
๐ฅ๐ฅ๐ฅ๐ฅ๐ฅ
Brught!
Pria yang menarik Vanish terjengkang, karena pukulan keras dari kepalan tangan Milna.
"Berani kau menyentuh saudariku! Lelaki sampah!" Baru Milna hendak melayangkan tendangannya, salah satu kawan pria itu menubruk kan diri padanya.
"Akh!" Milna memekik ketika ia terjatuh dengan tubuh pria itu di atasnya.
"Kak Nana!"
"Menjauh dari atas tubuhnya, sialan!" Vanish berusaha menarik tubuh pria mabuk itu, akan tetapi tangannya kembali di tarik oleh pria yang ketiga.
Kemudian, pria itu mendorong tubuh mungilnya ke dinding.
Bukk!
"Ah, sakit!" pekiknya, merasakan nyeri pada punggung juga pergelangan tangannya. Karena pria dengan mata merah itu mencengkeramnya kuat.
"Lepasin gue, dasar maniak!"
"Lu teriak aja sekencangnya, atau berontak sekuatnya! Gua, udah pasti kagak bakal ngelepasin lu anak manis." Pria itu memajukan wajahnya sementara kedua kakinya mengunci pergerakan Vanish yang hendak melawan.
Vanish pun memejamkan matanya pasrah, seraya hatinya berdoa memanggil nama seseorang.
๐๐ข๐ฌ ๐ฃ๐ฐ๐ด! ๐๐ฐ๐ญ๐ฐ๐ฏ๐จ๐ช๐ฏ ๐จ๐ถ๐ฆ! ๐๐ฐ๐ญ๐ฐ๐ฏ๐จ ๐ฏ๐ช๐ฏ๐ช๐ด, ๐ฑ๐ข๐ฌ! ๐๐ฐ๐ด ๐จ๐ฐ๐ฏ๐ฅ๐ณ๐ฐ๐ฏ๐จ ...!
Duagh!!
Drugh!!
Sebuah tendangan telak, menghantam kepala pria yang hendak mencium Vanish.
"Arrgg!!" jeritannya melengking kencang, ketika sepatu kets berwarna putih itu mendarat di batok belakangnya. Menekan kuat kepala itu, hingga bunyi " Krek" terdengar nyaring.
"Hentikan!"
"Jangan membunuhnya," tahan Vanish, seraya menekan kuat lengan Better. Kedua pasang mata itu saling beradu tatap.
Iris pekat Vanish yang berkaca-kaca, menyiratkan ketakutan yang membekas dalam.
"Kau tidak apa-apa?" tanya Better, satu tangannya menangkup wajah gadis yang tengah menahan tangis itu.
"Kita pulang sekarang." Setelah memakaikan vest nya untuk menutupi pakaian atas Vanish, Better menarik lengan gadis itu keluar dari area taman hotel tersebut.
Sedangkan Joy, yang baru tiba seketika juga menyerang dengan tendangannya.
Brugh!
Duagh!
Entah kenapa dirinya tak terima, melihat pria mabuk itu berada di atas tubuh Milna.
"Argh!!" Lengkingan kuat dari mulut seorang pria, yang berhasil di patahkan kakinya oleh Joy.
"Uuggh"
__ADS_1
Cairan merah itu muncrat dari wajah pria satunya lagi, karena Joy berhasil melemparnya hingga menabrak patung batu.
"Payah!" Joy melirik dengan sinis, ke arah Milna. Lalu, ia melempar Jasnya hingga mendarat tepat di wajah wanita tomboi itu.
"Apa maksud, Bapak mengatakan itu!" protes Milna, sambil mengenakan jas milik Joy.
"Pikir saja sendiri!" Joy, pun melangkah duluan meninggalkan Milna melongo di belakang.
