Aku Bukan Pemuas Ranjang

Aku Bukan Pemuas Ranjang
Jurus Melemaskan Tulang.


__ADS_3

๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ


Brught!


Pria yang menarik Vanish terjengkang, karena pukulan keras dari kepalan tangan Milna.


"Berani kau menyentuh saudariku! Lelaki sampah!" Baru Milna hendak melayangkan tendangannya, salah satu kawan pria itu menubruk kan diri padanya.


"Akh!" Milna memekik ketika ia terjatuh dengan tubuh pria itu di atasnya.


"Kak Nana!"


"Menjauh dari atas tubuhnya, sialan!" Vanish berusaha menarik tubuh pria mabuk itu, akan tetapi tangannya kembali di tarik oleh pria yang ketiga.


Kemudian, pria itu mendorong tubuh mungilnya ke dinding.


Bukk!


"Ah, sakit!" pekiknya, merasakan nyeri pada punggung juga pergelangan tangannya. Karena pria dengan mata merah itu mencengkeramnya kuat.


"Lepasin gue, dasar maniak!"


"Lu teriak aja sekencangnya, atau berontak sekuatnya! Gua, udah pasti kagak bakal ngelepasin lu anak manis." Pria itu memajukan wajahnya sementara kedua kakinya mengunci pergerakan Vanish yang hendak melawan.


Vanish pun memejamkan matanya pasrah, seraya hatinya berdoa memanggil nama seseorang.


๐˜—๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ฃ๐˜ฐ๐˜ด! ๐˜›๐˜ฐ๐˜ญ๐˜ฐ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ช๐˜ฏ ๐˜จ๐˜ถ๐˜ฆ! ๐˜›๐˜ฐ๐˜ญ๐˜ฐ๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฏ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช๐˜ด, ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฌ! ๐˜‰๐˜ฐ๐˜ด ๐˜จ๐˜ฐ๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ณ๐˜ฐ๐˜ฏ๐˜จ ...!


Duagh!!


Drugh!!


Sebuah tendangan telak, menghantam kepala pria yang hendak mencium Vanish.


"Arrgg!!" jeritannya melengking kencang, ketika sepatu kets berwarna putih itu mendarat di batok belakangnya. Menekan kuat kepala itu, hingga bunyi " Krek" terdengar nyaring.


"Hentikan!"


"Jangan membunuhnya," tahan Vanish, seraya menekan kuat lengan Better. Kedua pasang mata itu saling beradu tatap.


Iris pekat Vanish yang berkaca-kaca, menyiratkan ketakutan yang membekas dalam.


"Kau tidak apa-apa?" tanya Better, satu tangannya menangkup wajah gadis yang tengah menahan tangis itu.


"Kita pulang sekarang." Setelah memakaikan vest nya untuk menutupi pakaian atas Vanish, Better menarik lengan gadis itu keluar dari area taman hotel tersebut.


Sedangkan Joy, yang baru tiba seketika juga menyerang dengan tendangannya.


Brugh!


Duagh!


Entah kenapa dirinya tak terima, melihat pria mabuk itu berada di atas tubuh Milna.


"Argh!!" Lengkingan kuat dari mulut seorang pria, yang berhasil di patahkan kakinya oleh Joy.


"Uuggh"

__ADS_1


Cairan merah itu muncrat dari wajah pria satunya lagi, karena Joy berhasil melemparnya hingga menabrak patung batu.


"Payah!" Joy melirik dengan sinis, ke arah Milna. Lalu, ia melempar Jasnya hingga mendarat tepat di wajah wanita tomboi itu.


"Apa maksud, Bapak mengatakan itu!" protes Milna, sambil mengenakan jas milik Joy.


"Pikir saja sendiri!" Joy, pun melangkah duluan meninggalkan Milna melongo di belakang.


