
๐ฅ๐ฅ๐ฅ๐ฅ๐ฅ
Di negara I, di sebuah perusahaan yang sedang naik daun dan berkembang kian pesat, yaitu ARSA Company.
"Na, bereskan semuanya. Kita akan bertemu tuan Katsuhiko, dari perusahaan Senkai Corporation siang ini." Joy meletakkan beberapa berkas, ke atas meja.
"Saya sudah merapikannya tadi, kenapa jadi berantakan lagi?" Milna bertanya dengan tatapan sinis nya ke arah pria maskulin di hadapannya.
"Sebenarnya, yang jadi bosnya itu saya atau kamu!" sarkas Joy, dengan senyum miring.
" Tentu saja, anda adalah bosnya. Lebih tepatnya, Bos yang semena-mena." Milna menyambar kertas itu, merapikannya kembali sembari mengomel.
"Bekerjalah dengan benar. Kau itu sudah di tunjuk langsung oleh tuan Arjuna. Kalau tidak, aku pasti lebih memilih wanita cantik dan seksi untuk menjadi asisten ku." Tanpa memikirkan perasaan Milna, Joy berkata seenaknya.
๐๐ฐ๐บ ๐๐ช๐ฏ๐ฅ๐ฆ๐ณ ๐ด๐ช๐ข๐ญ๐ข๐ฏ! ๐๐ข๐ด๐ข๐ฏ๐ฐ๐ท๐ข ๐ต๐ฆ๐ฏ๐จ๐ช๐ฌ! ๐๐ฑ๐ข ๐ฅ๐ช๐ข ๐ฃ๐ข๐ณ๐ถ ๐ด๐ข๐ซ๐ข ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ฉ๐ช๐ฏ๐ข๐ฌ๐ถ?
Milna menahan geramnya, pria di hadapannya ini benar-benar menguji kesabarannya.
Apa kau selalu melihat wanita dari pisiknya saja? Kerdil sekali!" sarkas Milna, ia pun berdiri setelah selesai.
" Kerdil katamu!" Joy pun ikut berdiri.
"Wanita itu memang ditakdirkan untuk menghibur dan memanjakan. Bukan malah bikin mata sepet!" ketus Joy, dengan lirikan sekilas, pada penampilan Milna.
๐๐ช๐ข๐ญ! ๐๐ฑ๐ข ๐ฎ๐ข๐ฌ๐ด๐ถ๐ฅ๐ฏ๐บ๐ข? ๐๐ฑ๐ข, ๐ด๐ช ๐ค๐ข๐ด๐ข๐ฏ๐ฐ๐ท๐ข ๐ต๐ฆ๐ฏ๐จ๐ช๐ฌ ๐ช๐ต๐ถ ๐ต๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ฉ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐บ๐ช๐ฏ๐ฅ๐ช๐ณ ๐ฑ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ฎ๐ฑ๐ช๐ญ๐ข๐ฏ๐ฌ๐ถ!
"Ternyata kau benaran kerdil, bahkan wawasan mu itu pendek. Bagaimana bisa, tuan memilihmu untuk menggantikannya?" sesal, Milna seraya mencebikkan bibirnya.
๐๐ช๐ฎ๐ฑ๐ช ๐ข๐ฑ๐ข? ๐๐ข๐ฎ๐ฑ๐ข๐ช ๐ฉ๐ข๐ณ๐ถ๐ด ๐ฃ๐ฆ๐ฌ๐ฆ๐ณ๐ซ๐ข ๐ฅ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐ค๐ข๐ด๐ข๐ฏ๐ฐ๐ท๐ข ๐ต๐ฆ๐ฏ๐จ๐ช๐ฌ ๐ฎ๐ข๐ค๐ข๐ฎ ๐ฅ๐ช๐ข.
Milna tak berhenti merutuki nasibnya. Joy, semakin hari tampak mengesalkan baginya. Satu momen yang ia sukai dari pria itu.
๐๐ข๐ฏ๐บ๐ข ๐ฌ๐ฆ๐ต๐ช๐ฌ๐ข ๐ต๐ช๐ฅ๐ถ๐ณ, ๐ช๐ข ๐ต๐ข๐ฎ๐ฑ๐ข๐ฌ ๐ฎ๐ข๐ฏ๐ช๐ด ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐จ๐ฆ๐ฎ๐ข๐ด๐ฌ๐ข๐ฏ. ๐๐ฆ๐ช, ๐ข๐ฑ๐ข ๐ช๐ฏ๐ช! ๐๐ฆ๐ฏ๐ข๐ฑ๐ข ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ถ๐ซ๐ช ๐ด๐ช ๐ต๐ฆ๐ฏ๐จ๐ช๐ฌ ๐ช๐ต๐ถ. ๐๐ข๐ช๐ช๐ฉ๐ฉ! ๐๐ฆ๐ฏ๐ข๐ฑ๐ข ๐ฐ๐ต๐ข๐ฌ๐ฌ๐ถ ๐ด๐ฆ๐ด๐ข๐ต?!
