Aku Bukan Pemuas Ranjang

Aku Bukan Pemuas Ranjang
Bab 281. ABPR


__ADS_3

šŸ”„šŸ”„šŸ”„šŸ”„


"Akh!" Sebuah lengkingan menyayat hati terdengar dari dalam sebuah kamar. Karena ruangan tersebut tidaklah kedap suara. Akan tetapi tidak menjadi masalah karena bangunan tersebut terletak jauh dari pemukiman.


"Aku sangat suka mendengar jeritanmu sayang. Ayo, keluarkan lagi suara indahmu itu." Seorang pria melebarkan senyumnya hingga garis bibirnya itu hampir sampai ke telinga.


Ia selalu bersemangat dan bahagia setelah mendengar jerit kesakitan dari wanita yang menjadi tawanannya ini. Meski status mereka telah menikah, akan tetapi sang pria dengan wajah tampan tapi bengis itu. Menempatkan sang istri sebagai tawanan yang akan ia mainkan sampai dirinya puas.


"Max! Hentikan! Hiks ... ini sangat sakit," Dalam tangis wanita itu memohon. Air mata telah bercucuran membanjiri wajah cantiknya. Namun, pria bertubuh berotot yang menguasainya itu tak juga menghentikan kegiatannya.


"Tenang saja sayang, aku akan mengobatimu setelah ini. Ayo menjeritlah dengan lebih kencang. Mona ku yang seksi." Pria tersebut terus saja memompa wanita itu dari belakang tubuhnya. Meski jerit tangia serta permohonan diucapkan oleh Mona.


Wanita itu hanya bisa menerima sakit, perih ketika bagian alat vitalnya terasa robek dan luka. Ia menggigit bibirnya menahan sakit hingga mengeluarkan darah. Kuku-kuku cantiknya sudah patah dan sebagian menancap di atas meja berbahan kayu pinus tersebut.


Ia mendelik dan memejamkan matanya bergantian. Merasakan hujaman dari suaminya yang kasar dan gila. Masalahnya suaminya itu menyetubuhinya di tempat yang salah. Dengan ukuran senjata miliknya yang di atas rata-rata. Bahkan jika masuk ke dalam yang benar saja akan membuat Mona nyeri sesudahnya. Kini, pria itu justru memasukkannya ke lubang yang bukan seharusnya.


Cairan berbau anyir merembes di sela-sela kaki jenjang nan mulus milik Mona. Tak lama kemudian Max mengerang kencang seiring dengan ambruknya raga Mona. Wanita cantik itu pingsan. Setelah kekerasan dan perlakuan kejam dari suaminya sendiri.


" Terimakasih sayang, rasanya nikmat sekali. Aku jadi teringat akan malam pertama kita. Dimana kala itu aku merobek selaput perawan mu hingga kau pingsan dua hari. Kali ini jangan tidur lama-lama. Atau aku akan bermain dengan tawanan lain hingga mereka meregang nyawa. Kau, tidak mau sampai itu terjadi kan?" bisik Max di telinga Mona. Entah Mona dengar atau tidak, Max tidak peduli.


KREKK


Max keluar kamar tersebut setelah ia membersihkan dirinya. Pria berwajah kebarat-baratan itu kembali mengenakan pakaiannya. Hingga tampilannya yang gagah nan tampan mempesona, membiaskan segala perilaku menyimpangnya. Tiada yang mengira jika pria ini memiliki kelainan dalam seksualnya.


"Obati dia! Pastikan lukanya sembuh dalam waktu tiga hari. Atau, kau akan mengalami nasib yang sama dengannya." Max berucap dengan nada dingin dan tatapan tajamnya, ke arah Rose dokter pribadi Mona. Dokter inilah yang bertugas mengobati luka-luka Mona akibat dari ulahnya.


"Ba–baik tuan." Rose membungkukkan badannya rendah, hingga Max berlalu dari hadapannya.


'Apalagi yang pria gila itu lakukan kepada istrinya? Akankah lukanya kali ini dapat aku sembuhkan secepat itu? Lebih baik aku segera memeriksanya saja.' Rose segera memasuki kamar tersebut. Seketika itu juga kedua matanya membelalak dengan lebar. Menyaksikan pemandangan mengenaskan serta menjijikan, yang tampak di hadapannya saat ini.


" Ya Tuhan nyonya!" Rose segera memindahkan tubuh Mona ke atas tempat tidur. Di mana pada saat ini Mona tertelungkup di atas meja, dengan keadaan polos serta terdapat bercak darah yang berasal dari belakang tubuhnya.

__ADS_1


"Nyonya, hal gila apa lagi yang telah dilakukan oleh suamimu itu?" heran Rose. Dokter cantik itu pun segera membersihkan tubuh serta luka yang diderita oleh Mona. Kemudian dokter muda ini melakukan pengobatan dengan menjahit luka sobek di area tempat untuk manusia mengeluarkan kotoran.


"Oh tidak! Lukamu lumayan parah. Pria itu benar-benar gila dan sakit jiwa! Mana mungkin luka ini akan sembuh dalam waktu 3 hari? Aku juga tidak mau menjadi korban kegilaan selanjutnya!" pekik Rose seketika ketakutan. Tangannya bergetar membayangkan yang nanti akan terjadi padanya.


