Aku Bukan Pemuas Ranjang

Aku Bukan Pemuas Ranjang
Bab 311. ABPR ~Ending~


__ADS_3

๐Ÿ’ž๐Ÿ’ž๐Ÿ’ž๐Ÿ’ž๐Ÿ’ž


Beberapa bulan kemudian.


Kebahagiaan senantiasa menyelimuti tiga pasangan berbahagia ini.


Hubungan mereka berenam semakin dekat dan kompak. Karena, Joy masih suka datang menemui sahabatnya sebulan sekali.


Usia baby S yang sudah beranjak balita. Menjadikannya semakin menggemaskan dengan tingkah lucunya. Satria Junior yang baru saja lancar berjalan, mulai tak bisa diam bergerak kesana dan kesini.


Sedangkan kembar H dan F, baru saja bisa tengkurap dan berbalik sendiri. Si kembar yang lucu, karena sering berebut perhatian dari sang mami. Milna yang sebenarnya ingin kembali ke tanah air. Akan tetapi Mami lovely akan sakit-sakitan jika berada jauh dari cucu kembarnya.


Sungguh tak ada batasan atau sekat antara bos dan anak buah. Mereka akan berperan sesuai jabatannya ketika di kantor. Akan tetapi ketika di luar, maka mereka hanyalah sahabat yang saling mengisi satu sama lain.


"Kasian Walls, baru kali ini anak itu senewen lantaran wanita." Joy berkata sambil terkekeh geli. Nampaknya ia sangat terhibur akan curhatan anak badung itu. Karena, hampir setiap malam Walls bercerita padanya.


๐˜พ๐™š๐™ง๐™ž๐™ฉ๐™– ๐™’๐™–๐™ก๐™ก๐™จ ๐™ค๐™ฉ๐™ค๐™ง ๐™—๐™ช๐™–๐™ฉ ๐™ฉ๐™š๐™ง๐™ฅ๐™ž๐™จ๐™–๐™ ๐™ฃ๐™–๐™ฃ๐™ฉ๐™ž ๐™ฎ๐™– ๐™œ๐™–๐™ž๐™จ.


๐™…๐™ช๐™™๐™ช๐™ก๐™ฃ๐™ฎ๐™–, ๐™—๐™š๐™ก๐™ค๐™ข ๐™ฃ๐™š๐™ข๐™ช ๐™ฎ๐™–๐™ฃ๐™œ ๐™ฅ๐™–๐™จ. ๐™†๐™–๐™ก๐™–๐™ช ๐™ ๐™–๐™ก๐™ž๐™–๐™ฃ ๐™–๐™™๐™– ๐™ž๐™™๐™š ๐™—๐™ค๐™ก๐™š๐™ ๐™™๐™ค๐™ฃ๐™œ ๐™™๐™ž ๐™จ๐™ช๐™ข๐™—๐™–๐™ฃ๐™œ ๐™ ๐™š ๐™ค๐™ฉ๐™ค๐™ง๐Ÿ˜Š


๐™„๐™ฃ๐™ฉ๐™ž๐™ฃ๐™ฎ๐™– ๐™Ÿ๐™–๐™ฉ๐™ช๐™ ๐™—๐™–๐™ฃ๐™œ๐™ช๐™ฃ ๐™’๐™–๐™ก๐™ก๐™จ ๐™ข๐™š๐™ฃ๐™–๐™ ๐™ก๐™ช๐™ ๐™ ๐™–๐™ฃ ๐™๐™–๐™ฉ๐™ž ๐™๐™ค๐™จ๐™š ๐˜ฝ๐™ง๐™ž๐™ฃ๐™ž๐™–. ๐™ˆ๐™–๐™ฃ๐™ฉ๐™–๐™ฃ ๐˜ฟ๐™ค๐™ ๐™ฉ๐™š๐™ง ๐™ฎ๐™–๐™ฃ๐™œ ๐™ช๐™จ๐™ž๐™–๐™ฃ๐™ฎ๐™– ๐™ก๐™š๐™—๐™ž๐™ ๐™ฉ๐™ช๐™– ๐™ก๐™ž๐™ข๐™– ๐™ฉ๐™–๐™๐™ช๐™ฃ.


"Biar saja, mungkin anak itu kualat. Biar dia tau rasa bagaimana roketnya itu mati rasa sekarang." Arjuna pun tergelak karena ucapannya sendiri.


๐ŸพDasar abang sepupu gak ada akhlak. Adeknya susah malah di sukurin. Tapi, emang pantes sih. Biar kapok, gak mainan cewek lagi๐Ÿคฃ


"Mungkin saja roket apollo-nya sedang mencari landasan tetap. Jadi, perlu ujian untuk memantapkan tekadnya," timpal Better, serius sendiri.


