
๐ฅ๐ฅ๐ฅ๐ฅ๐ฅ
"Ugghh ...."Arjuna menggeliat, merasakan pegal di seluruh tubuhnya.
"Pinggangku ...." lirihnya pelan sambil memberi usapan pada area yang di rasa nyeri.
Ketika ia hendak turun, Arjuna merasa ada yang menyangga pahanya. Lalu, ia pun menyibak selimut yang menutupi tubuhnya.
Seketika senyum nya terbit dengan lengkungan yang membentuk sempurna.
๐๐ฉ, ๐บ๐ข. ๐๐ฌ๐ถ ๐ด๐ถ๐ฅ๐ข๐ฉ ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ช๐ด๐ต๐ณ๐ช ๐ด๐ข๐ข๐ต ๐ช๐ฏ๐ช. ๐๐ข๐ฅ๐ช ๐ด๐ข๐ฌ๐ช๐ต ๐ฑ๐ช๐ฏ๐จ๐จ๐ข๐ฏ๐จ ๐ช๐ฏ๐ช ๐ถ๐ญ๐ข๐ฉ ๐ฎ๐บ ๐ฒ๐ถ๐ฆ๐ฆ๐ฏ ๐ณ๐ถ๐ฑ๐ข๐ฏ๐บ๐ข.
Arjuna terkekeh dengan pemikirannya sendiri, bagaimana bisa dirinya menyalahkan sang istri.
Ia pun menyingkirkan betis jenjang itu perlahan, dimana saat itu Susi asik menyemplak pada kakinya.
๐๐ฆ๐ฎ๐ข๐ฏ๐จ๐ฏ๐บ๐ข, ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ข๐ฑ๐ข ๐ณ๐ฐ๐ฏ๐ฅ๐ฆ ๐บ๐ข ๐ด๐ฆ๐ฎ๐ข๐ญ๐ข๐ฎ? ๐๐ช๐ฏ๐จ๐จ๐ข ๐ฌ๐ฆ๐ฅ๐ถ๐ข ๐ญ๐ถ๐ต๐ถ๐ต๐ฌ๐ถ ๐ญ๐ฆ๐ฎ๐ข๐ด ๐ด๐ฆ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ต๐ช ๐ช๐ฏ๐ช?
Arjuna menggeleng lagi, menertawai isi kepalanya.
๐๐ฑ๐ข ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ด๐ถ๐ฅ๐ข๐ฉ ๐ฌ๐ถ ๐ญ๐ข๐ฌ๐ถ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฑ๐ข๐ฅ๐ข๐ฏ๐บ๐ข, ๐ด๐ข๐ฎ๐ฑ๐ข๐ช ๐ช๐ข ๐ต๐ช๐ฅ๐ถ๐ณ ๐ฃ๐ฆ๐จ๐ช๐ต๐ถ ๐ญ๐ฆ๐ญ๐ข๐ฑ. ๐๐ฌ๐ถ ๐ต๐ฆ๐ญ๐ข๐ฉ ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ถ๐ข๐ต๐ฏ๐บ๐ข ๐ฃ๐ฆ๐จ๐ช๐ต๐ถ ๐ฌ๐ฆ๐ญ๐ฆ๐ญ๐ข๐ฉ๐ข๐ฏ. ๐๐ข๐ข๐ง๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ฎ๐บ ๐ฒ๐ถ๐ฆ๐ฆ๐ฏ.
Arjuna menaikkan selimut yang sempat turun, lalu menutupinya hingga batas leher. Menyibak anak rambut yang menutupi wajah polos nan damai itu.
Arjuna menempelkan bibirnya pada kening Susi, lalu mengecupnya dalam.
Kruuukkk ...
