
๐ฅ๐ฅ๐ฅ๐ฅ๐ฅ
Sebuah kecupan sukses mendarat dengan mulus, di area yang juga mulus tanpa satu pun jerawat itu.
๐๐ฐ๐ฌ, ๐ฅ๐ช ๐ฌ๐ฆ๐ฏ๐ช๐ฏ๐จ ๐ด๐ช๐ฉ! '๐๐ข๐ฏ, ๐๐ช๐ฏ๐ช๐ด ๐ซ๐ข๐ฅ๐ช ๐ฎ๐ข๐ญ๐ถ ๐ฏ๐ช๐ฉ. ๐๐ฅ๐ข๐ฉ ๐ฎ๐ข๐ซ๐ถ-๐ฎ๐ข๐ซ๐ถ ๐จ๐ช๐ฏ๐ช ๐ฃ๐ช๐ฃ๐ช๐ณ๐ฏ๐บ๐ข.
Vanish segera membuka matanya, dan yang pertama kali di lihatnya adalah senyum manis dari pacar gantengnya itu. Ia pun membalas dengan senyuman yang tak kalah manis juga, demi menyembunyikan kekecewaannya.
๐๐ฆ๐ญ๐ถ๐ฎ ๐ธ๐ข๐ฌ๐ต๐ถ๐ฏ๐บ๐ข ๐ฎ๐ข๐ฏ๐ช๐ด๐ฌ๐ถ. ๐๐ฌ๐ถ, ๐ฉ๐ข๐ณ๐ถ๐ด ๐ฎ๐ฆ๐บ๐ข๐ฌ๐ช๐ฏ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฉ๐ข๐ต๐ช ๐ช๐ฏ๐ช ๐ต๐ฆ๐ณ๐ญ๐ฆ๐ฃ๐ช๐ฉ ๐ฅ๐ถ๐ญ๐ถ. ๐๐ฆ๐ฃ๐ฆ๐ญ๐ถ๐ฎ ๐ฌ๐ช๐ต๐ข ๐ฎ๐ฆ๐ญ๐ข๐ฏ๐จ๐ฌ๐ข๐ฉ ๐ญ๐ฆ๐ฃ๐ช๐ฉ ๐ซ๐ข๐ถ๐ฉ. ๐๐ฌ๐ถ, ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ช๐ฏ๐จ๐ช๐ฏ ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ช ๐ฉ๐ข๐ณ๐ข๐ฑ๐ข๐ฏ ๐ต๐ฆ๐ณ๐ญ๐ข๐ญ๐ถ ๐ฃ๐ฆ๐ด๐ข๐ณ ๐ฑ๐ข๐ฅ๐ข๐ฎ๐ถ. ๐๐ฆ๐ด๐ฌ๐ช, ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐บ๐ถ๐ฌ๐ข๐ช๐ฎ๐ถ, ๐ด๐ฆ๐ณ๐ต๐ข ๐ฏ๐บ๐ข๐ฎ๐ข๐ฏ ๐ฌ๐ฆ๐ต๐ช๐ฌ๐ข ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ด๐ข๐ฎ๐ข๐ฎ๐ถ.
๐พAduh bang ganteng, bikin penonton kecewa aja deh! Eh, Ninis ding! ๐ Langsung sosor aja sih!๐ 'kan udah bimoli tuh! ๐
"Ar, apa kau baik-baik saja?" tanya Susi, yang mulai menyadari keanehan dari suaminya itu. Tadinya, ia berfikir Arjuna hanya sedang bermanja-manja dengan menyender di bahunya.
"Kita, berhenti saja ya?" tawar Susi, yang akhirnya dijawab anggukan lemah oleh Arjuna.
"Sayangnya, Mommy. Kita udahan ya, kasian Daddyโmu. Sudah mabuk ketinggian," ucap Susi seraya mengelus perutnya yang sudah nampak sedikit membuncit itu. Seakan-akan ia tengah berbicara dengan calon bayi di dalam perutnya. Arjuna pun ikut mengelus perut itu pelan, karena sekujur tubuhnya mendadak lemas tak bertenaga.
