
๐ฅ๐ฅ๐ฅ๐ฅ๐ฅ
"Maaf, jika kau tidak kau keberatan aku menginap. Suka tidak suka, aku akan ada di sisimu mulai sekarang. Aku akan minta Izin pada tuan, agar mengizinkanku tinggal bersamamu. Atau, kau mau tinggal di apartemenku saja?" cecar Joy. Terus bicara meski tangannya sibuk menyetir mobil.
"Aku," Milna tak meneruskan ucapannya. Hatinya bingung, bagaimanapun mereka belum sah menjadi suami istri. Akan tetapi, berdekatan dengan Joy membuat rasa mual nya berkurang.
" Nanti, di apartemen akan ada mami dan Soffelia adikku. Kau bisa memanggilnya Lia. Dia masih remaja, usianya sekitar 14 tahun. Jadi kau tenang saja, kita tidak hanya tinggal berdua. Setidaknya, aku tenang ketika bekerja. Karena akan ada yang mengurus mu ketika di rumah," jelas Joy sambil sesekali menoleh ke samping. Di mana Milna tengah menatap lewat jendela samping mobil.
"Biar aku ketemu dulu dengan ibu dan adikmu. Baru bisa memutuskan." Milna berkata tetap pada posisinya.
"Baiklah. Mamiku itu sangat baik. Sangat berbeda denganku. Aku ini berengsek dan suka sembarangan bicara. Jangan kau pukul rata keluargaku atas sikapku padamu." Joy berusaha menenangkan batin Milna. Karena ia tau, jika Milna sedang gusar dan risau saat ini.
๐๐ฆ๐ฏ๐ข๐ฑ๐ข ๐ฅ๐ช๐ข ๐ด๐ฆ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ต๐ช ๐ฃ๐ช๐ด๐ข ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ข๐ค๐ข ๐ช๐ด๐ช ๐ฉ๐ข๐ต๐ช ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ฑ๐ช๐ฌ๐ช๐ณ๐ข๐ฏ๐ฌ๐ถ ๐ด๐ช๐ฉ? ๐๐ข๐ถ ๐ด๐ข๐ซ๐ข ๐ข๐ฑ๐ข ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ด๐ฆ๐ฅ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฌ๐ถ ๐ฌ๐ฉ๐ข๐ธ๐ข๐ต๐ช๐ณ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ด๐ข๐ข๐ต ๐ช๐ฏ๐ช. ๐๐ฑ๐ข ๐ช๐ฏ๐ช ๐ข๐ณ๐ต๐ช๐ฏ๐บ๐ข ๐ฅ๐ช๐ข ๐ด๐ถ๐ฅ๐ข๐ฉ ๐ฎ๐ถ๐ญ๐ข๐ช ๐ด๐ข๐ฅ๐ข๐ณ ๐ฅ๐ช๐ณ๐ช. ๐๐ข๐ฉ๐ธ๐ข ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ๐ข๐ช๐ฏ๐บ๐ข ๐ช๐ต๐ถ ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ฃ๐ข๐ฏ๐ฅ๐ช๐ฏ๐จ ๐ต๐ฆ๐ณ๐ฃ๐ข๐ญ๐ช๐ฌ ๐ฅ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐ฑ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ฎ๐ฑ๐ช๐ญ๐ข๐ฏ๐ฏ๐บ๐ข. ๐๐ฌ๐ถ ๐ฃ๐ฆ๐ฏ๐ค๐ช ๐ฅ๐ช๐ณ๐ช๐ฌ๐ถ. ๐๐ฆ๐ฏ๐ข๐ฑ๐ข ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ฉ๐ข๐ณ๐ถ๐ด ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐บ๐ถ๐ฌ๐ข๐ช๐ฏ๐บ๐ข, ๐ญ๐ข๐ญ๐ถ ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ฆ๐ฏ๐ค๐ช๐ฏ๐บ๐ข, ๐ฌ๐ฆ๐ฎ๐ถ๐ฅ๐ช๐ข๐ฏ ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ข๐ฌ๐ฉ๐ช๐ณ ๐ฅ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐ฅ๐ช ๐ต๐ข๐ฌ๐ฅ๐ช๐ณ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ๐ฅ๐ถ๐ฏ๐จ ๐ข๐ฏ๐ข๐ฌ ๐ฅ๐ข๐ณ๐ช๐ฏ๐บ๐ข. ๐๐ข๐ต๐ช๐ฌ๐ถ ๐ช๐ฏ๐ช ๐ด๐ข๐ฏ๐จ๐ข๐ต ๐ญ๐ฆ๐ฎ๐ข๐ฉ. ๐๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐ด๐ฆ๐ฅ๐ช๐ฌ๐ช๐ต ๐ด๐ช๐ฌ๐ข๐ฑ ๐ฎ๐ข๐ฏ๐ช๐ด ๐ด๐ข๐ซ๐ข, ๐ฅ๐ช ๐ด๐ถ๐ฅ๐ข๐ฉ ๐ต๐ฆ๐ณ๐ฃ๐ถ๐ข๐ช. ๐๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ! ๐๐ฌ๐ถ ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ฃ๐ฐ๐ญ๐ฆ๐ฉ ๐ญ๐ฆ๐ฎ๐ข๐ฉ ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ฅ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐ฎ๐ถ๐ฅ๐ข๐ฉ ๐ซ๐ข๐ต๐ถ๐ฉ ๐ค๐ช๐ฏ๐ต๐ข ๐ญ๐ข๐จ๐ช ๐ฑ๐ข๐ฅ๐ข๐ฏ๐บ๐ข.