"Hei! Tomboi! Apa kau sedang meremehkan ku!" teriak Joy pada Milna yang sudah memegang knop pintu. Namun, wanita yang selalu mengenakan jas kebesaran di badannya, sengaja berbalik kembali.
"Kau yang lebih dulu memandang rendah terhadap orang lain. Apa kau ingin di hargai karena itu!" sarkasnya. Membuat Joy seketika bungkam, dengan kedua mata yang menatap tajam.
Klek.
Brak!
Pintu di banting kasar oleh Milna.
๐๐ฆ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ต๐ช๐ฏ๐บ๐ข ๐ฅ๐ช๐ข ๐ต๐ฆ๐ณ๐ด๐ช๐ฏ๐จ๐จ๐ถ๐ฏ๐จ. ๐๐ช๐ข๐ณ๐ญ๐ข๐ฉ, ๐ด๐ถ๐ฑ๐ข๐บ๐ข ๐ด๐ข๐ฅ๐ข๐ณ.
Tanpa merasa bersalah, Joy kembali ke mejanya untuk meneruskan pekerjaannya.
_
_
_
__ADS_1
Pertemuan dengan tuan Katsuhito, dari perusahaan SENKAI. Seorang pengusaha yang berasal dari negara para samurai, telah berjalan dengan lancar. Penandatanganan kontrak pun selesai dengan perjanjian yang menarik serta menguntungkan kedua belah pihak.
" Semoga, kerja sama dengan perusahaan terhebat mancanegara semakin membuat ARSA terdepan dan terpandang." Para dewan direksi memberi selamat pada Joy. Berkat presentasinya yang memukau, perusahaan tersebar dalam tekhnologi itu dapat di rengkuh oleh mereka.
"Silakan, Katsuhitoโsan." Joy, mengantar relasinya itu sampai ke depan kendaraannya.
"๐๐ณ๐ช๐จ๐ข๐ต๐ฐ! Joy Kinderโsan!" ucapnya, seraya sedikit membungkukkan tubuhnya.
Joy dan Milna pun melakukan hal yang sama.
๐พGais, yang mau tau Katsuhitoโsan serta perusahaannya. Bisa melipir di novel kedua autor.
Mengasuh calon istri di bab 35.
Dengan judul: Pertemuan makan malam bisnis.
_______
Beberapa hari berlalu, produk-produk dari perusahaan MR. Senkai sudah tiba dan mulai di pasarkan oleh ARSA Company.
Kerja sama kedua perusahaan itu telah membuat nama ARSA melambung dalam hitungan hari. Saham pun meroket hingga mendatangkan beberapa investor asing.
Joy, sebelum mengambil tindakan, pasti akan lebih dulu menghubungi Arjuna. Sudah biasa, baginya, Better dan juga Walls, untuk rapat via streaming.
Seperti yang baru saja terjadi, mereka berempat baru saja selesai rapat.
"Aku percaya pada kemampuan kalian. Ingatlah! Semakin tinggi pohon, maka angin yang menerpa akan semakin kencang. Tetaplah waspada dan jangan lengah." Itulah pesan terakhir dari Arjuna, sekaligus menutup sesi rapat mereka.
๐๐ถ๐ข๐ฏ, ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐๐ฆ๐ต๐ต๐ฆ๐ณ ๐ฎ๐ข๐ด๐ช๐ฉ ๐ข๐ฅ๐ข ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฅ๐ช ๐ฃ๐ช๐ค๐ข๐ณ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ. ๐๐ข๐ต๐ช๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฌ๐ข๐ฎ๐ฆ๐ณ๐ข ๐ข๐ฏ๐ฅ๐ข. ๐๐ฑ๐ข ๐ข๐ฏ๐ฅ๐ข ๐ด๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ซ๐ข ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ข๐ฏ๐ข๐ด-๐ฎ๐ข๐ฏ๐ข๐ด๐ช ๐ฑ๐ข๐ณ๐ข ๐ซ๐ฐ๐ฎ๐ฃ๐ญ๐ฐ๐ฆ๐ณ๐ด ๐ช๐ฏ๐ช?
Joy, memasang wajah tersiksa menatap pada layar persegi di hadapannya.
