Aku Bukan Pemuas Ranjang

Aku Bukan Pemuas Ranjang
Pertemuan kedua....


__ADS_3

🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥


Susi terus berlari tanpa menengok kebelakang lagi, bahkan ia lupa atau tak tau kalau apartemen ini menggunakan lift sebagai alat untuk membawa turun dan naik.


Dengan wajah yang berlinang air mata, Susi berlari menuruni tangga darurat. Dadanya serasa sesak, hatinya bagai diremas keras.


Kekecewaannya sungguh mendalam kini, ia tak mengerti kenapa masih percaya dengan lelaki sebajingan itu.


Susi berhenti sebentar mengatur napasnya, ia bersandar pada pegangan tangga.


"Masih berapa undakan lagi sih, kenapa jauh sekali lantai bawahnya." gumam Susi sembari ngos-ngosan.


Ia masih belum sadar dengan keadaan dirinya, yang compang-camping karena perbuatan mantan terlaknat segalaksi.


Ia meneruskan langkahnya setengah berlari, keringat dan air mata bercampur baur membasahi tubuhnya.


Terkadang ia berhenti karena kakinya lemas, bagaimana tidak ia berlari sambil menangis dengan kejadian menjijikan tadi yang terus berputar di otaknya.


Susi kembali berlari menuruni tangga dengan sisa tenaganya. Hingga ia tersungkur di tangga terakhir, lokasi yang sepi karena jarang di lalui oleh penghuni apartemen mewah ini.


"Kau menjijikkan Susi, kau hampir di perkosa oleh mantan suamimu. Kenapa kau begitu bodoh?" umpatnya sambil memukuli dada dan juga kepalanya.


Saat itulah Susi menyadari sesuatu, matanya membola, kemudian turun ke bagian depan tubuhnya.


"Tidak! Bagaimana ini?" Susi segera menutupinya dengan tas selempang, bagian depan tubuhnya yang hanya tinggal penutup cangkang berwarna merah.


Kulitnya yang putih serta belahan buah yang terbuka nampak jelas menggoda. Di karenakan blues nya sudah koyak di sana-sini.


" Bagaimana ini?"

__ADS_1


"Apa yang harus kukatakan bila bertemu dengan orang nanti."


"Kenapa aku harus mengalami hari ini?" Ia kembali luruh ke lantai yang dingin di mana tangga darurat terakhir berada. Hanya saja tertutup oleh selapis pintu.


Krekk!


"Astaga!"


Susi mendongak kala mendengar suara berat seseorang.


"Tolong...!" lirihnya, ketika ia tau siapa yang ada di hadapannya.


"Ya ampun, Mbaknya kenapa?"


"Sebentar ya, saya ambil kain atau apapun." Sekuriti perempuan itu berlalu dan menutup pintu. Tak lama ia balik lagi membawa satu seragam atasan miliknya.


*****


"Pakai ini untuk menutupi tubuh mu." titah pria tegap dengan garis wajah yang tegas.


Ia berkata tanpa menoleh pada wanita yang kacau balau di sebelahnya.


"Terimakasih, Tuan Arjuna, " Susi mengambil Jas yang di sodorkan dan segera mengenakannya. Ia meringis, kenapa harus bertemu dia di saat keadaan nya yang seperti ini.


"Ikut aku." Pria itu berjalan cepat di depan, ia mengesampingkan urusannya di tempat itu.


Ketika ia lewat tadi, dan melihat sekilas seorang wanita yang ia kenal tengah merungkut dengan keadaan mengenaskan.


Ia faham ada kejadian tak mengenakkan yang baru saja terjadi pada wanita yang biasanya di pantau olehnya.

__ADS_1


Hanya saja itu bila terpaut dengan pekerjaan, bila di luar rumah ia lepas tangan. Lagi pula di pikirnya wanita itu tidak pernah kemana-mana.


Susi mengikuti pria itu masuk ke dalam mobil, sepanjang perjalanan tak sepatah kata pun keluar dari mulut pria gagah itu.


Akhirnya, karena lelah yang mendera tubuhnya, Susi pun terlelap. Pria di depan kemudi itu melirik sekilas, kemudian membenarkan jas yang di kenakan oleh Susi.


Arjuna memasang kancing pada jas menggunakan sebelah tangannya, ia tak ingin pemandangan belahan gunung yang menyembul itu mengotori mata perjaka nya.


"Kau memang perempuan terbodoh yang pernah ku temui." dengus Arjuna, geram.


Sesampainya di apartemen miliknya, ia membangunkan Susi.


"Wanita ini, tidur apa pingsan?"


Arjuna menempelkan telunjuknya di bawah hidung Susi.


"Hmm, masih napas. Tetapi denyut nadinya lemah."


"Kau sungguh merepotkan!" Arjuna terpaksa menggendong Susi yang ternyata pingsan.


Kenapa aku harus bertemu dengan mu dalam keadaan yang kacau!" omelnya sambil mengangkat tubuh ramping itu.


(Pingsan bisa milih ya Sus🤣, kenapa gak tadi aja di bawah tangga...🤨)


... Doain lancar biar bisa up lagi....


...Yang kangen sama babang Arjuna, cung....!!...


Bersambung>>>>

__ADS_1


__ADS_2