"Hemm, baguslah. Tampung saja curhatannya, Joy. Karena anak itu tidak akan berani bercerita padaku. Kalau perlu kau selidiki siapa wanita itu. Aku penasaran juga, wanita seperti apa yang mampu menolak pesona hacker tengik itu." Arjuna, bagaimanapun tetap akan mengambil tindakan. Ini lah yang diharapkannya. Walls jatuh cinta dan pensiun dari aksi gonta-ganti pacar setiap tujuh hari.


Ketiga hot daddy ini memang biasa mengadakan pertemuan rutin demi membahas pekerjaan dan juga bagaimana keadaan keluarga masing- masing. Mereka membiasakan diri berbagi kisah dan juga solusi. Ketika ketiga cogan ini asik bercerita, ponsel Better berdering.


"Baik, aku akan segera pulang. Kau tenanglah ya," ucap Better menenangkan Vanish yang panik di ujung telepon.


"Kenapa istrimu?" tanya Arjuna langsung. Ketika mendapati raut wajah Better yang tiba-tiba terkejut.


"Vanish, bilang ada darah keluar. Padahal dokter sudah menjadwalkan operasi sesarnya tiga hari lagi," tutur Better seraya berdiri.


"Dampingi istrimu. Kami juga akan pulang. Segera kabari jika sudah berangkat ke rumah sakit." ujar Arjuna.


_______


"Sayang, tidak apa. Keadaan bayi kita dan juga ๐˜๐˜ฎ๐˜ฐ๐˜บ baik-baik saja. Keadaan hamil ๐™ฅ๐™ก๐™–๐™จ๐™š๐™ฃ๐™ฉ๐™– ๐™ฅ๐™ง๐™š๐™ซ๐™ž๐™– memang begitu. Karena plasenta yang menutupi jalan lahir. Bahkan akan beresiko pendarahan hebat.


" Aku tenang ketika dokter mengatakan bahwa kau dan juga dedek bayi kita baik-baik saja." ucap better sambil mengelus kepala Vanish.


Sementara, Vanish hanya mengangguk. Ia tak mau berbicara karena nantinya hanya akan berakhir dengan tangisan. Cukup menggenggam erat jemari Better, guna meredam deburan gundah dalam hatinya.

__ADS_1


"Masuklah. Kau dan anak kita akan baik-baik saja. Aku dan juga yang lainnya akan menunggumu di sini." Setelah mengucapkan kalimat dukungan. Better, melabuhkan kecupan dalam di kening, kedua mata dan juga pucuk hidung Vanish.


Ia masa bodoh dengan tatapan gusar dari para anggota tim medis yang rata-rata masih sangat muda itu.


Mana Vanish. Bagaimana keadaannya?" tanya Susi pada Better yang tengah menyandarkan kepalanya sambil memejamkan mata.


"Nyonya." kaget Better. Ia hanya di temani oleh Joy yang juga kini tengah menyandarkan raganya di pojok.


"Duduklah dulu sayang. Kau kan juga kurang sehat." Arjuna mendudukkan Susi di sebelahnya.


"Nyonya seharusnya ...,"


"Panggil aku kakak!" titah Susi pada Better.?


" Iya Kak, bagaimana keadaan Kak Susi. Jangan memaksakan Kak. Sebaiknya kakak pulang dan datanglah ketika tubuh Kakak sudah baikan," sahut Better.


"Aku susah payah untuk sampai kesini. Jangan mengusirku!" hardik Susi, membuat kedua pria itu terdiam.


Joy pun terbangun, lalu mendekat ke arah sahabatnya.


"Milna mau v-call. Jika Vanish sudah lahiran," ucap Joy. Tak lama kemudian.


"Suara bayi, itu suara bayiku." Better bergegas berdiri di depan pintu kaca. Dimana ruang operasinya ada di belakang pintu tersebut.


"Vaโ€“Vanish." Panggil Susi seiring tubuhnya yang ambruk dalam pelukan Arjuna.


" Kakak ipar!" panggil Better dan Joy serempak.


"Panggil dokter cepat!" teriak Arjuna panik.


"Baik Tuan." Joy segera berlari untuk memanggil bantuan.


"Kenapa, kakak ipar bisa pingsan? Apakah sedang sakit?" tanya Better yang memang melihat wajah pucat Susi.


"Beberapa hari ini memang fisiknya agak lemah. Aku sudah melarangnya untuk tidak perlu pergi ke rumah sakit. Akan tetapi dirinya tetap bersikeras ingin menemui Vanish," jelas Arjuna kepada Better.


"Tuan, dokter sudah datang," ucap Better. benar saja ternyata Joy datang bersama beberapa tim medis. Kemudian Arjuna segera meletakkan Susi seorang diri ke atas Brangkar. Setelahnya para perawat mendorong brangkar tersebut menuju ruang pemeriksaan.


________


"Sayangku ๐˜๐˜ฎ๐˜ฐ๐˜บ," panggil Better parau. Ia menahan tangis bahagianya hanya sampai di tenggorokan. Rasa itu membuncah bahkan hampir meledak, ketika ia melihat Vanish tengah memeluk bayi mungil mereka.


"Ini putri kita ๐˜”๐˜ฐ๐˜บ?" tanya Better yang seakan tak percaya. Namun, terlihat binar kebahagiaan itu memancar dari kedua matanya.


"Ya iya dong, ๐˜š๐˜ถ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ. Ini bayi kita. Dia Puteri Liona. Ninis ingin dirinya menjadi gadis lembut yang kuat. Lihatlah, bahkan wajahnya oriental seperti bubu-nya," ucap Vanish. Tangannya terulur demi mengusap aliran kristal bening yang mengalir dari ujung mata suaminya.


" Iya kau benar sayang. Tapi, hidungnya mungil sekali seperti milik mimom-nya," puji Better dengan senyum sumringahnya. Pria tampan dengan rambut panjangnya yang selalu dikuncir ke belakang, kini tengah menghujani ciuman berkali-kali ke seluruh wajah Vanish.Kemudian Better beralih mencium kening putri cantiknya yang baru saja terlahir ke dunia beberapa saat yang lalu itu.

__ADS_1


"Oh ya sayang. Tadi Kakak ipar kesini."


"Lalu dimana sekarang. ๐˜š๐˜ถ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ ajak masuk ya, Ninis ingin menemuinya," rengek Vanish.


"Sayang ๐˜๐˜ฎ๐˜ฐ๐˜บ. Kakak ipar pingsan, tak lama setelah ia sampai ke rumah sakit. Baru saja aku mendapat kabar dari Joy, ternyata kakak ipar sedang hamil muda saat ini. Karena itulah fisiknya sangatlah lemah," jelas Better yang terus menggenggam jari-jemari Vanish.


"Wah, syukurlah. Ternyata Kak Susi akan memiliki bayi lagi," ucap Vanish turut senang. Bahkan matanya kembali mendung.


"Kebahagiaan kita telah sempurna sayang. Keluarga kita telah komplit karena kehadiran Puteri Liona. Aku mencintaimu." Lagi-lagi Better menghujani ciuman diiringi dengan pengungkapan perasaannya.


"Ninis juga sangat mencintaimu. Suami ganteng. Jangan berubah ya. Meski kini fisikku tak lagi akan sama." Vanish menyambut genggaman Better dengan erat.


"Tidak akan pernah sayang. Bagaimanapun dirimu. Aku akan selalu mencintaimu. Hanya kau di mata, hati dan juga pikiranku. Selamanya." Better menyatukan kening mereka berdua. Meresapi perasaan yang membuncah karena teramat bahagia.


_______


"Kita akan memiliki bayi lagi, sayang." Arjuna masih mendekap raga lemah Susi dalam pelukannya. Senyumnya masih saja berkembang sejak beberapa saat yang lalu. Bahkan ketika istrinya itu masih tak sadarkan diri.


"Aku tidak menyangka Ar. Jika adiknya Satria akan hadir secepat ini," lirih Susi yang tengah menikmati kenyamanan dari aroma maskulin Arjuna.


"Terimakasih sayang. Kau telah mendatangkan begitu banyak anugerah untukku. Aku yang sejak dulu tidak pernah menyangka, bahwa akan jatuh cinta lalu menikah. Impian yang dulu pernah aku bangun lalu pupus seketika. Namun, semenjak bertemu denganmu, entah kenapa impian itu kembali bangkit. Harapanku membangun sebuah keluarga terwujud kini. Semua itu adalah berkat dirimu My Queen. Aku mencintaimu, sangatโ€“sangat mencintaimu." Arjuna mengucapkan kalimat penuh arti itu dengan begitu dalam. Sehingga, membuat Susi mendongak seketika.


"Ar, akhirnya aku mendengar kalimat itu ...," lirih Susi dengan air mata yang sudah berlinang. Betapa sekian lama ia menunggu ucapan itu keluar dari mulut Arjuna. Betapa mahalnya kalimat itu bagi Arjuna.


