
๐ฅ๐ฅ๐ฅ๐ฅ๐ฅ๐ฅ
Arjuna menyusut kristal bening yang menumpuk di ujung matanya. Entah kenapa, akhir-akhir ini perasaannya jadi mudah tersentuh.
Perlakuan manis istrinya itu membuat hatinya trenyuh. Setelah lebih dari sepekan, Susi mengabaikannya. Kini, senyum manis itu kembali terukir di wajah cantik menggemaskan milik istri kesayangannya itu.
Seketika, amarah Arjuna yang ingin meledak ketika melihat sang istri keluar rumah dan menghajar orang, sirna sudah.
๐๐ฆ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ต๐ช๐ฏ๐บ๐ข, ๐๐ณ ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ซ๐ข๐ฅ๐ช ๐ฎ๐ข๐ณ๐ข๐ฉ ๐ฑ๐ข๐ฅ๐ข๐ฌ๐ถ. ๐๐ช๐ถ๐ถ๐ถ๐ฉ ...
๐๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ถ๐ซ๐ถ๐ฌ๐ฏ๐บ๐ข ๐ต๐ฆ๐ณ๐ฏ๐บ๐ข๐ต๐ข ๐ต๐ข๐ฌ ๐ฃ๐ฆ๐จ๐ช๐ต๐ถ ๐ด๐ถ๐ญ๐ช๐ต.
๐๐ฆ๐ด๐ฌ๐ช๐ฑ๐ถ๐ฏ, ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ฉ๐ข๐ณ๐ถ๐ด ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ฉ๐ข๐ฏ ๐ฏ๐ข๐ฑ๐ข๐ด ๐ฌ๐ฆ๐ต๐ช๐ฌ๐ข ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ข๐ฅ๐ข ๐ฅ๐ช ๐ฅ๐ฆ๐ฌ๐ข๐ต๐ฏ๐บ๐ข. ๐๐ข๐ฎ๐ฑ๐ข๐ช ๐ฌ๐ข๐ฑ๐ข๐ฏ, ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ฆ๐ฏ๐ค๐ช ๐ฃ๐ข๐ถ ๐ต๐ถ๐ฃ๐ถ๐ฉ๐ฏ๐บ๐ข.
Susi sesekali memandangi suaminya, yang tengah fokus pada makan malamnya itu. Arjuna, sejak awal memang sangat suka dengan apapun yang di masak olehnya.
Arjuna akan sangat serius ketika menyantap hasil masakan istrinya itu. Apapun yang terjadi, tidak akan ada yang bisa mengganggunya. Sekalipun, itu telepon dari kantor ataupun relasinya.
๐๐ฌ๐ถ ๐ต๐ข๐ถ ๐ด๐ข๐บ๐ข๐ฏ๐จ, ๐ฌ๐ข๐ถ ๐ด๐ฆ๐ซ๐ข๐ฌ ๐ต๐ข๐ฅ๐ช ๐ต๐ฆ๐ณ๐ถ๐ด ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ข๐ฏ๐ฅ๐ข๐ฏ๐จ๐ช๐ฌ๐ถ. ๐๐ฆ๐ฏ๐ข๐ฑ๐ข? ๐๐ฑ๐ข ๐ฌ๐ข๐ถ ๐ด๐ถ๐ฅ๐ข๐ฉ ๐ฎ๐ฆ๐ณ๐ข๐ด๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ณ๐ช๐ฏ๐ฅ๐ถ ๐ช๐ต๐ถ?
Arjuna tersenyum tipis disela-sela suapan terakhirnya. Setelah ia membersihkan mulut dan meneguk air putih, Arjuna memandang wanita cantik di hadapannya dengan intens.
"Sayang. Malam ini, aku sudah membuat janji dengan Dokter Netta," ucapnya memulai sesi obrolan ringan dengan istrinya.
"Hah, untuk apa?" tanya, Susi bingung, hingga mengerutkan dahinya. Sejak, kepulangannya dari negara K. Bukankah, keadaannya sudah dinyatakan baik-baik saja, pikirnya.
"Hanya cek up saja," jawab Arjuna santai. Ia belum berpikir untuk menceritakan kecurigaannya pada sang istri.
