
๐ฅ๐ฅ๐ฅ๐ฅ
"Tolong lakukan yang terbaik, Dok. Tolong minimalisir rasa sakit istri saya pasca operasi. Berikan kami fasilitas terbaik rumah sakit ini, berapapun biayanya saya tidak masalah," ujar Better, mengajukan tindakan yang terbaik dengan fasilitas terbaik. Ketika Emak mengalami koma pasca operasi. Ada kemungkinan terdapat kesalahan terhadap penanganannya. Karenya, Better akan menghindari hal buruk itu dengan meminta kepada pihak rumah sakit, untuk menurunkan tim dokter terbaik dalam menangani Vanish.
"Baik Tuan Better Maxime, kami akan lakukan yang terbaik," ucap salah seorang dokter kepala yang akan menangani operasi Vanish.
Better pun mengantar kepergian istri mungilnya itu hingga menuju ke ruangan operasi. Di samping brangkar yang di dorong oleh beberapa perawat, ia terus menggenggam pinggiran besinya. Matanya lekat tak lepas memandang wajah pucat Vanish dengan hidung dan mulut yang terpasang alat bantu pernafasan. Serta beberapa alat lainnya berikut selang dan beberapa kabel yang tersambung dengan sebuah alat monitor.
Keadaan demikian semakin meremas jantungnya. Bahkan, perutnya sejak tadi berasa keram. Better mengolah napasnya agar teratur. Berkali-kali pria itu menghela napasnya secara kasar. Menandakan betapa sesak dalam dada yang ia rasakan.
Baru tadi pagi ia melihat wajah itu menyunggingkan senyum manis. Hingga membuat dirinya begitu berat melangkah keluar apartemen. Ternyata inilah arti dari firasatnya sejak membantu Vanish mandi tadi pagi.
๐ ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฌ๐ถ๐ข๐ต ๐บ๐ข ๐ด๐ข๐บ๐ข๐ฏ๐จ. ๐๐ถ๐ฏ๐จ๐ฌ๐ช๐ฏ ๐ช๐ฏ๐ช ๐ด๐ถ๐ฅ๐ข๐ฉ ๐ซ๐ข๐ญ๐ข๐ฏ ๐ต๐ข๐ฌ๐ฅ๐ช๐ณ ๐ถ๐ฏ๐ต๐ถ๐ฌ๐ฎ๐ถ... ๐ถ๐ฏ๐ต๐ถ๐ฌ ๐ฌ๐ช๐ต๐ข. ๐๐ฌ๐ถ ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ด๐ฆ๐ญ๐ข๐ญ๐ถ ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ด๐ข๐ฎ๐ข๐ฎ๐ถ ๐ข๐ฑ๐ข๐ฑ๐ถ๐ฏ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ต๐ฆ๐ณ๐ซ๐ข๐ฅ๐ช. ๐๐ข๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐ต๐ข๐ฌ๐ถ๐ต, ๐๐ฐ๐บ. ๐๐ฌ๐ถ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ค๐ช๐ฏ๐ต๐ข๐ช๐ฎ๐ถ! Better, memberi remasan pelan pada telapak tangan Vanish yang dingin. Genggaman tangan itu terpaksa terlepas karena mereka telah sampai pada batas ruang steril.
"Mohon tunggu di sini Tuan!" tahan seorang perawat sebelum ia menutup pintu tersebut. Tak lama kemudian lampu indikator di ruang operasi menyala,
pertanda kegiatan operasi telah di mulai. Setidaknya, Better harus menunggu sekitar dua sampai empat jam.
"Moy ... bertahanlah ku mohon. Kau sangat berarti bagi kami. Terutama untukku. Melihatmu seperti itu, membuat hatiku hancur berkeping-keping ..." lirih Better pelan, kedua tangannya menutupi wajah kemudian menyugar rambutnya yang berantakan kebelakang. Ia menarik ikatan pada kunciran rambutnya. Hingga surai ikal itu tergerai hingga menyentuh bahu tegapnya.