๐๐ข๐ข๐ง๐ฌ๐ข๐ฏ ๐๐ข๐ฅ๐ฅ๐บโ๐ฎ๐ถ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฑ๐ข๐บ๐ข๐ฉ ๐ช๐ฏ๐ช ๐บ๐ข, ๐๐ข๐ฌ ...
Lirih Arjuna, entah kenapa jiwa melankolisnya berbanding terbalik dengan si ibu hamil itu sendiri. Sementara, Susi selalu menanggapi segalanya dengan cuek dan santai.
Di belakang dua pasangan dengan drama yang berbeda ๐จ๐ฆ๐ฏ๐ณ๐ฆ itu. Terdapat pasangan dengan drama lainnya. Drama yang tidak kalah unik tentunya, bahkan author nya sampai beberapa kali menggigiti ujung meja.
๐พ๐คฃ๐คฃ๐คฃ๐คฃ๐คฃkasian...
Antara gemes sama iri ya thor?โ๐
"Jangan berani kau mengambil kesempatan! Jauhkan tanganmu dari ku!" pekik Milna yang merasa risih karena berada cukup dekat dengan pria yang sangat di benci olehnya itu.
"Siapa juga sih, yang mau dekat-dekat denganmu! Kalau bukan karena menuruti keinginan kanjeng ratu, mana sudi aku berada di belakangmu! Mana rambutmu bau! Kapan sih, terakhir kali kau keramas?" cerca Joy, dengan ejekan di akhir kalimatnya. Memang lidah julidnya itu tidak bisa dikendalikan untuk mengomentari orang lain.
"Sembarangan! Apa kau ingin ku lempar dari atas sini!" marah Milna. Ingin rasanya ia menyikut pria yang berada di belakangnya ini.
"Kenapa marah! Tak taukah kau? betapa aku tersiksa di belakangmu!" sindir Joy, dengan senyum simpulnya. Sayang, Milna tak dapat melihat ekspresi Joy yang berbanding terbalik dengan ucapannya.
__ADS_1
"Tahan saja napas mu! Aku memang sudah seminggu tidak keramas! Jadi, rasakan ini!" Milna pun mengibas rambut pendek dengan model Bob itu. Membuat Joy semakin mengulum senyumnya.
" Sepertinya kutu mu pada loncat, awas saja jika menulari ku. Kau yang harus menanggung pengobatannya," bisik Joy di samping telinga Milna. Senyum miring tercetak di wajah rupawan nya itu. Puas sekali dirinya, telah membuat Milna mati gaya, diam seribu bahasa.
๐๐ฐ๐บ ๐ด๐ช๐ข๐ญ๐ข๐ฏ! ๐๐ฆ๐ซ๐ข๐ฌ ๐ฌ๐ข๐ฑ๐ข๐ฏ ๐ณ๐ข๐ฎ๐ฃ๐ถ๐ต๐ฌ๐ถ ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ฌ๐ถ๐ต๐ถ? ๐ข๐ฌ๐ถ '๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ด๐ฆ๐ญ๐ข๐ญ๐ถ ๐ฌ๐ฆ๐ณ๐ข๐ฎ๐ข๐ด ๐ด๐ฆ๐ต๐ช๐ข๐ฑ ๐ฉ๐ข๐ณ๐ช. ๐๐ช ๐ต๐ฆ๐ฏ๐จ๐ช๐ฌ ๐ช๐ต๐ถ ๐ฑ๐ข๐ด๐ต๐ช ๐ด๐ฆ๐ฅ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ฆ๐ณ๐ซ๐ข๐ช๐ฌ๐ถ.
Milna, mengepalkan satu tangannya. Sementara itu mata Joy, terpejam. Ketika angin berembus lembut menerpa rambut pendek Milna, hingga surai itu mengenai wajahnya. Karena jarak keduanya yang terlampau dekat.
"Mundurlah sedikit!" protes Milna, menyadarkan Joy yang sedang menikmati suasana. Sepertinya, ia terbius oleh harum yang menguar dari ceruk leher gadis tomboi itu.
