Aku Bukan Pemuas Ranjang

Aku Bukan Pemuas Ranjang
Lupa Matikan Kamera. (streaming gerah)


__ADS_3

๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ


Di negara I, di sebuah perusahaan yang sedang naik daun dan berkembang kian pesat, yaitu ARSA Company.


"Na, bereskan semuanya. Kita akan bertemu tuan Katsuhiko, dari perusahaan Senkai Corporation siang ini." Joy meletakkan beberapa berkas, ke atas meja.


"Saya sudah merapikannya tadi, kenapa jadi berantakan lagi?" Milna bertanya dengan tatapan sinis nya ke arah pria maskulin di hadapannya.


"Sebenarnya, yang jadi bosnya itu saya atau kamu!" sarkas Joy, dengan senyum miring.


" Tentu saja, anda adalah bosnya. Lebih tepatnya, Bos yang semena-mena." Milna menyambar kertas itu, merapikannya kembali sembari mengomel.


"Bekerjalah dengan benar. Kau itu sudah di tunjuk langsung oleh tuan Arjuna. Kalau tidak, aku pasti lebih memilih wanita cantik dan seksi untuk menjadi asisten ku." Tanpa memikirkan perasaan Milna, Joy berkata seenaknya.


๐˜‘๐˜ฐ๐˜บ ๐˜’๐˜ช๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ณ ๐˜ด๐˜ช๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฏ! ๐˜Š๐˜ข๐˜ด๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฐ๐˜ท๐˜ข ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ช๐˜ฌ! ๐˜ˆ๐˜ฑ๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ข ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ณ๐˜ถ ๐˜ด๐˜ข๐˜ซ๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฉ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ?


Milna menahan geramnya, pria di hadapannya ini benar-benar menguji kesabarannya.


Apa kau selalu melihat wanita dari pisiknya saja? Kerdil sekali!" sarkas Milna, ia pun berdiri setelah selesai.


" Kerdil katamu!" Joy pun ikut berdiri.


"Wanita itu memang ditakdirkan untuk menghibur dan memanjakan. Bukan malah bikin mata sepet!" ketus Joy, dengan lirikan sekilas, pada penampilan Milna.


๐˜š๐˜ช๐˜ข๐˜ญ! ๐˜ˆ๐˜ฑ๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ด๐˜ถ๐˜ฅ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข? ๐˜ˆ๐˜ฑ๐˜ข, ๐˜ด๐˜ช ๐˜ค๐˜ข๐˜ด๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฐ๐˜ท๐˜ข ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ช๐˜ฌ ๐˜ช๐˜ต๐˜ถ ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ณ ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ฑ๐˜ช๐˜ญ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฌ๐˜ถ!


"Ternyata kau benaran kerdil, bahkan wawasan mu itu pendek. Bagaimana bisa, tuan memilihmu untuk menggantikannya?" sesal, Milna seraya mencebikkan bibirnya.


๐˜”๐˜ช๐˜ฎ๐˜ฑ๐˜ช ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข? ๐˜š๐˜ข๐˜ฎ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ช ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ณ๐˜ถ๐˜ด ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ซ๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ค๐˜ข๐˜ด๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฐ๐˜ท๐˜ข ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ช๐˜ฌ ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ค๐˜ข๐˜ฎ ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ข.


Milna tak berhenti merutuki nasibnya. Joy, semakin hari tampak mengesalkan baginya. Satu momen yang ia sukai dari pria itu.


๐˜๐˜ข๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ต๐˜ช๐˜ฌ๐˜ข ๐˜ต๐˜ช๐˜ฅ๐˜ถ๐˜ณ, ๐˜ช๐˜ข ๐˜ต๐˜ข๐˜ฎ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ช๐˜ด ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜จ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ด๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ. ๐˜๐˜ฆ๐˜ช, ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช! ๐˜’๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ถ๐˜ซ๐˜ช ๐˜ด๐˜ช ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ช๐˜ฌ ๐˜ช๐˜ต๐˜ถ. ๐˜๐˜ข๐˜ช๐˜ช๐˜ฉ๐˜ฉ! ๐˜’๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข ๐˜ฐ๐˜ต๐˜ข๐˜ฌ๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ด๐˜ข๐˜ต?!


"Hei! Tomboi! Apa kau sedang meremehkan ku!" teriak Joy pada Milna yang sudah memegang knop pintu. Namun, wanita yang selalu mengenakan jas kebesaran di badannya, sengaja berbalik kembali.


"Kau yang lebih dulu memandang rendah terhadap orang lain. Apa kau ingin di hargai karena itu!" sarkasnya. Membuat Joy seketika bungkam, dengan kedua mata yang menatap tajam.


Klek.


Brak!


Pintu di banting kasar oleh Milna.


๐˜š๐˜ฆ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ต๐˜ช๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ข ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ด๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ๐˜จ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜จ. ๐˜‰๐˜ช๐˜ข๐˜ณ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ, ๐˜ด๐˜ถ๐˜ฑ๐˜ข๐˜บ๐˜ข ๐˜ด๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข๐˜ณ.