Betapa berantakannya rupa Better saat ini, meski hal itu tak mengurangi kadar ketampanannya. Namun, melihatnya seperti itu siapapun pasti paham betapa kalut perasaannya saat ini.
__ADS_1
๐๐ถ๐ฉ๐ข๐ฏ, ๐ช๐ฏ๐ช ๐ฅ๐ฐ๐ข๐ฌ๐ถ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฌ๐ฆ๐ด๐ฆ๐ฌ๐ช๐ข๐ฏ ๐ฉ๐ข๐ณ๐ช ๐ช๐ฏ๐ช. ๐๐ฆ๐ญ๐ข๐ฎ๐ข๐ต๐ฌ๐ข๐ฏ ๐๐ฎ๐ฐ๐บ-๐ฌ๐ถ. ๐๐ข๐จ๐ข๐ช๐ฎ๐ข๐ฏ๐ข๐ฑ๐ถ๐ฏ ๐ฅ๐ช๐ณ๐ช๐ฏ๐บ๐ข ๐ฏ๐ข๐ฏ๐ต๐ช, ๐ช๐ต๐ถ ๐ต๐ข๐ฌ ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ข๐ณ๐ต๐ช ๐ถ๐ฏ๐ต๐ถ๐ฌ๐ฌ๐ถ. ๐๐ด๐ข๐ญ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ฅ๐ข๐ฑ๐ข๐ต ๐ฎ๐ฆ๐ญ๐ช๐ฉ๐ข๐ต ๐ด๐ฆ๐ฏ๐บ๐ถ๐ฎ ๐ค๐ฆ๐ณ๐ช๐ข๐ฏ๐บ๐ข ๐ญ๐ข๐จ๐ช. ๐๐ข๐ฑ๐ข๐ต ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ฅ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ณ ๐ณ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ฆ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฎ๐ข๐ฏ๐ซ๐ข๐ฏ๐บ๐ข ๐ฅ๐ข๐ญ๐ข๐ฎ ๐ฑ๐ฆ๐ญ๐ถ๐ฌ๐ข๐ฏ๐ฌ๐ถ ๐ญ๐ข๐จ๐ช. ๐๐ข๐ฏ๐บ๐ข ๐ช๐ต๐ถ ... ๐ด๐ถ๐ฏ๐จ๐จ๐ถ๐ฉ, ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ฉ๐ข๐ฏ๐บ๐ข ๐ฃ๐ถ๐ต๐ถ๐ฉ ๐ฅ๐ช๐ข ๐๐ถ๐ฉ๐ข๐ฏ. Better memberi remasan kuat pada dadanya. Berusaha menekan nyeri di sudut sana.
Hingga seseorang terlihat memberi sebotol minuman padanya.
"Nana ...," lirihnya, seraya mendongak pada wanita yang berdiri menjulang di hadapannya. Kemudian, pandangannya beralih kepada tiga orang lagi di belakangnya.
"Minum dulu, Bro! Lu harus kuat!" ucap Joy sembari menepuk bahu Better. Kedua mata pria itu kembali memanas. Hingga kristal bening itu mengalir dengan tak tau dirinya. Dirinya menyeringai dalam tangis. Berusaha menertawakan betapa cengeng dirinya jika menyangkut wanita yang sangat dicintainya itu.
"Keluarkan semuanya, karena di depan Vanish nanti kau harus tegar. Kau harus membuatnya mampu menghadapi ini semua. Ayo bro! Kami ada disini untukmu!" Joy menepuk dan memberi remasan kuat pada bahu Better. Menyalurkan dukungan pada sahabatnya. Sesak dan perih itu sampai juga ke hatinya. Tak bisa dibayangkan bila itu terjadi pada Milna.
Joy menggeleng kuat. Berusaha mengusir jauh bayang-bayang dari kejadian mengerikan itu. Berharap Milna beserta si kembar baik-baik saja di sana. Karena Ibu hamil itu sangatlah rentan, kejadian seperti ini tak bisa di prediksi oleh siapapun termasuk oleh ahli tenaga medis sekalipun.