"Mundur bagaimana?" tanya Joy bingung. Tandu itu sudah di set sedemikian rupa. Mundur ke belakang sama saja meluncur dari bokong gajah.
"Kau sudah gila ya! Ingin aku melihatku jatuh!" geram Joy. Pria maskulin itu mengeratkan rahangnya, hingga giginya yang bergesekan menimbulkan suara gemeretak.
"Setidaknya, jauhkan wajahmu dari tengkuk leherku! Napas naga mu menggangguku! Apa kau tidak sadar!" ketus Milna. Ia sangat terganggu, ketika aroma mint itu membuatnya merinding.
"Haaaahhh!" Joy mengembuskan napas di atas telapak tangannya. Membauinya sendiri, mencari kebenaran dari kata-kata yang di lontarkan oleh Milna.
๐๐ข๐ฏ๐ข ๐ข๐ฅ๐ข ๐ฃ๐ข๐ถ? ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ด๐ฆ๐ญ๐ข๐ญ๐ถ ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ฌ๐ถ๐ฎ๐ถ๐ณ ๐ฅ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐ค๐ข๐ช๐ณ๐ข๐ฏ ๐ฑ๐ฆ๐ฏ๐ค๐ถ๐ค๐ช ๐ฎ๐ถ๐ญ๐ถ๐ต ๐ข๐ญ๐ข ๐ด๐ถ๐ญ๐ต๐ข๐ฏ. ๐๐ข๐ฑ๐ข๐ด๐ฌ๐ถ ๐ด๐ฆ๐ญ๐ข๐ญ๐ถ ๐ธ๐ข๐ฏ๐จ๐ช, ๐ด๐ฆ๐ฎ๐ถ๐ข ๐ธ๐ข๐ฏ๐ช๐ต๐ข ๐ฌ๐ถ ๐ฃ๐ข๐ฉ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐บ๐ถ๐ฌ๐ข๐ช๐ฏ๐บ๐ข. ๐๐ข๐ณ๐ถ ๐ฅ๐ช๐ข, ๐ธ๐ข๐ฏ๐ช๐ต๐ข ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ต๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฃ๐ข๐ฉ๐ธ๐ข ๐ฎ๐ถ๐ญ๐ถ๐ต๐ฌ๐ถ ๐ฃ๐ข๐ถ ๐ฏ๐ข๐จ๐ข. ๐๐ต๐ข๐ถ, ๐ซ๐ข๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ-๐ซ๐ข๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐ค๐ข๐ช๐ณ๐ข๐ฏ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฌ๐ถ ๐ฃ๐ฆ๐ญ๐ช ๐ฑ๐ข๐ญ๐ด๐ถ ?
๐๐ฏ๐ข๐ฌ '๐ฌ๐ข๐ฏ? ๐ฅ๐ช ๐ฌ๐ฆ๐ณ๐ซ๐ข๐ช๐ฏ? ๐ด๐ฆ๐ญ๐ข๐ฎ๐ข๐ต ๐ฃ๐ช๐ฏ๐จ๐ถ๐ฏ๐จ!
Milna pun terkekeh dengan pelan. Karena, Joy benar-benar menjauhkan wajahnya. Bahkan, pria itu tak lagi bersuara.
"Hei, itu gajah yang ditunggangi oleh nyonya, kenapa tiba-tiba berhenti? Eh, eh, eh, kita juga berhenti ya?" Milna sontak berpegangan erat pada lengan Joy yang tengah memegang tali kemudi.
Sang pawang telah memberi kode pada hewan besar itu, untuk berhenti lalu duduk. Ketika kaki gajah telah di tekuk, maka pawang akan turun terlebih dahulu. Kemudian, ia akan membantu para penumpang untuk turun.
"Biar saya saja. Joy mengusir sang pawang yang mengulurkan tangan untuk membantu Milna turun. Sementara dirinya segera melompat dari tandu ke bawah.
" HAP!" Kedua kaki perkasa Joy mendarat dengan mulus di atas tanah berumput.
"Ayo turunlah!" Joy mengulurkan tangannya untuk meraih pinggang Milna.
