
🔥🔥🔥🔥
Joy pun terpaksa mengantar Milna ke kamar mereka. Ia harus memastikan dahulu bahwa keadaan istri dan calon bayi yang berada dalam kandungan Milna berada di tempat yang aman.
Joy memesankan begitu banyak makanan. tanpa sepengetahuan Milna. Ia juga menempatkan dua orang penjaga di depan kamarnya. Hati dan pikirannya tidak bisa tenang setelah mengetahui bahwa ada yang mengincar nyawa istrinya itu. Ia pun tidak tahu, setelah Miranda apakah ada wanita lain yang juga gila.
Bagaimanapun dirinya harus waspada tinggi. dirinya harus waspada tinggi.
"Kalian berdua! Jangan biarkan Nyonya keluar dari kamar ini. Aku akan segera kembali." Joy berkata dengan tegas kepada dua pria yang berjaga di depan pintu.
Beberapa saat menit kemudian.
"Aku tidak bisa berdiam diri dalam kamar begitu saja. Aku harus mengetahui siapa orang yang berniat untuk menghabisi nyawaku. Aku akan mengikuti Joy secara diam-diam. Kalian berdua harus bantu mommy ya." Milna Berkata sambil mengelus perutnya seakan-akan ia sedang berkompromi dengan kedua janinnya.
Ketika membuka pintu Milna sontak membelalakkan kedua matanya.' apa-apaan ini Joy! Pria tengik itu ternyata meletakkan penjaga di depan kamar. Sungguh menyebalkan!' batin Milna, seraya kembali menutup pintu dengan keras. Milna langsung mendudukkan bokongnya ke atas kasur yang empuk itu.
Menatap kembali beberapa macam makanan yang tersaji di atas meja. Seketika ia merasakan perutnya berbunyi." Oh maafkan mommy, ternyata kita bertiga sangatlah lapar. Baiklah kita makan saja dan serahkan semua masalahnya kepada daddy kalian yang hebat itu." Akhirnya Milna pun menghampiri meja yang penuh makanan lezat itu. Air liurnya menetes tatkala menatap makanan yang menggugah seleranya.
Milna pun segera menyantap yang tersaji di meja dengan lahap. dirinya sungguh tak menyangka jika Joy benar-benar hafal makanan kesukaannya.' Ternyata kau perhatian juga Joy. kau tahu dan mengerti makanan apa saja yang tidak membuat aku mual.' Milna tersenyum seraya terus memasukkan makanan-makanan itu ke dalam mulutnya hingga penuh.
Semenjak honeymoon nafsu makannya semakin bertambah. Entahlah mungkin kebahagiaan itu perlahan sudah mampir ke dalam hidupnya. Mirna tak ingin lagi mencoba menahan segala perasaan yang mampir ke dalam hatinya ia membiarkan saja semuanya terjadi. Ia kan mencoba menerimanya seperti hembusan angin yang bertiup lembut dan juga aliran air yang mengalur tenang.
__ADS_1
***
Sementara itu di waktu yang sama. Di tempat yang sudah disiapkan oleh Joy. Yakni sebuah bangunan tua yang sudah tidak terpakai dengan sangat lama. Sehingga nampak beberapa kayunya keropos juga lantainya yang sangat kotor. Bahkan ada beberapa hewan seperti tikus dan kecoa merajalela di tempat itu.
Kedua wanita yang sudah di bekap mulutnya dan juga diikat kedua tangan dan kakinya. Saat ini keduanya tengah terkencing-kencing karena ketakutan. Bagaimana tidak jika di depan mereka berseliweran hewan-hewan yang menjijikkan seperti tikus, kecoa dan juga laba-laba.
Seandainya lakban yang menutup mulut mereka itu dibuka mungkin mereka sudah berteriak-teriak histeris. Apalagi beberapa hewan seperti tikus- tikus kecil itu terlihat mendekati kaki keduanya. Hanya terdengar gumaman dan geraman tertahan dari mulut Miranda dan juga wanita pramusaji. Keduanya hanya bisa menggeliat geli tatkala hewan-hewan kotor sumber penyakit tersebut naik ketubuh mereka.
Tak lama kemudian terdengar derap langkah kaki yang mendekati ruangan tempat di mana kedua wanita ini disekap.
"Sepertinya kalian berdua sangat suka berada di tempat ini. Mungkin aku tidak perlu turun tangan untuk memberi pelajaran pada kalian. Karena para hewan pengerat itu secara perlahan akan menggerogoti tubuh kalian berdua. Mungkin aku harus menambah pasukan kecil ini. Agar kalian tidak terlalu kesepian." Joy pun menyeringai bengis, sehingga aura menakutkan dan kejam itu semakin kentara pada wajah tampannya.
Dirinya bahkan berjongkok di depan kedua wanita yang tengah gemetar ketakutan itu. Wajah keduanya sudah basah bahkan banjir dengan air mata." Wah wah! Sepertinya kalian cukup bahagia. Sampai terharu saking senangnya." Joy terkekeh bagaikan Joker. Membuat keduanya beringsut mundur karena takut.
