
๐ฅ๐ฅ๐ฅ๐ฅ๐ฅ
.Klekk!
๐๐ฌ. ๐๐ฆ๐จ๐ข๐ญ๐ข ๐ฌ๐ฆ๐ต๐ฆ๐ฎ๐ถ ๐ฅ๐ช๐ข ๐ญ๐ข๐จ๐ช. ๐๐ฆ๐ฉ๐ข๐ณ๐ถ๐ด๐ฏ๐บ๐ข ๐ธ๐ฆ๐ฆ๐ฌ๐ฆ๐ฏ๐ฅ ๐ช๐ฏ๐ช ๐ข๐ฅ๐ข๐ญ๐ข๐ฉ ๐ฎ๐ข๐ด๐ข ๐ญ๐ช๐ฃ๐ถ๐ณ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐บ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ฏ๐จ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ต๐ฆ๐ฏ๐ข๐ฏ๐จ. ๐๐ฆ๐ต๐ฆ๐ญ๐ข๐ฉ, ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ฅ๐ข๐ฑ๐ข๐ต ๐ฎ๐ช๐ด๐ช ๐ฅ๐ข๐ฅ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ถ๐ณ๐ข๐ด ๐ต๐ฆ๐ฏ๐ข๐จ๐ข.
Gadis tomboi yang mengenakan pakaian jump suit katun tanpa lengan. Hingga, Milna menampakkan bahu serta tulang selangkanya yang begitu indah.
๐๐ญ๐ฆ๐ฌ!
๐๐ข๐ฅ๐ช๐ด ๐ช๐ต๐ถ. ๐๐ฑ๐ข-๐ข๐ฑ๐ข๐ข๐ฏ ๐ฅ๐ช๐ข.
Joy, menatap tajam pada gadis yang tinggal bersebrangan dengan kamarnya itu. Team yang kompak dalam bekerja tapi musuh di luar pekerjaan.
"Mau ngapain dandan kayak gitu." Celetuk Joy. Entah kenapa, pertanyaan yang ada di dalam hatinya, bisa keluar begitu saja dari mulutnya. Terlanjur, walaupun pada akhirnya merutuki dirinya sendiri.
"Bukan urusanmu," sarkas Milna. Kemudian ia melenggang melewati Joy seraya mengenakan kaca mata hitamnya. Lagi-lagi. Joy harus menelan ludahnya kasar. Ketika ia melihat kaki jenjang mulus Milna dari belakang.
๐๐ฆ๐ซ๐ข๐ฌ ๐ฌ๐ข๐ฑ๐ข๐ฏ, ๐จ๐ข๐ฅ๐ช๐ด ๐ช๐ต๐ถ ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ช๐ญ๐ช๐ฌ๐ช ๐ฃ๐ฆ๐ฏ๐ต๐ถ๐ฌ ๐ฌ๐ข๐ฌ๐ช ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฃ๐ข๐จ๐ถ๐ด? ๐๐ฆ๐ฏ๐ข๐ฑ๐ข ๐ฅ๐ช๐ข ๐ต๐ฆ๐ณ๐ญ๐ช๐ฉ๐ข๐ต ๐ฃ๐ฆ๐จ๐ช๐ต๐ถ ๐ฎ๐ข๐ฏ๐ช๐ด ๐ด๐ช๐ฉ ๐ฉ๐ข๐ณ๐ช ๐ช๐ฏ๐ช. ๐๐ฌ๐ถ ๐ฉ๐ข๐ณ๐ถ๐ด ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ช๐ฌ๐ถ๐ต๐ช๐ฏ๐บ๐ข. ๐๐ข๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ-๐ซ๐ข๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ, ๐จ๐ข๐ฅ๐ช๐ด ๐ช๐ต๐ถ ๐ฃ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ณ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ค๐ข๐ณ๐ช ๐ฃ๐ถ๐ญ๐ฆ ๐ถ๐ฏ๐ต๐ถ๐ฌ ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ฏ๐จ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ต๐ข๐ณ๐ถ๐ฉ๐ข๐ฏ ๐ฅ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐ฌ๐ถ.
__ADS_1
Tanpa pikir panjang, Joy bergegas mengikuti kemana Milna pergi. Pria itu lupa akan sumpahnya yang tak akan mau tau atau memperdulikan apapun yang di lakukan Milna di luar pekerjaan.
