Aku Bukan Pemuas Ranjang

Aku Bukan Pemuas Ranjang
Hot Madame.


__ADS_3

🔥🔥🔥🔥🔥🔥


" Wanita? Hemm ..., aku akan kabarkan segera Don. Asalkan ada uang apapun ku kerjakan." Jelita tersenyum miring, sambil memainkan jarinya sebagai kode 'duit'.


"Senang berbisnis dengan anda, Hot Madame." Don sedikit membungkukkan tubuhnya seakan hormat ala bangsawan.


"Apa yang kau kejar dengan memelihara janin itu di dalam rahimmu, sedangkan kau bisa menjadi ratuku." Don, yang sudah kembali mendekati Jelita. Kini berbisik mesra di telinga wanita itu.


"Ku rasa, itu area pribadi ku Don, kenapa kau kepo sekali." gelak Jelita, membuat Domino mengeraskan rahangnya.


"Sudahlah, kapan-kapan kita janjian lagi. Lagipula, aku suka cerutumu. Semakin tua, semakin ...," Jelita menjelaskan nya dengan gerakan lidah dan bibir yang digigit membuat Don menggeram menahan sesuatu.


(Wanita ini, memang penggoda sejati. Jam terbangnya pasti sudah tinggi. Sayang sekali dirinya tengah hamil muda, kalau tidak ...) batin Don yang terus menatap Jelita dengan pandangan liarnya.


"Sampai jumpa, Don. Jelita melambaikan tangan dan melempar kecup jauhnya, sebelum akhirnya ia menghilang di balik pintu.


" Sial, wanita itu membuatku 'Horny'." Don mendengus kesal, kenapa ia harus menyukai korbannya.


"Baiklah, aku sepertinya harus mendapatkan tubuhmu 'Hot Madame'." Senyum dengan seringai serigala pun terbit, menghias wajah si pria tua perkasa itu.


"Lama sekali! Apa kau dapat jawaban memuaskan?" cecar Seno, ketika Jelita mendatanginya.


"Tentu saja, bahkan aku pun mendapat uang ratusan juta." sarkas Jelita.

__ADS_1


"Apa yang kau lakukan!" Seno mencengkeram pergelangan tangan Jelita, hingga wanita itu meringis.


" Apa yang kulakukan itu bukan urusanmu!" Jelita menyentak tangan Seno hingga cekalannya terlepas


"Aku masih bisa menjaga anakmu, kau tenang saja." cebik Jelita dengan senyum remehnya. Entah kenapa ia menjadi muak dengan pria yang selama ini menjadi obsesinya.


" Persetan dengan kelakuanmu!"


"Lalu apa info tentang Daia?" tanya Seno dengan menahan geram. Matanya menatap tajam ke arah Jelita. Melihat wanita ini berpakaian menggoda membuat libidonya sejak tadi meletup tak karuan.


"Kakakmu sedang bersenang-senang kerena pekerjaannya telah selesai." jelas Jelita sambil mengambil minuman yang di edarkan oleh pramusaji.


" Pekerjaan apa yang di lakukan?" tekan Seno.


" Sial! Membuat orang susah saja. Padahal dirinya sedang happy sendirian." umpat Seno kesal pada Daia.


Jiahh ... Klean gak tau aja, Daia udah di makan ikan hiu🦈.


"Susi ..." Mata Seno tiba-tiba menangkap sosok wanita bergaun peach yang menjuntai hingga menyapu lantai.


Gaun dengan bentuk pres bodi, serta aksen tali satu di bahu juga belahan dari bawah sampai atas. Menampilkan bahu cantik wanita itu, serta setiap ia melangkah maka kaki jenjang dan paha mulusnya akan terekspos menggoda.


"Bagaimana bisa!" Mata Jelita pun ikut mengekor apa yang tengah di tatap Seno sedemikian rupa. Bahkan, dirinya sampai mendelik dan menganga.

__ADS_1


" Bagaimana dia bisa menjadi cemerlang seperti itu." Jelita meremas gelas di tangannya.


"Sen. Seno!" panggilnya, terpaksa ia mengikuti Seno yang berjalan meninggalkannya.


(Seno sialan! Kau membuatku tersinggung!) batin Jelita geram.


"Selamat malam yang mulia Direktur S," sapa Seno halus, lembut anti kusut. Bahkan ia sedikit menundukkan tubuhnya, serta meletakkan satu tangan di bawah dadanya. Meniru salam ala-ala bangsawan.


"Selamat malam Tuan Seno yang terhormat, Direktur kedua," sahut Susi penuh penekanan pada kalimat terakhirnya.


" Ah ya, saya sangat senang, dan selalu senang ketika anda berada di atas saya," ucap Seno ambigu.


Membuat mata Arjuna mendelik tak suka, karena ia paham maksud dari Seno. Pria itu sengaja mengulik masa lalu mereka di hadapannya.


(Cari mati kau!) Arjuna menahan gemeletuk pada gerahamnya.


"Arjuna, itukah kau!" pekik Jelita kaget, bahkan ia membekap mulutnya sendiri.


Arjuna hanya diam tak bergeming, menatap pun enggan. Ia semakin menarik pinggang ramping Susi, hingga mereka kini tak berjarak sama sekali.


(Apa hubungan mereka? Oh tidak! Jadi ...!) Jelita membulatkan matanya, hatinya bergemuruh tak karuan.


Bersambung>>>

__ADS_1


__ADS_2