Aku Bukan Pemuas Ranjang

Aku Bukan Pemuas Ranjang
Bab 274. ABPR


__ADS_3

🔥🔥🔥🔥


Kedua anak buah Miranda dengan begitu percaya diri menghampiri para pengawal yang disewa oleh Joy. Mungkin karena postur mereka itu besar hingga mereka yakin dapat mengalahkan dua orang pria yang berdiri menjaga pintu.


Kedua anak buah Miranda tersebut langsung menyerang tanpa aba-aba. Sungguh tindakan yang gegabah karena keduanya hanyalah mengandalkan kekuatan. Mereka begitu terburu-buru hingga tidak mengukur berapa kekuatan lawan. Dengan begitu kedua pengawal bayaran Joy dapat melumpuhkan anak buah Miranda hanya dengan beberapa jurus saja.


Jangankan sampai masuk ke dalam gedung, baru menghadapi dua orang pengawal di depan pintu saja mereka sudah KO. Miranda benar-benar buta dia berpikir jika Joy hanyalah laki-laki hidung belang biasa. Dirinya tak tahu bagaimana sifat dan jiwa Joy yang sesungguhnya.


" Eh eh, nggak salah tuh. Badan segede-gede gaban gitu kalah dalam waktu kurang dari setengah jam. Ya ampun Kak Miranda! kau ini menggunakan bodyguard macam apa? kau bahkan membayar orang yang tidak bisa menyelamatkanmu." Puspa menggerutu sendiri dalam mobil.


"Bagaimana ini? jika misi ini gagal lalu bagaimana dengan rencana shoppingnya? tidak tidak! sepertinya aku harus memikirkan bagaimana cara keluar dari tempat ini. Aku tidak mau menjadi sasaran berikutnya. Lebih baik aku bekerja sendiri sekarang." Puspa mulai merasa risau karena bosnya tertangkap dan anak buahnya kalah.


"Sepertinya tadi aku melihat Joy. Jika dia berada di sini berarti wanita kampung itu berada di hotel dan sendirian. Baiklah Joy aku akan menemani istri mu, kasihan kan kalau dia sendirian. Kupastikan dia akan menyukaiku karena aku akan menceritakan beberapa dongeng tentang kita." Puspa terkekeh dengan jalan pikirannya sendiri. Ia sudah membayangkan yang tidak-tidak. bagaimana nanti raut wajah Milna ketika berjumpa dengannya.


Puspa terlupa jika ia melihat Joy masuk ke dalam gedung itu beberapa saat yang lalu. Sedangkan kini Joy sudah kembali keluar dan menuju mobilnya untuk pulang. Puspa mengendarai kendaraan itu dengan cepat. sepertinya gadis ini sudah tidak sabar ingin menemui Milna.


🐾 Cari mati kau! Gadis belacan!😌


Sementara itu di kamar hotel Milna sedang mencari cara agar bisa keluar. Milna pun segera berganti pakaian. Kini ia berganti pakaian casual dengan celana jeans, kaos dan juga hoodie. Milna kembali membuka kamar hotel, dan kini ia sudah berhadapan dengan dua pengawal yang ditugaskan oleh Joy untuk menjaganya.


'Joy kau ini keterlaluan. Kau pikir aku ini wanita lemah apa!' gerutu tuh Milna dalam hatinya.


"Maaf Nona Anda mau ke mana?" tanya salah satu pengawal, siaga. Tanpa menjawab Milna mengulurkan tangannya ke leher pengawal itu. kemudian...


Drrrrttt ...


Pengawal pertama pun langsung jatuh terkulai karena sebuah setruman di lehernya. Kejadian tersebut sontak membuat pengawal kedua menahan tangan Milna dengan kencang.

__ADS_1


"Nona apa kau lakukan!" kagetnya melihat kawannya itu telah tergeletak di lantai.


"Aku tidak melakukan apa-apa, hanya ini ...." Milna menggerakkan dengan cepat tangan yang satunya lagi. Hingga tanpa di sadari oleh pengawal itu jika ceruk lehernya telah tertusuk jarum. Bukan sekedar jarum biasa. Karena setelahnya pandangannya kabur dan tungkainya lemas. Ia pun menyusul kawannya, tertelungkup di atas lantai depan kamar hotel.


"Tumbang sudah. Untung saja aku membawa senjata andalanku. Maaf karena aku telah membuat tidur kalian tidur di sini. Tak lama kok mungkin sekitar satu atau dua jam." Kemudian Milna memeriksa saku dari para pengawal tersebut. Ia pun menemukan senjata tajam dan juga senjata api. Milna hanya mengambil senjata tajamnya.


" Maaf lagi ya karena aku harus mengambil senjata ini." Setelahnya Milna segera bergegas pergi.


Begitu keluar dari dalam lift seseorang menabrak bahunya ketika Milna berbelok dari koridor.


" Heh kalau jalan pakai mata dong! udik banget sih di hotel lari-larian!" hardik seorang gadis remaja yang tidak sengaja berpapasan dengan Milna. Sebenarnya tabrakannya juga tidak terlalu kencang. Hanya bersenggolan bahu saja.


" Maaf Nona saya tidak sengaja, tidak ada yang lecet kan?" tanya Milna meledek. Ia tahu jika di yang berada dihadapannya saat ini adalah seorang gadis manja yang berasal dari keluarga orang kaya.


" Hei sepertinya aku mengenalmu! Oh, kau sih wanita kampung itu kan!" Puspa menelisik penampilan Milna dari atas sampai bawah dengan pandangan mata yang meremehkan.