๐˜ˆ๐˜ฑ๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ข ๐˜ด๐˜ถ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜จ๐˜ช๐˜ญ๐˜ข? ๐˜ˆ๐˜ฑ๐˜ข ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜จ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช ๐˜ค๐˜ข๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ข๐˜ต๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ธ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ช๐˜ต๐˜ข? ๐˜๐˜ถ๐˜ฉ! ๐˜—๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฉ๐˜ข๐˜ญ, ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ฑ๐˜ถ๐˜ณ๐˜ข-๐˜ฑ๐˜ถ๐˜ณ๐˜ข ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ต๐˜ถ๐˜ฉ ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ต๐˜ฐ๐˜ญ๐˜ฐ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ.


"Tolong, jelaskan maksud anda, Pak Joy yang terhormat!" Milna menghadang tepat di depan Joy yang tengah melangkah cepat.


"Apa kau tidak faham arti kata ๐˜ฑ๐˜ข๐˜บ๐˜ข๐˜ฉ? Bagaimana bisa, seorang wanita yang pandai bela diri tapi bisa-bisanya di serang dua manusia sampah tadi!" sarkas Joy, membuat Milna menggeram marah.


"Aku hanya, sedang sial saja tadi. Seandainya kau tidak datang pun, aku pasti bisa menghabisi dua cecunguk sialan itu!" protes Milna tidak terima akan perkataan Joy padanya.


๐˜—๐˜ณ๐˜ช๐˜ข ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช, ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข ๐˜ต๐˜ช๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ฃ๐˜ช๐˜ด๐˜ข ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ต๐˜ข ๐˜ญ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ต ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ช๐˜ต!


"Sial apanya." Joy mendorong Milna yang menghalangi jalan didepannya.


"Hei, kau! Jangan sembarangan bicara!"


"Kau, yang tau-tau datang dan tak memberiku kesempatan untuk menghajar mereka!" Milna menahan lengan Joy kali ini, hingga pria itu berbalik menghadapnya.


๐˜Š๐˜ฌ, ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข ๐˜ซ๐˜ถ๐˜จ๐˜ข ๐˜ต๐˜ข๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜จ๐˜ช๐˜ต๐˜ถ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ต ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ซ๐˜ข๐˜ณ ๐˜ฑ๐˜ณ๐˜ช๐˜ข-๐˜ฑ๐˜ณ๐˜ช๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ฌ ๐˜ช๐˜ต๐˜ถ.


"Bagaimanapun, kau berhutang padaku!" Joy, mendiamkan tangan Milna yang mencengkeram lengannya.


"Cih, mana bisa begitu. Kau kan tau bahwa aku mampu menghadapi mereka. Sebenarnya pertolonganmu itu sia-sia, aku bukan wanita yang lemah!" Setelah mengatakan kalimat terakhirnya, Milna menghempas lengan Joy kasar.


"Setidaknya ucapankanlah terima kasih!" teriak Joy, pada Milna yang setengah berlari meninggalkannya.


Drrttt ...!


๐Ÿ“ฒ " Kau dimana, Bet?"


๐Ÿ“ฑ"Kami, sudah di mobil. Vanish sangat syok. Aku serahkan semua padamu!"


๐Ÿ“ฒ " Baiklah, jaga calon istrimu itu baik-baik." Joy mematikan panggilannya dengan menyisakan kekehan kecil.


๐Ÿ“ฑ" Kalian urus, pria-pria mabuk itu. Selidiki semuanya, sekecil apapun kecurigaan, laporkan segera padaku!" titahnya pada beberapa bodyguard di luar gedung.


Di parkiran khusus mobil di area luar hotel, Milna terlihat mondar-mandir sembari menggerutu.


"Dasar, tengik! Awas saja, lain kali kau harus merasakan tinju dari tangan si payah ini!" Milna menumbuk kan kepalan tangan kanannya ke telapak tangan kiri. Membayangkan, kalau itu adalah wajah Joy yang menyebalkan baginya.


"Aku mendengarnya!" Suara berat itu melengking tepat di belakang Milna.


"Akh! Kau ini!" Milna yang tengah serius menggerutu, spontan terjengit kaget. Sambil mengelus dadanya, Milna kembali menggerutu.