๐๐ข๐ช๐ฉ, ๐ญ๐ข๐ฑ๐ข๐ณ ๐ด๐ฆ๐ฌ๐ข๐ญ๐ช. ๐๐ฆ๐ซ๐ข๐ฌ ๐ฑ๐ข๐จ๐ช ๐ต๐ข๐ฌ ๐ข๐ฅ๐ข ๐ฎ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ๐ข๐ฏ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฎ๐ข๐ด๐ถ๐ฌ. ๐๐ฆ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ต๐ข๐ณ๐ข ๐ต๐ฆ๐ฏ๐ข๐จ๐ข ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฌ๐ถ๐ฌ๐ฆ๐ญ๐ถ๐ข๐ณ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ด๐ข๐ฏ๐จ๐ข๐ต๐ญ๐ข๐ฉ ๐ฃ๐ข๐ฏ๐บ๐ข๐ฌ. ๐๐ข๐ฏ๐ต๐ข๐ด ๐ด๐ข๐ซ๐ข ๐ข๐ฌ๐ถ, ๐ญ๐ฆ๐ญ๐ข๐ฉ ... ๐ญ๐ฆ๐ต๐ช๐ฉ ... ๐ญ๐ถ๐ฏ๐จ๐ญ๐ข๐ช ... ๐ญ๐ฆ๐ด๐ถ ๐ด๐ฆ๐ณ๐ต๐ข ๐ญ๐ฆ๐ฎ๐ข๐ด.
๐พBang, ente kecapean ape anemia๐
__ADS_1
๐Otornya jahat, kagak bikin adegan makan prasmanan.๐
๐พHuss ... Jangan protes, tinggal pesen ... beres.
๐ Untung masih bisa berdiri padahal abis perang ngelawan mafia๐
๐พNamanya juga kan Arjuna Satria, pasti setrong๐
๐Khan maen, makasih dah thor๐
๐พIsh, jangan genit ya sama Othor๐
Arjuna menggerakkan tubuhnya perlahan turun dari kasur. Jaga-jaga agar istrinya itu tidak terganggu. Biasanya kan begitu, Susi kalau sudah terlelap akan susah untuk bangun.
"Ehhmm ...." Terdapat pergerakan dari selimut berwarna putih itu. Ternyata, apa yang biasanya terjadi tidak terjadi malam ini.
Susi mengucek kedua matanya perlahan, lalu mengerjap ke arah Arjuna.
Susi segera menunduk dan seketika matanya membola, tatkala ia mendapati dirinya tak berbusana di bawah selimut sana.
"Aakhh!"
" Apa yang kita lakukan!" Susi menjerit seraya menarik selimut untuk menutupi tubuhnya.
Mendengar jeritan Susi, Arjuna lantas kaget. Secara spontan, ia pun turun dari tempat tidur. Ia bahkan lupa dengan keadaannya yang belum mengenakan apapun.
Melihat sesuatu yang tegak berdiri, tepatnya di bawah pusat Arjuna. Susi kembali mendelik dan berteriak.
"Aahhh ... keris empu gandrung!" Susi sontak menutup mata dengan kedua tangannya. Namun, hal itu tanpa sengaja membuat selimut yang sejak tadi dipeganginya melorot ke bawah.
Sekarang giliran mata Arjuna yang membola dan hampir meloncat keluar cangkangnya.
__ADS_1
" Itu kamu tutupin, menggoda iman tauk." Tunjuk Arjuna, seraya mendekat hendak menaikkan selimut. Akan tetapi, Susi yang salah paham malah mendorong tubuhnya hingga Arjuna terjengkang ke bawah kasur.
Bugh!
"Asshhh ...," desis Arjuna sembari mengusap bokongnya yang terbuka itu. Buru-buru ia meraih pakaiannya yang berserakan di bawah tempat tidur. Memakai kolornya serta kaus dalam.