Tanpa merasa bersalah, Joy kembali ke mejanya untuk meneruskan pekerjaannya.


_


_


_

__ADS_1


Pertemuan dengan tuan Katsuhito, dari perusahaan SENKAI. Seorang pengusaha yang berasal dari negara para samurai, telah berjalan dengan lancar. Penandatanganan kontrak pun selesai dengan perjanjian yang menarik serta menguntungkan kedua belah pihak.


" Semoga, kerja sama dengan perusahaan terhebat mancanegara semakin membuat ARSA terdepan dan terpandang." Para dewan direksi memberi selamat pada Joy. Berkat presentasinya yang memukau, perusahaan tersebar dalam tekhnologi itu dapat di rengkuh oleh mereka.


"Silakan, Katsuhitoโ€“san." Joy, mengantar relasinya itu sampai ke depan kendaraannya.


"๐˜ˆ๐˜ณ๐˜ช๐˜จ๐˜ข๐˜ต๐˜ฐ! Joy Kinderโ€“san!" ucapnya, seraya sedikit membungkukkan tubuhnya.


Joy dan Milna pun melakukan hal yang sama.


๐ŸพGais, yang mau tau Katsuhitoโ€“san serta perusahaannya. Bisa melipir di novel kedua autor.


Mengasuh calon istri di bab 35.


Dengan judul: Pertemuan makan malam bisnis.



_______


Beberapa hari berlalu, produk-produk dari perusahaan MR. Senkai sudah tiba dan mulai di pasarkan oleh ARSA Company.


Kerja sama kedua perusahaan itu telah membuat nama ARSA melambung dalam hitungan hari. Saham pun meroket hingga mendatangkan beberapa investor asing.


Joy, sebelum mengambil tindakan, pasti akan lebih dulu menghubungi Arjuna. Sudah biasa, baginya, Better dan juga Walls, untuk rapat via streaming.


Seperti yang baru saja terjadi, mereka berempat baru saja selesai rapat.


"Aku percaya pada kemampuan kalian. Ingatlah! Semakin tinggi pohon, maka angin yang menerpa akan semakin kencang. Tetaplah waspada dan jangan lengah." Itulah pesan terakhir dari Arjuna, sekaligus menutup sesi rapat mereka.


๐˜›๐˜ถ๐˜ข๐˜ฏ, ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜‰๐˜ฆ๐˜ต๐˜ต๐˜ฆ๐˜ณ ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ด๐˜ช๐˜ฉ ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ฃ๐˜ช๐˜ค๐˜ข๐˜ณ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ. ๐˜”๐˜ข๐˜ต๐˜ช๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ข ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ข. ๐˜ˆ๐˜ฑ๐˜ข ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ข ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ซ๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ข๐˜ด-๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ข๐˜ด๐˜ช ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ณ๐˜ข ๐˜ซ๐˜ฐ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ญ๐˜ฐ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ด ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช?


Joy, memasang wajah tersiksa menatap pada layar persegi di hadapannya.


"๐˜”๐˜บ ๐˜˜๐˜ถ๐˜ฆ๐˜ฆ๐˜ฏ, ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ข ๐˜ฌ๐˜ฐ๐˜ฑ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ถ."


"๐˜ˆ๐˜ฉ, ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ช๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ด๐˜ช๐˜ฉ, ๐˜”๐˜บ ๐˜ˆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฆ๐˜ญ...." (๐˜ˆ๐˜ณ๐˜ซ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜ข ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ถ๐˜ฎ ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ต)


"๐˜๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ต๐˜ช๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ, ๐˜ค๐˜ช๐˜ถ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฎ๐˜ถ, ๐˜ˆ๐˜ณ! ๐˜ˆ๐˜ฑ๐˜ข ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ญ๐˜ช๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ด๐˜ถ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ด๐˜ข๐˜ช ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข๐˜ต๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข?"(๐˜š๐˜ถ๐˜ด๐˜ช ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ข๐˜ซ๐˜ถ๐˜ฌ ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ซ๐˜ข)


"๐˜‰๐˜ข๐˜ณ๐˜ถ ๐˜ด๐˜ข๐˜ซ๐˜ข ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ฆ๐˜ด๐˜ข๐˜ช, ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข? ๐˜ˆ๐˜ฑ๐˜ข ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ถ ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ญ๐˜ข๐˜ญ๐˜ถ ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜จ๐˜จ๐˜ถ, ๐˜ด๐˜ถ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ณ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ด๐˜ถ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ช ๐˜ต๐˜ข๐˜ฎ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฎ๐˜ถ ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช?" (๐˜ˆ๐˜ณ๐˜ซ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜ข, ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜š๐˜ถ๐˜ด๐˜ช ๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ข๐˜ต๐˜ข๐˜ด๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข)


"๐˜›๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ต๐˜ถ ๐˜ด๐˜ข๐˜ซ๐˜ข, ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ถ ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ญ๐˜ข๐˜ญ๐˜ถ ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ข ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฃ๐˜ช๐˜ค๐˜ข๐˜ณ๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ข๐˜ฉ๐˜ฎ๐˜ถ.