๐˜ž๐˜ข๐˜ฏ๐˜ช๐˜ต๐˜ข ๐˜ช๐˜ต๐˜ถ, ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ช๐˜ฉ๐˜ข๐˜ต ๐˜ธ๐˜ข๐˜ซ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ณ๐˜ข๐˜ฉ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข. ๐˜ˆ๐˜ฑ๐˜ข ๐˜ณ๐˜ข๐˜ด๐˜ข๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ซ๐˜ข๐˜ณ ๐˜ต๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฎ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ช๐˜ญ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ช๐˜ต๐˜ถ? ๐˜ˆ๐˜ฑ๐˜ข ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ข๐˜ด๐˜ข ๐˜ด๐˜ข๐˜ฌ๐˜ช๐˜ต? ๐˜›๐˜ข๐˜ฑ๐˜ช, ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ญ๐˜ถ๐˜ฎ๐˜ข๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ, ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ด ๐˜ค๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ต๐˜ข๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ด๐˜ช๐˜ฉ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ข๐˜ด๐˜ข ๐˜ด๐˜ข๐˜ฎ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ช ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ.


๐ŸพElah, Joy. Pen banget ngerasain bogem mentah cewek cakep๐Ÿ˜.


Hajar, Na! Hajar!


"Cepat, masuk mobil. Ku antar kau pulang!" titah Joy, kemudian membuka pintu mobil bagian depan.

__ADS_1


"Siapa yang mau pulang denganmu! Lebih baik aku naik ojek!" Milna pun berbalik hendak keluar dari area parkir. Akan tetapi tangan Joy menarik lengannya, lalu menghempaskan tubuhnya ke body mobil.


"Kau, jangan membuatku kesal! Bisa tidak, jadi wanita yang menurut dan jangan membantah!" Joy semakin menekan tubuh Milna dengan raga dan juga tatapan mengintimidasi nya.


"Dalam mimpimu, Tuan Joy!" Milna nampak sedikit bergetar, karena aura pria di hadapannya ini benar-benar menekannya. Hanya saja, ia berusaha menepis rasa itu sekuat tenaganya.


๐˜š๐˜ช๐˜ข๐˜ญ, ๐˜ฑ๐˜ฐ๐˜ด๐˜ช๐˜ด๐˜ช ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช ๐˜ต๐˜ช๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜ต๐˜ถ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜ต๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ฌ๐˜ถ. ๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ณ๐˜ถ๐˜ด ๐˜ด๐˜ฆ๐˜จ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ข ๐˜ญ๐˜ฆ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ด ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ณ๐˜ช ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข. ๐˜š๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ช๐˜ฏ ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ข, ๐˜ซ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ต๐˜ถ๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ช๐˜ฏ ๐˜ต๐˜ช๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ฃ๐˜ช๐˜ด๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ฌ๐˜ฐ๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ด๐˜ช๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ.


"Jangan memaksaku, untuk berbuat kasar!" Joy semakin menghimpit tubuh itu di samping mobil.


"Coba saja!" Milna semakin memancing kesabaran Joy dengan menantangnya.


๐˜”๐˜ช๐˜ญ๐˜ฏ๐˜ข ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช, ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ณ-๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ณ! ๐˜ˆ๐˜ฑ๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ข ๐˜ต๐˜ช๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ต๐˜ข๐˜ถ ๐˜ด๐˜ช๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ณ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข? ๐˜’๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข ๐˜ต๐˜ช๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ฃ๐˜ช๐˜ด๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ข๐˜ต๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ต๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ต ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ช๐˜ต๐˜ฑ๐˜ถ๐˜ฏ. ๐˜ˆ๐˜ฑ๐˜ข ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข ๐˜ช๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ข๐˜ด๐˜ข ๐˜ซ๐˜ข๐˜จ๐˜ฐ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ช๐˜ณ๐˜ช ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ด๐˜ถ๐˜ฌ ๐˜ฎ๐˜ช๐˜ญ๐˜ช๐˜ต๐˜ฆ๐˜ณ, ๐˜ฉ๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ๐˜จ๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ซ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ธ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ช๐˜ต๐˜ข ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ข๐˜ด ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข.


๐˜‰๐˜ข๐˜ช๐˜ฌ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ, ๐˜ซ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ด๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ. ๐˜‘๐˜ช๐˜ฌ๐˜ข ๐˜ต๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ฃ๐˜ช๐˜ด๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ค๐˜ข๐˜ฎ๐˜ฎ๐˜ถ ๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ข๐˜ด๐˜ข๐˜ฏ, ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข ...