๐๐ฑ๐ข, ๐๐ณ๐ซ๐ถ๐ฏ๐ข ๐ด๐ถ๐ฅ๐ข๐ฉ ๐ด๐ข๐ฏ๐จ๐ข๐ต ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ด๐ข๐ฃ๐ข๐ณ, ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ช๐ฏ๐จ๐ช๐ฏ ๐ข๐จ๐ข๐ณ ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ด๐ฆ๐จ๐ฆ๐ณ๐ข ๐ฉ๐ข๐ฎ๐ช๐ญ? ๐๐ฑ๐ข ๐ช๐ต๐ถ ๐ข๐ณ๐ต๐ช๐ฏ๐บ๐ข, ๐ช๐ข ๐ฃ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ณ-๐ฃ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ณ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ฉ๐ข๐ณ๐ข๐ฑ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฌ๐ฆ๐ฉ๐ข๐ฅ๐ช๐ณ๐ข๐ฏ ๐ด๐ฆ๐ฐ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ ๐ข๐ฏ๐ข๐ฌ.
๐๐ถ๐ฌ๐ข๐ฏ๐ฌ๐ข๐ฉ, ๐ช๐ข ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ต๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ต๐ฆ๐ณ๐ญ๐ข๐ญ๐ถ ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ฉ๐ข๐ณ๐ข๐ฑ ๐ฌ๐ข๐ณ๐ฆ๐ฏ๐ข ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ช๐ฏ๐จ๐ช๐ฏ ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ฆ๐ฃ๐ข๐ฏ๐ช๐ฌ๐ถ. ๐๐ฆ๐ณ๐ฏ๐บ๐ข๐ต๐ข, ๐ซ๐ข๐ถ๐ฉ ๐ฅ๐ช ๐ญ๐ถ๐ฃ๐ถ๐ฌ ๐ฉ๐ข๐ต๐ช๐ฏ๐บ๐ข, ๐ช๐ข ๐ด๐ถ๐ฏ๐จ๐จ๐ถ๐ฉ ๐ด๐ข๐ฏ๐จ๐ข๐ต ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ฏ๐ต๐ช๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฌ๐ฆ๐ฉ๐ข๐ฅ๐ช๐ณ๐ข๐ฏ ๐ฎ๐ข๐ญ๐ข๐ช๐ฌ๐ข๐ต ๐ฌ๐ฆ๐ค๐ช๐ญ ๐ฅ๐ข๐ญ๐ข๐ฎ ๐ณ๐ข๐ฉ๐ช๐ฎ๐ฌ๐ถ.
"Baiklah, terserah kau saja." ucap Susi datar. Ia merasa, sedikit kecewa. Pikirnya, Arjuna hanya berpura-pura santai saja selama ini. Tapi, ternyata pria itu sangat berharap. Bukankah, ini termasuk membebani pikirannya.
๐๐ข๐จ๐ข๐ช๐ฎ๐ข๐ฏ๐ข ๐ซ๐ช๐ฌ๐ข ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ฎ๐ข๐ด๐ช๐ฉ ๐ฃ๐ฆ๐ญ๐ถ๐ฎ ๐ฉ๐ข๐ฎ๐ช๐ญ ๐ซ๐ถ๐จ๐ข? ๐๐ข๐ฉ๐ฌ๐ข๐ฏ, ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ด๐ข๐ฎ๐ข ๐ด๐ฆ๐ฌ๐ข๐ญ๐ช ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ฎ๐ฆ๐ณ๐ข๐ด๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ต๐ข๐ฏ๐ฅ๐ข-๐ต๐ข๐ฏ๐ฅ๐ข ๐ข๐ฑ๐ข๐ฑ๐ถ๐ฏ. ๐๐ฑ๐ข๐ฌ๐ข๐ฉ, ๐ช๐ข ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฌ๐ฆ๐ค๐ฆ๐ธ๐ข? ๐๐ข๐ญ๐ถ, ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ช๐ฏ๐จ๐จ๐ข๐ญ๐ฌ๐ข๐ฏ๐ฌ๐ถ? ๐๐ฆ๐ญ๐ถ๐ฎ ๐ญ๐ข๐จ๐ช, ๐ฃ๐ฆ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ข๐ฑ๐ข ๐ฉ๐ข๐ณ๐ช ๐ช๐ฏ๐ช ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ต๐ฆ๐ญ๐ข๐ฉ ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ด๐ช๐ฌ๐ข๐ฑ ๐ฅ๐ช๐ฏ๐จ๐ช๐ฏ ๐ฑ๐ข๐ฅ๐ข๐ฏ๐บ๐ข. ๐๐ข๐ฑ๐ช, ๐ช๐ฏ๐ช ๐ฃ๐ถ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฎ๐ข๐ถ๐ฌ๐ถ. ๐๐ฌ๐ถ ๐ฉ๐ข๐ฏ๐บ๐ข ๐ฃ๐ฆ๐ฏ๐ค๐ช ๐ฃ๐ข๐ถ ๐ต๐ถ๐ฃ๐ถ๐ฉ๐ฏ๐บ๐ข, ๐ฌ๐ถ ๐ณ๐ข๐ด๐ข ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ฉ๐ข๐ณ๐ถ๐ด ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ฆ๐ณ๐ช๐ฌ๐ด๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฉ๐ช๐ฅ๐ถ๐ฏ๐จ๐ฌ๐ถ. ๐๐ฆ๐ฃ๐ฆ๐ญ๐ถ๐ฎ ๐ด๐ฆ๐ฎ๐ถ๐ข ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ซ๐ข๐ฅ๐ช ๐ฎ๐ข๐ด๐ข๐ญ๐ข๐ฉ ๐ฃ๐ฆ๐ด๐ข๐ณ.
Kini, mereka berdua telah berada di rumah sakit. Dokter Netta, agak sedikit terlambat. Karena, di ruangan operasi ada kejadian urgent yang mendadak. Kebetulan, malam itu hanya dirinya lah y
__ADS_1
Dokter Obgyn wanita, yang bertugas sebagai dokter jaga.
Susi merasakan area di sekitar telapak tangannya menjadi dingin serta berkeringat. Hatinya mendadak risau, dengan segala kemungkinan yang berseliweran di dalam kepalanya.
" Jangan gugup, santai saja," ucap Arjuna lembut, berusaha menenangkannya. Meski, jarak duduk mereka berjauhan. Karena, Susi akan spontan menutup hidung ketika Arjuna mendekat padanya.
Ia tak bisa merangkul bahu yang sedikit gemetar itu. Tak dapat mengusap punggung serta mengecup kening, demi memberi ketenangan pada istrinya.
Bagaimana tidak, jika di dekati olehnya saja ia terlihat tersiksa. Terpaksa, Arjuna hanya dapat menatap istrinya itu dengan nanar dari kursi seberang.
"Juna!" panggil Netta, yang baru saja tiba dari lantai atas.
"Susi! Apa kabarmu?" tanyanya, yang langsung menghampiri Susi sekaligus menyapanya.
" Aku semakin baik, Dokter," jawab Susi. Bersikap biasa saja, demi mengalihkan kegundahannya.
"Mari masuk," ajaknya, hingga kini mereka bertiga telah berada di dalam ruangannya.
"Suster, sudah siapkah semuanya?" tanya Netta pada asistennya tersebut.
"Sudah, Dok. Tinggal pemeriksaan saja," jawab wanita muda berseragam perawat itu.
"Aโaku, ini seperti yang sudah aku ceritakan padamu." Arjuna berkata dengan semburat malu di wajahnya.
"Entah kenapa, akhir-akhir ini aku tidak suka di dekati olehnya. Mencium bau tubuhnya membuatku kesal dan membencinya.
" Tapi, jika dia sedang tak di rumah, aku merindukannya. Itu, sangat aneh. Sebenarnya, apa yang terjadi padaku?" tanya Susi, dengan raut wajah yang bingung.