(๐˜“๐˜ข๐˜ญ๐˜ถ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ฌ๐˜ข ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ค๐˜ช๐˜ถ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ด๐˜ณ๐˜ข)


" Apa-apaan ini?" Better segera memalingkan wajahnya dari laptop. Dadanya berdesir menyaksikan adegan live tersebut.


"Semoga, Walls tidak melihatnya." Gumamnya.


"Sudahlah, sudahi saja." Akhirnya, Better mematikan kamera laptopnya kemudian menghubungi Joy dengan ponselnya.


"Bosmu gila, Bet!" Joy mengangkat telepon dari Better dengan sebuah lengkingan.

__ADS_1


"Matikan saja laptopmu!" teriak Better geram. Karena sepertinya Joy malah menikmati tontonan gratis itu.


"Sudah, sayang sekali!" sesalnya.


"Hentikan, kenapa caramu bicara mu seperti itu!" protes Better.


"Mereka benar-benar pasangan yang menggairahkan, Bet. Aku jadi ingin mencari wanita penghibur. Hahaha!" tawa Joy menggema di balik sambungan telepon.


"Dasar, kau!" Kemudian, Better mematikan panggilannya sepihak. Niat ingin membahas kelanjutan isi rapat, malah jadi membicarakan aksi Bos mereka.


Meskipun sebenarnya, tersirat sedikit rasa iri di hatinya. Tak di sangkal, Better memang pandai menyembunyikan perasaannya.


Tok. Tok. Tok!


"Masuk!"


"Maaf, Tuan."


"Tamu sudah menunggu anda di ruang rapat," lapor Vanish.


๐˜—๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ฑ๐˜ช๐˜ญ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ณ๐˜ช ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ญ๐˜ช๐˜ฉ๐˜ข๐˜ต ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ฅ๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ณ๐˜ช ๐˜ฃ๐˜ช๐˜ข๐˜ด๐˜ข๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข. ๐˜’๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข? ๐˜’๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข ๐˜ธ๐˜ข๐˜ซ๐˜ข๐˜ฉ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ช?


"Baiklah, kita berangkat sekarang."


"Ah, tapi tunggu dulu. Ada yang ingin kutanyakan padamu," ucap Better seraya menatap Vanish di hadapannya.


"Silakan, Tuan ...," jawab Vanish dengan senyum cerianya.


"Kenapa, kau terlihat sangat senang?"


๐ŸพAh, kepo deh kamyu๐Ÿ™ƒ.


Vanish agak heran kenapa bosnya ini menanyakan hal itu padanya. Apakah terlihat sekali jika dirinya sangat senang hari ini?


"Aโ€“tidak kok, tidak ada apa-apa!"


"Saya, hanya sedang berulang tahun hari ini, dan baru saja mendapat kejutan dari teman-teman," jelas Vanish, dengan wajah tertunduk malu.


"Benarkah?" Better meraih dagu Vanish, membuat wajah mungil itu mendongak.


"Tentu saja, apalagi yang dapat membuatmu bahagia? Selain bertambahnya usiamu, serta di berkahi dengan kawan-kawan yang baik dan peduli." Vanish berkata dengan senyum yang tak pernah pudar dari wajahnya.


๐˜š๐˜ช๐˜ข๐˜ญ, ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ซ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ช๐˜ข ๐˜ฃ๐˜ช๐˜ค๐˜ข๐˜ณ๐˜ข, ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ต๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ง๐˜ฐ๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ด ๐˜ฌ๐˜ฆ ๐˜ฃ๐˜ช๐˜ฃ๐˜ช๐˜ณ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข.


๐ŸพEh๐Ÿ™„ jangan bilang ingat sama vidio streaming tadi, jadi bawaannya omes๐Ÿ˜„


.


_________


"Na, kosongkan jadwal meeting sore nanti. Ubah jadi besok pagi, karena aku akan keluar sore ini!" ucap Joy, yang di angguki malas oleh Milna.


๐˜๐˜ข๐˜ช๐˜ด๐˜ฉ, ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ถ๐˜ข๐˜ณ ๐˜ฌ๐˜ฆ ๐˜ค๐˜ญ๐˜ถ๐˜ฃ ๐˜ญ๐˜ข๐˜จ๐˜ช ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ด๐˜ต๐˜ช. ๐˜—๐˜ข๐˜ญ๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ซ๐˜ถ๐˜จ๐˜ข ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข๐˜ณ๐˜ช ๐˜ค๐˜ฆ๐˜ธ๐˜ฆ๐˜ฌ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฌ๐˜ด๐˜ช ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฐ๐˜ต๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ฌ๐˜ฐ๐˜ด๐˜ฐ๐˜ฏ๐˜จ! ๐˜‹๐˜ข๐˜ด๐˜ข๐˜ณ ๐˜ค๐˜ข๐˜ด๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฐ๐˜ท๐˜ข ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ช๐˜ฌ! ๐˜Œ๐˜ฉ, ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ฅ๐˜ถ๐˜ญ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ถ!

__ADS_1


๐˜‰๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ด๐˜ข๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜จ>>>


__ADS_2