๐๐ข๐ด๐ข๐ณ ๐๐ข๐ด๐ข๐ฏ๐ฐ๐ท๐ข ๐ต๐ฆ๐ฏ๐จ๐ช๐ฌ, ๐ต๐ถ๐ฌ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฎ๐ฐ๐ฅ๐ถ๐ด! ๐๐ฆ๐ฏ๐ค๐ข๐ฏ๐ข๐ฎ๐ถ ๐ฃ๐ข๐ด๐ช! ๐๐ข๐ฎ๐ฑ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฌ๐ฆ๐ต๐ฆ๐ฃ๐ข๐ฌ!
__ADS_1
Milna mengacuhkan tawaran Joy padanya. Kemudian ia mengambil ancang-ancang.
"Hakk!!"
Dap!
Gadis tomboi itu, menaikkan sudut bibirnya. Ketika Joy sukses membelalakkan kedua bola matanya.
"Gadis bodoh! Tak tau terima kasih! Sudah bagus aku mau berniat menolong mu! Ini justru mencari penyakit baru dengan melompat dari atas gajah!" hardik Joy kesal. Jantungnya hampir lepas ketika, Milna melompat lalu mendarat tepat di hadapannya.
"Memangnya, aku peduli!" Milna berlalu begitu saja, meninggalkan Joy yang keki dan terus mengumpat sendiri.
"Nyonya Susi!" panggilnya ketika jaraknya sudah dekat dengan istri majikannya itu. Dimana Arjuna di bawa ke bawah pohon rindang untuk di beri minum.
"Nyonya, Tuan kenapa?" tanya Milna heran, pasalnya wajah Arjuna sangatlah pucat. Vanish juga ikut mendekat ke sebelah Milna. Di susul Better, kemudian Joy yang masih dengan wajah yang di tekuk.
"Tuan, kalian ini, mabuk gajah!" jelas Susi lugas, dan jelas. Ada rasa kasihan dalam hatinya, tapi juga ingin tertawa. Sudah dua kali dirinya, membuat suaminya itu teler. Ternyata fobia ketinggian Arjuna semakin parah saja.
๐๐ข๐ข๐ง๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ข๐ฌ๐ถ ๐บ๐ข, ๐ด๐ข๐บ๐ข๐ฏ๐จ. ๐๐ฏ๐ช ๐ด๐ฆ๐ฎ๐ถ๐ข, ๐ฌ๐ฆ๐ช๐ฏ๐จ๐ช๐ฏ๐ข๐ฏ ๐ฃ๐ข๐บ๐ช ๐ฌ๐ช๐ต๐ข, ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ฑ๐ถ๐ฏ ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ฌ๐ถ๐ข๐ด๐ข ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ฆ๐ฏ๐ฅ๐ข๐ญ๐ช๐ฌ๐ข๐ฏ๐ฏ๐บ๐ข.
๐พ Ck. Jelasin yang bener napah kanjeng ratu. Kasian itu suaminya, mabuk berat.๐ Di elus kek, kali aja waras.
Salah satu pawang gajah menghampiri Arjuna dengan sebongkah buah kelapa hijau.
"Nyonya, silakan berikan pada suami anda. Agar tenaganya pulih dan lebih segar." Pawang itu memberikan satu buah kelapa muda yang sudah di lubangi ujungnya.
"Baiklah, terima kasih!" Susi mengambil buah kelapa tersebut. Tapi, dia bingung bagaimana cara Arjuna meminumnya. Sementara, tidak ada sedotan di sana.
"Nona, Tuan sangat lemas. Cepat berikan air kelapa itu!" pinta Joy yang telah berada di samping Arjuna.
" Bagaimana, caraku memberikannya? tidak ada sendok atau sedotan agar Tuan mu dapat meminumnya." Susi terus memandangi kelapa hijau yang ada di tangannya.
Author: Readers ada yang mau kasih saran gak? gimana cara Susi memberikan air kelapa tersebut ke Arjuna.
Saran paling yahut, bakal author pake di bab selanjutnya.๐
__ADS_1
Bersambung>>>