"๐๐บ ๐๐ถ๐ฆ๐ฆ๐ฏ, ๐ฎ๐ข๐ฏ๐ข ๐ฌ๐ฐ๐ฑ๐ช๐ฌ๐ถ."
"๐๐ฉ, ๐ต๐ฆ๐ณ๐ช๐ฎ๐ข๐ฌ๐ข๐ด๐ช๐ฉ, ๐๐บ ๐๐ฏ๐จ๐ฆ๐ญ...." (๐๐ณ๐ซ๐ถ๐ฏ๐ข ๐ต๐ฆ๐ณ๐ด๐ฆ๐ฏ๐บ๐ถ๐ฎ ๐ฉ๐ข๐ฏ๐จ๐ข๐ต)
"๐๐ฆ๐ฏ๐ต๐ช๐ฌ๐ข๐ฏ, ๐ค๐ช๐ถ๐ฎ๐ข๐ฏ๐ฎ๐ถ, ๐๐ณ! ๐๐ฑ๐ข ๐ฌ๐ข๐ญ๐ช๐ข๐ฏ ๐ด๐ถ๐ฅ๐ข๐ฉ ๐ด๐ฆ๐ญ๐ฆ๐ญ๐ด๐ข๐ช ๐ณ๐ข๐ฑ๐ข๐ต๐ฏ๐บ๐ข?"(๐๐ถ๐ด๐ช ๐ฎ๐ฆ๐ณ๐ข๐ซ๐ถ๐ฌ ๐ฎ๐ข๐ฏ๐ซ๐ข)
"๐๐ข๐ณ๐ถ ๐ด๐ข๐ซ๐ข ๐ด๐ฆ๐ญ๐ฆ๐ด๐ข๐ช, ๐ฌ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ฑ๐ข? ๐๐ฑ๐ข ๐ฌ๐ข๐ถ ๐ต๐ฆ๐ณ๐ญ๐ข๐ญ๐ถ ๐ญ๐ข๐ฎ๐ข ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ถ๐ฏ๐จ๐จ๐ถ, ๐ด๐ถ๐ฅ๐ข๐ฉ ๐ณ๐ช๐ฏ๐ฅ๐ถ๐ฌ๐ข๐ฉ ๐ฅ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐ด๐ถ๐ข๐ฎ๐ช ๐ต๐ข๐ฎ๐ฑ๐ข๐ฏ๐ฎ๐ถ ๐ช๐ฏ๐ช?" (๐๐ณ๐ซ๐ถ๐ฏ๐ข, ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ข๐ฏ๐จ๐ฌ๐ถ ๐๐ถ๐ด๐ช ๐ฅ๐ช ๐ข๐ต๐ข๐ด๐ฏ๐บ๐ข)
"๐๐ฆ๐ฏ๐ต๐ถ ๐ด๐ข๐ซ๐ข, ๐ฌ๐ข๐ถ ๐ต๐ฆ๐ณ๐ญ๐ข๐ญ๐ถ ๐ญ๐ข๐ฎ๐ข ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ฃ๐ช๐ค๐ข๐ณ๐ข ๐ฅ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐ข๐ฏ๐ข๐ฌ ๐ฃ๐ถ๐ข๐ฉ๐ฎ๐ถ.
(๐๐ข๐ญ๐ถ ๐ฎ๐ฆ๐ณ๐ฆ๐ฌ๐ข ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ค๐ช๐ถ๐ฎ๐ข๐ฏ ๐ฎ๐ฆ๐ด๐ณ๐ข)
" Apa-apaan ini?" Better segera memalingkan wajahnya dari laptop. Dadanya berdesir menyaksikan adegan live tersebut.
"Semoga, Walls tidak melihatnya." Gumamnya.
"Sudahlah, sudahi saja." Akhirnya, Better mematikan kamera laptopnya kemudian menghubungi Joy dengan ponselnya.
"Bosmu gila, Bet!" Joy mengangkat telepon dari Better dengan sebuah lengkingan.
__ADS_1
"Matikan saja laptopmu!" teriak Better geram. Karena sepertinya Joy malah menikmati tontonan gratis itu.
"Sudah, sayang sekali!" sesalnya.
"Hentikan, kenapa caramu bicara mu seperti itu!" protes Better.
"Mereka benar-benar pasangan yang menggairahkan, Bet. Aku jadi ingin mencari wanita penghibur. Hahaha!" tawa Joy menggema di balik sambungan telepon.
"Dasar, kau!" Kemudian, Better mematikan panggilannya sepihak. Niat ingin membahas kelanjutan isi rapat, malah jadi membicarakan aksi Bos mereka.