๐๐ฑ๐ข ๐ฅ๐ช๐ข ๐ด๐ถ๐ฅ๐ข๐ฉ ๐จ๐ช๐ญ๐ข? ๐๐ฑ๐ข ๐ฃ๐ฆ๐จ๐ช๐ฏ๐ช ๐ค๐ข๐ณ๐ข๐ฏ๐บ๐ข ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐บ๐ฆ๐ญ๐ข๐ฎ๐ข๐ต๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ด๐ฆ๐ฐ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ ๐ธ๐ข๐ฏ๐ช๐ต๐ข? ๐๐ถ๐ฉ! ๐๐ข๐ฅ๐ข๐ฉ๐ข๐ญ, ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฉ๐ข๐ฏ๐บ๐ข ๐ฑ๐ถ๐ณ๐ข-๐ฑ๐ถ๐ณ๐ข ๐ฃ๐ถ๐ต๐ถ๐ฉ ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ต๐ฐ๐ญ๐ฐ๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ.
"Tolong, jelaskan maksud anda, Pak Joy yang terhormat!" Milna menghadang tepat di depan Joy yang tengah melangkah cepat.
"Apa kau tidak faham arti kata ๐ฑ๐ข๐บ๐ข๐ฉ? Bagaimana bisa, seorang wanita yang pandai bela diri tapi bisa-bisanya di serang dua manusia sampah tadi!" sarkas Joy, membuat Milna menggeram marah.
"Aku hanya, sedang sial saja tadi. Seandainya kau tidak datang pun, aku pasti bisa menghabisi dua cecunguk sialan itu!" protes Milna tidak terima akan perkataan Joy padanya.
๐๐ณ๐ช๐ข ๐ช๐ฏ๐ช, ๐ข๐ฑ๐ข ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ฃ๐ช๐ด๐ข ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ฌ๐ข๐ต๐ข ๐ญ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ถ๐ต ๐ด๐ฆ๐ฅ๐ช๐ฌ๐ช๐ต!
"Sial apanya." Joy mendorong Milna yang menghalangi jalan didepannya.
"Hei, kau! Jangan sembarangan bicara!"
"Kau, yang tau-tau datang dan tak memberiku kesempatan untuk menghajar mereka!" Milna menahan lengan Joy kali ini, hingga pria itu berbalik menghadapnya.
๐๐ฌ, ๐ฌ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ฑ๐ข ๐ซ๐ถ๐จ๐ข ๐ต๐ข๐ฅ๐ช ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ฃ๐ฆ๐จ๐ช๐ต๐ถ ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ด๐ฆ๐ฎ๐ข๐ฏ๐จ๐ข๐ต ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ฉ๐ข๐ซ๐ข๐ณ ๐ฑ๐ณ๐ช๐ข-๐ฑ๐ณ๐ช๐ข ๐ฎ๐ข๐ฃ๐ถ๐ฌ ๐ช๐ต๐ถ.
"Bagaimanapun, kau berhutang padaku!" Joy, mendiamkan tangan Milna yang mencengkeram lengannya.
"Cih, mana bisa begitu. Kau kan tau bahwa aku mampu menghadapi mereka. Sebenarnya pertolonganmu itu sia-sia, aku bukan wanita yang lemah!" Setelah mengatakan kalimat terakhirnya, Milna menghempas lengan Joy kasar.
"Setidaknya ucapankanlah terima kasih!" teriak Joy, pada Milna yang setengah berlari meninggalkannya.
Drrttt ...!
๐ฒ " Kau dimana, Bet?"
๐ฑ"Kami, sudah di mobil. Vanish sangat syok. Aku serahkan semua padamu!"
๐ฒ " Baiklah, jaga calon istrimu itu baik-baik." Joy mematikan panggilannya dengan menyisakan kekehan kecil.
๐ฑ" Kalian urus, pria-pria mabuk itu. Selidiki semuanya, sekecil apapun kecurigaan, laporkan segera padaku!" titahnya pada beberapa bodyguard di luar gedung.
Di parkiran khusus mobil di area luar hotel, Milna terlihat mondar-mandir sembari menggerutu.
"Dasar, tengik! Awas saja, lain kali kau harus merasakan tinju dari tangan si payah ini!" Milna menumbuk kan kepalan tangan kanannya ke telapak tangan kiri. Membayangkan, kalau itu adalah wajah Joy yang menyebalkan baginya.