"Kemana dia pergi, cepat sekali menghilangnya." Joy mengedarkan pandangannya di sekitaran pantai. Ternyata, Milna mau nyari bule di sekitaran pantai. Sungguh rencana yang tepat karena pantai adalah lokasi paling strategis.
" Dengan pakaian terbuka seperti itu. Tentu dia akan mendapatkan bule belang dengan mudah. Play boy tidak akan melepaskan buruan macam dirinya. Haah ... bikin nambah kerjaan saja! Kenapa juga aku harus pusing mengurusi mu? Palingan juga seandainya dapat bule, dalam hitungan hari kalian akan bubar. Wanita galak sepertimu mana lelaki bisa tahan." Joy, terus berspekulasi dengan jalan pikirannya sendiri.
" Oke, kita minum es kelapa saja. Itu di sana!" ajak Milna, seraya bergelayut pada lengan pria yang berkulit eksotis itu.
"Oke baby, as you wish!" Pria itu menggandeng tangan Milna.
๐๐ช๐ฉ, ๐ฅ๐ข๐ด๐ข๐ณ ๐ฃ๐ถ๐ข๐บ๐ข ๐ฌ๐ข๐ญ๐ช. ๐๐ช๐ข๐ต ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ด๐ฆ๐ฌ๐ด๐ช ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ฃ๐ฆ๐ฏ๐ช๐ฏ๐จ ๐ญ๐ข๐ฏ๐จ๐ด๐ถ๐ฏ๐จ ๐จ๐ข๐ฆ๐ต ๐ข๐ซ๐ข. ๐๐ช๐ญ๐ฏ๐ข ๐ซ๐ถ๐จ๐ข, ๐ข๐ฑ๐ข ๐ฅ๐ช๐ข ๐ฃ๐ถ๐ต๐ข ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ฃ๐ฐ๐ฅ๐ฐ๐ฉ! ๐๐ข๐ฌ ๐ต๐ข๐ถ๐ฌ๐ข๐ฉ ๐ฅ๐ช๐ข ๐ด๐ฆ๐ฅ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ด๐ข๐ฎ๐ข ๐ฅ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐ฑ๐ณ๐ช๐ข ๐ฎ๐ข๐ค๐ข๐ฎ ๐ข๐ฑ๐ข ๐ด๐ข๐ข๐ต ๐ช๐ฏ๐ช!
Joy geram sendiri, di balik pohon kelapa yang berbatang cukup besar. Ia terus memperhatikan gerak-gerik dari keduanya. Sungguh, gayanya sudah seperti pengintai yang kepo sungguhan.
๐๐ฆ๐ฎ๐ข๐ฏ๐ข ๐ฎ๐ฆ๐ณ๐ฆ๐ฌ๐ข, ๐ฌ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ฑ๐ข ๐ซ๐ข๐ฎ ๐ด๐ฆ๐จ๐ช๐ฏ๐ช ๐ฃ๐ฆ๐ญ๐ถ๐ฎ ๐ซ๐ถ๐จ๐ข? ๐๐ช๐ญ๐ฏ๐ข ๐ฃ๐ถ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐จ๐ข๐ฅ๐ช๐ด ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฎ๐ถ๐ฅ๐ข๐ฉ ๐ฅ๐ช ๐ฃ๐ข๐ธ๐ข ๐ฌ๐ฆ ๐ฑ๐ถ๐ฃ ๐ข๐ฑ๐ข๐ญ๐ข๐จ๐ช ๐ฉ๐ฐ๐ต๐ฆ๐ญ. ๐๐ช๐ด๐ข-๐ฃ๐ช๐ด๐ข ๐ฑ๐ช๐ด๐ข๐ฏ๐จ ๐ฏ๐ข๐ฏ๐จ๐ฌ๐ข ๐ฑ๐ณ๐ช๐ข ๐ช๐ต๐ถ ๐ฅ๐ช ๐ฑ๐ฐ๐ต๐ฆ๐ฌ ๐ซ๐ข๐ฅ๐ช ๐ฅ๐ถ๐ข. ๐๐ฌ. ๐๐ฆ๐ฏ๐ข๐ฑ๐ข ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ฉ๐ข๐ณ๐ถ๐ด ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ช๐ฌ๐ช๐ณ๐ฌ๐ข๐ฏ๐ฏ๐บ๐ข, ๐ฃ๐ถ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฅ๐ช๐ข ๐ฃ๐ถ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ธ๐ข๐ฏ๐ช๐ต๐ข ๐ด๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ข๐ณ๐ข๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ. ๐๐ข๐ฏ๐ช๐ต๐ข ๐ฌ๐ถ๐ข๐ต ๐ด๐ฆ๐ณ๐ต๐ข ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ค๐ฆ๐ฏ๐จ๐ฆ๐ฏ๐จ. ๐๐ต๐ถ๐ญ๐ข๐ฉ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ถ๐ข๐ต ๐ฑ๐ณ๐ช๐ข ๐ฃ๐ฐ๐ด๐ข๐ฏ. ๐๐ข๐ช๐ฉ, ๐ฑ๐ณ๐ช๐ข ๐ช๐ต๐ถ ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ช๐ญ๐ช๐ฌ๐ช ๐ฏ๐ข๐ญ๐ถ๐ณ๐ช ๐ถ๐ฏ๐ต๐ถ๐ฌ ๐ฎ๐ฆ๐ญ๐ช๐ฏ๐ฅ๐ถ๐ฏ๐จ๐ช ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ฅ๐ช ๐ฃ๐ถ๐ต๐ถ๐ฉ๐ฌ๐ข๐ฏ. ๐๐ฆ๐ณ๐ด๐ข๐ฎ๐ข๐ฏ๐บ๐ข, ๐ฎ๐ข๐ฌ๐ข ๐ฉ๐ช๐ฅ๐ถ๐ฑ๐ฎ๐ถ ๐ง๐ญ๐ข๐ต ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ฎ๐ฐ๐ฏ๐ฐ๐ต๐ฐ๐ฏ.
Setelah selesai bergumam panjang kali lebar di dalam hatinya, Joy pun melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamarnya sendiri.
"Gara-gara mengikuti si bodoh keras kepala itu. Aku jadi lupa dengan janjiku. Sial! Aku di blok lagi sama cewek bule yang hot. Ah, kenapa aku jadi tidak berselera dengan bule ya? Milna, sedang apa dia. Apa pria peselancar itu, berhasil mengajaknya ke hotel. Jangan-jangan, pria itu juga jago beladiri." Joy masih terus mengoceh sendiri, semua tentang Milna. Apanya yang di bilang masa bodo kalau begini.
__ADS_1
Pria itu terus memutar posisi di atas tempat tidurnya.
"Sial! Kenapa aku jadi mikirin dia sih! Dah lah, lebih baik tidur. Dia pulang pagi pun aku tak peduli.
Tak lama, Joy terlihat memejamkan matanya. Lalu, membuka lagi secara tiba-tiba.
"Apa mereka akan melakukannya di depan pintu kamar hotel? Tidak mungkinlah, Milna kan galak." Joy, mulai membayangkan yang tidak-tidak terjadi pada Milna.
Lelah memikirkan mereka. Joy pun akhirnya pulas dengan posisi terbalik.
Keesokan harinya.
"Pulang jam berapa kau semalam? Atau jangan-jangan memang tak pulang!" sarkas Joy. Membuat Milna yang baru meletakkan bokongnya di kursi menengok seketika.
"Kalau pulang memang kenapa, dan kalau tak pulang juga kenapa?" jawabnya ketus. Ia mulai mencium bau-bau ke-kepoan di sekitar ruangannya.
"Jawab saja yang benar, jangan merasa kalau aku menghawatirkan mu. Sejatinya tidak. Setidaknya kita selesaikan dulu misi kita di sini. Karena, aku tidak bertanggung jawab terhadapmu. Di luar dari pekerjaan.
" Bukan ... urusanmu! Itulah jawaban dariku." Milna mengatakannya dengan aura dingin. Ia mulai risih dan tak suka ketika Joy begitu mengulik kegiatannya. Bagaimanapun, ia memiliki privasi yang harus ia simpan sendiri.
__ADS_1
"Sebaiknya, kau tidak menjual dirimu demi mendapatkan pacar seorang bule." sarkas Joy. Yang mana kata-katanya itu telah membangkitkan sang singa gurun.
Bersambung>>>