" Sebelum kau tiada aku akan memberitahu satu hal padamu. "Istriku bukanlah wanita kampungan seperti apa yang kau katakan. Dia lebih hebat dan juga berkelas dibanding dirimu. Kau bahkan tidak ada seujung kuku pun jika dibandingkan dengan istriku." Joy berkata sambil mengeratkan gerahamnya menahan kesal. Ingin rasanya ia langsung mencekik saja leher jenjang Miranda.
"Untukmu wahai wanita pramusaji yang sok tau! Seharusnya kau berpikir dulu sebelum mengambil jalan yang salah. Sekarang kau sudah tidak bisa mundur lagi. Silakan kalian nikmati kebersamaan ini, semoga kalian semakin dekat setelah ini. Tunggulah hadiah dariku yang akan tiba sebentar lagi. Kuharap kalian menyukainya. Tapi jika tidak jangan menyumpahi ku dari alam baka ya." Kekeh Joy. Ia pun berdiri hendak menyingkir dari tempat itu.
Sebelumnya Joy sempat menendang seekor tikus kecil hingga binatang itu mendarat dengan mulus ke atas dada terbuka Miranda. Wanita seksi itu menggeliat dan menggeram dalam keadaan yang terikat. Entah sudah berapa banyak air seni yang dikeluarkan hingga keadaan di sekitarnya begitu becek dan bau pesing.
Para pengawal bayaran Joy menahan tawa mereka dengan membekap mulut menggunakan kepalan tangan. Sebelumnya mereka tidak pernah melihat aksi pembalasan yang begitu kejam terhadap wanita seperti itu.
__ADS_1
Mereka mengira jika Joy akan menikmati dulu tubuh kedua wanita ini. Ternyata tidak, bosnya justru langsung menyiksanya dengan siksaan yang sungguh di luar akal pikiran.
" Bos ini ada-ada saja ya. Masa kita disuruh nyari tikus-tikus dalam jumlah yang sangat banyak. Barusan aku baru dapat pesan jika kita juga harus mencari beberapa ular kecil serta binatang berbisa lainnya." Ucap salah satu pengawal yang ditugaskan mencari hewan penyiksa.
"Kau benar, ternyata bos kita adalah seorang pria yang sangat kejam. Menyiksa musuhnya agar mati perlahan-lahan dalam ketakutan yang teramat sangat. Bahkan aku saja sampai merinding memikirkannya." Pengawal yang satunya pun bergidik ngeri. Mereka saat ini sudah menenteng beberapa bungkusan di kedua tangan mereka.
"Masukkan hadiah dariku ini ke dalam kamar mereka. Tutup rapat-rapat, agar para hewan lucu ini tidak merangkak keluar. Kalian cukup mengawasi dari jauh saja, setelah 24 jam kalian bisa memeriksa keadaan mereka. Pastikan keduanya sudah tidak bernyawa. Lalu kalian bisa membakar tempat ini." Joy berkata dengan tegas dan dingin. Hingga tidak ada satupun pengawal bayarannya yang sanggup memandang ke dalam mata Joy.
Sungguh merupakan satu kesalahan yang besar jika berani bermain-main dengan pria kejam berdarah dingin seperti Joy. Sepertinya Miranda sudah salah strategi, ia pasti akan sangat menyesali kelakuan serta tindakannya.
"Kenapa kalian tidak turun? Cepat selamatkan Bos kalian! Kasihan kak Miranda disekap di dalam! Masa kalian takut sih badan kalian kan besar-besar!" ujar gadis remaja muda yang diketahui bernama Puspa itu.
"Nona Miranda tidak membayar kami dengan cukup. Kami hanya diperintahkan untuk mengawalnya juga memuluskan aksinya. Sementara jika kami harus bertarung semua itu butuh kesepakatan baru." Salah satu pria berbadan besar itu menyahuti kalimat yang dilontarkan oleh Puspa.
"Kan kalian bisa meminta bayarannya nanti kalau Kak Miranda sudah bebas!" geram Puspa. dirinya heran kenapa Kak Miranda bisa memperkerjakan orang-orang bodoh yang hanya besar ototnya ketimbang dengan otak.
"Adik kecil, ternyata kau ada benarnya juga. Baiklah kalau begitu kami akan turun kau tunggu di sini saja ya." Pria berbadan besar itu mengajak temannya turun dari dalam mobil sementara Puspa hanya memutar kedua bola matanya malas.
"Gini nih kalau penjahat tapi nggak punya sertifikat." gumam Puspa menggerutu. Ia merutuki aksi Miranda dan juga anak buahnya.
"Dasar amatir ini mah sama sekali nggak keren!" omel Puspa seorang diri. Gadis itu pun menggunakan headset untuk menutupi telinganya kemudian ia menyalakan musik dari ponselnya.
__ADS_1
Bersambung>>