' Sebenarnya, seberapa besar bentuk senjatanya? Bagaimana bisa sampai Nyonya menderita luka sobek sebesar ini?' gumam rose dalam hati bingung sendiri. Hingga bulu kuduknya berdiri karena merinding memikirkan apa yang ada di dalam benaknya.


Setelah 3 jam berjuang sendirian untuk mengobati Mona. Rose hanya bisa menangis di atas sofa sambil melihat ke arah majikannya tersebut. 'Nyonya Kau pasti sangat menderita, kejadian tadi pasti sangat menyakitkan dan menyiksamu. Bagaimana ini? Lukamu tidak akan mungkin sembuh dalam waktu 3 hari. Itu berarti aku akan mengalami apa yang terjadi pada dirimu hari ini. Aku sangat takut nyonya.' batin Rose. kemudian wanita ini terisak seorang diri sambil memeluk tubuhnya.


_____


"Cari mereka sampai ketemu. Kerahkan orang-orang kita lebih banyak. Sepertinya pria itu bukanlah orang sembarangan!" titah Max pada bawahannya. Pria berkaca mata hitam dengan ikat pinggang berkepala ular kobra, membungkukkan kepalanya sebelum ia berlalu cepat. Pertanda ia akan segera menjalankan perintah dari tuannya.


"Tuan, bagaimana dengan aksi kita malam ini?" tanya anak buahnya yang lain.


"Misi kita tetap berjalan sesuai jadwal. Pastikan target tetap pada posisinya," ucap Max. Pria itu memasang wajah kaku dengan rahangnya yang mengeras. " Antar aku ke kamar adik perempuanku!" titahnya Max, yang langsung di turuti oleh anak buahnya yang berwajah garang itu.


Sesampainya di lantai bawah, tempat di mana sang adik beristirahat. Max masuk setelah pintu bercat putih itu di buka oleh penjaga yang ditempatkannya khusus.


"Bagaimana kabarmu hari ini? Adik kecilku," tanya Max sambil mengecup lembut pucuk kepala wanita yang tergeletak di atas kasur.


"Aku bukan adik kecilmu, Max. Aku sudah dewasa. Bahkan aku sudah mengenal cinta!" ucapnya ketus. Bahkan ia melengoskan wajahnya.


"Jika kau sudah dewasa, kau tidak akan bertindak bodoh dengan menyayat nadimu demi laki-laki payah itu!" sarkas Max geram.


"Aku tidak bodoh! Aku hanya putus asa! Semua yang kulakukan selama ini sia-sia. Untuk apalagi aku hidup! Bahkan kau keluargaku satu-satunya tak, pernah ada waktu untukku! Kau hanya sibuk dengan bisnis dan wanitamu!" protesnya marah.


"Dengar La Venda adik kecilku yang manis. Aku begini demi kekuasaan dan kekuatan. Buatmu juga! Agar kita di hargai dan tidak di sepelekan lagi! Semua yang kau inginkan bukankah tercapai karena kerja kerasku ini!" kata Max dengan penuh penekanan. Bahkan kedua matanya berkilat tajam sambil menarik beberapa helai surai sang adik.


"Aku hanya ingin punya keluarga!" celetuk La Venda tanpa berani memandang wajah Max.


"Jadi kau pikir, kau ingin membangun itu dengannya begitu." Max menyeringai bengis.

__ADS_1


" Memangnya aku salah? Ku pikir kami nyaman saat bersama. Aku hanya perlu membesarkan dada itu saja. Tapi nyatanya, selera Joy tiba-tiba berubah." Raut wajah La Venda seketika murung.


"Sudah jelas bodoh masih tak mengaku. Sejak kapan casanova mau di ikat dengan satu wanita!" hardik Max membuat adiknya kembali terisak.


"Karena kau, aku akan membunuh orang lagi! Tunggu saja, kepalanya akan kuserahkan kepangkuan mu!" Max segera berlalu diiringi dengan teriakan kencang dari La Venda.


"Max! Jangan lakukan itu! Atau aku akan mati di hadapanmu!" ancam wanita berambut pirang itu. Sama seperti warna rambut Max. Karena mereka adalah saudara kembar.


"Jaga dia dengan nyawamu!" pesan Max pada body guard wanita yang ditugaskan nya untuk mengawasi La Venda.


"Baik tuan!"


_____


Sementara itu di sebuah pulau terpencil.


"Joy,"


"Kau tenang saja. Sebelum sore pasukan penyelamat pasti menemukan kita," ucap Joy pada Milna. Ia mengusap bahu wanita hamil itu sesekali.


"Tapi, perasaanku tidak enak. Hatiku berdegup kencang sejak tadi," ucap Milna risau.


"Mungkin, itu karena kau grogi. Berdua di pulau kosong berdua denganku." Joy menggoda Milna dengan menaik turunkan sebelah alisnya.


PLAK


"Serius Joy!"


"Lha? Udah bubar kan!"


🐾Astoge Joy ... minta di lempar ke tengah laut ni orang. 😤

__ADS_1


Bersambung >>>


__ADS_2