"Kau yakin, tidak ingin masuk kedalam mobil?" Joy menatap Milna dengan pandangan yang berbeda. Lebih lembut dan hangat.


๐˜Œ๐˜ฉ, ๐˜ฌ๐˜ฐ๐˜ฌ ... ๐˜ฌ๐˜ฐ๐˜ฌ, ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข ๐˜ซ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜จ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช. ๐˜’๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข ๐˜ต๐˜ช๐˜ฃ๐˜ข-๐˜ต๐˜ช๐˜ฃ๐˜ข ... ๐˜ญ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ต ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ...


"Jangan membuatku khawatir lagi, atau kau ingin aku mencium mu di sini?" ancam Joy, seraya memberi usapan lembut pada pipi Milna. Membuat wanita itu, kehilangan kata-katanya.


๐˜ˆโ€“๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช? ๐˜—๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ต๐˜ข๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ข๐˜ต ๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ญ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ด. ๐˜š๐˜ฆ๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ต ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช, ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ข๐˜ต ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ณ๐˜ถ-๐˜ฑ๐˜ข๐˜ณ๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ค๐˜ข๐˜ณ๐˜ข ๐˜ต๐˜ช๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฑ๐˜ถ๐˜ณ๐˜ฏ๐˜ข. ๐˜š๐˜ฆ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ต๐˜ช๐˜ฌ๐˜ข ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข๐˜ด๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ด๐˜ข๐˜ฌ. ๐˜”๐˜ช๐˜ญ๐˜ฏ๐˜ข ... ๐˜ซ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ญ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฉ!


"Menjauhlah, Joy Kinder!" teriak Milna seraya mendorong dada pria di hadapannya.


๐˜’๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ถ! ๐˜š๐˜ถ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฉ๐˜ช๐˜ญ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜จ๐˜ข ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ. ๐˜™๐˜ข๐˜ด๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ซ๐˜ถ๐˜ณ๐˜ถ๐˜ด ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ด๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ต๐˜ถ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ณ๐˜ช ๐˜ฌ๐˜ถ!


"Jangan menyesal! Karena aku telah memperingatimu!"


"Hmmpt!" Seketika kedua mata Milna membola, menerima serangan tanpa aba-aba dari Joy.


๐˜š๐˜ช๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ถ, ๐˜‘๐˜ฐ๐˜บ ๐˜’๐˜ช๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ณ!!


๐Ÿพ๐Ÿ˜†Balas, Milna dengan jurus mengeraskan tulang lunak๐Ÿคฃ.


________


"Sudah, kau aman sekarang," ucap Better, menenangkan Vanish yang terlihat masih bergetar.


"Maaf, ini salah kami yang telah meninggalkan kalian," sesalnya kemudian.


๐˜’๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ด๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ต ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ข๐˜ด๐˜ข ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ด๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ? ๐˜’๐˜ฆ๐˜ต๐˜ช๐˜ฌ๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ช๐˜ฉ๐˜ข๐˜ต ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข๐˜ข๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜จ๐˜ช๐˜ต๐˜ถ ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ.


"Saโ€“saya, tidak apa-apa ... Pak," jawab Vanish dengan suara bergetar. Bahkan terlihat ia memeluk raganya sendiri. Masih terbayang bagaimana, pria mabuk itu menekan tubuhnya kuat. Pria itu juga hampir saja menciumnya dengan mulut yang bau alkohol.


"Van, tolong jangan di tahan seperti itu. Jika kau ingin marah, lakukan saja. Atau, kau ingin menangis? Menangislah ...," tawar Better, mencoba meraih tubuh bergetar itu kedalam pelukannya.


Kaboooorrr ....


Next bab, balik ke penjara lagi yak...


Belon kelar noh, nasib antagonis๐Ÿ˜† enaknya mao di apain??๐Ÿ˜


Arjuna ma Susi?


Ah, palingan juga lagi enak-enak๐Ÿ˜™.

__ADS_1


Bersambung>>>>


__ADS_2