๐๐ฆ๐ณ๐ฏ๐บ๐ข๐ต๐ข, ๐ฌ๐ข๐ถ ๐ซ๐ถ๐จ๐ข ๐ฎ๐ฆ๐ณ๐ช๐ฏ๐ฅ๐ถ๐ฌ๐ข๐ฏ๐ฌ๐ถ . ๐๐ถ ๐ฑ๐ช๐ฌ๐ช๐ณ, ๐ฉ๐ข๐ฏ๐บ๐ข ๐ฅ๐ช๐ณ๐ช๐ฌ๐ถ๐ญ๐ข๐ฉ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฎ๐ฆ๐ณ๐ข๐ด๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ด๐ช๐ฌ๐ด๐ข๐ข๐ฏ ๐ช๐ฏ๐ช. ๐๐ฉ, ๐ด๐ข๐บ๐ข๐ฏ๐จ ... ๐ด๐ฆ๐ฎ๐ฐ๐จ๐ข, ๐ข๐ฅ๐ข ๐ฌ๐ข๐ฃ๐ข๐ณ ๐ฃ๐ข๐ช๐ฌ. ๐๐ฆ๐ฉ๐ช๐ฏ๐จ๐จ๐ข, ๐ฑ๐ฆ๐ฏ๐ฅ๐ฆ๐ณ๐ช๐ต๐ข๐ข๐ฏ ๐ช๐ฏ๐ช ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ฃ๐ถ๐ข๐ฉ ๐ฎ๐ข๐ฏ๐ช๐ด.
Arjuna menghela napas lega, ketika mendengar Susi mencurahkan isi hatinya pada sahabatnya, Netta.
"Oh, ya. Sampai seperti itu ya?" Dokter Netta, tertawa kecil menanggapi cerita dari pasien spesialnya ini. Ia pun sekilas melirik Arjuna, yang kemudian mendapat balasan tatapan dingin dari sahabatnya itu.
"Kau tau, Arjuna menghubungiku. Karena bingung dengan keanehan sikapmu. Kau tau, ketika bercerita ia terdengar sangat sedih," ucap Dokter Netta dengan kekehan kecilnya.
Karena, seumur mengenal Arjuna, ia adalah tipikal pria berhati dingin dan cuek. Selalu flat dalam berekspresi, dalam keadaan apapun itu. Arjuna, adalah orang yang pandai menyembunyikan perasaannya.
__ADS_1
๐๐ณ๐ซ๐ถ๐ฏ๐ข, ๐ด๐ฆ๐ฅ๐ช๐ฉ? ๐๐ข๐ฉ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ค๐ฆ๐ณ๐ช๐ต๐ข ๐ฑ๐ข๐ฅ๐ข ๐ฐ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ๐ญ๐ข๐ช๐ฏ? ๐๐ฑ๐ข๐ฌ๐ข๐ฉ ๐ฃ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ณ ๐ช๐ต๐ถ ๐ฅ๐ช๐ณ๐ช๐ฏ๐บ๐ข? ๐๐ฌ. ๐๐ข๐ฏ๐ฑ๐ข ๐ด๐ข๐ฅ๐ข๐ณ, ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ต๐ฆ๐ญ๐ข๐ฉ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐บ๐ข๐ฌ๐ช๐ต๐ช๐ฏ๐บ๐ข. ๐๐ฑ๐ข ๐ข๐ฌ๐ฉ๐ช๐ณ-๐ข๐ฌ๐ฉ๐ช๐ณ ๐ช๐ฏ๐ช ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ฃ๐ฆ๐จ๐ช๐ต๐ถ ๐ซ๐ข๐ฉ๐ข๐ต? ๐๐ฉ, ๐๐ณ. ๐๐ข๐ข๐ง๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ข๐ฌ๐ถ. ๐๐ฆ๐ต๐ฆ๐ญ๐ข๐ฉ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ฉ๐ข๐ซ๐ข๐ณ ๐ฑ๐ฆ๐ฏ๐ซ๐ข๐ฉ๐ข๐ต, ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ข๐ด๐ข๐ข๐ฏ๐ฌ๐ถ ๐ด๐ถ๐ฅ๐ข๐ฉ ๐ญ๐ฆ๐ฃ๐ช๐ฉ ๐ฃ๐ข๐ช๐ฌ.
Susi melempar pandangannya, pada sosok pria gagah yang tengah bersandar pada dinding. Sembari menyilang kan tangan di depan dada bidangnya.
Seketika, Arjuna melempar senyum hangat padanya. Membuat Susi pun melakukan hal yang sama.