"Semua pasti baik-baik saja. Yakinlah Bet." Milna ikut duduk di sebelah sahabatnya itu. Sungguh tak nampak Better yang bengis ketika berhadapan dengan mafia dan para gangster. Kedua mata pria itu merah dengan wajah kusut dan pipi lembab.
"Ar, bagaimana ini bisa terjadi pada Vanish. Dirinya masih sangat muda. Apa dokter tidak ada jalan lain selain mengangkat rahimnya?" Akhirnya Susi terisak dalam dekapan Arjuna. Wanita itu sejak tadi sudah menahan dirinya. Tapi ia tak kuat lagi, rasa sakit itu kembali terasa. Bahkan, bayang-bayang diagnosis dokter kala itu kembali berputar di kepalanya, Susi masih beruntung dokter tak mengambil langkah untuk mengangkat alat reproduksinya itu.
"Sayang, jangan samakan keadaan Vanish saat ini, dengan dirimu kala itu. Semua sangat berbeda. Vanish pasti kuat, karena ia memiliki dukungan dari keluarga, suami dan juga sahabatnya," bisik Arjuna tepat di telinga Susi.
Membuat istrinya itu segera menyusut air matanya. Arjuna membantu menyeka wajah Susi dengan ujung lengan kemejanya. Kemudian merapikan anak rambut yang menjuntai ke depan.
"Kenapa? Perutmu keram lagi?" tanya Arjuna kala melihat Susi memegangi perutnya. Susi mengangguk seraya meringis kecil.
__ADS_1
" Aku tidak apa-apa Ar. Sepertinya penghabisan masa nifas jadi seperti ini," jelas Susi. Membuat kedua mata Arjuna berbinar seketika.
"Jangan memasang wajah itu, ini bukan saat yang tepat untuk membayangkan kemesumanmu," tukas Susi tertahan. Karena ia tak ingin obrolannya dengan Arjuna terdengar yang lain.
"Siapa suruh kau memberi infonya sekarang, aku hanya mengungkapkan perasaanku. Itu saja," kilah Arjuna. Tangannya masih setia merangkul pinggang Susi yang semakin ramping. Susi bersyukur dirinya tak perlu diet seperti kebanyakan wanita lainnya. Ia hanya tinggal Zumba saja untuk mengencangkan otot-ototnya kembali. Juga kegel, itu adalah bagian terpenting dari semuanya.
Otot kewanitaan-lah yang paling penting untuk dikencangkan. Agar tetap menjepit dan menggigit meski sudah mengeluarkan kepala serta tubuh manusia secara utuh. Jadi jangan khawatir, bagi yang melahirkan secara normal.
"Jangan berpikiran macam-macam dulu Ar. Kau ingat kan jika aku ini pasca cesar. Kalau belum dua bulan aku tidak berani melakukan itu seperti biasanya, aku takut." Susi menunduk. Meskipun Netta mengatakan bahwa jahitannya sudah bagus dan boleh-boleh saja kembali melakukan hubungan suami istri secara normal. Hanya saja, Susi masih merasa ngeri. Bahkan ia mencari tau di internet bahwa kebanyakan wanita di luar sana membatasi dirinya minimal tiga bulan.
"Aku ikut apa kata kanjeng ratu saja. Tapi, jika kau sudah tak tahan. Di situ aku tidak akan bertahan lagi, mengerti?" ucap Arjuna tentunya dengan senyuman penuh arti dan sarat makna.