"Sayang, maafkan aku. Sejak awal aku sudah memiliki rasa itu padamu. Kupikir tidak perlu mengatakannya, kau pun tahu. Dari setiap tindakan juga perlakuanku padamu. Kau pasti dapat merasakannya bukan?" heran Arjuna. Kenapa hanya dengan kalimat ini istri menangis begitu tersedu.


"Ar, seorang wanita itu butuh pengungkapan dan juga pengakuan meskipun hanya sekali. Terima kasih Ar, kebahagiaanku telah menjadi sempurna kini. Aku pun mencintaimu, lebih dari apapun." Susi mengalungkan lengannya ke leher Arjuna. Ia pun menyambar bibir yang telah mengungkapkan kalimat sakral yang begitu ia inginkan seumur hidupnya.


Arjuna tidak menyia-nyiakan kesempatan yang ada di hadapannya saat ini. Arjuna meraih pinggang Susi hingga di antara mereka tak ada jarak lagi. kemudian Arjuna menyesap rasa manis dari bibir istrinya itu.


" Mulai saat ini aku akan mengatakan kalimat itu setiap saat dan setiap waktu untukmu. Aku mencintaimu Susi hari ini, esok dan selamanya. Aku mencintaimu ... Aku mencintaimu ... Aku mencintaimu."


๐˜ผ๐™ช๐™ฉ๐™๐™ค๐™ง ๐™Ÿ๐™ช๐™œ๐™– ๐™ข๐™–๐™ช ๐™ฃ๐™œ๐™ช๐™˜๐™–๐™ฅ๐™ž๐™ฃ " ๐™„ ๐™‡๐™ค๐™ซ๐™š ๐™ข๐™ฎ ๐™ง๐™š๐™–๐™™๐™š๐™ง๐™จ ...๐Ÿ’ž


๐™ˆ๐™–๐™ ๐™–๐™จ๐™ž ๐™ช๐™™๐™–๐™ ๐™ฃ๐™œ๐™ž๐™ ๐™ช๐™ฉ๐™ž๐™ฃ ๐™ฃ๐™ค๐™ซ๐™š๐™ก ๐™ž๐™ฃ๐™ž ๐™™๐™–๐™ง๐™ž ๐™–๐™ฌ๐™–๐™ก. ๐™๐™๐™–๐™ฃ๐™  ๐™ฎ๐™ค๐™ช ๐™จ๐™ค ๐™ข๐™ช๐™˜๐™.


๐™Ž๐™ช๐™จ๐™ž ๐™™๐™–๐™ฃ ๐˜ผ๐™ง๐™Ÿ๐™ช๐™ฃ๐™– ๐™ช๐™™๐™–๐™ ๐™—๐™–๐™๐™–๐™œ๐™ž๐™–, ๐™™๐™ช๐™– ๐™–๐™จ๐™ž๐™จ๐™ฉ๐™š๐™ฃ ๐™˜๐™ค๐™œ๐™–๐™ฃ๐™ฃ๐™ฎ๐™– ๐™Ÿ๐™ช๐™œ๐™–. ๐˜ฟ๐™ช๐™– ๐™จ๐™–๐™๐™–๐™—๐™–๐™ฉ๐™ฃ๐™ฎ๐™– ๐™Ž๐™ช๐™จ๐™ž ๐™Ÿ๐™ช๐™œ๐™–.


๐™Ž๐™–๐™ข๐™ฅ๐™–๐™ž ๐™™๐™ž ๐™จ๐™ž๐™ฃ๐™ž ๐™ฎ๐™–.


๐™†๐™š๐™ฉ๐™š๐™ข๐™ช ๐™ก๐™–๐™œ๐™ž, ๐™™๐™ž ๐™ ๐™–๐™ง๐™ฎ๐™– ๐™–๐™ช๐™ฉ๐™๐™ค๐™ง ๐™จ๐™š๐™ก๐™–๐™ฃ๐™Ÿ๐™ช๐™ฉ๐™ฃ๐™ฎ๐™–.


๐™Ž๐™š๐™š ๐™ช ๐™œ๐™–๐™ž๐™จ!๐Ÿ’ž


๐™ˆ๐™ช๐™˜๐™ ๐™ˆ๐™ช๐™˜๐™ ๐™ˆ๐™ช๐™˜๐™ ๐™‡๐™ค๐™ซ๐™š ๐™›๐™ค๐™ง ๐™ช ๐™œ๐™š๐™ฃ๐™ ๐™จ!๐Ÿ’ž๐Ÿ’ž๐Ÿ’ž๐Ÿ’ž


...๐™๐™–๐™ข๐™–๐™ฉ...

__ADS_1


__ADS_2