
๐ฅ๐ฅ๐ฅ๐ฅ๐ฅ๐ฅ
Di sebuah mansion mewah, yang terletak di sebuah pulau terpencil. Dimana, terdaftar sebagai mansion milik miliarder tampan pengusaha barang antik.
"Klan Durex benar-benar habis. Di negara ๐ต๐ฆ๐ณ๐ฎ๐ช๐ฏ๐ข๐ต๐ฐ๐ณ, agen kiriman Don Domino di bantai oleh pasukan elit komando khusus.
Mereka bekerja sama dengan ahli militer dari negara dengan ikon menara tingginya itu.
" Menurut informan kita, mereka sengaja di jebak. Karena, klan Durex memang telah lama diintai oleh agen pemerintah."
Agen khusus yang bertugas menjadi mata-mata klan Toyobo. Menghadap Erik dengan sebuah kabar yang membuat pria itu tersenyum lebar.
"Serang sisa anak buahnya, paksa mereka menjadi pengikut kita. Atau hanguskan tanpa jejak dan sisa." titah dari ketua klan tersebut, yang tak lain adalah seorang pria matang yang sangat rupawan. Meski auranya kejam dan dingin, tapi tidak mengurangi kadar ketampanannya.
"Mungkin agak memakan waktu, karena mereka berpencar ke pelosok negri," ucap sang informan dengan membungkuk sopan.
"Itu tugasmu, cari mereka sampai ketemu. Biar orang-orangku yang akan menjemput mereka dengan ramah." Erik tersenyum smirk, lalu kembali menghisap cerutunya.
Klan Toyobo tidak seperti mafia sungguhan, mereka memanipulasi dengan usaha legal.
Mengelabui pemerintah bahkan bekerja sama dengan beberapa pengusaha yang terkesan bersih.
Demi melanggengkan klan mereka, setidaknya harus rela berbagi keuntungan untuk memberi upeti pada penguasa.
Dengan begitu wilayah mereka akan aman, di situlah saatnya mereka memanfaatkan kelengahan dari penguasa.
_______
"Membosankan, punya suami tapi tidak bisa berdiri. Aku juga tidak bisa bermain di luar, di karenakan perutku yang semakin membesar.
Apa yang harus kulakukan?" gumam Jelita, yang sedari tadi hanya membolak-balikkan tubuhnya di atas tempat tidur.
__ADS_1
Matanya nanar menatap punggung Seno yang membelakanginya.
"Aku tidak tahan lagi, melihat tubuhmu setiap hari, tapi tidak bisa menikmatinya." Akhirnya, Jelita pun turun dari kasur dan masuk kedalam ๐ธ๐ข๐ญ๐ฌ ๐ช๐ฏ ๐ค๐ญ๐ฐ๐ด๐ฆ๐ต.
Tak lama kemudian, wanita hamil itu keluar dengan dress selutut. Meski berbadan dua, ia tetaplah cantik dan menggoda.
Bahkan, beberapa bagian tubuhnya lebih menonjol sekarang.
"Aku yakin, masih banyak pria tampan nan perkasa di luar sana.
Mereka pasti menjadi partnerku malam ini." Gumam Jelita, sambil memandang kagum pada pantulan dirinya di cermin.
"Aihh, secantik ini ... tapi dianggurin. Jadi, bukan salahku dong kalau mencari pelampiasan diluar sana." Jelita tersenyum remeh, pada raga lemah yang tengah tertidur pulas.
Wanita itu melangkah anggun keluar dari kamar mewah bersama Seno. Pria yang tengah tertidur itu, membuka matanya perlahan-lahan.
Lalu ia bangun dan menyenderkan tubuhnya. Kedua matanya nanar menatap langit-langit kamar.
