Aku Bukan Pemuas Ranjang

Aku Bukan Pemuas Ranjang
Menguntit.


__ADS_3

๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ


.Klekk!


๐˜Š๐˜ฌ. ๐˜š๐˜ฆ๐˜จ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ถ ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ข ๐˜ญ๐˜ข๐˜จ๐˜ช. ๐˜š๐˜ฆ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ณ๐˜ถ๐˜ด๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ธ๐˜ฆ๐˜ฆ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ฅ ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ด๐˜ข ๐˜ญ๐˜ช๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ณ ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ. ๐˜š๐˜ฆ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ, ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข๐˜ต ๐˜ฎ๐˜ช๐˜ด๐˜ช ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ถ๐˜ณ๐˜ข๐˜ด ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜จ๐˜ข.


Gadis tomboi yang mengenakan pakaian jump suit katun tanpa lengan. Hingga, Milna menampakkan bahu serta tulang selangkanya yang begitu indah.


๐˜Ž๐˜ญ๐˜ฆ๐˜ฌ!


๐˜Ž๐˜ข๐˜ฅ๐˜ช๐˜ด ๐˜ช๐˜ต๐˜ถ. ๐˜ˆ๐˜ฑ๐˜ข-๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ข.


Joy, menatap tajam pada gadis yang tinggal bersebrangan dengan kamarnya itu. Team yang kompak dalam bekerja tapi musuh di luar pekerjaan.


"Mau ngapain dandan kayak gitu." Celetuk Joy. Entah kenapa, pertanyaan yang ada di dalam hatinya, bisa keluar begitu saja dari mulutnya. Terlanjur, walaupun pada akhirnya merutuki dirinya sendiri.


"Bukan urusanmu," sarkas Milna. Kemudian ia melenggang melewati Joy seraya mengenakan kaca mata hitamnya. Lagi-lagi. Joy harus menelan ludahnya kasar. Ketika ia melihat kaki jenjang mulus Milna dari belakang.


๐˜š๐˜ฆ๐˜ซ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฏ, ๐˜จ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ช๐˜ด ๐˜ช๐˜ต๐˜ถ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ช๐˜ญ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ช ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ต๐˜ถ๐˜ฌ ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ช ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฃ๐˜ข๐˜จ๐˜ถ๐˜ด? ๐˜’๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ข ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ญ๐˜ช๐˜ฉ๐˜ข๐˜ต ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜จ๐˜ช๐˜ต๐˜ถ ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ช๐˜ด ๐˜ด๐˜ช๐˜ฉ ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ณ๐˜ช ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช. ๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ณ๐˜ถ๐˜ด ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ต๐˜ช๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข. ๐˜‘๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ-๐˜ซ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ, ๐˜จ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ช๐˜ด ๐˜ช๐˜ต๐˜ถ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ณ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ค๐˜ข๐˜ณ๐˜ช ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ญ๐˜ฆ ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜ต๐˜ถ๐˜ฌ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ต๐˜ข๐˜ณ๐˜ถ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฌ๐˜ถ.

__ADS_1


Tanpa pikir panjang, Joy bergegas mengikuti kemana Milna pergi. Pria itu lupa akan sumpahnya yang tak akan mau tau atau memperdulikan apapun yang di lakukan Milna di luar pekerjaan.


"Kemana dia pergi, cepat sekali menghilangnya." Joy mengedarkan pandangannya di sekitaran pantai. Ternyata, Milna mau nyari bule di sekitaran pantai. Sungguh rencana yang tepat karena pantai adalah lokasi paling strategis.


" Dengan pakaian terbuka seperti itu. Tentu dia akan mendapatkan bule belang dengan mudah. Play boy tidak akan melepaskan buruan macam dirinya. Haah ... bikin nambah kerjaan saja! Kenapa juga aku harus pusing mengurusi mu? Palingan juga seandainya dapat bule, dalam hitungan hari kalian akan bubar. Wanita galak sepertimu mana lelaki bisa tahan." Joy, terus berspekulasi dengan jalan pikirannya sendiri.


" Oke, kita minum es kelapa saja. Itu di sana!" ajak Milna, seraya bergelayut pada lengan pria yang berkulit eksotis itu.


"Oke baby, as you wish!" Pria itu menggandeng tangan Milna.


๐˜Š๐˜ช๐˜ฉ, ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ด๐˜ข๐˜ณ ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ข๐˜บ๐˜ข ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ญ๐˜ช. ๐˜“๐˜ช๐˜ข๐˜ต ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฌ๐˜ด๐˜ช ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ด๐˜ถ๐˜ฏ๐˜จ ๐˜จ๐˜ข๐˜ฆ๐˜ต ๐˜ข๐˜ซ๐˜ข. ๐˜”๐˜ช๐˜ญ๐˜ฏ๐˜ข ๐˜ซ๐˜ถ๐˜จ๐˜ข, ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ข ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ต๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฃ๐˜ฐ๐˜ฅ๐˜ฐ๐˜ฉ! ๐˜›๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ต๐˜ข๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ข ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ด๐˜ข๐˜ฎ๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฑ๐˜ณ๐˜ช๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ค๐˜ข๐˜ฎ ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข ๐˜ด๐˜ข๐˜ข๐˜ต ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช!


