki jalan setapak panjang. Di mana pada setiap sisinya terdapat hutan bambu yang rimbun.


Konon katanya, di pepohonan bambu atau semak-semak yang rimbun akan terdapat sarang ular dengan ukuran besar.


Bisa di katakan benar adanya, karena sesekali akan ada ular yang jatuh menimpa kap mobil. Meskipun ukuran ular-ular ini kecil, namun bisa mereka cukup mematikan.


Beberapa jeep tersebut berhenti di depan gerbang besi yang lebar dan tinggi. Seorang pria, dengan postur tubuh yang tinggi dan besar, serta otot-otot yang mencuat dari lengan juga dadanya keluar dari dalam mobil.


Pria itu mendekatkan wajahnya pada interkom yang terpasang di gerbang. Lalu melambai pada kamera.


Tak lama kemudian pintu gerbang yang berwarna hijau tua itu terbuka. Jeep wrangler itu pun masuk melintasi pelataran yang luas.


Pelataran itu juga sering di gunakan oleh sang ketua klan Durex untuk bermain golf.


Dari jeep-jeep itu, turunlah hampir 20 pria berbadan tegap perkasa. Dengan cara berpakaian ala preman. Sedangkan dari mobil grandmax black metalik, keluar empat orang pria berpakaian parlente dengan rahang kasar dan kaku.


Terlihat dari tampang mereka yang sadis serta tatapan mata yang sinis. Mengartikan bahwa mereka adalah petarung tak kenal ampun.

__ADS_1


Pria bermata sipit dengan tubuh tinggi bak tiang listrik itu membungkukkan badannya. Ketika dirinya sampai di depan ketua klan.


"Selamat datang, Mr. Akira." Don tertawa sumringah. Para ahli bertempur telah berada di istananya malam ini.


"Aku akan membagi kalian dua kelompok. Satu misi pengawalan para agen wanitaku. Dimana mereka akan masuk wilayah zona merah pengawasan militer. Yang kedua, aku akan memberi kalian misi penculikan calon pengantin wanita." Tawa pria paruh baya itu menggema, setelah mengucapkan kata-kata terakhirnya.


Lalu Nick membawa beberapa pria berbadan besar dengan pakaian preman bersamanya, sedangkan Jeff menggiring para pria berpakaian rapi parlente. Dua kaki tangan kepercayaan dengan kemampuan mereka masing-masing, tengah menjalani misi sesuai keahliannya.


"Don, apa anda ingin saya memanggil wanita-wanita itu," tawar sang pengawal dengan jaket kulit tanpa lengan, hingga menampilkan otot-otot besarnya.


"Aku sedang tidak berselera, aku akan menunggu sepekan lagi untuk menumpahkan semuanya pada wanita itu." Don Domino, memasang seringainya. Membuat siapapun akan bergidik ngeri kala melihatnya.


___________


Semua kemewahan itu tak lain dan tak bukan adalah permintaan Jelita. Dimana saat ini dia menjelma menjadi ratu sehari di singgasana pelaminan.


Raut berseri dengan senyum sumringah itu, terus menghiasi wajah cantiknya.


Sayang,ekspresi kontras nampak dari pihak sang pria. Dimana saat ini, Seno tengah menekuk wajahnya. Begitupun, Easy sang mami.


" Sayang, setelah ini kita akan menghabiskan malam pertama sampai pagi, bagaimana menurutmu?" godanya dengan nada meledek pada pria yang kini berstatus suaminya itu.


Seno menggeram, telapak tangannya mengepal kuat. Dalam hatinya tak terima, penghinaan dan cibiran Jelita seakan menginjak-injak harga dirinya.

__ADS_1


Sudah tau dirinya tak mampu berdiri lagi, meskipun keinginan dan gelora itu masih menggebu. Semua hanya bisa berlalu bagai angin, dan menyisakan nyeri pada pinggang serta kepalanya semalaman.


" Hentikan omong kosongmu." Seno menggeram tertahan. Di balas dengan kekehan kecil oleh Jelita. Seno benar-benar mati kutu di buatnya.


Seandainya tak ada benih dalam rahimnya, sudah sejak kapan wanita itu ia habisi.


"Mami, berhubung suamiku tidak bisa memberi nafkah batin untukku. Bagaimana kalau kita jajan di luar? tenang saja aku akan mentraktir mu Mamiku tersayang." Jelita menggandeng lengan Easy, yang seketika di tepis olehnya.


" Tutup mulutmu! Jangan sampai kata-katamu ini di dengar oleh para tamu," ancam Easy, dengan geraham yang beradu, serta bola mata yang mendelik kearah sang menantu.


"Haish, Mami. Apa kau tidak ingin merasakan roti kotak delapan?" Jelita, membekap mulut demi menahan kekehannya.


"Diam kau." Gara-gara Jelita mengadakan pesta mewah, Easy harus merelakan beberapa berliannya di lelang.


"Menantu sial!"


"Kenapa aku tidak pernah mendapat menantu yang benar." Easy memegangi kepalanya, seraya menyenderkan bahunya pada kursi.


Eh, minta di kirim voodoo ni mak lampir. Iya gak sih gais?


Punya mantu bener dibuang, dapet mantu gak ada akhlak, akhirnya bikin puyeng sendiri.😝


Bersambung>>>>

__ADS_1


__ADS_2