๐๐ฌ๐ถ ๐ด๐ฆ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ต๐ช ๐ช๐ฏ๐ช ๐ฌ๐ข๐ณ๐ฆ๐ฏ๐ข ๐๐ถ๐ด๐ช. ๐๐ข๐ฑ๐ช, ๐ฌ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ฑ๐ข ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ฆ๐ฏ๐ค๐ช๐ฏ๐บ๐ข? ๐๐ฌ๐ถ ๐ฎ๐ฆ๐ณ๐ข๐ด๐ข ๐ช๐ฏ๐ช ๐ข๐ฅ๐ข๐ญ๐ข๐ฉ ๐ฉ๐ถ๐ฌ๐ถ๐ฎ๐ข๐ฏ ๐ถ๐ฏ๐ต๐ถ๐ฌ๐ฌ๐ถ. ๐๐ช ๐ด๐ข๐ข๐ต ๐ด๐ฆ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ต๐ช ๐ช๐ฏ๐ช, ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ข๐ฅ๐ข ๐ญ๐ข๐จ๐ช ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ฅ๐ถ๐ญ๐ช๐ฌ๐ข๐ฏ๐ฌ๐ถ. ๐๐ฆ๐ณ๐ฎ๐ข๐ด๐ถ๐ฌ ๐ฎ๐ข๐ฎ๐ช ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ช๐ด๐ต๐ณ๐ช ๐ญ๐ข๐ฌ๐ฏ๐ข๐ต ๐ฌ๐ถ ๐ช๐ต๐ถ.
๐๐ฆ๐ญ๐ช๐ต๐ข, ๐ด๐ฆ๐ซ๐ข๐ฌ ๐ฅ๐ถ๐ญ๐ถ ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ฏ๐ข๐ฉ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ค๐ช๐ฏ๐ต๐ข๐ช๐ฌ๐ถ. ๐๐ต๐ข๐ถ๐ฌ๐ข๐ฉ, ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฅ๐ช๐ณ๐ช๐ฌ๐ถ ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ฑ๐ข๐ฏ๐ต๐ข๐ด ๐ถ๐ฏ๐ต๐ถ๐ฌ ๐ฅ๐ช๐ค๐ช๐ฏ๐ต๐ข๐ช.
Terlambat, mungkin bisa di katakan seperti itu. Kesadaran di akhir mengakibatkan penyesalan terdalam.
Namun, semua tidak akan bisa memutar balikkan keadaan. Kau hanya bisa merenunginya sebagai titik balik kisah.
Hanya manusia berhati besarlah, yang mampu mengakui kesalahan lalu meminta maaf.
Meski semua tidak akan merubah kenyataan, dan tidak akan mengubah posisimu. Setidaknya, semua itu membuat hidupmu lebih tenang.
_____
__ADS_1
Brakk!
Sontak Jelita menoleh ke asal suara. Dimana nampak sosok wanita paruh baya, dengan piyama tidurnya, duduk di atas sofa. Easy, baru saja menggebrak meja di hadapannya.
"Mau kemana kau istri tak tau diri!" Easy pun berdiri, lalu menghampiri Jelita dengan berkacak pinggang.
"Mau kemana aja boleh, mami mertua kenapa kepo?" sarkas Jelita, yang kemudian terkekeh dengan kencang.
"Ka-kau, menantu sialan!" maki Easy naik pitam.
" Setidaknya, aku ini menantu mu. Terimakasih, karena sudah mengakui ku, meski aku tak butuh itu." Lalu Jelita meninggalkan Easy yang tengah megap-megap sesak napas.
Sebelum menutup pintu, Jelita menyempatkan diri berbalik untuk meledek mertuanya.
"Makanya, kalau udah penyakitan itu ... jangan emosian. Nanti kalau anfal emang nya siap? Meski cepat atau lambat, anakku yang akan menguasai semuanya.
Jelita mengedarkan matanya memberi kode, yang semakin membuat Easy kesal setengah mati.
Wanita paruh baya itu pun berusaha mengontrol napasnya yang sesak.
"Jaga umurmu baik-baik mam, aku bukan menantu jahat yang akan meracuni mu secara perlahan. Dengan cara mengganti obat untuk jantungmu ..., upss!" Jelita membungkam mulutnya sesaat, lalu tergelak.
Brakk!
Suara pintu di tutup kasar.
"Wanita iblis!" Easy mencengkeram erat dadanya yang nyeri. Pantas saja, penyakitnya semakin lama semakin parah saja.
"Apa siluman rubah itu, benar-benar mengganti obat ku?"
๐พPeliharaan mu gigit ya?
__ADS_1
Lagi, gerandong di piara๐
Bersambung>>>>>