Baginya hanya membuang-buang waktu saja, jika dirinya meladeni bocah ingusan di hadapannya saat ini. Milna sudah ingat siapa bocah bau kencur yang tubuhnya begitu seksi dan berdandan macam tante-tante girang ini. Seorang remaja yang memaksa dirinya dewasa. Sungguh miris.


" Maaf ya anak kecil, Saya punya urusan yang lebih penting. Jadi aku tidak bisa mendengar dongengmu." Milna hendak berlalu akan tetapi Puspa dengan cepat telah mencekal lengannya.


" Eh enak aja! Jangan main pergi gitu aja dong! Justru aku tuh punya urusan sama kamu. Aku juga akan membuat perhitungan denganmu. Jadi sebaiknya kamu ikut aku aja!" Puspa menarik tangan Milna dengan kencang untuk mengikuti ke mana arahnya pergi.


' Ini anak mau membawa aku ke mana sih? tapi kalau dia sendirian berarti Joy sudah berhasil menangkap kawannya dong? Baiklah aku akan mengurusi yang satu ini. Aku ingin melihat apa yang hendak ia lakukan padaku.' batin Milna seraya tersenyum penuh arti.


Puspa terus menyeret Milna hingga ke parkiran mobil. "Ayo masuk!" titahnya dengan mendorong keras tubuh Milna.


' Sialan juga nih bocah! biarlah aku mau lihat apa yang sebenarnya ingin ia lakukan padaku. Inilah mungkin yang dinamakan ikan menghampiri jaring.' batin Milna seraya menaikkan salah satu sudut bibirnya ke atas.

__ADS_1


" Aku hanya akan mengajakmu jalan-jalan. Jadi tenanglah," ucap Puspa seraya menoleh ke arah Milna. Gadis itu memiringkan senyumnya dengan segala rencana yang sudah disusun dalam otaknya.


' Ya ya bocah bau kencur bocah ingusan terserahlah apa maumu. Aku ingin lihat anak manja sepertimu ini bisa apa.' gumam Milna dalam hati. Meski pandangannya menatap lurus ke depan. Akan tetapi ekor matanya terus memperhatikan gerak-gerik dari gadis di sebelahnya. Di mana pada saat ini Puspa tengah mengemudikan mobil dengan cepat.


' Ini anak gila juga. Sepertinya dia suka balapan liar. Tak salah lagi, dirinya pasti korban broken home.' batin Milna terus menelisik mantan eks partner dari suaminya tersebut.


' Ini belum seberapa cewek kampung. Aku bakalan bikin kamu mabuk dan ketakutan.' Puspa terus terkekeh dalam hatinya seiring dengan ia menambahkan kecepatannya 2 kali lipat. Sengaja dirinya mencari jalanan yang lengang. Seperti Miranda, dirinya pun tidak tahu saat ini tengah membawa wanita seperti apa dalam mobilnya. Puspa terus mengendarai roda empat itu dengan sangat kencang. Sementara Milna yang berada di sebelahnya, tetap tenang tak bergeming.


Puspa sengaja memakai jalur yang berkelok, gadis ini benar-benar hendak mengerjai Milna. Di luar itu Milna ternyata tengah menahan tawanya. Hingga akhirnya Puspa mengerem mobilnya tiba-tiba. Suara ban berdecit terdengar nyaring. Pertanda kendaraan roda empat itu telah berhenti secara paksa. Milna yang memiliki sensor reflek tinggi ternyata sudah bisa membaca Apa maksud dan niat dari Puspa.


Dengan gerakan cepat Milna menekan satu kakinya ke depan, alhasil kepalanya tidak jadi terbentur dasbor mobil.


' Sial! Bagaimana bisa wanita itu menahan guncangan. Aku sengaja melakukan ini karena dia tidak menggunakan seat belt. Kenapa wajahnya bisa biasa saja? Seharusnya kan dia ketakutan dan mabuk? Padahal aku sudah sengaja membawa mobil dengan kecepatan pembalap.' gerutu Puspa yang kecewa dalam hatinya.


" Turun kau!" Puspa menarik tangan Milna, menyeretnya keluar dari mobil. Sampai sini Milna masih diam, dirinya masih ingin mengikuti permainan yang dilakukan oleh gadis bau kencur yang sedang menahan garam pada dirinya ini.


Milna menyeringai tipis, mengetahui bahwa Puspa sangat kesal padanya. Karena aksinya untuk membuat dirinya takut barusan gagal total.


' Dasar gadis bau kencur! Kau pikir aksimu barusan sudah keren? Memangnya hanya kau perempuan yang pernah melakukan balapan liar. Mungkin kau masih TK ketika aku beraksi di jalanan.' gumam Milna dalam hati seraya menggelengkan kepalanya.


Puspa terus menarik tangan Milna hingga berakhir mendorong tubuh Milna ke batang pohon besar.


"Eh, kau wanita kampung! Mungkin Kak Miranda telah gagal dengan aksinya. Tapi tidak denganku! Saat ini aku akan membuatmu menanggung akibat perbuatan Joy yang telah mempermalukan ku di panggung pelaminan kalian beberapa hari yang lalu!" bentak Puspa kasar seraya menekan bahu Milna.


Gadis itu menyeringai sinis, kemudian ia mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya.


"Kau lihat ini apa? Dengan benda ini aku akan membuatmu menyesal seumur hidup telah mengenal Joy. Kau tahu, kalau Joy selamanya hanya menjadi milikku!" Puspa menempelkan pisau kecil yang dipegang tangannya ke pipi Milna.

__ADS_1


Bersambung>>>>


__ADS_2