Milna berusaha bersikap biasa saja. Meski sebenarnya dia tengah berperang dengan batinnya.
" Maafkan juga karena aku mengajakmu untuk menjemput mami. Kalau lelah, tidur saja. Biar aku bantu turunkan kursinya." Joy menepikan mobilnya. Lalu ia membantu menurunkan jok agar Milna lebih rileks.
"Bagaimana? Sudah lebih baik? Atau direndahkan lagi?" tanya Joy. Wajahnya yang cukup dekat dengan Milna membuat wanita itu refleks mendelik kan matanya. Kejadian malam itu tiba-tiba berputar lagi di kepalanya.
Plakk!
"Akh." Joy menahan sakit di pipinya. Hanya saja hatinya cukup kaget. Karena Milna tiba-tiba memukulnya dengan sangat keras.
๐๐ฆ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ต๐ช๐ฏ๐บ๐ข ๐ณ๐ข๐ฉ๐ข๐ฏ๐จ๐ฌ๐ถ ๐ข๐จ๐ข๐ฌ ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐จ๐ฆ๐ด๐ฆ๐ณ. ๐๐ข๐ฏ๐ช๐ต๐ข ๐ช๐ฏ๐ช, ๐ฌ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ฑ๐ข ๐ต๐ช๐ฃ๐ข-๐ต๐ช๐ฃ๐ข ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ถ๐ฌ๐ถ๐ญ๐ฌ๐ถ ๐ฅ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐ด๐ข๐ฏ๐จ๐ข๐ต ๐ฌ๐ฆ๐ณ๐ข๐ด? ๐๐ฑ๐ข ๐ฅ๐ช๐ณ๐ช๐ฏ๐บ๐ข ๐ฎ๐ข๐ด๐ช๐ฉ ๐ด๐ข๐ฏ๐จ๐ข๐ต ๐ฎ๐ข๐ณ๐ข๐ฉ? ๐๐ถ ๐ฑ๐ช๐ฌ๐ช๐ณ, ๐ด๐ถ๐ฅ๐ข๐ฉ ๐ฎ๐ฆ๐ณ๐ฆ๐ฅ๐ข. ๐๐ข๐ช๐ด๐ฉ, ๐ฌ๐ถ ๐ฉ๐ข๐ณ๐ข๐ฑ ๐ฎ๐ข๐ฎ๐ช ๐ฅ๐ข๐ฑ๐ข๐ต ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ค๐ข๐ช๐ณ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฌ๐ฆ๐ฃ๐ฆ๐ฌ๐ถ๐ข๐ฏ ๐ฅ๐ช ๐ฉ๐ข๐ต๐ช๐ฎ๐ถ ๐๐ข.
Joy membatin seraya terus mengusap rahangnya. Milna yang melihat ekspresi kesakitan dari Joy merasa tak enak hati. Karena, dirinya telah salah sangka.
"Maaf, aku tidak bermaksud. Hanya saja bayangan itu tiba-tiba suka muncul, dan membuatku berpikir bahwa kau ...?" Milna tak meneruskan kata-katanya. Ia hanya menoleh ke samping sambil memejamkan kedua matanya.
__ADS_1
" Tak apa, tak usah di pikirkan. Kau memukulku sampai babak belur pun aku tak masalah. Nanti kita atur waktunya ya, tunggu kau sehat dan Fit dahulu," jelas Joy. Dengan senyum yang menghias wajah tampannya.
"Kalau aku memukulmu sampai mati, bagaimana?" sarkas Milna. Ia tetap merebahkan tubuhnya dengan kedua mata yang terpejam.