Joy geram sendiri, di balik pohon kelapa yang berbatang cukup besar. Ia terus memperhatikan gerak-gerik dari keduanya. Sungguh, gayanya sudah seperti pengintai yang kepo sungguhan.


๐˜’๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ฌ๐˜ข, ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข ๐˜ซ๐˜ข๐˜ฎ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜จ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ถ๐˜ฎ ๐˜ซ๐˜ถ๐˜จ๐˜ข? ๐˜”๐˜ช๐˜ญ๐˜ฏ๐˜ข ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜จ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ช๐˜ด ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฎ๐˜ถ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ธ๐˜ข ๐˜ฌ๐˜ฆ ๐˜ฑ๐˜ถ๐˜ฃ ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜จ๐˜ช ๐˜ฉ๐˜ฐ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ญ. ๐˜‰๐˜ช๐˜ด๐˜ข-๐˜ฃ๐˜ช๐˜ด๐˜ข ๐˜ฑ๐˜ช๐˜ด๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฌ๐˜ข ๐˜ฑ๐˜ณ๐˜ช๐˜ข ๐˜ช๐˜ต๐˜ถ ๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ฑ๐˜ฐ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ฌ ๐˜ซ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ฅ๐˜ถ๐˜ข. ๐˜Š๐˜ฌ. ๐˜’๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ณ๐˜ถ๐˜ด ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ช๐˜ณ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข, ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ข ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ธ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ช๐˜ต๐˜ข ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ. ๐˜ž๐˜ข๐˜ฏ๐˜ช๐˜ต๐˜ข ๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ข๐˜ต ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ต๐˜ข ๐˜ต๐˜ช๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ค๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ. ๐˜๐˜ต๐˜ถ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ข๐˜ต ๐˜ฑ๐˜ณ๐˜ช๐˜ข ๐˜ฃ๐˜ฐ๐˜ด๐˜ข๐˜ฏ. ๐˜๐˜ข๐˜ช๐˜ฉ, ๐˜ฑ๐˜ณ๐˜ช๐˜ข ๐˜ช๐˜ต๐˜ถ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ช๐˜ญ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ช ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ญ๐˜ถ๐˜ณ๐˜ช ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜ต๐˜ถ๐˜ฌ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ช ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ต๐˜ถ๐˜ฉ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ. ๐˜‰๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ด๐˜ข๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข, ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข ๐˜ฉ๐˜ช๐˜ฅ๐˜ถ๐˜ฑ๐˜ฎ๐˜ถ ๐˜ง๐˜ญ๐˜ข๐˜ต ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฎ๐˜ฐ๐˜ฏ๐˜ฐ๐˜ต๐˜ฐ๐˜ฏ.


Setelah selesai bergumam panjang kali lebar di dalam hatinya, Joy pun melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamarnya sendiri.


"Gara-gara mengikuti si bodoh keras kepala itu. Aku jadi lupa dengan janjiku. Sial! Aku di blok lagi sama cewek bule yang hot. Ah, kenapa aku jadi tidak berselera dengan bule ya? Milna, sedang apa dia. Apa pria peselancar itu, berhasil mengajaknya ke hotel. Jangan-jangan, pria itu juga jago beladiri." Joy masih terus mengoceh sendiri, semua tentang Milna. Apanya yang di bilang masa bodo kalau begini.

__ADS_1


Pria itu terus memutar posisi di atas tempat tidurnya.


"Sial! Kenapa aku jadi mikirin dia sih! Dah lah, lebih baik tidur. Dia pulang pagi pun aku tak peduli.


Tak lama, Joy terlihat memejamkan matanya. Lalu, membuka lagi secara tiba-tiba.


"Apa mereka akan melakukannya di depan pintu kamar hotel? Tidak mungkinlah, Milna kan galak." Joy, mulai membayangkan yang tidak-tidak terjadi pada Milna.


Lelah memikirkan mereka. Joy pun akhirnya pulas dengan posisi terbalik.


Keesokan harinya.


"Pulang jam berapa kau semalam? Atau jangan-jangan memang tak pulang!" sarkas Joy. Membuat Milna yang baru meletakkan bokongnya di kursi menengok seketika.


"Kalau pulang memang kenapa, dan kalau tak pulang juga kenapa?" jawabnya ketus. Ia mulai mencium bau-bau ke-kepoan di sekitar ruangannya.


"Jawab saja yang benar, jangan merasa kalau aku menghawatirkan mu. Sejatinya tidak. Setidaknya kita selesaikan dulu misi kita di sini. Karena, aku tidak bertanggung jawab terhadapmu. Di luar dari pekerjaan.


" Bukan ... urusanmu! Itulah jawaban dariku." Milna mengatakannya dengan aura dingin. Ia mulai risih dan tak suka ketika Joy begitu mengulik kegiatannya. Bagaimanapun, ia memiliki privasi yang harus ia simpan sendiri.

__ADS_1


"Sebaiknya, kau tidak menjual dirimu demi mendapatkan pacar seorang bule." sarkas Joy. Yang mana kata-katanya itu telah membangkitkan sang singa gurun.


Bersambung>>>


__ADS_2