๐๐ฆ๐ข๐ฏ๐ฅ๐ข๐ช๐ฏ๐บ๐ข ๐ฌ๐ข๐ถ ๐ต๐ข๐ถ ๐๐ณ. ๐๐ช๐ฌ๐ข ๐ด๐ข๐ข๐ต ๐ช๐ฏ๐ช ๐ฃ๐ถ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฉ๐ข๐ฏ๐บ๐ข ๐ฌ๐ข๐ถ ๐ด๐ข๐ซ๐ข ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ต๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ฉ ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ซ๐ถ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ฉ๐ข๐ฏ ๐ฉ๐ข๐ด๐ณ๐ข๐ต. ๐๐ข๐ฑ๐ช ๐ซ๐ถ๐จ๐ข ๐ข๐ฌ๐ถ. ๐๐ข๐ณ๐ฆ๐ฏ๐ข ๐ด๐ฆ๐ต๐ช๐ข๐ฑ ๐ด๐ข๐ข๐ต ๐ฎ๐ฆ๐ญ๐ช๐ฉ๐ข๐ต ๐ฌ๐ข๐ถ ๐ต๐ฆ๐ณ๐ญ๐ฆ๐ญ๐ข๐ฑ ๐ฅ๐ช ๐ด๐ช๐ด๐ช๐ฌ๐ถ, ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ฎ๐ข๐ฏ๐ซ๐ข ๐ฑ๐ข๐ฅ๐ข๐ฌ๐ถ, ๐ด๐ข๐ข๐ต ๐ช๐ต๐ถ๐ญ๐ข๐ฉ ๐ค๐ฐ๐ฃ๐ข๐ข๐ฏ ๐ต๐ฆ๐ณ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ข๐ต ๐ช๐ต๐ถ ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ฎ๐ถ๐ญ๐ข. ๐๐ฌ๐ถ ๐ซ๐ถ๐จ๐ข ๐ช๐ฏ๐จ๐ช๐ฏ ๐ฎ๐ฆ๐ญ๐ข๐ฎ๐ฑ๐ช๐ข๐ด๐ฌ๐ข๐ฏ๐ฏ๐บ๐ข, ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ต๐ฆ๐ต๐ข๐ฑ๐ช ๐ณ๐ข๐ด๐ข ๐ต๐ข๐ฌ๐ถ๐ต ๐ต๐ฆ๐ญ๐ข๐ฉ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ญ๐ข๐ฉ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฌ๐ฆ๐ช๐ฏ๐จ๐ช๐ฏ๐ข๐ฏ๐ฌ๐ถ.๐๐ข๐ณ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ฏ๐บ๐ข ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ด๐ฆ๐ญ๐ข๐ญ๐ถ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ฉ๐ช๐ฏ๐ฅ๐ข๐ณ ๐ซ๐ช๐ฌ๐ข ๐ฌ๐ข๐ถ ๐ด๐ถ๐ฅ๐ข๐ฉ ๐ต๐ฆ๐ณ๐ญ๐ข๐ญ๐ถ ๐ซ๐ข๐ถ๐ฉ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐บ๐ฆ๐ฏ๐ต๐ถ๐ฉ ๐ต๐ถ๐ฃ๐ถ๐ฉ๐ฌ๐ถ. ๐๐ต๐ถ ๐ด๐ฆ๐ฎ๐ถ๐ข ๐ด๐ถ๐ฏ๐จ๐จ๐ถ๐ฉ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐บ๐ช๐ฌ๐ด๐ข๐ฌ๐ถ ๐ข๐ด๐ข๐ญ ๐ฌ๐ข๐ถ ๐ต๐ข๐ถ. Susi menghela napasnya berat. Dia pun berandai-andai, jika saja saat itu dapat melahirkan secara normal. Dirinya tidak akan perlu setakut ini. Sekali lagi, semua yang terjadi adalah suratan takdir dari pemilik semesta.
Beberapa saat kemudian lampu indikator di dalam ruang operasi telah padam, pertanda tindakan operasi telah selesai. Better dan yang lainnya, mungkin dapat bernapas lega sekarang.
Suara pintu terbuka, seiring dengan seorang pria berjubah hijau yang mengenakan masker bedah.
" Dokter!" Better segera menghampiri pria paruh baya tersebut.
"Operasinya ...,"
__ADS_1
Bersambung>>>>