"Tentu, kau tidak bisa melakukan itu sekarang Na." jawab Joy santai, bahkan dirinya terlihat menyunggingkan senyumnya.
"Kenapa tak bisa?" tanya Milna, bahkan dirinya sampai berbalik dan membuka matanya.
"Karena kalau aku mati di tanganmu. Apa yang akan kau katakan nanti pada anak-anak kita?" jawab Joy santai. Tak ada marah, kesal atau benci. Justru pria itu berkata sambil terkekeh.
๐๐ฆ๐ฏ๐ข๐ณ ๐ซ๐ถ๐จ๐ข, ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ซ๐ถ๐จ๐ข ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ฎ๐ข๐ถ ๐ข๐ฏ๐ข๐ฌ-๐ข๐ฏ๐ข๐ฌ๐ฌ๐ถ ๐ฏ๐ข๐ฏ๐ต๐ช ๐ฃ๐ฆ๐ด๐ข๐ณ ๐ต๐ข๐ฏ๐ฑ๐ข ๐ฌ๐ข๐ด๐ช๐ฉ ๐ด๐ข๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ด๐ฆ๐ฐ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ ๐ข๐บ๐ข๐ฉ. ๐๐ฌ๐ถ ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ช๐ข๐ณ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฉ๐ข๐ญ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ต๐ฆ๐ณ๐ซ๐ข๐ฅ๐ช ๐ฑ๐ข๐ฅ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ต๐ฆ๐ณ๐ถ๐ญ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฌ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ข๐ญ๐ช ๐ฅ๐ช ๐จ๐ฆ๐ฏ๐ฆ๐ณ๐ข๐ด๐ช ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ฃ๐ฆ๐ฅ๐ข. Batin Milna. Sepertinya, mulai saat ini dia harus membelakangi egonya sendiri. Ada dua nyawa yang harus ia pikirkan masa depannya.
๐ ๐ข ๐๐ถ๐ฉ๐ข๐ฏ. ๐๐ฌ๐ถ ๐ด๐ถ๐ฏ๐จ๐จ๐ถ๐ฉ ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐บ๐ข๐ฏ๐จ๐ฌ๐ข ๐ช๐ฏ๐ช ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ต๐ฆ๐ณ๐ซ๐ข๐ฅ๐ช ๐ฑ๐ข๐ฅ๐ข๐ฌ๐ถ. ๐๐ข๐ฌ๐ฅ๐ช๐ณ ๐ข๐ฑ๐ข ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ต๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ฉ ๐ฌ๐ข๐ถ ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ช๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฑ๐ข๐ฅ๐ข๐ฌ๐ถ. ๐๐ฆ๐ฏ๐ข๐ฑ๐ข ๐ฉ๐ข๐ฅ๐ช๐ณ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฌ๐ฆ๐ต๐ฆ๐ณ๐ต๐ข๐ณ๐ช๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฅ๐ช ๐ข๐ธ๐ข๐ญ, ๐ฌ๐ฆ๐ฎ๐ถ๐ฅ๐ช๐ข๐ฏ ๐ฌ๐ข๐ถ ๐ถ๐ฃ๐ข๐ฉ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ซ๐ข๐ฅ๐ช ๐ฌ๐ฆ๐ฃ๐ฆ๐ฏ๐ค๐ช๐ข๐ฏ. ๐๐ช๐ฏ๐ช, ๐ฌ๐ข๐ถ ๐ซ๐ถ๐ด๐ต๐ณ๐ถ ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ด๐ข๐ต๐ถ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฌ๐ข๐ฎ๐ช ๐ฅ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐ค๐ข๐ณ๐ข ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐บ๐ข๐ฌ๐ช๐ต๐ฌ๐ข๐ฏ. ๐๐ช๐ฏ๐จ๐จ๐ข, ๐ต๐ฆ๐ณ๐ฃ๐ฆ๐ฏ๐ต๐ถ๐ฌ ๐ฅ๐ถ๐ข ๐ฏ๐บ๐ข๐ธ๐ข ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ด๐ฆ๐ฎ๐ข๐บ๐ข๐ฎ ๐ฉ๐ข๐ฏ๐จ๐ข๐ต ๐ฅ๐ช ๐ณ๐ข๐ฉ๐ช๐ฎ๐ฌ๐ถ. ๐๐ฑ๐ข ๐ฎ๐ข๐ฌ๐ด๐ถ๐ฅ ๐ฅ๐ข๐ณ๐ช ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ฎ๐ข๐ช๐ฏ๐ข๐ฏ๐ฎ๐ถ ๐ช๐ฏ๐ช? ๐๐ฌ๐ข๐ฏ๐ฌ๐ข๐ฉ ๐ฌ๐ข๐ถ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ฉ๐ข๐ฅ๐ช๐ณ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ค๐ช๐ฏ๐ต๐ข ๐ฅ๐ช ๐ฉ๐ข๐ต๐ช ๐ฌ๐ข๐ฎ๐ช. ๐๐ข๐ณ๐ฆ๐ฏ๐ข ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ข๐ฏ๐จ๐ถ๐ฏ ๐ณ๐ถ๐ฎ๐ข๐ฉ ๐ต๐ข๐ฏ๐จ๐จ๐ข ๐ต๐ข๐ฏ๐ฑ๐ข ๐ค๐ช๐ฏ๐ต๐ข, ๐ฉ๐ข๐ฏ๐บ๐ข ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ค๐ช๐ฑ๐ต๐ข ๐ด๐ฆ๐ฌ๐ข๐ฎ ๐ฅ๐ช ๐ฅ๐ข๐ญ๐ข๐ฎ๐ฏ๐บ๐ข.