๐๐บ ๐๐ถ๐ฆ๐ฆ๐ฏ, ๐ฌ๐ข๐ถ ๐ต๐ฆ๐จ๐ข ๐ด๐ฆ๐ฌ๐ข๐ญ๐ช! ๐๐ฆ๐ฏ๐ฆ๐ฏ๐ฅ๐ข๐ฏ๐จ ๐ด๐ถ๐ข๐ฎ๐ช ๐ต๐ข๐ฎ๐ฑ๐ข๐ฏ๐ฎ๐ถ ๐ช๐ฏ๐ช!
Arjuna pun bangun sambil memegangi pingangnya yang semakin bertambah linu.
" Aman nih, sudah di tutupin. Sekarang dada kamu tuh kondisikan." Arjuna kembali hendak mendekat kearah Susi, tapi tertahan karena lengkingan teriakan itu lagi.
"Stop! Gak usah mendekat. Biar aku saja." Susi menggulung tubuhnya dengan selimut. Hingga kini hanya nampak wajahnya saja yang kelihatan.
Arjuna pun tertawa di buatnya, bahkan sampai memegangi perut kotak-kotaknya, saking geli.
๐๐ช๐ณ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฃ๐ข๐ฏ๐จ๐ฆ๐ต ๐ด๐ข๐ฎ๐ฑ๐ข๐ช ๐ต๐ฆ๐ณ๐ฑ๐ช๐ฏ๐จ๐ฌ๐ข๐ญ-๐ฑ๐ช๐ฏ๐จ๐ฌ๐ข๐ญ ๐ฃ๐ฆ๐จ๐ช๐ต๐ถ. ๐๐ข๐ฑ๐ช, ๐ฌ๐ข๐ญ๐ข๐ถ ๐ช๐ข ๐ต๐ฆ๐ณ๐ต๐ข๐ธ๐ข. ๐๐ข๐ซ๐ข๐ฉ ๐ด๐ฆ๐ณ๐ข๐ฎ๐ฏ๐บ๐ข ๐ญ๐ข๐ฏ๐จ๐ด๐ถ๐ฏ๐จ ๐ฉ๐ช๐ญ๐ข๐ฏ๐จ. ๐๐ข๐ฌ ๐ข๐ฅ๐ข ๐ญ๐ข๐จ๐ช ๐ข๐ถ๐ณ๐ข ๐ฌ๐ฆ๐ซ๐ข๐ฎ ๐ด๐ช ๐ฌ๐ข๐ฏ๐ฆ๐ฃ๐ฐ ๐ฌ๐ฆ๐ณ๐ช๐ฏ๐จ.
๐๐ฉ, ๐ฏ๐จ๐ฐ๐ฎ๐ฐ๐ฏ๐จ-๐ฏ๐จ๐ฐ๐ฎ๐ฐ๐ฏ๐จ ๐ข๐ฑ๐ข ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ต๐ฆ๐ณ๐ซ๐ข๐ฅ๐ช ๐ฑ๐ข๐ฅ๐ข ๐ฌ๐ข๐ฎ๐ช ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ฅ๐ถ๐ข ๐ต๐ข๐ฅ๐ช ๐ฎ๐ข๐ญ๐ข๐ฎ?
Susi masih merangkai susunan puzzle didalam memorinya. Mengingat satu-persatu kejadian kemarin. Tepatnya kejadian semalam, yang membuatnya malu bukan kepalang. Susi pun turut menutupi wajahnya dengan selimut, berharap Arjuna tidak melihat semburat merah muda pada kedua pipinya.
๐๐ฆ๐ฎ๐ข๐ญ๐ถ๐ฌ๐ข๐ฏ, ๐ข๐ฑ๐ข ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ต๐ฆ๐ญ๐ข๐ฉ ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ฌ๐ฐ๐ด๐ข ๐ข๐ฏ๐ข๐ฌ ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ซ๐ข๐ฌ๐ข ...?
๐พEh, emang siapa yang diapain sama siapa? Eh, gimana sih ini?
Bingung ya?
Sama, Otor juga ...
Kabooorr ahh ....
__ADS_1
Bersambung aja dah yak ...