Meskipun sebenarnya, tersirat sedikit rasa iri di hatinya. Tak di sangkal, Better memang pandai menyembunyikan perasaannya.
Tok. Tok. Tok!
"Masuk!"
"Maaf, Tuan."
"Tamu sudah menunggu anda di ruang rapat," lapor Vanish.
๐๐ฆ๐ฏ๐ข๐ฎ๐ฑ๐ช๐ญ๐ข๐ฏ๐ฏ๐บ๐ข ๐ฉ๐ข๐ณ๐ช ๐ช๐ฏ๐ช ๐ต๐ฆ๐ณ๐ญ๐ช๐ฉ๐ข๐ต ๐ฃ๐ฆ๐ฅ๐ข ๐ฅ๐ข๐ณ๐ช ๐ฃ๐ช๐ข๐ด๐ข๐ฏ๐บ๐ข. ๐๐ฆ๐ฏ๐ข๐ฑ๐ข? ๐๐ฆ๐ฏ๐ข๐ฑ๐ข ๐ธ๐ข๐ซ๐ข๐ฉ๐ฏ๐บ๐ข ๐ฏ๐ข๐ฎ๐ฑ๐ข๐ฌ ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ด๐ฆ๐ณ๐ช?
"Baiklah, kita berangkat sekarang."
"Ah, tapi tunggu dulu. Ada yang ingin kutanyakan padamu," ucap Better seraya menatap Vanish di hadapannya.
"Silakan, Tuan ...," jawab Vanish dengan senyum cerianya.
"Kenapa, kau terlihat sangat senang?"
๐พAh, kepo deh kamyu๐.
Vanish agak heran kenapa bosnya ini menanyakan hal itu padanya. Apakah terlihat sekali jika dirinya sangat senang hari ini?
"Aโtidak kok, tidak ada apa-apa!"
"Saya, hanya sedang berulang tahun hari ini, dan baru saja mendapat kejutan dari teman-teman," jelas Vanish, dengan wajah tertunduk malu.
"Benarkah?" Better meraih dagu Vanish, membuat wajah mungil itu mendongak.
"Tentu saja, apalagi yang dapat membuatmu bahagia? Selain bertambahnya usiamu, serta di berkahi dengan kawan-kawan yang baik dan peduli." Vanish berkata dengan senyum yang tak pernah pudar dari wajahnya.
๐๐ช๐ข๐ญ, ๐ด๐ฆ๐ซ๐ข๐ฌ ๐ช๐ข ๐ฃ๐ช๐ค๐ข๐ณ๐ข, ๐ฌ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ฑ๐ข ๐ฎ๐ข๐ต๐ข๐ฌ๐ถ ๐ฎ๐ข๐ญ๐ข๐ฉ ๐ต๐ฆ๐ณ๐ง๐ฐ๐ฌ๐ถ๐ด ๐ฌ๐ฆ ๐ฃ๐ช๐ฃ๐ช๐ณ๐ฏ๐บ๐ข.
๐พEh๐ jangan bilang ingat sama vidio streaming tadi, jadi bawaannya omes๐
.
_________
"Na, kosongkan jadwal meeting sore nanti. Ubah jadi besok pagi, karena aku akan keluar sore ini!" ucap Joy, yang di angguki malas oleh Milna.
๐๐ข๐ช๐ด๐ฉ, ๐ฌ๐ฆ๐ญ๐ถ๐ข๐ณ ๐ฌ๐ฆ ๐ค๐ญ๐ถ๐ฃ ๐ญ๐ข๐จ๐ช ๐ฑ๐ข๐ด๐ต๐ช. ๐๐ข๐ญ๐ช๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐ซ๐ถ๐จ๐ข ๐ฏ๐บ๐ข๐ณ๐ช ๐ค๐ฆ๐ธ๐ฆ๐ฌ ๐ด๐ฆ๐ฌ๐ด๐ช ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ฐ๐ต๐ข๐ฌ ๐ฌ๐ฐ๐ด๐ฐ๐ฏ๐จ! ๐๐ข๐ด๐ข๐ณ ๐ค๐ข๐ด๐ข๐ฏ๐ฐ๐ท๐ข ๐ต๐ฆ๐ฏ๐จ๐ช๐ฌ! ๐๐ฉ, ๐ข๐ฑ๐ข ๐ฑ๐ฆ๐ฅ๐ถ๐ญ๐ช๐ฌ๐ถ!
__ADS_1
๐๐ฆ๐ณ๐ด๐ข๐ฎ๐ฃ๐ถ๐ฏ๐จ>>>