Milna menghembuskan napasnya panjang. Cukup banyak hal yang ia pikirkan untuk masa depannya. Belum lagi, ia harus bertemu dan menjalin hubungan baik dengan calon Ibu mertuanya. Karena Joy bilang dia sudah tak punya ayah. Sedangkan Kakak lelakinya sibuk menjadi pemain bola di salah satu klub terbesar negara G.
"Lupakan!" ketus Milna.
" Kalau begitu, turunlah," ucap Joy sambil membuka seatbealtnya.
"Eh! Kok?" Milna celingukan. Ternyata mereka telah sampai di bandara H.
"Yuk turun!" Joy membuka pintu untuk Milna lalu ia mengulurkan tangannya demi membantu calon istrinya itu turun. Milna membiarkan Joy menggenggam tangannya. Meski hatinya terasa bagaikan ada popcorn yang tengah meletup-letup.
Sesampainya di dalam, setelah beberapa waktu menunggu. Tiba-tiba ada seorang gadis remaja yang berteriak menghampiri Joy sambil berlari.
"Joyyy!!" teriak gadis remaja yang sangat tinggi itu.
"Lia!" Joy mendelik kaget ketika remaja itu menubruknya.
__ADS_1
Grepp!!
Gadis remaja itu memeluk Joy seperti anak koala.
"Lia! Perhatikan tingkah lakumu!" teriak seorang wanita paruh baya yang sangat modis dan elegan. Kecantikannya masih nampak meski usianya sudah tidak muda lagi.
"Lia kangen sama Joy, Mami!" Remaja itu semakin merangkul Joy dengan erat. Saking kencangnya, pria itu terlihat agak kesulitan bernapas. Bagaimana tidak, posisi Lia benar-benar mencekiknya. Kedua tangan yang mengalung erat di leherJoy serta kedua kaki yang melingkar pada pinggang Joy.
Melihat kejadian dan interaksi hangat di depan matanya, membuat Milna tersenyum senang.
"Lia, turunlah! Kau sudah besar. Apa tidak malu jika dilihat orang." Joy berusaha mengendurkan pegangan kencang remaja itu.
"Aku masih kecil, baru juga 14 tahun pekan kemarin. Lagipula, aku kangen sama Joy." Remaja cantik bertubuh tinggi langsing itu, masih terus merangkul . Bahkan ia terlihat menyembunyikan wajahnya di bahu Joy.
"Hei! Jangan mengotori jas ku dengan ingusmu!" pekik Joy, karena ia tahu bahwa adiknya itu tengah menangis.
"Halo, apa kau Milna? Calon istri si anak nakal ini?" tanya wanita paruh baya ramah. Ia mendekati Milna dengan seulas senyum di bibirnya.
" Iโiya Nyonya, saya Milna." Milna mengulurkan tangannya ke depan, yang justru di sambut dengan sebuah pelukan.
"Terima kasih, karena mau menerima Joy. Mami pikir dia tidak akan pernah hidup normal sebagai manusia." Wanita yang bernama Lovely itu memeluk Milna dengan erat. Milna membalasnya pelukan itu dengan hangat. Ia tak menyangka jika calon mertuanya ternyata sangat ramah.
"Lia, turunlah. Apa kau tidak ingin menyapa calon kakak ipar mu!" panggil Mami Love pada putrinya itu.
"Ah iya aku sampai lupa. Halo kakak ipar!" Lia kini menghampiri Milna lalu memeluk dan menciumnya.
"Are u angel?" tanya Lia. Membuat kening Milna berkerut demi memahami maksud remaja di hadapannya ini.
Bersambung>>>
__ADS_1