๐๐ณ๐ช๐ข ๐ช๐ต๐ถ, ๐ฃ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ณ-๐ฃ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ณ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ถ๐ณ๐ถ๐ต๐ช ๐ฌ๐ถ. ๐๐ข๐ฅ๐ข๐ฉ๐ข๐ญ, ๐ด๐ฆ๐ญ๐ข๐ฎ๐ข ๐ช๐ฏ๐ช ๐ช๐ข ๐ด๐ฆ๐ญ๐ข๐ญ๐ถ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ฆ๐ฎ๐ฑ๐ฆ๐ญ ๐ฑ๐ข๐ฅ๐ข๐ฌ๐ถ.
"Dokter, jelaskan padaku. Apa yang salah pada diriku. Apa ada masalah dengan indera penciumanku?" cecar Susi pada Dokter Obgyn itu.
" Baiklah, kita mulai cek dan ricek ya. Di mulai dari, menjawab setiap pertanyaan yang aku ajukan padamu, ok!" kata Dokter Netta, dengan cara yang santai agar sang pasien tidaklah terlalu tegang.
"Tanyakanlah, aku akan menjawabnya dengan jelas dan benar." Susi menjawab sembari mengangguk dengan cepat.
"Sejak kapan kau mulai membenci bau tubuh suamimu?" Sang Dokter memulai sesi pertanyaan.
"Sejak sepekan lebih yang lalu, aku juga bingung dengan perasaanku ini. Aku benci ketika ia mendekatiku, benci dengan bau tubuhnya. Akan tetapi, tidak melihatnya seharian membuatmu kesal. Aku sampai menghajar orang beberapa saat yang lalu," tutur Susi jujur, mengutarakan apa yang ia rasakan saat ini.
"Kau apa! Menghajar orang?" heran Dokter wanita tersebut. Ia pun melirik Arjuna, meminta penjelasan. Sementara, pria gagah tersebut, hanya menganggukkan pelan kepalanya.
"Seorang jambret, penjahat. Merampas tas wanita tua yang berdiri di pinggir jalan. Hingga, wanita itu terseret di atas aspal. Karena ia berusaha mempertahankan barang miliknya," jelas Susi santai, merasa bahwa aksinya biasa saja. Akan tetapi, ia heran. Kenapa wajah Dokter dan juga asistennya sampai melongo begitu.
"Kau ini, apa itu termasuk berlari dan memukulinya?" tanya Netta memastikan. Masa iya, dengan tubuh ramping dan tangan yang cantik serta ramping, Susi dapat menghajar penjahat pria.
"Iโya, begitu. Awalnya aku ingin membeli rujak di pinggir jalan sana. Melihat kejadian itu, sekalian saja kulampiaskan rasa kesalku dengan mengejar jambret lalu menghajarnya tanpa ampun. Setelahnya, perasaanku menjadi senang. Seakan ada beban yang terlepas dari dalam diriku," tutur Susi. Ia bercerita dengan sesekali menggerakkan kepalannya ke udara. Membuat Arjuna di ujung sana meringis, membayangkan tangan kecil itu meninju pria bertubuh kasar tadi.
"Periksa! Apakah kulit tangannya lecet!" titah Arjuna, yang tengah memperhatikan wanitanya dari pojokan.
"Bukan hanya tangannya, aku akan memeriksanya secara keseluruhan," timpal Dokter Netta.
"Boleh tau, kapan terakhir kau datang bulan?" tanyanya lagi serius.
"Aku lupa, coba tanyakan padanya!" tunjuk Susi pada sosok yang menatapnya dengan tatapan mendamba, di pojok sebelah lemari.
(Dokter Netta)
๐ ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฅ๐ข๐ต๐ข๐ฏ๐จ ๐ฃ๐ถ๐ญ๐ข๐ฏ '๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฅ๐ช๐ข, ๐ฌ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ฑ๐ข ๐ฉ๐ข๐ณ๐ถ๐ด ๐ฌ๐ถ๐ต๐ข๐ฏ๐บ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฑ๐ข๐ฅ๐ข ๐ด๐ถ๐ข๐ฎ๐ช๐ฏ๐บ๐ข?๐ญ
__ADS_1
๐พSabar ya, Bu Dokter. Mereka 'kan memang pasangan aneh๐
Bersambung>>>