"Aku mendengarnya!" Suara berat itu melengking tepat di belakang Milna.
"Akh! Kau ini!" Milna yang tengah serius menggerutu, spontan terjengit kaget. Sambil mengelus dadanya, Milna kembali menggerutu.
๐๐ข๐ฏ๐ช๐ต๐ข ๐ช๐ต๐ถ, ๐ฌ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ฑ๐ข ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ด๐ฆ๐ฏ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฎ๐ฆ๐ญ๐ช๐ฉ๐ข๐ต ๐ธ๐ข๐ซ๐ข๐ฉ ๐ฎ๐ข๐ณ๐ข๐ฉ๐ฏ๐บ๐ข. ๐๐ฑ๐ข ๐ณ๐ข๐ด๐ข๐ฏ๐บ๐ข ๐ฅ๐ช ๐ฉ๐ข๐ซ๐ข๐ณ ๐ต๐ข๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐ฎ๐ถ๐ฏ๐จ๐ช๐ญ๐ฏ๐บ๐ข ๐ช๐ต๐ถ? ๐๐ฑ๐ข ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ต๐ฆ๐ณ๐ข๐ด๐ข ๐ด๐ข๐ฌ๐ช๐ต? ๐๐ข๐ฑ๐ช, ๐ต๐ฆ๐ฏ๐ข๐จ๐ข๐ฏ๐บ๐ข ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ข๐ฏ๐จ ๐ญ๐ถ๐ฎ๐ข๐บ๐ข๐ฏ, ๐ฃ๐ฆ๐ฌ๐ข๐ด ๐ค๐ฆ๐ฏ๐จ๐ฌ๐ฆ๐ณ๐ข๐ฎ๐ข๐ฏ๐ฏ๐บ๐ข ๐ต๐ข๐ฅ๐ช ๐ฎ๐ข๐ด๐ช๐ฉ ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ข๐ด๐ข ๐ด๐ข๐ฎ๐ฑ๐ข๐ช ๐ด๐ฆ๐ฌ๐ข๐ณ๐ข๐ฏ๐จ.
๐พElah, Joy. Pen banget ngerasain bogem mentah cewek cakep๐.
Hajar, Na! Hajar!
"Cepat, masuk mobil. Ku antar kau pulang!" titah Joy, kemudian membuka pintu mobil bagian depan.
__ADS_1
"Siapa yang mau pulang denganmu! Lebih baik aku naik ojek!" Milna pun berbalik hendak keluar dari area parkir. Akan tetapi tangan Joy menarik lengannya, lalu menghempaskan tubuhnya ke body mobil.
"Kau, jangan membuatku kesal! Bisa tidak, jadi wanita yang menurut dan jangan membantah!" Joy semakin menekan tubuh Milna dengan raga dan juga tatapan mengintimidasi nya.
"Dalam mimpimu, Tuan Joy!" Milna nampak sedikit bergetar, karena aura pria di hadapannya ini benar-benar menekannya. Hanya saja, ia berusaha menepis rasa itu sekuat tenaganya.
๐๐ช๐ข๐ญ, ๐ฑ๐ฐ๐ด๐ช๐ด๐ช ๐ช๐ฏ๐ช ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ถ๐ฏ๐ต๐ถ๐ฏ๐จ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ถ๐ฏ๐ต๐ถ๐ฌ๐ฌ๐ถ. ๐๐ฌ๐ถ ๐ฉ๐ข๐ณ๐ถ๐ด ๐ด๐ฆ๐จ๐ฆ๐ณ๐ข ๐ญ๐ฆ๐ฑ๐ข๐ด ๐ฅ๐ข๐ณ๐ช ๐ต๐ฆ๐ฌ๐ข๐ฏ๐ข๐ฏ๐ฏ๐บ๐ข. ๐๐ฆ๐ฎ๐ข๐ฌ๐ช๐ฏ ๐ญ๐ข๐ฎ๐ข, ๐ซ๐ข๐ฏ๐ต๐ถ๐ฏ๐จ ๐ช๐ฏ๐ช ๐ด๐ฆ๐ฎ๐ข๐ฌ๐ช๐ฏ ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ฃ๐ช๐ด๐ข ๐ฅ๐ช ๐ฌ๐ฐ๐ฏ๐ฅ๐ช๐ด๐ช๐ฌ๐ข๐ฏ.
"Jangan memaksaku, untuk berbuat kasar!" Joy semakin menghimpit tubuh itu di samping mobil.
"Coba saja!" Milna semakin memancing kesabaran Joy dengan menantangnya.
๐๐ช๐ญ๐ฏ๐ข ๐ช๐ฏ๐ช, ๐ฃ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ณ-๐ฃ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ณ! ๐๐ฑ๐ข ๐ฅ๐ช๐ข ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ต๐ข๐ถ ๐ด๐ช๐ข๐ฑ๐ข ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ด๐ฆ๐ฃ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ณ๐ฏ๐บ๐ข? ๐๐ฆ๐ฏ๐ข๐ฑ๐ข ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ฃ๐ช๐ด๐ข ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ถ๐ข๐ต๐ฏ๐บ๐ข ๐ต๐ข๐ฌ๐ถ๐ต ๐ด๐ฆ๐ฅ๐ช๐ฌ๐ช๐ต๐ฑ๐ถ๐ฏ. ๐๐ฑ๐ข ๐ฌ๐ข๐ณ๐ฆ๐ฏ๐ข ๐ช๐ข ๐ฎ๐ฆ๐ณ๐ข๐ด๐ข ๐ซ๐ข๐จ๐ฐ ๐ฃ๐ฆ๐ญ๐ข๐ฅ๐ช๐ณ๐ช ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ฏ๐ข๐ฉ ๐ฎ๐ข๐ด๐ถ๐ฌ ๐ฎ๐ช๐ญ๐ช๐ต๐ฆ๐ณ, ๐ฉ๐ช๐ฏ๐จ๐จ๐ข ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ซ๐ข๐ฅ๐ช๐ฌ๐ข๐ฏ๐ฏ๐บ๐ข ๐ธ๐ข๐ฏ๐ช๐ต๐ข ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฌ๐ฆ๐ณ๐ข๐ด ๐ฌ๐ฆ๐ฑ๐ข๐ญ๐ข.
๐๐ข๐ช๐ฌ๐ญ๐ข๐ฉ, ๐ซ๐ข๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐ด๐ข๐ญ๐ข๐ฉ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ข๐ฌ๐ถ. ๐๐ช๐ฌ๐ข ๐ต๐ข๐ฌ ๐ฃ๐ช๐ด๐ข ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ๐ค๐ข๐ฎ๐ฎ๐ถ ๐ฅ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐ฌ๐ฆ๐ฌ๐ฆ๐ณ๐ข๐ด๐ข๐ฏ, ๐ฎ๐ข๐ฌ๐ข ...
"Kau yakin, tidak ingin masuk kedalam mobil?" Joy menatap Milna dengan pandangan yang berbeda. Lebih lembut dan hangat.
๐๐ฉ, ๐ฌ๐ฐ๐ฌ ... ๐ฌ๐ฐ๐ฌ, ๐ฌ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ฑ๐ข ๐ซ๐ข๐ฅ๐ช ๐ฃ๐ฆ๐จ๐ช๐ฏ๐ช. ๐๐ฆ๐ฏ๐ข๐ฑ๐ข ๐ต๐ช๐ฃ๐ข-๐ต๐ช๐ฃ๐ข ... ๐ญ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ถ๐ต ๐ฅ๐ข๐ฏ ...
"Jangan membuatku khawatir lagi, atau kau ingin aku mencium mu di sini?" ancam Joy, seraya memberi usapan lembut pada pipi Milna. Membuat wanita itu, kehilangan kata-katanya.
๐โ๐ข๐ฑ๐ข ๐ช๐ฏ๐ช? ๐๐ข๐ฏ๐ฅ๐ข๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐ฎ๐ข๐ต๐ข๐ฏ๐บ๐ข ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ถ๐ข๐ต ๐ฌ๐ถ ๐ญ๐ฆ๐ฎ๐ข๐ด. ๐๐ฆ๐ฅ๐ฆ๐ฌ๐ข๐ต ๐ช๐ฏ๐ช, ๐ต๐ฆ๐ญ๐ข๐ฉ ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ถ๐ข๐ต ๐ฑ๐ข๐ณ๐ถ-๐ฑ๐ข๐ณ๐ถ๐ฌ๐ถ ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ฌ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ข๐ฏ๐จ ๐ด๐ฆ๐ค๐ข๐ณ๐ข ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ด๐ฆ๐ฎ๐ฑ๐ถ๐ณ๐ฏ๐ข. ๐๐ฆ๐ฌ๐ฆ๐ต๐ช๐ฌ๐ข ๐ฏ๐ข๐ฑ๐ข๐ด๐ฌ๐ถ ๐ด๐ฆ๐ด๐ข๐ฌ. ๐๐ช๐ญ๐ฏ๐ข ... ๐ซ๐ข๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐ญ๐ฆ๐ฎ๐ข๐ฉ!
"Menjauhlah, Joy Kinder!" teriak Milna seraya mendorong dada pria di hadapannya.
๐๐ฆ๐ฏ๐ข ๐ฌ๐ข๐ถ! ๐๐ถ๐ฅ๐ข๐ฉ ๐ฌ๐ฆ๐ฉ๐ช๐ญ๐ข๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐ต๐ฆ๐ฏ๐ข๐จ๐ข ๐ด๐ฆ๐ฌ๐ข๐ณ๐ข๐ฏ๐จ. ๐๐ข๐ด๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ซ๐ถ๐ณ๐ถ๐ด ๐ฎ๐ฆ๐ญ๐ฆ๐ฎ๐ข๐ด๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ต๐ถ๐ญ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฅ๐ข๐ณ๐ช ๐ฌ๐ถ!
"Jangan menyesal! Karena aku telah memperingatimu!"
"Hmmpt!" Seketika kedua mata Milna membola, menerima serangan tanpa aba-aba dari Joy.
๐๐ช๐ข๐ญ๐ข๐ฏ ๐ฌ๐ข๐ถ, ๐๐ฐ๐บ ๐๐ช๐ฏ๐ฅ๐ฆ๐ณ!!
๐พ๐Balas, Milna dengan jurus mengeraskan tulang lunak๐คฃ.
________
"Sudah, kau aman sekarang," ucap Better, menenangkan Vanish yang terlihat masih bergetar.
"Maaf, ini salah kami yang telah meninggalkan kalian," sesalnya kemudian.
๐๐ฆ๐ฏ๐ข๐ฑ๐ข ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ด๐ข๐ฏ๐จ๐ข๐ต ๐ฎ๐ฆ๐ณ๐ข๐ด๐ข ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ด๐ข๐ญ๐ข๐ฉ? ๐๐ฆ๐ต๐ช๐ฌ๐ข ๐ฎ๐ฆ๐ญ๐ช๐ฉ๐ข๐ต ๐ฌ๐ฆ๐ข๐ฅ๐ข๐ข๐ฏ๐บ๐ข ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฃ๐ฆ๐จ๐ช๐ต๐ถ ๐ต๐ฆ๐ณ๐ต๐ฆ๐ฌ๐ข๐ฏ.
"Saโsaya, tidak apa-apa ... Pak," jawab Vanish dengan suara bergetar. Bahkan terlihat ia memeluk raganya sendiri. Masih terbayang bagaimana, pria mabuk itu menekan tubuhnya kuat. Pria itu juga hampir saja menciumnya dengan mulut yang bau alkohol.
"Van, tolong jangan di tahan seperti itu. Jika kau ingin marah, lakukan saja. Atau, kau ingin menangis? Menangislah ...," tawar Better, mencoba meraih tubuh bergetar itu kedalam pelukannya.
Kaboooorrr ....
Next bab, balik ke penjara lagi yak...
Belon kelar noh, nasib antagonis๐ enaknya mao di apain??๐
Arjuna ma Susi?
Ah, palingan juga lagi enak-enak๐.
__ADS_1
Bersambung>>>>